
Setelah selesai memakan makanan nya Wiliam dan siska pun berangkat ke kampus bersama . Saat ini mereka tengah berada di dalam mobil menuju kampus dimana Wiliam bekerja dan Siska menimba ilmu nya .
" Mas nanti turunin Siska sebelum gerbang kampus ya mas . " Pinta siska pada suaminya itu .
" Memang nya kenapa sayang ?" Tanya Wiliam menatap istrinya itu heran .
" Siska gak mau ada yang Siska turun dari mobil mas . Siska gak mau mereka curiga sama kita dan berpikiran yang enggak enggak tentang Siska dan mas . " Ucap Siska pada suaminya itu .
" Tapi nanti kamu capek jalan kaki nya sayang . " Ucap Wiliam tak ingin melihat istrinya itu kecapean .
" Tak apa mas ...Siska biar sekalian olahraga . " Ucap Siska tersenyum . Wiliam ikut tersenyum melihat nya ia bersyukur karena Siska bukanlah wanita yang manja .
" Ya sudah kalau begitu . " Ucap Wiliam pasrah pada keputusan yang istrinya itu buat .
Mobil pun semakin melaju kencang membelah jalanan ibu kota tak lama kemudian siska pun meminta Suaminya itu untuk berhenti.
" Kamu yakin mau turun di sini sayang . " Ucap Wiliam seakan tak rela jika istri nya itu harus jalan kaki sementara ia malah enak enakan naik mobil nya ..
" Iya mas ..tak apa lagian udah Deket ini . " Ucap Siska seraya melepaskan sabuk pengaman yang melindungi tubuh nya .
" Ya sudah hati hati ya ... Ingat jaga mata hati dan pikiran kamu hanya untuk ku . " Ucap Wiliam seraya mengusap pipi istrinya itu perlahan .
" Mas tenang saja Siska gak mungkin Deket sama laki laki lain . Ya sudah Siska turun dulu ya ... Assalamualaikum . " Ucap Siska setelah menyalami tangan suaminya itu .
" tunggu dulu sayang . " Ucap Wiliam tak mengizinkan tangan Siska melepaskan tangan nya .
" Apa lagi mas ?" Tanya Siska pada suaminya itu . Tanpa berkata apa pun Wiliam langsung mencium bibir Siska pelan setelah itu ia melepaskan ciuman itu .
Siska sunggun terkejut dan tak menyangka Wiliam akan melakukan hal itu apa lagi jarak kampus cukup dekat dengan tempat nya berada saat ini .
" Mas ini main cium aja ...nanti kalau ada yang lihat gimana. " Ucap Siska dengan pipi memerah menahan malu .
" Tenang saja ...Tak akan ada yang melihat nya sayang . Sudahlah sana turun nanti kamu terlambat mas juga harus segera absen ke kampus dan masuk ke kelas kamu sebentar lagi . " Ucap Wiliam pada istrinya itu .
__ADS_1
" iya ...mas assalamualaikum . " Salam Siska untuk kedua kalinya .
" Waalaikumsalam sayang ." Ucap Wiliam pelan . Kemudian setelah Siska turun dari mobilnya Wiliam pun segera melajukan mobilnya itu kembali menuju kampus .
Siska mulai melangkah kan kakinya , hari ini cuaca nya mendung sangat mendukung dirinya untuk berjalan kaki seperti ini tak lama ... Setelah ia sampai di depan gerbang kampus seseorang menepuk bahunya pelan membuat Siska terkejut dan langsung menatap orang yang telah menepuk bahunya itu dengan kesal .
" Wulan kamu ngagetin aja ...aku kira siapa tadi ... " Ucap Siska pada sahabatnya itu .
" Hehehe maaf Siska sahabat gue yang cantik se-dunia. Gue cuma ingin nyapa elo tadi eh elo mlaah kaget . " Ucap wulan merasa bersalah karena telah membuat Siska terkejut .
" Lain kali jangan gitu lagi . Kalau gue punya penyakit jantung gimana . " Ucap Siska kesal .
" Iya iya maaf ... " Ucap Wulan pelan . Mereka pun berjalan beriringan menuju kampus .
" Oh iya mana Irma ...kenapa loe gak bareng dia ... biasanya loe selalu nempel sama tuh orang ?" Tanya Siska pada Wulan .
" Dia gak masuk hari ini . " Ucap Wulan pelan ia merasa sedih dan iba pada sahabatnya itu .
" Em ...loe tau Erlang kan sis ...?" Tanya Wulan pelan .
" Iya tau ...itu kan pacar baru nya Irma ...memang nya kenapa dengan Erlang ?" Tanya Siska semakin penasaran saja bahkan mereka sampai menghentikan langkah mereka .
" Dia ... meninggal tadi pagi . Katanya sih kena tembak saat bertugas . " Ucap Wulan menjelaskan .
" Inalillahi wa inalillahi rojiun . Loe gak lagi bohongin gue kan lan?" Tanya siska seakan tak percaya dengan apa yang sahabatnya katakan .
" Buat apa gue bohong soal begituan sis .. gue juga dapet kabar ini dari nyokap nya Irma . Gue juga terkejut sama kayak loe awalnya . Gue jadi kasihan sama Irma pasti dia sedih banget dan hancur banget menerima kenyataan itu ." Ucap Wulan ikut bersedih dengan apa yang menimpa sahabatnya itu .
" Pastinya lan apa lagi mereka sudah kenal lebih dari 3 tahun . Nanti sepulang sekolah kita terumah Irma ya ...dia pasti sangat membutuhkan kita saat ini . " Ucap Siska pada sahabatnya itu .
" Iya ... Sis . " Ucap Wulan pelan .
Setelah itu mereka kembali melanjutkan langkah nya karena adik mengobrol Siska jadi telat masuk kelas kemabli dan saat ini Wiliam sudah berada di kelas nya . Siska menggigit bibir bawahnya ketika suaminya itu menatap ia dan Wulan tajam .
__ADS_1
" Maaf pak kita terlambat . " Ucap Wulan takut takut sementara Siska . Wanita itu hanya bisa menunjukkan wajah memelas nya agar suaminya itu mau sedikit berbelas kasihan pada dirinya .
" Keluar .. " ucap Wiliam tegas yang membuat Siska berdecak tak suka kemudian Siska dan Wulan keluar dari kelas itu . Melihat Siska marah dan kesal terhadap nya pun Wiliam langsung mengambil handphone nya ia ingin meminta maaf pada istrinya itu .
" Maaf sayang ... Aku harus profesional . " Ucap Wiliam mengirimkan pesan itu pada istrinya .
" Hemmm.." hanya itu jawaban Siska yang membuat Wiliam menghela nafas nya pelan .ia tau istrinya itu marah padanya .
" Kalian kerja kan tugas dari saya ...saya ada urusan sebentar . " Ucap Wiliam berlalu pergi ia ingin meminta maaf pada istrinya secara langsung .
" Baik pak . " Ucap para mahasiswa nya serempak . Setelah mendengar itu Wiliam pun segera pergi keluar dari kelas .Di lihatnya istrinya itu tengah duduk sendiri an di koridor kampus tak ada tanda keberadaan teman istrinya itu .
Wiliam segera menghampiri Siska ia duduk di samping wanita itu namun wanita itu hanya diam tak merespon kedatangan nya . Wiliam tersenyum kecut kemudian ia meraih tangan istrinya itu perlahan .
" Maaf sayang ... Mas terpaksa mengusir kamu dari kelas . Lagipula kenapa kamu bisa terlambat tadi , kamu habis dari mana saja tadi sampai terlambat masuk ke kelas ?" Tanya Wiliam pada istrinya itu .
" Aku lagi ngobrol sama Wulan tadi mas .. dia cerita kalau Irma gak masuk kuliah hari ini karena dia lagi berduka . " Ucap Siska menjelaskan namun tak mau menatap wajah suaminya itu .
" Irma ..berduka siapa yang meninggal ?" Tanya Wiliam seraya mengusap tangan istrinya itu pelan .
" Pacarnya . " Ucap Siska jutek.
" Kamu masih marah sama mas ?" Tanya Wiliam pada istrinya itu .
" Enggak ... Untuk apa marah toh mas melakukan nya karena profesi mas . " Ucap Siska berbohong sebenarnya wanita itu masih merasa kesal pada suaminya.. Wiliam menarik dagu Siska dan menatap wajah istrinya itu dengan lembut kemudian secara perlahan Wiliam langsung mencium dan ******* bibir istrinya itu perlahan .
Siska terkejut dan tak menyangka Wiliam akan melakukan itu , apalagi saat ini mereka tengah berada di kampus.
" Kalian . " Ucap Wulan terkejut sampai menjatuhkan minuman yang baru saja ia beli dari kantin . Wiliam yang mendengar teriakkan wulan itu pun langsung melepaskan ciuman nya . Mereka langsung menatap Wulan dengan cemas begitu pula dengan Siska ... Saat ini Wiliam merasa seperti maling yang terpergok sedang mencuri oleh wanita di hadapannya itu .
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya ..
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author.
__ADS_1