
Sudah seminggu sejak keguguran nya dan Rangga terus saja datang menemani Siska , lelaki itu begitu perhatian padanya . Namun Siska sama sekali tak memperdulikan lelaki itu , ia masih sakit hati dan entah kapan luka di hati nya akan sembuh .
Kehilangan anak nya Bukan lah hal yang mudah untuk wanita itu , walaupun itu takdir namun Siska merasa apa yang terjadi padanya adalah karena ulah Rangga. Jika Rangga lebih sabar dan bisa mengontrol emosi nya mungkin semua itu tak akan terjadi .
" Bagaimana kamu sudah memutuskan ingin tetap bersama laki laki bajingan itu atau kamu meninggalkan nya saja . " ucap Ibra pada adiknya itu . Saat ini Rangga tak bisa mendengar perbincangan mereka karena laki laki itu berada di luar ruangan di mana Siska di rawat .
" Aku ...Aku mungkin lebih baik berpisah dengan nya kak , aku sudah lelah .." ucap Siska pada kakak nya itu .
" Bagus ...lebih baik begitu , kakak mendukung mu seratus persen . " ucap Ibra senang karena adiknya memilih keputusan yang tepat .
Melihat itu Siska terkekeh pelan ia tak menyangka Ibra akan sesenang itu mendengar keputusan nya .
" Kakak senang sekali . " ucap Siska setelah itu .
" Kakak senang karena kamu sebentar lagi akan bebas dari laki laki itu , jujur saja setiap hari kakak selalu menahan untuk tak memukul mukanya saat bertemu dengan nya . " ucap Ibra membuat Siska tersenyum .
" Nanti temani Siska untuk berbicara dengan nya ya kak , soalnya Siska takut jika harus berbicara sendiri an . " ucap Siska pada kakak nya itu .
" Pasti kakak temani , kamu tenang saja . " ucap Ibra tersenyum .
" Terimakasih . " Ucap Siska tersenyum pula .
" Apa kamu bicara padanya sekarang saja , mumpung kakak di sini ?" tanya Ibra pada adiknya itu . Siska terdiam sejenak ia sedang bertanya pada dirinya sendiri apakah ia siap mengatakan hal itu pada Rangga atau tidak .
Setelah itu ia menghela nafas nya pelan , ia merasa mungkin dirinya bukan jodoh yang baik untuk Rangga . Dan Rangga pun bukan jodoh yang terbaik untuk nya .
__ADS_1
" Kalau begitu bisakah kakak memangil orang itu kemari ?" tanya Siska pada kakak nya itu .
" Tentu saja ... kakak akan memanggil nya . " ucap Ibra begitu bersemangat, laki laki itu berjalan menjauhi Siska dan keluar dari kamar adiknya itu .
Di tatapnya datar seseorang yang saat ini tengah duduk termenung di depan ruangan di mana adiknya di rawat .
" Masuk ...Siska ingin berbicara dengan mu . " ucap Ibra singkat kemudian ia masuk kembali kekamar rawat di mana adiknya berada . Rangga yang terdiam saat itu pun langsung berdiri dan menyusul Ibra untuk masuk kedalam kamar itu .
Dalam hati Rangga berharap Siska mau memaafkan nya dan memberikan ia kesempatan . Ia ingin memperbaiki semuanya dari awal .
" Kamu mau berbicara dengan ku sayang , apa kamu sudah memaafkan ku ?" tanya Rangga tersenyum senang . Ibra yang melihat itu pun merasa muak dengan tingkah laki laki di hadapannya itu .
" Memaafkan ....mungkin aku sudah memaafkan mu mas , aku bukan tipe orang pendendam seperti mu . Namun aku tak bisa bersama dengan mu lagi , aku rasa sudah cukup aku merasa sakit hati . Jadi aku mohon lepaskan aku mas , talak aku sekarang juga . " ucap Siska menatap Rangga dalam . Sedangkan Rangga , lelaki itu sungguh tak percaya dengan apa yang Siska katakan .
Siska yang melihat nya pun merasa iba namun itu tak mengurungkan niat nya untuk tak meninggalkan laki laki di hadapannya itu .
" Aku tak bisa melakukan itu mas , dari awal hubungan kita sudah salah . kita tak mungkin bersatu selamanya , mungkin kamu bisa berjanji dan berubah tapi tak ada yang bisa menjamin untuk kamu tak melakukan hal itu lagi padaku saat aku melakukan kesalahan nanti . Aku tak mau mengulangi kisah yang sama yang membuat ku menderita mas , itu sama saja seperti aku membaca buku yang sama selama beberapa kali . Jika kamu mencintai ku maka lepaskanlah aku mas . Aku mohon ." ucap Siska berkaca kaca , ia sungguh berharap Rangga mau melepaskan nya . Wanita itu ingin bebas dari cengkraman laki laki di hadapannya .
" Kenapa kamu berkata seperti itu Siska , perkataan mu itu sungguh menghancurkan diriku bagaimana jika aku tak mau melepaskan mu apa yang akan kamu lakukan ?" tanya Rangga ingin melihat seberapa ingin wanita yang ia cintai pergi dari dirinya .
" Jika mas Rangga tak mau melepaskan Siska maka terpaksa Siska akan mengakhiri hidup Siska mas , Siska sudah tak tau harus bagaimana lagi . Hanya itu satu satunya cara agar Siska bisa bebas dari mas Rangga . jadi Siska mohon lepaskan Siska , Siska ingin bebas dan menikmati hidup seperti wanita wanita lain nya . " Ucap Siska membuat Rangga menatap nya tak percaya , ia tak menyangka Siska begitu ingin berpisah dengan nya hingga tak memperdulikan nyawa nya sendiri .
Ibra yang sedari tadi diam pun ingin membantu adiknya membujuk laki laki di hadapannya agar mau melepaskan adiknya namun ia menahan nya . Tak kala pria di hadapannya itu mulai membuka mulutnya untuk berbicara .
" Siska .... jujur aku kecewa dengan Jawaban mu . Aku tau aku salah dan kesalahan ku tak bisa di maafkan namun apa kah tak ada sama sekali kesempatan bagiku . Bahkan kamu rela menyerahkan nyawa mu untuk terbebas dari diriku . " ucap Rangga membuat Siska terdiam . Ia sama sekali tak bisa menerima laki laki di hadapannya kembali .
__ADS_1
" Melihat mu hanya diam seperti nya keputusan mu sudah bulat , baiklah jika begitu aku pun tak akan mempertahankan ini semua lagi karena kamu pun sudah tak mau memperlihatkan nya . aku juga tak ingin kalau kamu sampai kehilangan nyawa karena aku tak memberikan mu kebebasan yang kamu maksud jadi ... " ucap Rangga menghela nafas panjang sebelum mengatakan hal yang sejujurnya tak ingin ia katakan sama sekali dalam hidup nya .
" Siska Veronika . Hari ini detik ini dan saat ini saya Rangga menalak mu dengan memberikan mu talak 1 . Mulai saat ini kamu terbebas melakukan hal yang kamu mau , kamu mu pun terbebas dari segala kewajiban mu sebagai istri saya . " Ucap Rangga memejamkan matanya seraya mengepalkan tangan nya erat .
Siska terdiam , entah lah ia harus senang atau sedih ia pun tak tau .melihat Rangga begitu menahan amarah nya membuat Siska sedikit lega karena laki laki itu tak mengamuk dan mau menerima keputusan nya.
" Terimakasih mas . " ucap Siska pelan setelah Rangga memberikan ia talak . Rangga tersenyum kecut , laki laki itu menatap wajah Siska untuk yang terakhir kali nya .
" Aku harap kamu tak muncul lagi di hadapan ku Siska atau aku benar benar tak bisa melepaskan mu . Aku setuju melepaskan kamu karena aku yang bersalah . semoga kamu bahagia dengan apa yang telah kamu pilih , aku tak akan lagi menghalangi kebahagiaan mu. " ucap Rangga tersenyum tipis laki laki itu hendak pergi dari sana namun Siska mencegah nya .
" Berikan ini untuk Riyan mas . Aku sengaja merajut sepatu kecil ini untuk nya . " ucap Siska meletakan 2 pasang sepatu kecil yang kemarin ia buat untuk anak tirinya itu sebagai tanda perpisahan .
" Terimakasih ...aku akan memberikan nya . " ucap Rangga pelan .
" Mencintai bukan harus memiliki nga , mungkin melepaskan nya adalah cara terbaik untuk mu mencintai dirinya . " Ucap Rangga pada dirinya sendiri sebelum pergi dari tempat itu .
Setelah kepergian Rangga , Siska menatap kakak nya yang sedari tadi diam . kemudian wanita itu tersenyum melihat Ibra menatap kepergian Rangga dengan iba .
" Kakak kasian padanya ?" tanya Siska tersenyum .
" Untuk apa aku kasian , aku hanya tak menyangka dia menerima keputusan mu tanpa emosi sedikit pun . " ucap Ibra tak mau mengakui jika ia memang sedikit kasian pada laki laki yang telah menyakiti hati adiknya itu .
" Benarkah ?" tanya Siska menggoda kakak nya itu .
" Benar , sudahlah . aku harus memeriksa kondisi pasien ku yang lain . " ucap Ibra salah tingkah. laki laki itu kemudian pergi meninggalkan Siska sendiri , Siska yang melihat nya pun hanya bisa terkekeh pelan. ..
__ADS_1