Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
85 . Terbongkar .


__ADS_3

" kamu mau aku menunjukan nya sekarang baiklah aku akan menunjukan nya . " ucap Wiliam pada istrinya itu . setelah itu ia menatap tajam Sintia ia membuka pintu jendela yang langsung terhubung dengan balkon .


Laki laki itu berjalan lagi menghampiri Cintia . Ia menarik wanita itu dan membawanya ke balkon . ia semakin mendorong tubuh Cintia mendekati pagar balkon kamar hotel tersebut yang cukup tinggi .


" Kamu mau apa ?" tanya Cintia ketakutan apalagi ia fobia ketinggian .


" Aku akan membuktikan bahwa aku tak ada hubungan dengan dirimu . jadi aku akan mendorong mu dari lantai kamar ini biar istri ku dan kak Ibra tau bahwa aku sama sekali tak perduli dan tak memiliki perasaan apapun pada dirimu . Aku tak perduli mau kamu mati atau pun hidup nantinya yang penting aku bisa meyakinkan mereka jika aku tak bersalah . " ucap Wiliam sebenarnya ingin menakut nakuti Cintia saja agar wanita itu ketakutan dan akhirnya mengatakan kebenaran nya .


"Kamu gila ...kamu bisa di penjara jika kamu mendorongku dari lantai kamar ini . " ucap Cintia sedikit ketakutan dengan ancaman Wiliam .


" Aku gila ... benarkah . Aku rasa kamu yang gila bukan diriku tapi ya aku tak perduli jika harus di penjara yang penting aku bisa mendorong mu dari sini dan mereka akan percaya lagi padaku karena aku tak bersalah . " Ucap Wiliam semakin mendorong tubuh Cintia hingga kini tubuh itu sudah sangat dekat dengan pagar dan Cintia semakin ketakutan .


Siska yang melihat itu pun ingin mencegah suaminya namun Ibra menahan nya . Siska menatap kakak nya itu tajam .


" Kita lihat saja apa yang akan suami mu lakukan . " ucap Ibra pelan .


" Lepaskan aku .... " ucap Cintia berusaha melepaskan tangan Wiliam yang masih mencengkram bahunya . Wiliam terkekeh pelan kemudian ia kembali mendorong tubuh Cintia agar semakin dekat pagar .


" Kenapa takut bukankah kamu tadi tak ada takutnya saat mencium ku . Sekarang kenapa kamu ketakutan . " ucap Wiliam sini kini sudah tak ada jarak lagi antara Cintia dengan pagar balkon kamar itu .


Cintia memejamkan matanya erat erat ketika melihat betapa tingginya tempat ia berdiri saat ini , rasa takut kembali menyerang hatinya saat Wiliam memegang bahunya dan hendak mendorong nya lagi .


" Dalam hitungan ke 3 kamu akan jatuh dari tempat ini ..jika kamu tak mau itu terjadi katakan yang sebenarnya pada istri ku Siska jika aku tak bersalah namun jika kamu ingin mati baiklah aku akan mengabulkan nya . 1 ....2 ...ti .."

__ADS_1


" Baiklah Baiklah .. aku akan mengaku . Aku yang datang lebih dulu ke kamar ini , aku yang mencium mu untuk menggoda mu .. kamu sama sekali tak tau .. kita tak ada hubungan apa apa ... sudah tolong lepaskan aku ...tolong jangan dorong aku kebawah . " ucap Cintia akhirnya mengakui kejahatan nya karena ia masih ingin hidup . Ia juga sangat ketakutan dengan ketinggian keringat sudah bercucuran di dahinya.


" Sebenarnya aku lebih senang mendorong mu kebawah sana karena kamu pantas mendapatkan nya namun karena kamu sudah mengaku maka baiklah aku akan melepaskan mu . " ucap Wiliam melepaskan cengkraman tangan nya dari bahu Cintia . Cintia yang terbebas pun langsung berlari menjauhi pagar balkon itu .Ia sungguh ketakutan dan tak berani lagi berada lama lama di sana .


" Kamu memang wanita licik Cintia aku tak menyangka kamu memiliki siasat seperti itu keputusan yang aku ambil ternyata salah besar seharusnya aku menolak permintaan ayah mu dari awal . Ayah mu di alam sana pasti malu memiliki anak seperti mu . " ucap Ibra marah dan murka pada wanita yang saat ini berdiri di hadapannya itu .


" Maaf ...sayang aku janji tak akan melakukan nya lagi . tolong jangan akhiri hubungan kita ya beri aku kesempatan kedua . " ucap Cintia meraih tangan Ibra dan mengusap nya perlahan .


Ibra langsung menghentakkan tangan itu dan mendorong tubuh Cintia menjauhi dirinya .


" Jangan sentuh aku ..aku jijik dengan mu . lebih baik kamu pergi dari sini . " ucap Ibra mengusir wanita di hadapannya itu .


" kamu tak bisa memperlakukan aku seperti ini karena kamu sudah berjanji pada almarhum ayah ku kalau kamu akan menjaga ku dan menikahi ku apa kamu lupa akan hal itu ?" tanya Cintia mengingatkan Ibra pada janjinya dengan sang ayah .


" Mas ..maafkan aku ya .. seharusnya aku lebih percaya padamu dari pada orang lain . " ucap Siska pada Wiliam .


" Tak apa sayang kamu tak salah . justru aku senang jika kamu bersikap seperti tadi itu artinya kamu sangat mencintai ku dan tak mau kehilangan aku . " ucap Wiliam memeluk istrinya itu erat .


" Aduh ...jangan mesra mesra an di sini ya ...aku gak mau jadi penonton Kalian berdua . " ucap Ibra pada adik dan adik iparnya itu.


" Kakak ini iri saja ..Tapi apa kakak benar benar yakin meninggalkan kak Cintia ?" tanya Siska masih tak percaya Ibra akan meninggalkan wanita itu begitu saja .


" Yakin ..lah untuk apa aku mempertahankan wanita seperti itu . Masih banyak wanita yang layak untuk ku di luaran sana dari pada wanita ular itu . Sudahlah jangan bahas dia lagi aku muak mendengar nya . " ucap Ibra berjalan menuju sofa di kamar tersebut .

__ADS_1


" Em iya kak . " ucap Siska tak lagi membahas Cintia .


" Oh iya bagaimana tadi keadaan Irma apakah dia masih bersedih ?" tanya Wiliam pada istrinya itu .


" Sedih tentu saja masih mas tapi sudah tak seperti saat awal kami datang dulu . Tapi aku yakin lama lama Irma akan melupakan kesedihannya dan menemukan laki laki yang baik yang akan menggantikan posisi kak Erlang di hatinya . " ucap Siska membuat Wiliam tersenyum .


" Amiin semoga saja seperti itu ." ucap Wiliam sementara Ibra terdiam membahas soal Irma ia jadi teringat dengan wanita itu . Laki laki itu meraih handphone nya ingin mengirimkan pesan dm untuk Irma namun ia merasa tak sopan jika ia mengirimkan pesan itu di saat Irma sedang berduka .


Ia akan terlihat seperti orang yang mencari kesempatan dalam kesedihan Siska jadi ia memilih untuk mengirimkan niat nya ia akan menghubungi wanita itu lain kali saja .


" Kakak kenapa diam saja ?" tanya Siska pada kakak nya itu .


" Kakak hanya tak mau mengganggu kalian berdua . Ah sudahlah lebih baik kakak pulang saja . kakak tak mau mengganggu pengantin baru membuat keponakan kecil untuk ku hehehe . " ucap Ibra terkekeh pelan .


"Kakak ini pikiran nya itu terus . " ucap Siska malu malu Ibra hanya terkekeh pelan kemudian ia pergi meninggalkan Siska dan Wiliam sendirian .


...


...


...


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author..


__ADS_2