
Sudah satu minggu sejak kejadian itu rangga terus mencari keberadaan siska , seluruh penjuru kota A telah ia cari namun ia tak kunjung menemukan keberadaan siska . Ia marah kesal dan emosi , lelaki itu ingin segera menemukan siska kembali . Ia akan membuat wanita itu terkurung seumur hidup nya bersama dengan nya .
" Sebenarnya kamu sembunyi di mana , kenapa susah sekali menemukan mu " Ucap rangga pada dirinya sendiri . Tiba tiba ia teringat tentang pertemuan pertamanya dengan siska , lelaki itu tersenyum Ia telah melupakan satu tempat .Tempat di mana ia bertemu dengan siska , tempat di mana kemungkinan wanita itu bersembunyi dari nya .
Mengingat itu ia segera meraih kunci mobil dan juga jaket milik nya , ia akan pergi ke desa tempat di mana siska tinggal dulu .
Di lain sisi siska tengah memperhatikan Ibra yang saat ini tengah membenarkan atap rumah untuk nya . Lelaki itu ingin membenahi rumah siska agar lebih nyaman di tinggali wanita itu saat tak ada dirinya .
" Sudah selesai bang ?" tanya siska memberikan sebotol air minum pada Ibra . lelaki itu langsung meraih botol air itu dan menegak nya hingga habis .
" Sudah ... Ternyata capek juga ya padahal kan cuma benerin atap rumah aja . " ucap Ibra pada adiknya itu .
" Ya mungkin karena abang belum terbiasa saja . Maklum kan selama ini abang kerja nya di ruangan ber Ac hanya mengunakan pena kertas dan otak abang untuk bekerja jadi saat melakukan pekerjaan kasar seperti ini abang jadi mudah lelah . " ucap siska membuat ibra tersenyum .
" Kamu ini pintar menebak juga ternyata . " Ucap ibra terkekeh pelan .
" Abang sama mama dan papa mau balik ke kota A kapan ?" Tanya siska penasaran .
" Nanti sore , kenapa kamu berubah pikiran ya . Kamu mau tinggal bersama kami lagi ?" tanya ibra yang saat ini telah duduk di kursi yang telah di sediakan di rumah tersebut .
" Tidak ...siska masih ingin disini . Siska masih ingin menguatkan iman siska sampai siska siap untuk kembali ke kota A lagi . " ucap siska tak ingin dunia perkotaan mempengaruhi niat nya untuk bertobat dan memperdalam agama nya . Ia juga belum siap kalau seandainya ia bertemu dengan ayu lagi , wanita itu takut ia akan terbujuk lagi oleh ajakan ibu angkat nya itu .
" Kalau itu alasan kamu abang akan dukung dan kamu bisa memanggil abang kapan pun kalau kamu butuh . Dan kalau kamu sudah mantap untuk tinggal bersama kami lagi , abang akan siap menjemput mu ke rumah ini lagi . " Ucap Ibra mengusap rambut Siska pelan .
" Terimakasih karena abang mau mengerti keputusan siska . " ucap siska tersenyum .
" Sama sama adik abang yang cantik . Sudah sana temui mama dia bilang dia punya sesuatu untuk mu tadi ." ucap Ibra memberitahu adiknya itu .
Siska tersenyum dan mengangguk , wanita itu berjalan menuju dapur di mana ibunya itu berada . Pandangan pertama yang ia lihat adalah ketika ibunya tengah menyiapkan makan siang untuk dirinya dan juga kakak serta ayah nya .
" Ada yang bisa siska bantu ma ?" tanya siska memeluk ibunya itu dari belakang , sejak seminggu setelah ibunya tinggal kedekatan mereka mulai terbangun bahkan tak jarang siska bersikap manja pada ibunya itu .
Flora yang melihat itu pun tak keberatan justru wanita itu senang karena anak nya sudah mulai menerima kehadiran nya .
__ADS_1
" Tak ada sayang , sudah lah kamu tunggu di ruang tamu saja ini makanan nya sudah hampir masak kok . "Ucap flora pada anak nya itu .
" Baiklah ma ." ucap siska melepaskan pelukan nya pada sang ibu. Kemudian wanita itu kembali menyusul ibra yang saat ini tengah sibuk memainkan ponsel nya.
" Kakak lagi apa ?" Tanya siska tersenyum .
" Eh ... kamu ngagetin aja .Ini aku lagi chat sama calon pasien ku . " Ucap ibra masih memperhatikan handphone nya .
" Pasien atau pasien ?" Goda siska menoel Noel lengan kakak nya itu .
" Apa an sih dek , beneran pasien kol gak lebih dari itu lagi pula aku belum bisa melupakan dia ." Ucap Ibra tersenyum sedih ketika mengingat almh istrinya yang telah tiada .
" Maaf ya kakak gara gara siska , kakak jadi ingat masa lalu . " Ucap siska tak enak hati .
" Tak apa , Oh iya tadi kamu di kasih apa saama mama ?" tanya ibra mengalihkan pembicaraan mereka .
" Gak di kasih apa apa tuh . " ucap siska pelan .
" Mungkin nanti kalau udah mau berangkat baru mama kasih sesuatu untuk mu . " ucap ibra pelan . Lelaki itu menyenderkan tubuhnya ke kursi yang ia duduki .
" Andaikan kamu bukan adik kakak mungkin saat ini kakak sudah jatuh cinta padamu . Hehehe tapi sayang nya kamu adik kandung kakak . Ah ... Pasti pria yang mendapatkan kamu nanti sungguh beruntung . " puji ibra pada adiknya itu.
Siska terdiam , ia merasa tak pantas mendapatkan pujian itu karena nyatanya ia tak sebaik yang ibra pikirkan . Ia hanya wanita kotor dan mana ada seorang pria yang mau barang yang kotor seperti dirinya .
Mengingat itu siska jadi sedih dan tiba tiba saja ia teringat rangga , jujur saja sebenarnya siska sudah menaruh hatinya untuk lelaki itu . Sikap perhatian dan kasih sayang nya membuat siska jatuh cinta pada lelaki itu .
Namun cintanya harus ia hapus dengan segera mengingat lelaki itu sudah memiliki istri dan keluarga . Ia tak boleh egois dan mementingkan perasaan nya sendiri .
" Kamu kenapa diam saja , jangan jangan kamu lagi ngebayangin pacar kamu ya ?" tanya ibra seraya menggoda adiknya itu .
" Tidak ... Siska mana punya pacar kakak ino ada ada saja . Kan siska lagi bahas asmara nya kak ibra kenapa malah siska yang kena . " Ucap siska salah tingkah karena kakak nya itu pintar sekali menebak pikiran nya.
" Alah ngaku aja kamu ..." Ucap Ibra seraya tersenyum.
__ADS_1
" Ibra sudah jangan ganggu adik kamu lagi , Siska sini nak ikut mama ke kamar sebentar ada yang mau ibu kasih sama kamu . " Ucap flora yang saat ini telah selesai meletakan semua makanan yang telah ia masak di meja makan .
" Iya ma . " ucap siska menuruti perintah ibunya , wanita itu mengikuti langkah ibunya masuk kedalam kamar .
" Sini duduk di samping mama nak . " ucap flora menepuk kasur di samping nya . Siska tak membantah sama sekali , Wanita itu duduk seraya menyuguhkan senyum pada ibu kandung nya .
" Kamu yakin tak mau ikut mama ke kota ?" tanya flora mengusap tangan anak nya itu .
" Siska belum siap ma , kasih siska sedikit waktu lagi . " Ucap siska menundukkan kepalanya sedih .
" Maaf ya nak mama tak bisa menemani mu lebih lama di sini karena mama juga harus mengurus pekerjaan mama . Tapi mama janji akan sering sering pulang ke rumah ini menengok kamu . " ucap flora menatap mata anak nya itu .
" Tak apa ma siska paham kok , mama pergilah . Siska akan baik baik saja di rumah ini . " ucap siska tak ingin membuat ibunya semakin sedih.
" Ya sudah . Ini ada sedikit uang untuk kamu . " ucap flora menyerahkan amplop yang berisi uang kepada putrinya itu . Siska mengambil uang itu kemudian ia melihat isinya .
" Ini terlalu banyak ma . " Ucap siska terkejut saat melihat amplop yang isinya begitu banyak itu .
" Tak apa , Itu untuk keperluan mu selama sebulan nanti mama kirim lagi kalau uang itu habis . " ucap flora tersenyum melihat anak nya begitu tak percaya melihat uang yang begitu banyak nya .
" Tetap saja ini terlalu banyak mama ... Siska tak akan bisa menghabiskan uang ini dalam satu bulan . " Ucap siska menatap uang itu dengan sedih .
" Tak apa terimalah nak , selama ini mana belum bisa kasih kamu apa apa jadi terima saja uang itu ya nak . jangan menolak nya . " ucap flora pada anak nya itu .
Siska terdiam sejenak, sebenarnya wanita itu tak enak hati menerima uang itu secara cuma cuma namun.Ia juga tak mau melihat ibunya itu bersedih jadi ia hanya bisa menerima nya dengan terpaksa .
...
..
..
Otak nya lagi ngehenk... jadi kata katanya banyak yang enggak pas ...
__ADS_1
Tapi tetap semangat namatin novel ini . Terimakasih untuk kalian yang masih setia baca novel ini jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya . Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .