Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
118 . Calon mertua 2


__ADS_3

" Hati hati dok jangan sampai melukai pembuluh darah nya . " Peringat seseorang dokter magang pada ibra .


" Jangan tegang , rileks saja bayang kan kamu sedang melihat orang mengambil batu penghalang yang menghalangi jalan . " Ucap ibra membuat dokter magang cantik itu menatap ibra kagum . dengan hati hati ibra mengambil sumber penyakit di perut itu kemudian setelah itu ia meletakan nya pada sebuah nampan yang telah di sediakan .


" Em maaf dokter tapi ini ada panggilan video . " ucap salah seorang suster memperlihatkan layar ponsel ibra .


" Irma ... " Batin ibra pelan .


" Tunggu sebentar . " ucap ibra pada suster itu kemudian ia menatap gadis magang di samping nya dengan penuh keyakinan .


" Lanjutkan sisanya . " Ucap ibra pada gadis itu .


" Saya ...saya takut melakukan kesalahan dok . " Ucap gadis itu gugup .


" Aku yakin kamu bisa . Kalau ada apa apa panggil saja aku , aku akan datang membantu mu . " laki laki itu tersenyum memberikan keyakinan pada anak didiknya . Ibra menyerahkan tugas itu agar anak didik nya bisa belajar dan ia yakin anak itu bisa karena sudah lama ia magang di rumah sakit itu .


Di dukung dan di beri semangat oleh laki laki itu membuat hati desi senang , ia pun melanjutkan oprasi itu dengan berbekal ilmu yang ia punya seta pengalaman yang ibra perlihatkan padanya .


"Mana hendphone saya . " ucap ibra setelah melepaskan sarung tangan nya .


" Ini dok " Ucap suster itu memberikan handphone milik ibra .


" Kenapa dia menelpon di saat aku sedang bekerja , biasa nya dia tak pernah seperti itu . Apa ada masalah . " Ucap ibra dalam hatinya kemudian ia kembali menelpon kekasihnya setelah keluar dari ruang Operasi .


" Halo sa .." Ucapan ibra terhenti ketika bukan wajah kekasihnya yang ia lihat melainkan wajah seorang pria yang lebih tua dari nya tengah menatap nya tajam .


" Saya bukan sayang mu . " ucap laki laki itu galak yang membuat ibra menelan ludahnya kasar .


" Maaf om aku kira irma tadi , om ini siapa ?" tanya ibra seraya melepaskan masker yang menutupi mulut nya .


" OM ini siapa , om ini siapa . " Ucap Chiko kesal karena ibra tak mengenali dirinya , ya meskipun mereka belum pernah bertemu seharunya ibra tau jika ia adalah ayah nya irma .


" Dia ayah ku kak ." sahutan orang yang tak terlihat wujud nya namun ia kenal suara nya itu pun membuat ibra langsung merubah wajah nya dan memperlihatkan senyum terbaik nya .


" Maaf om saya yang salah karena tak mengenali om . "


Chiko hanya dia , ia memperhatikan wajah ibra ya ...yang lumayan tampan dan terlihat dewasa . ia rasa jarak usia antara anak dan laki laki ini cukup jauh .

__ADS_1


" Kamu katanya seorang dokter tapi kenapa tak memakai jas dokter jangan jangan kamu menipu anak saya ya ..ngaku ngaku dokter padahal enggak . "


Ibra tersenyum mendengar hal itu . Calon mertuanya itu memang terlihat galak namun juga lucu , jadi ibra tak terlalu takut padanya .


" Sebenarnya ini pakaian saya saat berada di ruang operasi om . " Ucap ibra memberitahu .


" Kamu dokter bedah ?" tanya Chiko menatap wajah laki laki di layar handphone anak nya itu dengan pandangan tak percaya .


" Iya om saya dokter bedah umum. " ucap ibra pelan .


" Keren ..." Batin Chiko gengsi untuk mengucapkan kata kata itu langsung di hadapan ibra .


" kakak abis melakukan oprasi ya "


Oh tuhan suara itu begitu merdu di telinga ibra , meskipun tak memperlihatkan wajah irma namun ia tau yang bertanya itu adalah pujaan hatinya .


" Iya baru saja selesai . " ucap ibra pelan.


" Diam kamu ...ayah lagi ngomong sama laki laki ini . "


Suara Chiko yang memarahi irma membuat ibra terkikik geli mendengar nya namun ia tahan , ia tak mau calon mertuanya itu tersinggung .


" Enak saja ... kabur kabur . Kamu benar benar serius dengan anak saya ?"


Pandangan tajam bagikan elang itu menusuk mata ibra . Ibra menghela nafas nya perlahan kemudian ia mengangguk cepat .


" Kamu tak punya mulut atau bagaimana . jawab yang tegas , kamu ini sungguh tidak jentel menyuruh anak saya untuk bilang boleh lamar irma atau tidak . Seharusnya kamu yang bertanya langsung pada saya bukan malah irma sendiri . " Ucap Chiko memarahi ibra .


" Maaf om bukan maksud saya seperti itu. Saya ingin datang sendiri meminta izin om namun saya akhir akhir ini di sibukkan oleh pekerjaan saya . Saya sangat serius dengan irma om , saya ingin menikahi nya sebagai bentuk keseriusan saya . saya mencintai irma , saya janji taka akan mengecewakan dia dan akan menjaga nya sama seperti om menjaga dia . jadi apa boleh saya datang kerumah om bersama keluarga saya untuk melamar irma secara langsung nanti malam ?"


Chiko terdiam ia tersentuh dengan omongan ibra , namun ucapan tak bisa di percaya yang ia butuhkan adalah bukti dari laki laki itu .


" Baiklah ...bawa orang tua mu kesini nanti malam . Tapi jika kamu benar benar membuat anak saya sedih dan menangis , saya akan patahkan kaki kamu nanti . " ucap Chiko membuat buluk kuduk ibra merinding .


Tak lama wajah ayah yang galak dan tegas itu berubah jadi wajah perempuan manis dan cantik yang selalu membuat nya tak bisa tidur gara gara memikirkan dirinya .


" Maaf ya kak papa memang seperti itu orang nya . "

__ADS_1


Tutur kata yang lembut dan juga senyum khas milik wanita itu selalu saja membuat ia tenang dan bahagia . Ibra tersenyum dan menggeleng .


" Tak apa sayang ,aku sangat senang papa mu baik dan lucu . " Ucap ibra pada kekasihnya itu .


" Maaf juga mengganggu waktu kakak . " Ucap irma pelan .


" Tak masalah sayang , ya sudah aku kembali ke ruang oprasi lagi ya . " pamit laki laki itu kepada irma .


" Iya kak, love you " ucap irma dengan malu malu , ibra tersenyum mendengar nya kemudian ia mengusap pipi kekasih nya itu di dalam layar . Ia sudah merasa seperti seorang remaja yang sedang kasmaran sekarang .


" Love you to, sampai jumpa nanti malam . Dandan yang cantik ya sayang . " Ucap ibra pada kekasihnya itu .


" iya kak pasti . " Ucap irma sebelum mengakhiri telpon nya .


Lagi lagi ibra tersenyum , hari harinya semakin indah setelah kedatangan irma . Ia jadi lebih banyak tersenyum dan semangat dalam bekerja .


" Bagaimana, bisa ?" Tanya ibra pada gadis yang tengah serius menjahit luka itu .


" Bisa kak tinggal menutup luka nya saja " ucap gadis itu membuat ibra tersenyum .


-


" Aku yakin kamu bisa dari awal . Oh iya nanti malam saya tak bisa datang di acara peresmian mu sebagai dokter tetap di sini . Saya ada acara lain . "


Kecewa tentu saja gadis itu kecewa , orang yang ia sukai dan kagumi tak bisa datang di hari yang penting baginya , namun apa lah mau dikata dia tak bisa melarang laki laki itu untuk tak pergi karena ia bukan siapa siapa nya .


" Memang nya kakak ada acara apa ?" Tanya gadis itu setelah menyelesaikan jahitan nya dan melepaskan sarung tangan nya .


" Ada deh ...kamu kepo ya hahaha " Ucap ibra tersenyum .


Selalu seperti itu , laki laki itu selalu tersenyum bahagia seperti itu saat bersama nya yang membuat ia kepedean dan membuat ia salah tingkah karena sikap nya .


...


..


..

__ADS_1


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .


__ADS_2