Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
72 . Siska cemburu .


__ADS_3

Pagi pun datang membawa angin kebahagiaan di hati Siska . Pagi ini ia akan bertemu kembali dengan Wiliam untuk mengukur baju pengantin nya , ia sudah tak sabar ingin mencoba baju pengantin yang ibu mertua nya buat untuk nya .


Ting ..


Sebuah pesan masuk kedalam handphone nya , bertapa senang nya dia melihat Wiliam lah yang mengirimkan pesan itu .


" aku sudah di bawah sayang . " Begitulah kira kira isi pesan tersebut yang mampu membuat hati Siska berbunga bunga .


Wanita itu segera meraih tas dan handphone nya kemudian ia berjalan keluar dari dalam kamar nya . Satu persatu anak tangga ia turuni hingga akhirnya ia sudah tiba di bawah tangga dan melihat calon suaminya itu tengah berbincang dengan ibar dan juga ...


Calon kakak iparnya , entahlah Siska tak tau kenapa pagi pagi sekali calon kakak iparnya itu sudah berada di rumah nya . Ia pun baru sadar jika sedari tadi calon kakak iparnya itu mencuri curi pandang kearah Wiliam . Karena tak ingin Wiliam terus terusan di perhatikan oleh wanita itu Siska pun langsung menghampiri calon suaminya itu dan duduk di sebelah nya.


" Kita berangkat sekarang ya mas . " Ucap Siska tak ingin berlama lama di tempat itu yang membuat Wiliam terus diperhatikan oleh wanita yang sebentar lagi akan menjadi calon kakak iparnya itu .


" Kenapa buru buru sekali Siska , biarkan Wiliam menghabiskan makanan nya dulu . Dia baru makan sesuap loh . " ucap flora tak suka dengan anak nya yang datang datang langsung mengajak Wiliam pergi padahal laki laki itu tengah sarapan bersama dengan nya , Bram dan juga Ibra serta Cintia .


" Siska nanti ada acara lain ma ...jadi nya buru buru . Mas plis ...kita pergi sekarang ya . " Ucap Siska menatap Wiliam penuh permohonan .


" Duduk dulu Siska ...kita sarapan dulu jangan buru buru pergi . Lagi pula tak sopan menyuruh orang lain pergi di saat dia masih makan seperti itu . " ucap Bram heran dengan sikap anak nya yang tak seperti biasanya .


" Tak apa om ..saya belum terlalu lapar , Ayo Siska kita berangkat . " Ucap Wiliam tersenyum pada calon istrinya itu setelah mengelap mulutnya dengan tisu yang tersedia .


" Tak bisa begitu nak ...habiskan dulu makanan nya baru setelah itu kalian pergi . " Ucap Bram yang tak bisa di bantah oleh siapa pun termasuk Siska .


Wanita itu hanya diam dan menundukkan kepalanya kesal . Wiliam yang melihat Siska bersikap seperti itu pun merasa heran dan bertanya tanya ada apa dengan calon istrinya itu .


Karena tak ingin Siska semakin kesal dan sedih akhirnya Wiliam pun memakan makanan nya dengan cepat . Ia tak mau Siska lama menunggu , setelah makanan di piring nya habis tak tersisa . Wiliam pun memutuskan untuk berpamitan dan mengajak siskapa pergi dari tempat itu .


" Kamu kenapa ?" Tanya Wiliam ketika mereka baru masuk kedalam mobil milik laki laki itu .


" Mas gak lihat tadi , jelas jelas mas sedang di perhatikan sama kak Cintia masak mas gak tau ...atau mas pura pura tak tau ya ..." Ucap siska kesal yang membuat Wiliam terkekeh pelan sekarang ia tau apa yang membuat Siska bersikap seperti tadi di meja makan .

__ADS_1


" Mas tau ..." ucap Wiliam pelan karena ia ingin menggoda Siska .


" Kalau tau kenapa mas masih diam saja di situ . Mas sengaja ya ...atau jangan jangan mas senang di perhatikan seperti itu sama wanita cantik . " Ucap Siska cemberut .


" Bukan seperti itu sayang ...mas tak bisa pergi dari sana karena mas sudah terlanjur mengambil nasi untuk sarapan . Jadi kamu jangan berpikir yang aneh aneh lagi pula mas tak tertarik dengan wanita yang tak bisa menjaga matanya seperti itu. Terlihat sekali kalau wanita itu murahan. " Ucap Wiliam jujur tak suka dengan calon kakak ipar Siska .


" Benar ya mas , mas jangan bohongin siska . " Peringat Siska pada Wiliam .


" Untuk apa aku berbohong Siska . Lagi pula kenapa kamu cemburu pada orang itu . " Ucap Wiliam menatap calon istrinya itu dengan tersenyum.


" Tidak ... siapa yang cemburu sih mas aku hanya tak suka saja mbak Cintia lihat tin kamu kayak gitu . " Ucap Siska tak mau mengaku jika dirinya memang sedang cemburu .


" Cemburu juga tak apa sayang , justru aku senang kalau kamu cemburu itu tandanya kamu sudah jatuh cinta dengan ku dan tak ingin aku berpaling ke yang lain . Iya kan . " Ucap Wiliam membuat pipi Siska memerah . Wanita itu sungguh malu dan tak mampu berkata apa apa .


" Masih tak mau mengaku ...?" Tanya Wiliam pada Siska .


" Iya ...iya apa Siska memang cemburu . "Ucap Siska tak bisa mengelak lagi . Wiliam hanya tersenyum senang laki laki itu mengusap pucuk kepala Siska sayang .


" Tak perlu cemburu hati ku sudah kamu curi jadi Mana mungkin aku mengambil nya lagi dan memberikan nya kepada orang lain . " Ucap Wiliam yang mampu meneduhkan hati Siska , kekhawatiran nya seakan sirna dengan ucapan Wiliam tersebut .


...


...


...


Kini mereka berdua telah sampai di sebuah butik yang cukup besar milik Ana . Wiliam berjalan masuk kedalam butik itu bersamaan dengan Siska. Mereka langsung di sambut oleh pelayan butik tersebut dengan ramah .


"Selamat datang pak Wili ..ibu ana sudah berada di ruangan nya. Tadi beliau berpesan jika bapak dan mbak Siska datang untuk segera menyuruh kalian menemui nya di Rungan ibu ana . " Ucap pelayan itu pada Wiliam .


" Iya terimakasih . " Ucap Wiliam pada pelayan itu .

__ADS_1


" Ayo sayang ." Ucap Wiliam menatap Siska dan mengajak nya untuk berjalan bersama menuju ruangan di mana ibunya bekerja .


" Assalamualaikum ma ..." Ucap Wiliam ketika memasuki ruangan ibunya itu .


" Waalaikumsalam . Eh menantu mama sudah datang , sini nak masuk . " Ucap ana berdiri menyambut kedatangan Siska .


" Siska saja yang di sambut anak nya gak di sambut nih. " Ucap Wiliam pada ibunya itu .


" Enggak mama sudah bosan nyambut kamu Liam sekarang giliran mama menyambut menantu mama yang cantik ini dong . " Ucap ana pada anak nya itu.


" Iya deh iya ... Oh iya mana gaun yang sudah mama buat untuk Siska ?" Tanya Wiliam pada ibunya itu .


" Ada di dalam ...ayo ikut mama ..." Ucap ana berjalan menuju sebuah ruangan di samping ruangan nya itu di ikuti oleh Siska dan Wiliam . Ruangan itu cukup besar dan banyak sekali gaun gaun pengantin yang indah dan elegan . Siska menatap takjub gaun gaun itu , ini kali pertama nya melihat gaun gaun pengantin yang seindah itu .


" Ini semua Tante yang buat ?" Tanya Siska pada calon mertuanya itu .


" Iya sayang tapi ini koleksi Tante bulan lalu .. Tante sebenarnya sudah mau pensiun karena Tante sudah semakin tua dan tenaga nya tak mempuni lagi untuk membuat gaun pengantin . Tapi Tante ingin membuat gaun pengantin untuk mu sebelum Tante pensiun , Tante ingin menantu Tante menjadi orang terakhir yang memakai gaun buatan Tante sendiri jadi Tante Akhir akhir ini lembur untuk mengerjakan gaun pengantin mu . " Ucap ana pada calon mentunya itu .


" Oh begitu tapi Tante jangan capek capek ya ... kesehatan Tante yang paling penting . " Ucap Siska tak ingin calon mertua nya itu jatuh sakit karena dirinya.


" Iya enggak kok sayang ..sudah yuk mari Tante tunjukan gaun pengantin mu . " Ucap ana menggiring anak dan menantu nya untuk berjalan lebih jauh lagi menuju lorong paling ujung di ruangan tersebut .


...


.


Otak nya ngadat ...kata katanya gak beraturan .


Efek kurang fokus . .


Tapi gak papa tetap semangat .

__ADS_1


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .


__ADS_2