Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
123 . Aku kamu dan akad .


__ADS_3

Hari pernikahan yang di tunggu tunggu pun datang saat ini Irma tengah di temani oleh sahabat sekaligus calon adik iparnya di dalam kamar pengantin .


" Kenapa gak di hotel saja sih Ir acaranya nya ?" Tanya Siska penasaran kenapa sahabatnya itu memilih tempat tinggal nya sebagai tempat mereka akan melangsungkan pernikahan . Irma tersenyum menatap sahabatnya itu , wajah ayu yang sudah di rias secantik mungkin oleh ibunya membuat Irma semakin mempesona .


" Rumah ini kan pemberian papa ku sis .. aku ingin menikah di mana nanti aku dan mas Ibra akan memulai rumah tangga bersama . ya anggap saja rumah ini sebagai saksi penyatuan cinta kita berdua . Lagi pula rumah ini halaman nya sangat luas dan masih kosong sayang kalau gak di gunakan sebaik baiknya . " Ucap Irma


" Ia juga sih apa katamu ...tapi apapun dan di mana pun kalian menikah aku tetap semangat karena kamu akan jadi saudara ipar ku . " Ucap Siska senang . Irma tersenyum kemudian ia menghampiri Siska yang masih duduk di atas ranjang nya . Setelah itu ia langsung memeluk Siska dengan begitu erat nya .


" Terimakasih sudah mendukung hubungan ku dengan kak Ibra . " Ucap Irma mengusap punggung sahabatnya itu .


" Sama sama ..aku senang kalian bahagia bersama . " ucap Siska tersenyum senang . Irma melepaskan pelukannya kemudian ia mengusap perut Siska yang terhalang bajunya perlahan .


" Bagiamana calon ponakan ku apa dia sehat ?" Tanya Irma penasaran . Siska tersenyum kemudian ia mengusap perut nya juga dengan senyum yang tak pernah lepas di wajah nya .


" Sangat sehat ...aku bahkan sudah tak merasakan mual lagi seperti biasanya . " Ucap Siska pada sahabat nya itu dengan nada ceria .


" Syukurlah kalau begitu . " Ucap Irma ikut tersenyum tak lama orang tua Irma datang keruangan itu .Irma menampilkan senyum terbaik untuk kedua orang tuanya itu di balas hal yang sama juga oleh dua orang tuanya itu .


" Sudah siap bertemu calon suami ?" tanah Chiko pada anak semata wayang nya itu .


" Siap ayah ... " Ucap Irma tersenyum bahagia , Jesika ikut bahagia melihat senyum anak nya itu meskipun ia juga khawatir dan sedih saat nanti melepaskan anak nya untuk menjadi milik orang lain .


" ya sudah ayo kita turun , Ibra baru saja mengucapkan ijab tadi . " Ucap Chiko pada anak nya itu .


" Apa kak Ibra lancar mengucapkan ijab nya ?" Tanya Irma penasaran . Jesika terkekeh pelan mengingat menantunya yang begitu gugup hingga mengulang 2 kali tadi .


" Calon suami mu itu Cemen sekali masak ijab ulang sampai dua kali . " Ucap Chiko dengan nada kesal nya karena ia tetap saja tak suka dengan Ibra karena telah merebut anak gadis nya dari nya .

__ADS_1


" Namanya juga gugup pa .. papa sendiri juga pernah ngulang kan ya walaupun cuma sekali . "ucap Jesika menertawakan suaminya itu .


" Itu beda ma ...waktu itu kan kita nikah nya dadakan . " Ucap Chiko tak terima dengan omongan istrinya itu . Irma tersenyum kemudian ia memeluk papa nya erat .


" Ada apa dengan anak ini . " Batin Chiko karena tak biasa nya Irma mau memeluk nya seperti ini .


" Terimakasih papa sudah mengizinkan Irma untuk menikah muda dengan orang yang Irma cintai . " Ucap Irma membuat Chiko mengulas senyum yang jarang sekali ia perlihatkan pada orang orang di dekat nya .


" Tak apa ..asal kamu bahagia papa ikut bangga . " Ucap Chiko mengusap rambut anak gadis nya itu . Jesika ikut tersenyum bahagia ia tau sekeras apa pun suaminya kepada sang anak tetap saja laki laki itu tak akan tega melihat anak nya sedih . Walaupun Chiko galak ia juga ingin melihat anak nya bahagia.


" ya sudah ayo kita ke bawah kasian suamimu pasti sudah gak sabar ingin bertemu dengan mu . " Ucap Jesika menyadarkan kemesraan anak dan ayah itu . Kemudian mereka bertiga pun keluar dari kamar di ikuti oleh Siska di belakang nya .


Ibra tak henti hentinya menatap wanita cantik yang kini telah resmi menjadi istrinya itu , wanita itu dengan anggun nya menuruni anak tangga demi anak tangga. setiap langkah dan gerakan nya di perhatian oleh semua orang yang ada di situ termasuk Ibra .


Setelah sampai di hadapan Ibra dengan berat hati Chiko pun menyerahkan tangan anak nya pada menantunya itu .


" Aku sudah menyerahkan anak ku padamu . jangan kamu sakiti dia jika kamu sudah tak bisa membahagiakan ataupun sudah tak mencintai nya maka kembalikan dia padaku . Aku yang akan mengembalikan kebahagiaan nya kembali . " Ucap Chiko membuat Irma terharu. gadis itu memberikan senyum terbaik nya untuk sang ayah . Chiko hanya bisa membalas senyum itu dengan senyum yang lebar pula .


" Kalau begitu buktikan dan pegang janji mu . " ucap Chiko pada menantunya itu . Ibra hanya mengangguk kan kepala sebagai jawaban nya kemudian mereka berdua duduk di hadapan penghulu dan menandatangani beberapa dokumen untuk penyerahan surat nikah mereka .


" Kamu kemana sah sayang aku cari in kemana mana juga . " Ucap Wiliam kesal karena baru melihat istrinya itu . Siska tersenyum menampilkan gigi gigi putih nya .


" Malah senyam senyum kamu gak tau khawatir nya aku nyari in kamu tadi . " Ucap wiliam jutek .


" Maaf mas ..aku tadi ngobrol dulu di kamar Irma ." Ucap Siska merasa bersalah dengan suaminya itu , Wiliam menghela nafas perlahan berusaha sabar dalam menghadapi istrinya itu .


" Kamu naik turun tangga dengan pakaian seperti itu kalau kamu jatuh gimana . kamu ini sedang mengandung Siska jangan pikirkan dirimu sendiri . " Ucap Wiliam kesal bayangkan saja Siska naik turun tangga dengan sepatu hak tinggi dan juga kebaya yang ketat .Siska cemberut ia paling tak suka di salahkan .

__ADS_1


" Mas gak mau tau ganti sepatu mu sama yang lebih aman . Bukan mas melarang ya Siska ini demi keamanan kamu dan calon anak kita . " Ucap Wiliam mewaniti wanti istrinya itu .


" Iya iya nanti aku ganti ." Ucap Siska kesal .


" Mas sekarang lebih perhatian sama anak ini dari pada Siska . " Celetuk Siska yang membuat Wiliam memijit kepalanya perlahan . Bisa bisanya istrinya itu cemburu dengan anak nya sendiri .


" Bukan begitu sayang kalau ada apa apa sama dia kamu juga yang merasakan sakit kan . Sudah ya ...jangan berdebat di sini . jangan marah marah di sini ya ini kan hari bahagia nya kak Ibra . " Ucap Wiliam pada istrinya itu . Siska tak mau merusak pesta pernikahan kakak nya jadi ia menurut saja.


" Aku senang sekali mas melihat mereka akhirnya sah . " Ucap Siska membuat Wiliam tersenyum . ia mengusap kerudung istrinya itu perlahan .


" Aku juga bahagia melihat mereka bahagia. " ucap Wiliam pada istrinya itu .


" Jadi ingat pas kita nikah dulu mas . saat kita di gerebek warga gara gara mereka salah paham . " ucap siska mengingat masa masa itu . Wiliam tersenyum ia juga kembali mengingat masa masa itu .


" Tapi aku bahagia kalau gak gitu kamu gak akan jadi istri ku kan dan aku gak jadi suami mu . " Ucap Wiliam membuat Siska tersenyum kemudian ia memeluk suaminya itu erat erat .


" Iya dan aku sangat berterimakasih pada Allah karena berkat kejadian itu kita bisa bersatu dalam sebuah pernikahan yang bahagia ..aku harap hubungan kita langgeng sampai kakek nenek ya mas..." Ucap Siska penuh harap .


" Amiin sayang ...pasti bahagia kok aku jamin itu . " Ucap Wiliam penuh dengan keyakinan Siska hanya tersenyum dan kembali menikmati pemandangan pernikahan itu kembali .


..


.


..


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .


Bentar lagi tamat oke .


__ADS_2