Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
38 . Apa salah ku .


__ADS_3

Rangga kembali kerumahnya setelah ia berhasil menikahi siska secara siri , lelaki itu menarik tangan siska masuk kedalam rumah dan memasukan istri barunya itu ke dalam kamar yang sudah ia siapkan sebelum nya .


Kamar itu cukup tersembunyi rangga memang sengaja memasukan siska di kamar yang bahkan hanya rangga yang mengetahui kamar itu . Ia tak ingin ibunya tau dengan apa yang telah ia perbuat .


" Mulai detik ini kamu akan tinggal di kamar ini untuk sementara waktu. " Ucap rangga membuat siska terdiam. Wanita itu sungguh tak bisa berkata apa apa lagi , yang ia bisa hanya menangis tanpa suara .


" Jawab . Apa kamu bisu sampai tak bisa menjawab ku ." bentak rangga membuat siska memejamkan matanya erat , ini kali pertama baginya mendapatkan bentakan dari orang yang ia cintai .


Siska semakin menangis dan masih tak menjawab omongan rangga . Ia masih sakit hati dan sedikit takut dengan lelaki yang saat Ini berada di hadapan nya itu .


" Kamu tau saat ini kamu sungguh cantik mengenakan kerudung ini . " ucap rangga tiba tiba mengubah nada bicaranya menjadi lembut , lelaki itu membelai kerudung siska pelan .


Siska ketakutan , wanita itu menatap rangga dengan takut takut . Firasat nya sungguh tak enak.


" Namun sayang , hatimu tak secantik wajah mu . Kamu lebih mirip wanita munafik sekarang , Lebih baik kamu lepaskan saja kerudung mu itu . Kamu sungguh tak pantas mengenakan nya . " Ucap rangga langsung menusuk hati siska , ia merasa terhina baru kali ini ada orang yang berbicara seperti itu padanya .


Dan orang itu adalah Suami nya sendiri , Siska menundukkan kepalanya sedih . lagi lagi air matanya tak dapat ia tahan untuk keluar . Rangga yang melihat itu pun berdecak tak suka , karena siska bersikap seolah olah dirinya lah yang paling tersakiti .


" Menangis dan menangis , apa cuma itu yang kamu bisa ?" tanya rangga mencengkram dagu siska agar wanita itu mau menatap nya .


" Maaf mas....hiks lepaskan siska ini sungguh sakit , kenapa kenapa mas berubah kenapa mas tak seperti dulu lagi . Kenapa mas berbuat seperti ini sama siska , apa salah siska mas . Apa ?, siska mohon jelaskan pada siska apa yang salah agar siska bisa memperbaiki nya . " ucap siska membuat rangga terkekeh pelan seakan akan menertawakan wanita di hadapan nya itu .


" Apa salah mu ... em benarkah nyonya siska tak mengetahui kesalahan nya . Apa memang pura pura tak tau agar hukuman yang di terimanya sedikit berkurang ?" tanya rangga melepaskan cengkraman nya dengan kasar.


"Aku benar benar tak tau , aku mohon maafkan aku jika aku telah membuat kesalahan . " Ucap siska menangis .


" Tak usah menangis , aku tau kamu hanya berpura pura . Sudahlah aku lelah , aku akan mengunjungi mu nanti malam lagi . Dan ingat jangan coba coba keluar dari kamar ini jika tak mau ibumu terluka nantinya. " ucap rangga sebelum pergi meninggal kan siska sendirian .


" Kenapa ..... kenapa nasib ku begitu buruk . " ucap siska pada dirinya sendiri .


...


...

__ADS_1


..


" Kamu sudah pulang ?" tanya lisa saat melihat anak nya baru saja keluar dari ruang kerja nya .


" Em ... ya begitulah . " ucap rangga sedikit gugup , lisa yang melihat sikap anak nya iyu pun sedikit heran .


" Kalau begitu mandi dulu sana , habis itu makan malam. Mama sudah siapkan sup hangat untuk mu . " Ucap lisa tak ingin berprasangka buruk pada anak nya itu.


" Iya ma ... oh iya bagaiman Riyan hari ini apakah dia rewel ?" tanya rangga teringat pada anaknya itu .


" Tidak , anak mu itu sungguh pintar habis menyusu langsung tidur tak sekalipun merepotkan mama ." ucap lisa membuat rangga sedikit bernafas lega .


" Syukurlah kalau begitu . Ya sudah rangga mandi dulu ya ma ." pamit rangga pada ibunya itu .


" jangan keras keras buka pintu nya rangga takutnya nanti membangunkan riyan . " ucap lisa mewanti wanti anak nya itu .


" Oke." ucap rangga kemudian berlalu menuju kamar nya .


Sesaat setelah membuka pintu kamar nya rangga terdiam melihat anak nya yang tertidur pulas di atas kasur bayinya . Rangga berjalan mendekati anak nya itu , di usapnya pipi anak nya itu sayang .


Ia sudah tak memperdulikan lagi perasaan nya pada Siska ia lebih memperdulikan anak nya . ia ingin membuat anak nya bahagia dan membalas dendam pada orang yang telah membuat sang anak harus kehilangan ibunya.


" kuharap kamu tak malu memiliki papa seperti aku . " ucap Rangga pelan kemudian lelaki itu berlalu masuk kedalam kamar mandi nya .


Di lain sisi flora termenung dalam diam , ia sungguh mengkhawatirkan sang anak yang ia tinggalkan sendiri di kampung anak nya itu .


" Kamu sedang apa sayang ?" tanya seseorang lelaki yang saat ini tengah memeluknya erat .


" Aku mengkhawatirkan anak gadis ku mas , apa dia baik baik saja atau tidak . Sungguh perasaan ku tak enak sedari tadi , aku terus teringat dia ." ucap flora mengutarakan kegelisahan hatinya pada suaminya itu .


" Apa kamu sudah Menelvon nya ?" tanya Bram pada istrinya itu .


" Belum aku takut mengganggu tidur nya karena ini sudah larut malam . " ucap flora sekilas menatap mata suaminya itu .

__ADS_1


" Lebih baik kamu hubungi dia dari pada kamu terus terusan mengkhawatirkan dia di sini ." ucap bram pada istrinya itu , flora terdiam sejenak . Ia merasa apa yang di katakan suaminya ada benar nya juga , ia ingin memastikan bahwa anak nya itu baik baik saja .


Tanpa berpikir lagi flora langsung meraih hendphone nya dan menelpon sang anak .


1 menit


2 menit


tak ada jawaban dari anak nya itu , Telvon nya tak kunjung diangkat bahkan saat flora Menelpon untuk ke 3 kalinya , telvon anak nya itu sudah tak bisa di hubungi lagi .


" Bagaimana ini mas , telvon nya tak diangkat bahkan kini nomer handphone nya sudah tak aktif lagi " ucap flora pada suaminya itu .


" Kamu yang tenang mungkin saja Siska tak mendengar telvon nya , kita tunggu sampai besok ya kalau besok nomer nya tak bisa di hubungi lagi . mas akan pergi ke sana untuk melihat keadaan anak kita ." ucap bram mengusap punggung istrinya itu pelan , berharap bisa menghilangkan kegelisahan di hati istrinya itu .


" ya sudah .,ini sudah larut sebaiknya kamu tidur . " ucap bram lagi , ia menuntun istrinya itu untuk berbaring di ranjang nya .


" Aku berharap semoga saja anak kita baik baik saja mas , aku tak rela jika harus berpisah lagi dengan nya , aku tak siap mas . " ucap flora pada suaminya itu .


" Semua akan baik baik saja kamu tak perlu terlalu khawatir ." ucap bram pada istrinya itu . lelaki itu ikut berbaring di samping istrinya di pelukannya istrinya itu erat erat .


"Tidurlah kita butuh tenaga buat hari esok . " ucap bram mulai memejamkan matanya , flora yang masih memikirkan Siska pun hanya bisa memaksa matanya untuk terpejam .


..


...


...


Segini dulu besok lanjut lagi ...


bagi yang berpuasa semangat ya .


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah .

__ADS_1


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.


__ADS_2