Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
83 . Nasehat Ibra .


__ADS_3

" Aku tak mengira jika kamu sudah memiliki pacar . " Ucap Ibra memulai perbincangan mereka . Irma terdiam kemudian wanita itu menatap ibra sejenak setelah itu ia tersenyum kecut .


" Sebenarnya kami sudah mengenal sejak lama kak ...tapi ya , aku bukan lah orang yang mudah percaya menyerahkan hati ku untuk seseorang. Proses pendekatan kita sangat lama sekali hampir 5 tahun nan . awalnya aku tak begitu menggubris dia ..tapi berkat ketulusan yang dia berikan serta kegigihan nya akhirnya aku pun memutuskan untuk menerima cinta nya . Dan kami juga memutuskan untuk melanjutkan hubungan kami ketahap yang lebih serius . " ucap Irma bercerita tentang masa lalunya bersama dengan pacar nya itu .


" Apa dia seorang TNI ?" tanya Ibra penasaran ..


" Ya ... dia memang seorang TNI dan dia harus berpulang karena tugas yang sedang di jalan kan nya . Dia tertembak oleh para ******* yang sedang ia selidiki . " ucap Irma pelan .


" Apa kamu begitu mencintai dia, ?" tanya Ibra pada wanita di hadapannya itu .


" Cinta ... entahlah ...aku hanya merasa nyaman dan tak ingin dia pergi meninggalkan ku . aku tak tau itu cinta atau bukan namun saat dia pergi aku merasa sangat kehilangan . Tak ada lagi yang menyapa ku setiap pagi lewat telvon dan Tak ada lagi yang begitu perhatian mengingatkan aku untuk makan tepat waktu meskipun dia sendiri pun tengah sibuk sibuk nya . " Ucap Irma kembali meneteskan air matanya perlahan .


" Jodoh maut dan rezeki kita tak ada yang tau kapan datangan nya Irma . Aku tau mungkin aku bukan siapa siapa dan tak pantas untuk menasehati mu namun ... dengan ada dan tiadanya orang itu kamu harus melanjutkan hidup mu . Demi masa depan mu demi kedua orang tua yang selama ini merawat mu dan membesarkan mu . Apa kamu rela melihat mereka bersedih hanya karena melihat mu terus terusan seperti ini . Apa kamu rela jika nantinya kamu jatuh sakit karena tak mau makan sama sekali dan ujung ujungnya malah merepotkan orang tua mu . Apa kamu mau seperti itu Irma ?" tanya Ibra membuat Irma terdiam ia merasa apa yang di katakan Ibra ada benarnya .


" Sekarang aku tanya padamu sekali lagi . Kamu itu lebih sayang Erlang atau orang tua mu Irma ?" tanya Ibra langsung menusuk hati Irma , Ia begitu sedih hingga tak memikirkan perasaan kedua orang tuanya .


" Mereka yang membesar kan mu . Aku tau kamu sangat kehilangan ...tapi jika kamu terus terusan seperti ini apa kamu mau kehilangan orang tua mu juga karena mereka terlalu memikirkan anak nya ?" tanya Ibra lagi lagi membuat Irma Langsung tersadar jika dirinya sudah salah .


Ia menatap ibunya dari kejauhan yang nampak mempersiapkan makanan untuk teman teman nya dengan pandangan sendu . Ia baru tersadar jika pandangan ibunya seperti itu karena ulah dirinya yang tak mau makan dan selalu murung .


Karena tak tega Melihat hal itu Irma pun langsung menutup kedua mukanya dan menangis keras sangat keras hingga membuat ibu dan teman teman nya mendengar nya .


Nora yang mendengar tangisan anak nya itu pun langsung khawatir dan langsung memeluk anak nya erat .


" Kamu kenapa sayang ... kenapa ?" tanya Nora tak tega dan ikut menangis melihat anak nya seperti itu .


" maafin Irma Bu ...maaf . " ucap Irma langsung memeluk ibunya itu erat seraya tak henti hentinya menangis .


" Kakak apain Irma tadi Irma baik baik saja terus kenapa sekarang malah histeris jangan jangan kakak apa apa in dia ya . " tuduh Siska pada Ibra .

__ADS_1


" Ck ...ini lagi aneh aneh aja pikiran nya mana mungkin kakak berbuat seperti itu Siska . kakak Sama sekali tak melakukan apapun kamu boleh tanya sendiri pada Irma nanti . " ucap Ibra kesal .


" hehe maaf kakak ya kali aja kakak gangguin Irma kan tadi . " ucap Siska tersenyum pada kakak nya itu .


" Dasar Kamu ini ya sudah kakak kedepan dulu ya ... kakak lagi mau angkat telepon dulu . " Ucap Ibra berbohong karena laki laki itu ingin memberikan waktu untuk Irma , ibunya bersama teman teman nya mengutarakan keluh kesah nya .


" Telpon Cintia ya kak ?" tanya Siska pada kakak nya itu .


" Panggil kak Cintia Siska bagaimana itu calon kakak ipar kamu . " ucap Ibra tak suka jika Siska bersikap tak sopan .


" Iya iya maaf . " ucap Siska pelan . Ibra hanya menggelengkan kepalanya perlahan kemudian laki laki itu berlalau pergi dari sana .


" Mama...maafin irma sekali lagi ya ma . " ucap Irma setelah sedikit tenang .


" Kamu kenapa sayang ...kenapa kamu minta maaf sama mama ?" tanya wanita paruh baya itu seraya mengusap rambut anak nya perlahan .


" Maaf telah membuat mama khawatir . maaf ma ...Irma janji Irma tak akan begitu lagi . " ucap Irma mengusap air matanya perlahan dan menatap ibunya itu seraya tersenyum .


" Iya Ir .. sedikit sedikit kamu tetap harus makan . " ucap Siska pada sahabatnya itu .


" Iya ... menangis juga butuh tenaga loh Ir ...dari mana kamu dapat tenaga kalau kamu gak makan sama sekali . " Ucap Wulan malah membuat Irma tersenyum .


" Iya iya ...aku mau makan kok ayo kita makan bersama ...aku ingin makan dengan kalian bertiga . aku tak mau makan sendiri an . " ucap Irma sudah bisa tersenyum ia memutuskan untuk mengikhlaskan Erlang dan memulai hidup yang baru lagi .


Nora yang mendengar itu pun langsung tersenyum mereka pun bangkit dari duduknya dan makan bersama sama .


Sementara itu Ibra tengah menatap pepohonan di hadapannya dengan menghela nafas nya . Ia sedang bingung dengan hubungan nya dengan Cintia yang semakin hari malah semakin membuat nya tak nyaman .


Wanita itu terlalu banyak menuntut dan terlalu pencemburu.bahkan yang paling membuat Ibra kesal adalah wanita itu tak mengerti pekerjaan nya sama sekali .

__ADS_1


Ingin rasanya Ibra memutuskan hubungan dengan Cintia namun ia sudah terikat janji dan permintaan dari almarhum ayah dari Wanita itu .


" Harus bagaimana ... sekarang . " Ucap Ibra seraya mengusap rambut nya kasar .


" Ck ... aku menyesal kenapa dulu aku mengiyakan saja permintaan dari ayah Cintia ...kalau sudah seperti ini aku harus bagaimana .sial . " umpat Ibra pelan .


sementara itu di meja makan Irma masih menyantap makanan nya perlahan lahan .


" Bagaimana enak kan masakan mama ?" tanya Nora pada anak nya itu..


" Enak ma ...enak sekali . " ucap irma pelan .


" Iya Tante masakan Tante enak sekali bahkan Siska mau nambah lagi . " ucap Siska tersenyum memperlihatkan gigi nya .


" Nambah .. nambah yang banyak nak Siska " ucap Nora tersenyum senang .


" Awas nanti loe gendut ...terus pak w " ucap Wulan hampir keceplosan .


" Pak w apa ?" tanya Irma yang merasa janggal dengan omongan sahabatnya itu .


" eh ...bukan apa apa kok Ir ...aku rasa lidah nya Wulan keseleo tadi iya kan lan . " ucap Siska menatap tajam sahabatnya Wulan .


" Iya ..iya makanan ini sungguh enak sampai lidahku keseleo . " ucap Wulan salah tingkah meski merasa aneh namun Irma tak bertanya lebih lanjut lagi pada sahabatnya itu . ia lebih memilih diam dan menikmati makanan di hadapannya itu dengan paksa karena bagaimana ia masib sedikit kepikiran dengan kejadian yang menimpanya .


.


.


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .


__ADS_2