
" Sayang hari ini mas lembur di kantor karena harus mempelajari beberapa file kamu gak keberatan kan ?" Tanya wiliam seraya memakai jas kerjanya di bantu oleh siska .
" Jadi mas gak bisa ikut pergi kerumah irma dong ?" Tanya siska pada suaminya itu .
" Tidak bisa sayang. lagi pula mama dan papa akan kesana kan sama kak ibra. Kamu mau ikut kalau mau ikut , ikut aja mas tak melarang kamu pergi . Itu kan hari bahagian nya sahabat kamu masak kamu gak hadir . " Ucap wiliam pada istrinya itu .
" Sebenarnya siska khawatir kalau mas pulang larut " Ucap siska mulai berpikir macam macam tentang wiliam .
" Kenapa kamu takut mas di begal atau di rampok gitu ?" Tanya wiliam penasaran .
" Bukan tapi siska takut hati mas di rebut sama perempuan lain apa lagi sekertaris mas di kantor pasti cantik dan menggoda tak seperti siska yang sekarang males dandan dan mandi . " ucap siska pada suaminya itu. wiliam terkekeh pelan entah kenapa ia tak pernah memikirkan untuk selingkuh dari istrinya itu .
Baginya 1 wanita sudah cukup ia tak mau lebih Yang membuatnya pusing nantinya. lagi pula dengan hadirnya siska ia sudah merasa puas dan bahagia .
" Mas tak tertarik dengan wanita lain selain kamu . sayang lagi pula kamu sedang mengandung anak ku , masak aku tega sih berbuat hal seperti itu di saat kamu sedang hamil . " Ucap wiliam seraya menyisir rambutnya
" Jadi kalau siska gak mengandung mas berniat selingkuh gitu ?" ucap siska menatap wiliam sinis .
" Eh bukan begitu maksudku sayang , haduh salah lagi deh ngomong sama bumil memang serba salah . "ucap wiliam mengacak acak rambutnya frustasi .
" lebih baik aku cepat kekantor dari pada dia semakin merajuk nanti . " batin wiliam dalam hatinya .
" Aku berangkat ke kantor ya sayang . " Ucap wiliam tak ingin masalah semakin rumit dan istrinya semakin marah karena ia salah berbicara .
" Iya mas ...mas gak mau sarapan dulu ?" Tanya siska pada suaminya itu .
" Nanti siang saja mas pulang makan siang ya ...mas sudah telat ke kantor sekarang . " Ucap wiliam pada istrinya itu . Siska meraih tangan wiliam dan meletakan punggung tangan suaminya itu di pipinya .
" Hati hati ya mas , ingat udah punya istri dan calon bayi dirumah . di jaga mata dan hatinya . " ucap siska memperingati wiliam . Ia sungguh takut suaminya berpaling darinya .
" Iya sayang , Kalau ada apa apa telvon mas ya ...jaga anak kita ini baik baik . " Ucap wiliam mengusap perut istrinya itu sayang .
" Iya mas ..."
" Love you " ucap wiliam setelah mengecup kening istrinya itu .
__ADS_1
" Love you too mas . " Ucap siska tersenyum , wanita itu mengantarkan suaminya keluar dari rumah .
...
..
.
Malam hari pun tiba hari ini ibra akan meminang irma untuk menjadi istrinya . Laki laki itu sungguh tak sabar ingin bertemu dengan kekasihnya ia pasti terlihat cantik sekarang .
" Kak ibra senyam senyum terus nanti kakak jadi gila terus irma gak mau lagi deh sama kakak . "
Ejekan dari adiknya tak lantas membuat laki laki itu menghilangkan senyum nya . Ia tetap tersenyum dengan lebar .
" Biarkan saja sis kamu ini suka sekali mengejek kakak mu . maklum saja kakak mu itu lagi puber kedua jadi ya gitu senyam senyum sendiri . " Celetuk sang ibunda membuat siska terkikik geli .
" Seharusnya kamu tuh deg deg kan bra bukan malah senang seperti itu , apa kamu gak takut di tolak oleh irma ?" Tanya bram pada sang anak .
" Tak mungkin irma cinta mati pada ku dia tak akan menolak aku . " Ucap ibra dengan pede nya , bram hanya tersenyum saja melihat tingkah anak laki laki nya itu . ia tak menggoda ibra lagi yang penting anak nya itu bisa senang dan bahagia kembali .
Ia kembali teringat pada almarhumah sang istri yang meninggal di meja oprasi karena kecerobohan nya . Rasa sedih dan bersalah kembali menyusup di hatinya , ingatan itu masih sangat jelas dan tak akan pernah bisa ia lupakan .
" Siska ." panggil flora seraya menggelengkan kepalanya perlahan. Seakan akan menyuruh anak gadis nya itu untuk tak berbicara tentang mantan istri ibra lagi .
" Maaf ya bra , siska hanya kepo saja kok . " ucap flora yang memahami raut muka anak nya yang tiba tiba berubah .
" Tak apa ma ...itu hanya masa lalu . " Ucap ibra tak bersemangat . Kini siska mengutuk kebodohan nya yang tak mampu mengontrol mulutnya itu .
sementara itu irma menatap pantulan wajah nya di cermin , ibunya sungguh pandai melukis wajah nya hingga membuat ia pangling pada dirinya sendiri .
" Anak mama sungguh cantik sekali . " Ucap Jezika senang melihat hasil make up nya yang begitu sempurna di wajah anak gadis nya itu .
" Tentu saja , irma kan di dandani sama MUA hebat seperti mama ." ucap irma pada ibunya itu .
" Kamu ini bisa saja , mama jadi tak sabar ingin merias mu lagi nanti saat kamu menikah . Mama tak menyangka kamu akan menikah secepat ini sayang , setiap mama dapat job merias mama selalu berharap agar dapat make up pin anak mama sendiri saat anak mama menikah nanti dan impian mama akan terwujud sebentar lagi . " ucap jezika mengusap air matanya perlahan , sebenarnya ia tak mau menangis di hadapan anak gadis nya itu . Ia tak mau siska ikut sedih karena nya namun ia tak kuasa menahan tangis nya saat ia membayangkan anak nya akan di ambil alih oleh orang lain .
__ADS_1
" Mama ... Jangan nangis nanti irma ikut nangis . Irma janji irma akan bahagia sama laki laki pilihan irma . " Ucap irma meyakinkan ibunya itu .
" Harus sayang kamu harus bahagia . " Ucap jezika terharu .
" .Terimakasih sudah menjadi mama yang baik dan penyayang selama ini untuk siska . " ucap gadis Itu ikut menitihkan air mata yang langsung di hapus oleh jezika .
" Jangan ikut nangis nanti riasan mama hancur irma , kamu ini benar benar tak menghargai riasan mama . " Ucap jezika yang sudah merubah raut wajah nya menjadi kesal pada anak nya itu .
" hehehe ...kan mama yang bikin irma nangis tadi . " Ucap irma pada ibunya itu .
" Sudah belum dandan nya , itu ibra sudah datang dengan keluarga nya . " ucap chiko memberitahu anak dan istrinya itu .
" Sudah mas , tinggal turu saja . " ucap jezika pada suaminya itu .
" ya sudah kalau begitu ayo turun . " Ajak chiko pada anak dan istrinya itu .
Jezika menggandeng lengan anak nya keluar dari kamar menuju ruang tamu di mana calon mantu nya berada .
" Lihatlah kak ..apa irma cantik ?" Tanya siska menyikut lengan kakak nya itu. Ibra yang sedari tadi menundukkan kepalanya pun langsung melihat arah pandangan sang adik .
" Cantik ...sungguh cantik . " Lirih ibra pelan matanya tak lepas dari wajah cantik irma yang begitu berbeda dari biasanya .
..
..
..
..
Segini saja author lagi gak mood karena semakin sedikit yang baca .
besok lanjut lagi ya .
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah agar author semakin semangat .
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .