Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
112 .kemesraan ibra dan irma .


__ADS_3

Setelah suaminya pergi ke kantor siska pun segera memasuki rumah nya di sana ia melihat sang kakak yang tertidur di sofa ruang tamu .


" Dasar ketemu yang empuk empuk langsung deh molor . " gerutu siska pelan.


" Assalamualaikum . " Ucap seseorang yang berdiri di ambang pintu membuat siska mengalihkan pandangan nya . Wanita itu tersenyum ketika mendapati sahabat nya lah yang mengucapkan salam itu.


" Waalaikumsalam .... ayo masuk ir ." Ucap siska senang . Irma memasuki rumah sahabat nya itu dan betapa terkejutnya dia saat mendapati kekasih nya tengah tertidur dengan pulas di atas sofa .


" Biar aku bangunkan dia . " Ucap siska ingin membangunkan kakak nya itu dan menyuruhnya pindah tempat namun irma malah meraih tangan nya dan menggeleng perlahan .


" Tak usah , kasihan dia pasti kelelahan . " Ucap irma mengerti .


" Em ... baiklah kita ngobrolnya di kamar ku aja yuk sekalian aku mau ganti baju . " Ucap siska membuat irma terkekeh pelan .


" Masak kamu ganti baju aku ikut sih sis , udah kamu ganti baju dulu sana , biar aku tunggu di sini saja . " Ucap irma memerintah . Siska terdiam sejenak kemudian wanita itu berlalu pergi kekamar nya .


" kalau mau minum panggil bibi ya " Teriak siska membuat irma menggelengkan kepalanya perlahan .


" Dasar bumil . " Ucap siska tersenyum . Pandangan wanita cantik itu beralih , menatap wajah tampan nan sempurna di hadapan nya . Ingin rasanya irma membelai wajah itu namun ia tak ingin membangunkan ibra jadi ia hanya bisa memandangi wajah itu dengan senyum yang tak pernah pudar dari wajah nya .


" Kasihan pasti dia kelelahan sampai pules begitu . " Ucap irma membuat tidur ibra terusik .Laki laki itu mengedipkan matanya perlahan berusaha memperjelas pandangan nya .


Setelah itu ia menatap ke sekeliling nya dan ia begitu terkejut saat melihat wajah kekasihnya berada tak jauh dari mukanya .


" Eh ...maaf ya kak . Kakak ke ganggu ya sama suara irma . " Ucap irma merasa bersalah karena telah membuat ibra bangun.


" Tak apa .. kamu udah dari tadi ?" Tanya ibra seraya memegang leher nya yang terasa kebas akibat tertidur di sofa .


" Baru kak . " Ucap irma pelan .


" Kamu di sini mau ngapelin aku atau mau ketemu siska ?" Tanya ibra membuat irma tersenyum .


" Mau ketemu siska . Dia minta di temenin jalan di luar . " Ucap irma memberitahu kekasihnya itu .


" Ck ...kalau cuma jalan di luar jangan cantik cantik dandan nya kakak gak suka . " Ucap ibra tak ingin kecantikan kekasihnya itu di lihat oleh orang lain .


" Kakak ini , namanya cewek kalau keluar tetep harus dandan cantik kalau gak cantik dan kusut mukanya nanti jadi bahan omongan dan perhatian orang orang . Kan malu kalau sampai di lihatin orang orang seperti itu . " Ucap irma menjelaskan.


" Tetap saja kakak gak suka . Hanya kakak yang boleh melihat kecantikan mu tidak dengan orang lain . Kalau ada yang kepincut sama kamu gimana nanti ?" Tanya ibra pada kekasihnya itu .


" Ya ampun kakak ini ada ada saja . Kalau pun ada yang kepincut sama irma , irma gak akan mau kan irma sukanya sama kak ibra . " Ucap irma malu malu . Ibra tersenyum senang mendengar itu , seperti abg yang sedang kasmaran ibra pun mulai mengikis jarak antara irma dan dirinya .

__ADS_1


" Kamu pinter ya sekarang gombalin kakak . " ucap Ibra mencubit hidung Kekasihnya itu .


" Pinter dong kan kakak yang ngajarin irma . " Ujar irma tersenyum.


" Sini kakak peluk. " ucap ibra ingin memeluk kekasihnya itu namun tangan nya tiba tiba di pukul oleh seseorang .


" Belum muhrim gak boleh pegang pegang apalagi pelukan ya kak . " Ucap siska memarahi kakak nya itu .


" Dasar pengganggu . " umpat ibra kesal .


" Katanya mau siap sap sis kok balik lagi . ?" Tanya irma pada sahabatnya itu .


" Ini handphone ku ketinggalan. Mau pamit dulu sama si bos sebelum berangkat . " ucap siska memberitahu sahabatnya itu .


" Oh begitu . " Ucap irma mengangguk .


" Udah sana kamu siap siap biar kakak temenin kamu sama irma jalan jalan nanti . " Ucap ibra pada adiknya itu .


" Gak mau ...nanti kakak malah pacaran siska jadi obat nyamuk deh . " Ucap siska pada kakak nya itu .


" Ayolah ...ya kakak ikut ya , kakak juga lagi suntuk di rumah ini . " Ucap ibra memohon .


" Ayolah kakak traktir makan deh . " Ucap ibra membuat siska menatap nya sesaat kemudian adiknya itu tersenyum senang .


" Oke ... " Ucap siska setuju karena ia memang sedang Menginginkan Sesuatu .


" Nah gitu kan enak . " Ucap ibra tersenyum senang karena ia bisa jalan bersama dengan irma .


" Ya udah sana siap siap . " Usir ibra pada adiknya itu .


" Memang nya kakak gak ganti baju , baju kakak itu kan udah kakak ilerin tadi waktu tidur . " Ucap siska memandang ibra jijik .


" Enak saja kakak kalau tidur gak pernah ngiler ya . " bantah ibra tak suka dengan tuduhan adiknya itu .


" hehehe iya iya jangan marah , tapi kakak tetep ganti baju dong masak mau jalan pakai kaus oblong begitu sih . " Ucap siska memandang penampilan ibra tak suka .


" Kakak mah gampang sis , tinggal ganti Baju doang Udah deh beres. Nah kamu yang make up lah yang ini lah itu lah . " Ucap ibra menyindir adiknya itu .


" Ck ..iya iya ya sudah siska ganti baju dulu ya . jangan pegang pegang ingat belum muhrim . " Ucap siska lagi lagi memperingati ibra dan irma .


" Iya deh iya . Udah sana ganti baju . " Ucap ibra lagi . Siska pun berlalu pergi kekamar nya , kini tinggallah ibra dan irma sendirian.

__ADS_1


" Sayang ... " panggil ibra pelan .


" Ada apa kak?" Tanya irma menatap mata ibra dalam..


" Boleh gak kakak main kerumah mu , ya untuk lebih mengenal keluarga mu sebagai tanda bahwa kakak serius sama hubungan kita . " Ucap ibra serius .


" Em ... boleh saja gak ada yang ngelarang tapi papa irma sedikit galak dan protektif mungkin karena irma anak satunya . " Ucap irma sebenarnya takut jika ayah nya tak menyukai ibra . Melihat sifat ayah nya yang begitu pemilih membuat irma tak yakin jika ibra dapat memenangkan hati ayah nya itu .


" Segalak apa pun papa kamu tak akan membuatku mundur untuk mempersunting mu . " Ucap ibra penuh keyakinan .


" Ya sudah besok minggu datang kerumah irma . kalau kakak bisa nenangin hati papa , irma akan kabulkan satu permintaan kakak . " ucap irma pada kekasihnya itu .


" Oke ...kakak setuju . " ucap ibra bersemangat .


" Soal uang tadi ...em irma kembalikan saja ya kak ...irma bener bener gak.enak .Mama juga ngomel gara gara uang itu , mama bilang irma seperti cewek matre saja . " Ucap irma sedih .


" Gak usah ambil saja ... Memang nya kamu bilang kalau kakak kasih kamu uang sama mama?" Tanya ibra pada kekasihnya itu .


" Irma keceplosan waktu bayar buah pakaian uang itu . " Ucap irma sedih .


" Gak usah di pikirkan uang itu kamu simpan saja . soal mama bilang saja uang nya sudah kamu balikin sama kakak . " ucap ibra mengusap rambut kekasihnya itu sayang .


" Kamu tau kan kakak sibuk akhir akhir ini di rumah sakit gak ada waktu buat temenin kamu jalan dan makan seperti pasangan pada umumnya . Aku harap kamu ngerti dan gak marah sama kakak ya ir .. " Ucap ibra merasa belum menjadi kekasih yang baik karena ia selalu saja sibuk dengan pekerjaan nya.


" Tak apa ...irma ngerti kok kak , nyawa orang orang itu lebih penting . irma seneng banget punya pacar seperti kakak yang bisa membantu orang orang . " ucap irma bahagia .


" Kamu dewasa juga ternyata ...kakak jadi semakin yakin untuk menikah dengan mu . " Ucap ibra tersenyum begitu pula dengan irma .


..


..


.


Segini dulu besok up lagi ya ..


Waktu nya buat anak ...harus pinter bagi waktu . mohon kalian mengerti ya .


Tetep dukung terus author dengan berikan like komen.vaf dan.hadiah ya .


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .

__ADS_1


__ADS_2