
" Tapi pernikahan itu tak sah tanpa adanya wali dari papa ." ucap Ibra menatap Wiliam tajam . Bagaikan elang menerkam mangsanya , Wiliam terdiam ia merasa apa yang di katakan Ibra ada benarnya .
" Saya tau hal itu namun saya sudah terlanjur mengucapkan kata kata ijab itu . saya tak mau mengulangi nya lagi , kalaupun saya harus mengulangi nya saya mau mengulangi dengan orang yang sama bukan orang lain . Karena bagi saya menikah itu hanya untuk satu kali seumur hidup jadi saya serius ingin menjalin hubungan dengan Siska . " ucap Wiliam membuat Bram tersenyum puas dengan jawaban laki laki do hadapannya itu , ia melirik siska yang tengah menatap Wiliam dengan pandangan kagum .
Ia tau anak nya itu juga mengagumi ucapan yang keluar dari mulut laki laki di hadapannya itu .
" Kalau begitu bawa kemari orang tua mu , kita bicarakan hal ini dengan orang tua mu besok . " ucap bram membuat Siska dan flora tak menyangka jika papa nya akan menyetujui pernikahan Siska dan laki laki di hadapannya dengan mudah .
" Tapi ...Siska belum mengenal dan belum mencintai orang ini pa ." protes Ibra membuat Bram langsung mengalihkan pandangannya pada anak laki lakinya itu .
" Perkenalan bisa dilakukan setelah menikah Ibra lagi pula seperti nya adik kamu tak keberatan dengan keputusan papa . " ucap Bram menatap Siska yang nampak malu malu dengan apa yang ia katakan .
Mendengar itu , Ibra langsung melirik adiknya . adiknya itu sama sekali tak memperotes apa pun ia hanya diam seraya menundukkan kepalanya hal itu justru membuat Ibra kesal .
Namun ia juga tak berhak memutuskan hal yang Siska sendiri tak mau memutuskan nya jadi ia hanya bisa diam dan tak berkata apa pun lagi .
" Kalau begitu saya akan bawa keluarga saya kemari besok . " ucap Wiliam tersenyum tipis namun mampu membuat Bram flora dan Siska lega .
" Baiklah saya tunggu kehadiran kamu dan keluarga mu besok . " ucap Bram ikut tersenyum juga .
" Terimakasih om . " ucap wiliam pelan. Bram hanya mengangguk pelan .
" Astaga ...Tante sampai lupa tak menyajikan cemilan untuk mu .Biar Tante ambilkan ya ...atau kamu mau makan bersama kami kebetulan tadi Tante masak banyak . " ucap flora pada calon mantunya itu .
" Tak usah Tante saya langsung pulang saja . Saya ingin memberitahu orang tua saya tentang masalah ini . lagi pula seperti nya Siska sudah kelelahan karena kami dari tadi pagi mengurusi masalah ini . " ucap Wiliam menolak dengan sopan permintaan flora itu .
" Oh ya sudah kalau begitu ... Hati hati di jalan ya jangan lupa berikan salam ku untuk ibu dan ayah mu . " ucap flora tersenyum senang .
" Iya Tante nanti saya sampaikan . Ya sudah kalau begitu , om tante , Siska dan kak Ibra saya pulang dulu ya takut ke sore an nanti ." Ucap Wiliam menyalami ibu dan ayah Siska tak lupa ia pun menjabat tangan calon kakak iparnya yang seperti nya enggan menerima uluran tangan nya .
__ADS_1
" Iya nak hati hati di jalan . Siska cepat sana antar Wiliam ke depan !" perintah flora yang melihat anak perempuan nya sedari tadi hanya diam tak melakukan apa pun .
" Iya ma . " ucap Siska pelan kemudian wanita cantik itu mengikuti langkah Wiliam yang mulai meninggalkan ruang tamu itu .
" Terimakasih ya mas , mas sudah mau mengantar Siska pulang dan menjelaskan semuanya pada mama dan papa . " ucap Siska setelah sampai di depan rumah nya .
" sama ...sama ..." ucap Wiliam pelan .
Kemudian mereka kembali terdiam , kedua insan manusia itu bingung harus berkata apa lagi . Mereka sama sama malu dan canggung dalam keadaan seperti ini .
" Ya sudah aku pulang dulu jangan lupa istirahat kamu pasti lelah seharian ini. " ucap Wiliam tersenyum tipis tak seperti biasanya yang selalu cuek dan sombong di hadapan para mahasiswa nya .
" Iya pak ...hati hati ." ucap Siska pelan .
" Jangan panggil pak ...saat kita hanya berdua . Aku ini calon suami mu , jadi kamu harus memanggil ku dengan panggilan yang layak di dengar pula . " ucap Wiliam menatap mata Siska dalam . Siska yang di tatap seperti itu pun tak bisa berkutik , wanita itu mulai salah tingkah mendengar kata calon suami dari mulut Wiliam membuat pipinya memerah menahan malu .
" Jangan lupa istirahat . " Ucap Wiliam dari dalam mobil yang mampu Siska dengar . Siska sungguh senang mendengar perhatian yang Wiliam berikan bahkan ia tak pernah sesenang itu sebelumnya .
Lebih senang di bandingkan dengan perhatian yang Rangga berikan dulu . Iya hanya tersenyum dan mengangguk pelan setelah itu ia melihat pintu kaca mobil Wiliam mulai tertutup dan laki laki di hadapannya itu mulai meninggalkan pelataran rumah nya dengan mobil yang ia tumpangi .
Siska hanya bisa memandang kepergian Wiliam dengan nanar ia tak menyangka terjebak dengan pesona dosen cuek dan sombong nya itu .
" Orang nya sudah pergi kenapa masih di lihatin seperti itu . " Sindir Ibra yang entah dari mana muncul di samping adiknya itu .
" Kakak ini sirik saja . Udahlah Siska mau mandi ,badan Siska bau tauk . " Ucap siska hendak masuk kedalam rumah namun ibra menghalangi nya .
" Apa lagi kak?" tanya Siska heran .
" Kakak penasaran tentang sesuatu ?" tanya Ibra mengerutkan dahinya seraya menatap adiknya itu tajam .
__ADS_1
" Apa itu ?" tanya Siska pelan .
" Kenapa kamu bisa semobil dengan nya dan siapa dia sebenarnya hingga kamu bisa berangkat ke kampus bersama nya . " ucap Ibra pada Adiknya itu .
" Kakak kepo sekali ... " ucap Siska menatap kakak nya itu tak suka .
" Cepat jawab kakak Siska ... apa sebenarnya hubungan mu dengan laki laki itu ?" tanya Ibra dengan penuh penekanan .
" Dia dosen ku kak ..." ucap Siska pelan .
" Gila ....kamu mau menikah dengan dosen mu sendiri . Apa nanti kata mahasiswa mahasiswi lain nya . mereka pasti akan membicarakan mu dan lagi mereka pasti bicara yang tidak tidak tenang mu Siska . " ucap ibra mengingat kan adiknya .
" Aku tau akan hal itu . Mungkin aku akan merahasiakan pernikahan ini hingga batas waktu yang belum aku tentukan . dan seperti nya mas Wiliam akan setuju dengan keputusan ku karena dia dosen yang proporsional . " ucap Siska pada kakak nya itu .
" Ck ... Terserah kamu saja . Yang penting kamu bahagia dan kamu tak terluka lagi kakak akan dukung apa pun keputusan mu . " ucap Ibra pada Adiknya itu .
" Terimakasih kak ...Kakak memang terbaik . " ucap Siska senang , wanita itu langsung memeluk kakak nya dengan erat . Ibra tersenyum dalam lubuk hatinya ia selalu ingin melihat adiknya bahagia .
...
..
...
Diperkirakan up ... Besok .
Dukung terus author dengan berikan like komen vaf dan hadiah .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author.
__ADS_1