
Dengan langkah tergesa gesa Ibra memasuki rumah di mana sang adik tinggal bersama mama papa dan suaminya . Rumah itu tampak sepi namun samar samar Ibra mendengar isakan tangis seorang perempuan dari arah dapur . Tak tunggu lama lagi laki laki itu bergegas menuju dapur dan apa yang ia lihat sungguh membuat nya terkejut . Adiknya tengah duduk di lantai , mata wanita itu sembab seraya menatap air ketuban yang telah meluncur dari kakinya .
" Ya ampun Siska .." Teriak Ibra segera menghampiri adiknya itu .
" Kakak ...ketuban ku pecah kak , aku takut . " ucap Siska dengan mata yang sudah berlinang air mata .
" Jangan panik sis ...tenang kan dirimu , kita kerumah sakit sekarang oke . " ucap Ibra mengangkat adiknya itu kedalam gendongan nya .
" lalu gimana dengan pakaian nya kak ...?" Tanya Siska pada kakak nya itu .
" Apa sudah kamu siapkan ?" Tanya Ibra berusaha tenang meskipun dalam hatinya ia sungguh gugup saat ini .
" Sudah aku Taruh tas di kamar kak .." Ucap Siska memberitahu kakak nya itu .
" Ya sudah kakak bawa kamu ke mobil dulu setelah itu kakak ambil tas nya , kamu masih bisa nahan kan sis sakit nya ?" Tanya Ibra takut jika adiknya itu brojol di dalam mobil .
" Bisa kak ...Siska belum ngerasain sakit kok , cuma ketuban Siska aja yang sudah pecah . " ucap Siska mengusap air matanya kasar .
" Terus kenapa tadi nangis ?" Tanya Ibra penasaran .
" Siska hanya takut anak Siska kenapa Napa " ucap Siska membuat Ibra terkekeh pelan.
" Kakak kok malah ketawa sih kan Siska bener bener takut dan panik apa lagi gak ada orang di rumah . " Ucap Siska marah marah karena kakak nya itu malah menertawakan dirinya .
" Maaf ya ...ya sudah kamu tenang dulu , kakak mau ambil tas kamu . " Ucap Ibra setelah meletakkan adiknya itu di samping kursi kemudi . kemudian laki laki itu melangkahkan kakinya menuju kamar sang adik untuk mengambil tas yang adiknya telah persiapkan untuk di bawa lahiran . Setelah itu ia kembali kedalam mobil dan menutup pintu mobil perlahan .
" Kamu sudah ngabarin suami mu sis ?" Tanya Ibra seraya memasang sabuk pengaman untuk nya .
" Gak usah kabarin dia , dia aja gak jujur kalau mau ketemu sama seseorang di cafe . " Ucap Siska tiba tiba kesal mengingat suaminya bertemu dengan Rangga , ia rasa suaminya itu memang ingin meninggalkan dirinya dengan menerima tawaran yang Rangga berikan .
__ADS_1
" Kamu sedang bertengkar dengan Wiliam ?" Tanya Ibra seraya menjalankan mobilnya kerumah sakit di mana Siska periksa biasanya . Siska hanya diam tak berniat sama sekali menjawab pertanyaan dari kakak nya itu .
" Apa Wiliam selingkuh ?" Tanya Ibra dengan hati hati .
" Tidak ...mas Wili bukan orang seperti itu ya kak . " Ucap Siska tak terima kakak nya menuduh Wiliam selingkuh . Ibra menghela nafas nya perlahan padahal ia hanya bertanya saja tapi adiknya itu malah marah karena nya .
" Terus siapa yang bertemu dengan Wiliam di cafe, kalau dia gak selingkuh kenapa dia gak memberitahu mu kalau dia mau menemui seseorang di cafe ?" Tanya Ibra penasaran .
" Sudah lah kak Ibra diam saja gak usah ikut campur , perut Siska mulai sakit nih .." Ucap Siska pada kakak nya itu .
" Oh ..oke deh . " Ucap Ibra tak bertanya lebih lanjut lagi tentang Wiliam . Mereka tak memulai perbincangan lagi sampai di rumah sakit . Siska pun langsung di tangani oleh para dokter di rumah sakit itu , Ibra dengan setia menunggu di luar ruang oprasi .
Ya adiknya itu harus di oprasi mengingat Siska pernah keguguran sebelum nya dan juga ketuban dari adiknya sudah pecah .
" Aku tak bisa begini , bagaimana pun Wiliam harus tau terserah nanti Siska mau marah seperti apa yang penting aku harus kasih tau Wiliam karena bagaimanapun Wiliam suaminya . " Ucap Ibra pada dirinya sendiri . Setelah menekan beberapa angka di layar hendphone nya akhirnya telpon itu pun tersambung .
" Halo kak ada apa ?" tanya Wiliam yang saat ini tengah dalam perjalanan pulang menuju rumah nya .
" Oprasi...oprasi apa kak ?" Tanya Wiliam bingung sekaligus khawatir . Ibra menghela nafas nya ia merasa bodoh karena tak mengatakan secara rinci oprasi apa yang ia maksud .
" Ketuban Siska pecah , dia harus di oprasi sekarang juga . " Ucap Ibra menjelaskan secara rinci pada adik iparnya .
" Ya sudah aku kesana sekarang kak ...tapi Siska gak kenapa kenapa kan kak , dia baik baik saja kan ?" tanya Wiliam khawatir perasaan nya tak menentu ia ingin segera menemui istrinya itu sekarang juga .
" Gak papa kok , Siska sedang di tangani oleh para dokter di sini . Maaf tadi prosedur oprasi aku yang menandatangi nya karena sangat mendesak . " Ucap Ibra menjelaskan .
" Iya kak gak papa yang penting Siska gak apa apa . Ya sudah Wiliam kesana sekarang ya . " Ucap Wiliam memutuskan sambungan telepon itu . Dengan kecepatan tinggi ia melajukan mobilnya membelah jalanan kota menuju rumah sakit di mana istrinya di oprasi .
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam akhirnya Wiliam pun sampai di rumah sakit itu , dengan langkah tergesa Wiliam menuju ruang oprasi istrinya .
__ADS_1
Dari kejauhan ia melihat Ibra yang tengah duduk bersama seorang wanita paruh baya dan juga wanita muda yang tak lain adalah mertua dan juga istri dari laki laki itu .
" Bagiamana apa anak ku sudah lahir Kak?" Tanya wiliam pada kakak ipar nya itu .
" Belum mungkin sebentar lagi . kamu masuk gih keruang oprasi siska pasti sangat membutuhkan mu . " Ucap Ibra menepuk pundak adik iparnya itu pelan . Wiliam hanya tersenyum laki laki itu berjalan memasuki ruang oprasi . di sana ia di suruh mengenakan pakaian khusus untuk mensterilkan tubuh nya .
Melihat suaminya datang ada rasa lega tapi juga ada rasa marah yang ia tahan sedari tadi . Namun dalam kondisi nya yang seperti itu ia tak mau marah marah . Ia memilih diam dan membiarkan suaminya itu menemani dirinya .
" Kamu harus kuat sayang ...Demi aku , demi anak kita . " Ucap Wiliam menggenggam tangan istrinya itu . Siska menghela nafas nya perlahan di tatap nya suaminya dengan pandangan sendu .
" Siska takut mas .. " ucap Siska jujur sungguh ketakutan mengingat usia kandungan nya masih 8 bulan dan harus melahirkan karena ketuban nya sudah pecah lebih dahulu .
" Tak apa sayang . Jangan takut ada mas di sini . " Ucap Wiliam mencium punggung tangan istrinya itu perlahan .
Tak lama suara bayi pun terdengar memenuhi ruangan itu , hati Siska meleleh mendengar tangis dari anak nya . Air mata bahagia mengalir membasahi pipinya .
" Anak kita mas ." ucap Siska menatap wiliam bahagia seakan akan lupa dengan masalah yang menimpa mereka . Wiliam membalas tatapan itu dengan tangis bahagia pula , ia tak menyangka telah menjadi seorang ayah saat ini .
" Iya sayang anak kita . " Ucap Wiliam mengusap air mata istrinya . setelah itu ia mengusap air matanya sendiri .
" Selamat ya pak anak nya cewek . Cantik seperti ibunya tapi mohon maaf anda dan istri anda belum bisa menjenguk nya mengingat ia lahir prematur pada usia kandungan 8 bulan .jadi ia harus tinggal di inkubator terlebih dahulu untuk di cek kondisinya secara rinci oleh dokter anak . " Ucap dokter kandungan pada Siska dan juga Wiliam .
" Oke dok terimakasih . " Ucap Wiliam tersenyum bahagia begitu pula dengan Siska .
..
.
.
__ADS_1
1 bab lagi tamat ya gays jangan lupa like komen vaf dan hadiah .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .