
Wiliam menatap tajam pada seorang wanita yang kini menyandang setatus sebagai istrinya itu . Siska yang di tatap seperti itu oleh suaminya pun hanya bisa menghela nafas nya perlahan .
" Papa jangan marah ... anak kita takut di dalam sini . " Ucap siska menatap wiliam dengan sedih .
" Ck .. Katakan . " Ucap wiliam kesal karena api cemburu sudah membakar hatinya .
" Katakan apa mas ...?" Tanya siska bingung .
" Kenapa kamu bertemu dengan laki laki itu , kamu sengaja menemui nya atau bagaimana dan siapa laki laki itu kenapa kalian begitu akrab ?" Tanya wiliam dengan nada yang tinggi yang membuat siska memejamkan matanya .
" Maaf mas . " Hanya itu yang keluar dari mulut siska ia menundukkan kepalanya takut . Suami nya itu sungguh menakutkan ketika marah .
" Aku tak butuh maaf mu yang aku butuhkan penjelasan mu . " Teriak wiliam lagi , siska mulai memutihkan air matanya , semenjak.mengandung ia jadi cengeng dan mudah tersinggung .
" Jangan nangis ... Jawab aku mau tau apa alasan mu kali ini . " Ucap wiliam membuat siska mengusap air matanya kasar . Ia tak suka di marahi oleh laki laki yang ia cintai .
" Dia mantan suami ku mas ...",Ucap siska dengan suara tercekat . Ia takut wiliam marah mendengar kata mantan suami dari mulut nya .
" Kenapa kamu menemui nya lagi , mau balikan sama dia atau bagaimana ?" Tanya wiliam membuat siska menghela nafas nya gusar . Ia tak suka wiliam menuduhnya yang tidak , tidak .
Wanita itu menatap wiliam dengan pandangan sakit hati nya , bibirnya mengerucut seakan menunjukan jika dirinya sedang kesal dan tak suka wiliam bersikap seperti itu padanya .
" Jawab ." Bentak wiliam yang menyulut emosi siska .
" Kenapa mas menuduh aku yang tidak tidak , apa mas memiliki bukti jika aku menemui laki laki itu dengan Sengaja . Mas menuduh aku tanpa alasan , aku tak suka itu mas .Mas sudah tak percaya lagi dengan ku . Asal mas tau , aku bukan sengaja menemui nya kami memang tak sengaja bertemu di mall kalau gak percaya tanya kak ibra . " Ucap siska meluapkan emosinya .
" Sayang aku tak bermaksud begitu . " Ucap wiliam menyadari jika dirinya salah karena terlalu termakan api cemburu .
" Jangan panggil siska sayang ...Karena mas sama sekali gak sayang sama siska . Kalau mas sayang mas seharusnya lebih percaya sama siska bukan percaya pada pendapatan mas sendiri . Sudahlah siska malas berdebat , malas melihat wajah mas . Lebih baik mas pergi saja siska mau tidur . " Ucap siska menaiki ranjang nya dan memejamkan matanya erat .
" Sayang ...maaf . " Ucap wiliam ikut naik keatas ranjang siska dan memeluk wanita itu dari Belakang Dengan begitu erat nya .
" Jangan pegang pegang . Mas tidur di luar saja jangan di sini , siska gak mau tidur sama laki laki yang gak percaya dengan siska . " Ucap siska marah tanpa mau melihat wajah suaminya itu .
" Kenapa jadi kamu yang marah , Sudahlah kalau kamu mau mas tidur di luar baiklah mas tidur di luar nanti Malam ya , sekarang biarkan mas tidur di sini memeluk mu ." Ucap wiliam masih memeluk tubuh istrinya itu dengan erat .
__ADS_1
" Terserah mas saja ." Ucap siska ketus . Wiliam terkekeh pelan kemudian ia memeluk istrinya itu erat .
...
...
...
Sementara itu di mall ibra tengah berjalan berdua dengan irma , mereka akhirnya memutuskan untuk melanjutkan jalan jalan mereka tanpa siska .
" Kamu mau beli apa sayang mumpung kita masih di sini ?" Tanya ibra pada pasangan nya itu .
" Tak usah kak...barang ku sudah terlalu banyak di rumah . " Ucap irma tersenyum pada kekasihnya itu .
" Kamu sering shoping memang nya ?" tanya Ibra seraya menggenggam tangan irma erat .
" Tidak juga sih , kan aku jualan barang ya tentu saja ada banyak di rumah . Barang itu bukan untuk ku kak tapi untuk aku jual lagi apa kakak lupa aku ini seorang pembisnis tau . " Ucap irma memberitahu ibra ...
" Kalau begitu ayo kita belanja , bukan untuk kamu jual tapi untuk kamu sendiri ." Ucap ibra pada kekasihnya itu .
" Enggak usah kak , aku sedang tak ingin berbelanja bagaimana kalau kita nonton film saja sudah lama aku gak nonton . " Ucap irma pada kekasihnya itu .
" Tidak keduanya ." Ucap irma nyengir .
" Jangan bilang kamu mau nonton kartun ?" Tanya ibra menatap kekasihnya itu tak percaya .
" Hehehe .Aku rindu masa kecil kak . makanya pengen nonton kartun. " Ucap irma terkekeh pelan .
" Kayak anak kecil saja kamu ini , jangan lah sayang kita nonton horor saja ya ." ucap ibra pada kekasihnya itu .
" Enggak mau , nanti kak ibra macem macem lagi . " Ucap irma menatap ibra dengan berburuk sangka .
" Macem macem gimana ?" Tanya ibra bingung .
" Ya kan kalau horor pasti ruangan nya gelap terus suara nya juga menakutkan nanti kakak malah mencari kesempatan dalam ketakutan irma lagi . " Ucap irma membuat ibra terkekeh pelan .
__ADS_1
" Kakak janji kakak gak macem macem deh . " Ucap ibra pada irma .
" Tapi irma gak berani kak takut . " Ucap irma sebenarnya paling malas kalau di suruh menonton film horor .
" ayolah sayang sekali saja ya ...lagi pula ada kakak ini kenapa kamu takut . " Ucap ibra berusaha membujuk irma . Irma terdiam sejenak ia tak yakin namun karena tak ingin membuat ibra kecewa akhirnya ia pun menyetujui permintaan kekasihnya itu .
" Baiklah . Tapi nanti kalau irma triak triak itu bukan salah irma ya kak ..." Ucap irma pada kekasihnya itu .
" Oke sayang . Ya udah yuk kita pesen tiket dulu sebelum masuk . " Ucap ibra menarik tangan irma menuju tempat di mana tiket di jual .
" 2 tiket ya mbak . " ucap ibra pada wanita seumuran nya .
" Baik mas ...mau pilih bangku yang mana ?" Tanya penjual tiket itu memperlihatkan deretan kursi yang masih kosong .
" Ini saja . " Ucap ibra menunjuk sebuah bangku yang berada di pojok tanpa memberitahu Irma .
" Baiklah ... ini tiket nya mas silakan menonton . " Ucap penjual itu menyerahkan tiket dan kembali uang laki laki itu . Ibra hanya tersenyum dan mengangguk kemudian mereka segera berjalan kearah ruangan tempat mereka akan menonton karena sebentar lagi film akan segera di mulai .
" Kakak ...kenapa kita duduk di pojok ?" Tanya irma kesal karena pacarnya itu memilih bangku paling pojok .
" Tak apa sayang biar seru nontonnya . " Ucap ibra membuat irma berdecak kesal .
" Kira kira bagaimana keadaan siska ya kak , apa siska bertengkar dengan pak wili apa pak wili menghajar siska . Aku jadi khawatir dengan siska . " Ucap irma tiba tiba teringat pada sahabatnya itu .
" Kalau bertengkar pasti bertengkar tapi kalau menghajar siska itu tak mungkin . Wiliam itu walupun galak ia tak pernah menggunakan tangan nya untuk memukul wanita . Aku tau itu ." Ucap wiliam pada kekasih nya itu .
Tak lama film pun di mulai sedari tadi irma terus saja memeluk lengan ibra karena takut . bukanya merasa risih ibra justru malah semakin senang ia ingin menggunakan kesempatan ini untuk bermesraan dengan kekasih nya .
..
..
..
Penasaran ...tunggu besok ya ..
__ADS_1
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .