
" Eh tunggu dulu kenapa ...pak Wili ada di sini ?" Tanya Irma menatap Wiliam dengan pandangan tajam .
" Em itu ...apa . sebenarnya . " Ucap Siska gugup ..
" Sudahlah kalian beritahu Irma saja apa yang sebenarnya terjadi lagi pula Irma harus tau karena dia sahabat mu Sis masak kami mau terus terusan menyembunyikan hal itu dari dia sih . " Ucap Ibra pada adiknya itu .
" Sembunyikan apa ...apa yang aku gak tau Sis ?" Tanya Irma pada sahabatnya itu .
" Em ... sebenarnya aku sama pak Wili sudah menikah 3 hari yang lalu ." lirih Siska pelan ia tak berani menatap sahabatnya itu .
" Apa ..." ucap Irma terkejut .
" Kok bisa ?" Tanya Irma lagi tak mengerti kenapa Siska bisa menikah dengan Wiliam karena selama di kampus wanita itu jarang mengobrol dengan Wiliam bahkan tak jarang Siska terang terangan membenci dosennya itu .
" Em cerita nya panjang ... Nanti aku ceritakan perlahan lahan sama kamu ya , Yang penting saat ini kamu telah mengetahui kebenaran nya dan aku harap kamu tak membocorkan pernikahan ku ini pada seluruh mahasiswa kampus ataupun dosen lain nya . " Ucap Siska pelan .
" Apa Wulan tau tentang hal ini ?" Tanya Irma pada sahabatnya itu .
" Tau ... dia pun baru tahu kemarin . " Ucap Siska pelan .
" Aku sungguh tak menyangka kalau kalian menikah ... Tapi kamu tenang saja aku tak akan membocorkan hal ini pada siapapun ya meskipun aku suka keceplosan tapi aku akan berusaha sekuat tenaga untuk tak membocorkan hal ini Demi ketenangan rumah tangga sahabatku . " Ucap Irma yakin ia mampu mengatur mulutnya untuk tak mengatakan hal itu pada semua orang .
" Iya ...Ir terimakasih " Ucap Siska tersenyum senang .
" Ya sudah kalau masalah di sini sudah selesai mas pergi dulu ya sayang mas harus ke kampus hari ini ... Mas sudah telat dari tadi . " Ucap Wiliam pada istrinya itu.
" Iya mas hati hati di jalan ya , Ir gue anter Suami gue kedepan dulu ya . " Pamit Siska pada sahabatnya itu .
" Iya ... " Ucap Irma mengizinkan . Setelah itu Siska dan Wiliam pun pergi dari kamar Ibra kini hanya tinggal Ibra dan Irma sendirian di dalam kamar .
" Eh kak Ibra mau ngapain . " Ucap Irma yang melihat Ibra ingin memakai bajunya kembali .
" Mau pakai baju .." ucap Ibra pelan .
" Gak boleh kan belum selesai kerokan nya , Kurang sedikit lagi Kak. ," ucap Irma pada laki laki di hadapannya itu .
" Enggak mau ...udah ya , ini sakit banget loh Ir . " Ucap Ibra mengusap punggung nya pelan .
" Ih ...gak baik kalau gak di lanjut tin kak . " Ucap Irma pada kakak sahabatnya itu .
__ADS_1
" Em ...baiklah kamu boleh melanjutkan nya asalkan ada syarat nya . " Ucap Ibra pada wanita yang diam diam sudah membuat ia tertarik itu .
" Apa syaratnya?" Tanya Irma penasaran .
" Kasih nomer WhatsApp kamu dulu baru kamu boleh lanjutin deh . " Ucap Ibra meminta nomor WhatsApp wanita di hadapannya itu agar lebih leluasa menghubungi nya .
" Em kalau begitu mana handphone kakak biar Irma tulis nomer nya di situ . " Ucap Irma pelan .
" Ini ..." Ucap Ibra memberikan handphone nya . Irma segera meraih hendphone itu dan mulai menuliskan nomer nya di handphone itu .
Setelah di rasa cukup Irma pun langsung menyerahkan kembali handphone Ibra .
" Sekarang ...mari kita mulai lagi ya kak . " Ucap Irma kembali menyingkap kaus Ibra tanpa permisi . Ibra hanya bisa pasrah dan tak menolak sama sekali dengan apa yang Irma lakukan pada tubuh nya .
..
.
..
Malam hari pun tiba saat ini Siska tengah berada di kasur kamar nya menunggu dengan was was kedatangan suaminya yang belum pulang bekerja sedari tadi siang .
" Apa aku harus mengatakan pada mas Wili kalau aku sudah selesai datang bulan ?" Tanya Siska pada dirinya sendiri .
Namun ia juga tak ingin menunda bunda untuk memberikan suaminya itu hak nya jadi ... Entahlah Siska bingung harus bagaimana sekarang .
" Kenapa melamun di situ mas Salam sampai gak di jawab . " Ucap Wiliam heran karena sedari tadi ia salam dan memanggil istrinya itu hanya diam tam menjawab ataupun memandang dirinya .
" Em ...maaf mas ... " ucap Siska baru sadar jika suaminya telah berada di kamar nya .
cup ...
Satu kecupan mendarat di pipi Siska membuat Siska sedikit terkejut namun tak lama setelah itu ia pun mulai mengembangkan bibinya membentuk sebuah senyum yang malu malu yang Selalu Wiliam rindukan setiap harinya .
q
" Sudah mandi belum ?" Tanya Wiliam mengusap rambut panjang istrinya yang hanya bisa di lihat nya itu .
" Sudah mas .. Mas sudah makan . Kalau belum biar Siska ambilkan makanan di bawah . " Ucap Siska hendak beranjak dari duduknya ingin mengambilkan suaminya itu makanan .
__ADS_1
" Duduk saja sayang , mas sudah makan tadi di luar oh iya ..mas sampai lupa belikan pesenam kamu tadi . Maaf ya sayang . " Ucap Wiliam merasa bersalah karena melupakan makanan yang istrinya itu pesan sebelum ia berangkat kekantor tadi .
" Tak apa mas , Siska juga sudah kenyal tadi makan bakso di depan komplek sama kak Ibra . " jawab Siska tersenyum .
" Ya sudah kalau begitu mas mandi dulu ya ...kamu tunggu dulu di sini jangan kemana mana . " ucap Wiliam membuat pipi Siska memerah namun wanita itu hanya diam dan menuruti perintah suaminya itu .
30 menit berlalu dan suaminya itu belum keluar dari kamar mandi hingga bunyi pintu kamar mandi yang mulai terbuka membuat Siska semakin gugup .
Wanita itu ingin mengatakan hal itu pada Wiliam namun ...ia tak bisa merangkai kata katanya . Ia gelisah dan tak bisa berbaring dengan nyaman di kasur empuk nya itu .
" Ada apa sayang kenapa kamu gelisah seperti itu ." Ucap Wiliam yang sudah naik keatas kasur dan ikut berbaring di samping istrinya itu .
" Em ...mas sebenarnya aku ..." Ucap Siska ragu harus mengatakan hal itu atau tidak karena ia sungguh malu mengatakan nya .
" Sebenarnya apa sayang katakan lah. " Ucap Wiliam memeluk erat tubuh istrinya itu dari belakang .
" Aku sudah selesai ...datang bulan nya . " Ucap Siska pelan pelan sekali hingga Wiliam tak bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan istrinya itu .
" Apa sayang ...kamu kurang keras ngomong nya mas kurang denger nih . " Ucap Wiliam meminta agar istrinya itu lebih keras lagi saat berbicara dengan nya .
" Ih ...Aku udah gak ada tamu mas ." Teriak Siska kesal pada suaminya itu , Wiliam tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya .
" benarkah ?" Tanya Wiliam takut jika istri nya itu hanya bercanda dan mempermainkan dirinya .
" Gak percaya ya udah yang penting Siska udah kasih tau . " Ucap Siska kesal .
" Jangan marah sayang ... Kan mas mau minta hak mas sekarang boleh kan?" tanya Wiliam pada istrinya itu .
.
..
..
segini dulu ...kira kira boleh gak ya sama Siska .
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .
__ADS_1
Kalau berkenan mampir yuk ke cerita baru author judulnya..
" Ratu mafia membalas dendam . " Baru 4 episode ... dan sangat butuh bantuan karena karya itu aku ikutin lomba ... mohon bantuan dukungan nya ya terimakasih .