Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
126 . Ketuban pecah .


__ADS_3

Wiliam memijit kepalanya perlahan ia merasa pusing karena usahanya untuk membujuk investor sia sia . Mereka tak mau kembali lagi pada Wildan , ia rasa perusahaan nya akan bangkrut sekarang . Wajah kecewa Sang ayah terlintas di benak nya Belum lagi wajah wajah pegawai yang harus ia berhentikan secara paksa membuat ia semakin merasa bersalah .


" Kamu yakin gak mau terima tawaran itu saja Wil?" Tanya seseorang yang tak lain adalah sahabat sekaligus penasehat nya di kantor . Wiliam menatap penasehat nya itu dengan tangan mengepal pandang nya tajam tak teralihkan .


" Aku tanya baik baik tapi kamu malah menatapku seperti itu . " Ucap orang itu kesal . Wiliam menghela nafas nya kasar , emosinya mudah terpancing semenjak ada masalah dari perusahaan nya .


" Aku gak tau mau gimana lagi Pras ..aku tak bisa meninggalkan Siska dan aku rasa si Rangga itu memang sengaja mau menghancurkan ku untuk membuatku goyah dan akhirnya meninggalkan istriku . Tapi aku pastikan itu tak akan terjadi , aku tak akan meninggalkan istri dan anak ku hanya karena harta ." Ucap Wiliam yakin dengan keputusan nya itu . Pram tersenyum ia kagum dengan sahabatnya laki laki itu mendekati Wiliam dan menepuk pundak sahabat nya perlahan .


" Sabar ya mungkin ini ujian untuk karir loe , gue bakal beritahu sahabat bokap gue siapa tau merek mau bergabung dengan perusahaan kita . " Ucap Pram membuat Wiliam tersenyum ia senang bisa memiliki sahabat seperti Pram yang tak meninggalkan dirinya di saat kesusahan .


" Terimakasih ya ... " Ucap Wiliam membuat Pram berdecak pelan .


" Kayak sama siapa aja loe . udah ah gue mau pulang dulu ya ini udah malem loe emang gak pulang , kasian istri loe nungguin dia kan lagi hamil besar . Soal masalah itu pikirkan di rumah saja siapa tau loe bakal lebih tenang dan menemukan solusi kalau dekat dengan istri . " ucap Pram menasehati sahabatnya itu .


" Iya nanti gue pulang , gue mau nemuin Rangga dulu . " Ucap Wiliam membereskan mejanya dari kertas kertas yang berserakan .


" Buat apa bukanya loe gak mau terdiam syarat dari dia ?" Tanya Pram heran .


" Gue memang menolak nya dan itu yang bakal gue katakan saat gue ketemu sama dia nanti . " Ucap Wiliam pada sahabatnya itu .


" Kalau gitu semoga berhasil ..gue gak nyangka loe gentle juga ternyata . " Ucap Pram semakin dan semakin kagum pada sahabatnya .


" Kalau gue gak gentle anak gue dan istri gue nanti ninggalin gue , gue gak mau itu terjadi . " ucap Wiliam lagi lagi tersenyum seakan tak ada beban di pundak nya padahal beban itu sangat berat dan nyata .


" Iya iya gue paham . " Ucap Pram setelah itu benar benar berlalu dari ruangan itu . Setelah semuanya beres Wiliam memutuskan untuk menemui Rangga di sebuah cafe yang sudah mereka janjikan .


" Maaf lama menunggu ." Ucap Wiliam datang menemui pria itu , Rangga tersenyum tanpa Wiliam sadari ia sudah menyuruh orang untuk memotret dirinya dan mengirimkan nya ke ponsel nya .

__ADS_1


" Tak apa ...aku punya waktu banyak . " Ucap Rangga santai . tak lama setelah itu hendphone Rangga berbunyi sebuah pesan yang menampilkan fotonya dan juga Wiliam membuat ia tersenyum tipis setelah menerima foto itu ia segera mengirimkan nya pada Siska .


"Aku rasa suami mu menemui ku karena ingin menerima tawaran ku . Siap siap saja kamu di tinggalkan , jika kamu memang Akan di tinggalkan oleh dia aku siap menggantikan posisinya . " kirim pesan beserta foto itu kepada Siska .


"Langsung tutup poin saja aku tak mau basa basi kedatangan ku kesini .." Belum sempat Wiliam melanjutkan omongan nya Rangga langsung memotong omongan tersebut .


" Aku tau kamu mau menerima tawaran ku sudahlah aku memang tak yakin jika kamu benar benar mencintai siska . setelah kamu meninggalkan nya aku akan menjadikan dia istri ku . " Ucap Rangga dengan percaya dirinya .


Brak ..


Wiliam yang emosi dengan omongan laki laki di hadapannya itu pun langsung menggebrak meja di hadapannya . Ia tak suka Rangga berkata akan menjadikan Siska istri laki laki itu .


" Mimpi ..sampai kapan pun aku gak akan ninggalin Siska paham kamu . " Ucap Wiliam dengan nada tinggi .


" Oh benarkah ...apa kamu akan membiarkan Siska dan anak mu kelaparan nanti saat ia lahir karena kamu sudah bangkrut ?" Tanya Rangga membuat Wiliam terdiam . Laki laki itu tengah mencerna setiap omongan Rangga . ia merasa apa yang di katakan Rangga ada benar nya .


Sementara itu Siska yang tengah meminum susu hamil seketika menghentikan aktivitas saat ada pesan masuk melalui hendphone nya . Ia tersenyum getir dalam hatinya was was apa kah Wiliam benar benar akan menerima tawaran Rangga atau tidak . Ia berharap suaminya itu tidak akan menerima itu , namun ia ragu ...


" Kamu terlalu yakin Siska . Dia bilang pada ku kalau tak ingin kamu hidup menderita dan ia ingin memikirkan masalah ini kembali . Aku rasa dia mulai tertarik dengan tawaran ku . " Balas Rangga yang membuat Siska gelisah . Ia tak sungguh tak siap jika Wiliam benar benar meninggalkan nya .


" Aku sudah bilang akan menguji dia untuk mu dan aku rasa kamu akan mendapatkan jawaban nya segera jika suami mu itu lebih memilih hartanya dari pada istrinya . " nafas Siska memburu tangan nya mengepal ... Ia sudah berpikir macam macam tentang suaminya sekarang .


Sangking khawatir dan cemas nya perut Siska jadi sakit wanita itu menunduk dan melihat air mulai keluar dari jalan lahir nya .


" Hah .. bagiamana ini ketuban ku pecah . " Ucap Siska menggigit bibir bawahnya ia ingin menghubungi Wiliam namun mengingat suaminya itu menemui Rangga ia jadi masih kesal . Tak ingin membuang waktu lagi Siska memutuskan untuk Menelvon Ibra , ia berharap kakak nya itu mau datang kerumah dan menilang nya .


Sementara itu di dalam kamar , Ibra tengah bermesraan dengan sang istri mereka tak henti hentinya berciuman dengan begitu panas nya . Dengan tak sabaran laki laki itu hendak melepaskan kancing baju istrinya namun hendphone nya berdering dengan begitu nyaring nya . Yang sontak saja menghentikan aktivitas mereka itu .

__ADS_1


" Ck ...sialan . Siapa yang telvon ganggu saja . " ucap Ibra kesal , Irma yang melihat wajah suami nya frustasi pun hanya bisa terkekeh pelan .


" Siapa kak ?" Tanya Irma setelah suaminya itu melihat hendphone dengan dahi berkerut .


" Siska ... untuk apa sih nelpon orang malam malam begini . " Ucap Ibra kesal pada adiknya itu , ia merasa adiknya sengaja merusak malam nya bersama Irma .


" Angkat saja kak siapa tau penting . " Ucap irma pada suaminya itu . Dengan kesal Ibra mengangkat telvon itu ia ingin menyumpah serapah i adik nya namun ia urungkan saat mendengar adiknya begitu gugup dan menangis .


" Ada apa Sis ...kamu kenapa ?" Tanya Ibra khawatir .


" Kakak... Siska ...ketuban nya pecah di rumah gak ada orang ..hiks Siska takut . " ucap Siska menangis . Ibra langsung berdiri dan mengambil jaket kulit nya .


" Tunggu di situ , kamu harus tenang ya sis .. jangan panik . Tenangkan pikiran mu , kakak ke sana sekarang . " ucap Wiliam di turuti oleh Siska ia berusaha untuk tenang dan tak berpikir macam macam .


" Ada apa kak ?" Tanya Irma penasaran saat melihat wajah suaminya begitu khawatir .


" Siska ketuban nya pecah sayang , aku harus kesana . Gak ada orang di rumah , aku buru buru nanti kamu nyusul saja kerumah sakit sama papa dan mama ya . " Ucap Ibra mengecup kening istrinya pelan setelah itu ia bergegas pergi dari sana .


" Aku harap Siska dan bayinya baik baik saja . " ucap Irma menatap punggung suaminya yang semakin menjauh .


.


..


...


Kira kira bayinya cewek cowok ya ...

__ADS_1


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah .


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .


__ADS_2