
Siska berjalan memasuki rumah sakit di mana ia akan memeriksa kondisi nya dan memastikan sesuatu. Wanita itu langsung menuju ruangan di mana dokter kandungan melakukan praktek nya .
" Halo selamat siang ibu ada yang bisa saya bantu . " Ucap dokter itu ramah .
Siska tersenyum dan mengangguk pelan , lalu ia mulWai menceritakan kondisi nya sekarang .
" Berbaring dulu di sana Bu biar saya periksa . " ucap dokter itu dengan senyum khas nya . Siska langsung menurut ia berbaring di ranjang yang telah di sediakan.
" Sebelum saya periksa perkenalkan saya dokter Rayhan . Orang orang di sini biasanya panggil saya dokter ray . " ucap dokter itu seraya membersihkan tangan nya terlebih dahulu .
" Iya dokter ..." Ucap Siska pelan .
" Santai saja Bu tak usah tegang . Ini pasti kehamilan pertama ibu kan ?" tanya Rayhan pada pasien nya itu .
" Iya dokter . " Ucap Siska pelan .
" Permisi ya . " Ucap dokter itu lagi menyingkap kan baju milik Siska dan terlihat lah perut Siska yang masih rata .
Dokter itu mulai mengoleskan sebuah jel ke perut Siska setelah itu ia menggunakan alat yang ia letakan di perut Siska .
" Wah ...lihat lah , ini dia calon anak ibu . Masih kecil ya , tapi dia sehat Alhamdulillah . " Ucap Rayhan menatap layar di hadapannya . Siska ikut memperhatikan layar USG itu dengan nanar .Ia sungguh tak menyangka di perutnya telah tumbuh seorang janin .
Air mata nya luruh saat melihat gumpalan yang di sebut janin itu , ia senang sekaligus sedih . Ia senang karena sebentar lagi akan menjadi seorang ibu . Namun ia juga sedih mengingat ayah bari bayinya itu mungkin tak menginginkan nya .
" Selamat ya Bu ...semoga di pertemuan selanjutnya anak ibu menunjukkan perkembangan nya . " ucap rayhan meletakan alat USG nya . setelah itu ia memberikan Siska sebuah tisu untuk membersihkan jel di perut wanita itu .
" Terimakasih dokter . " ucap Siska pelan .
" Sama sama. Saya akan resepkan obat penguat kandungan dan obat mual untuk ibu . " ucap Rayhan setelah itu kembali duduk di kursi nya .
Siska hanya diam ia masih memikirkan bagaimana cara nya menyembunyikan kehamilan nya dari Rangga karena cepat atau lambat lelaki itu pasti akan mengetahui nya .
" ini resep obat nya mbak Siska , silakan di tebus di apotik depan ya . " Ucap Rayhan tersenyum . Siska ikut tersenyum juga , wanita itu mengambil resep dari tangan dokter di hadapan nya .
" Terimakasih dokter , ya sudah saya permisi dulu . Assalamualaikum . " Salam siska sebelum pergi .
__ADS_1
" Waalaikumsalam . " Jawab rayhan pelan.
..
..
..
" Bagaimana hasil nya tadi Sis , kamu sakit apa ?" tanya Lisa yang memang mengetahui Siska sedang tak enak badan karena tadi wanita itu pamit pada nya sebelum pergi .
" Cuma meriang saja buk , nanti juga sembuh istirahat beberapa hari lagi . " ucap Siska tersenyum .
" Syukurlah jika cuma meriang . " Ucap Lisa bersyukur karena pembantu nya baik baik saja .
" Iya buk , Dimana Riyan kenapa tak kelihatan. ?" tanya Siska pelan .
" Anak itu makan banyak sekali . Habis itu tidur karena kekenyangan . " ucap Lisa memberitahu Siska dengan senang .
" Syukurlah jika Riyan suka MPASI yang saya buatkan . " ucap Siska ikut senang.
" Tak apa saya kuat kok Bu . lagi pula saya tak enak hati, kan saya ini di bayar untuk mengurusi Riyan masak hanya karena sakit saya harus menyerahkan tugas saya pada orang lain . Saya tak mau seperti itu , saya harus proporsional . " ucap Siska menjelaskan .
" Saya benar benar tak salah pilih pengasuh . Seandainya saja Rangga mau menikah lagi pasti saya akan menjodohkan kamu dengan nya ." ucap Lisa tersenyum senang . Sementara Siska tiba tiba saja merubah raut wajahnya mendengar perkataan dari Lisa .
Mungkin jika ia belum menjadi istri Rangga dan Rangga tak menikahi nya karena dendam Siska akan mau menerima perjodohan itu , namun sayang nya itu hanya mungkin dan tak akan pernah menjadi kenyataan .
Kenyataan nya adalah ia sudah menikah dengan Rangga dan ia hanya dinikahi karena lelaki itu memiliki dendam pada dirinya .
" Kamu kenapa diam saja apa kamu tak mau menikah dengan anak ibu Siska ?" tanya Lisa heran melihat perubahan raut wajah Siska .
" Em ... Sudah dulu ya Bu , saya mau meletakan obat dulu . " Ucap Siska mengalihkan perbincangan nya .
" Kenapa aku merasa ada yang aneh antara Siska dan Rangga . Aku merasa mereka menutupi sesuatu tapi apa ...Aku tak tau apa itu .Kurasa mereka berdua memiliki hubungan yang tak sederhana seperti apa yang aku lihat . " ucap Lisa menatap Siska yang menjauh dari pandangan nya .
Tak lama Rangga datang dari arah yang berbeda . Lisa langsung menatap tajam anak nya itu seakan akan mencari tau tentang apa yang Rangga sembunyikan darinya .
__ADS_1
Rangga yang baru saja datang dan mendapatkan pandangan seperti itu dari ibu nya pun merasa heran .
" Kenapa mama lihatin Rangga seperti itu ?" tanya Rangga pada ibunya itu .
" Kamu tau semakin hari mama merasa ada yang kamu dan Siska sembunyikan dari mama . Mama merasa kalian berdua memiliki hubungan yang tak biasa . Beberapa kali mama melihat kalian ngobrol berdua . " ucap Lisa membuat Rangga menelan ludahnya sendiri . Ia tak ingin terlihat gugup dan semakin membuat ibunya itu curiga terhadap nya .
" Kita tak memiliki hubungan yang sepesial hanya sebatas bos dan bawah an tak lebih dari itu , jadi mama jangan berpikir tentang yang tidak tidak . Sudah dulu ya ma Rangga capek hari ini kan waktunya Rangga bersantai di rumah setelah seminggu menghabiskan waktu di kantor. " Ucap Rangga tak ingin ibunya bertanya lebih jauh lagi , lelaki itu berlalu pergi menuju kamar nya .
" Kenapa jawaban Rangga tadi tak membuat ku lega dan merasa masih ada yang janggal di antara mereka . Apa aku harus menyelidiki nya ?" tanya Lisa pada dirinya di sendiri . Namun kemudian ia menggelengkan kepalanya perlahan .
" Seperti nya tidak bisa . Aku tak boleh berperasangka buruk pada anak ku sendiri . " Ucap Lisa pada akhirnya .
Di lain sisi , Siska baru saja meletakan obat nya kedalam laci di kamarnya . Setelah itu ia mengunci laci nya itu agar tak ada yang mengetahui obat apa yang ia konsumsi . Ia tak ingin rangga tau , ia akan menyimpan rahasianya rapat rapat sampai ia menemukan cara untuk mengamankan ibu angkat nya dan pergi dari rumah yang menurutnya seperti penjara penyiksaan itu .
Walaupun ia mencintai Rangga tapi ia tak rela jika anak nya hidup dalam lingkungan yang tak sehat seperti itu .
Krekk... bunyi pintu terbuka , Siska langsung bersikap seperti biasanya. Ia tak ingin terlihat gugup dan membuat Rangga curiga terhadap nya .
" Bagaimana , kamu sakit apa... apa kamu sakit keras hingga mau mati . Kalau iya biar aku siapkan pemakaman mu . " ucap Rangga dingin . Siska menghela nafas nya perlahan . Cacian dan makian seperti itu telah biasa untuk dirinya setiap kali Rangga berbicara .
" Hanya meriang saja mas . " ucap Siska pelan .
"Hanya meriang saja lebay ." ucap Rangga kembali naik keatas kasur empuk dimana Siska biasa tidur . Siska tak menanggapi omongan Suami nya itu , ia lelah berdebat yang ujung ujungnya membuat Rangga memukulinya , apalagi saat ini ia tengah mengandung . Ia harus ekstra hati hati dalam menjaga mulut dan tindakan nya agar tak membuat Rangga marah .
Ia tak mau anak dalam kandungan nya dalam bahaya .
..
..
..
Segini dulu ..
ayo berikan like komen vaf dan hadiah ya .
__ADS_1
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR .