
Siska berhenti menangis ketika mendengar sura bel apartemen nya yang berbunyi sangat keras , wanita itu mengerutkan dahinya ia tak tau kenapa Rangga tak membuka kan pintu untuk tamu yang saat ini sedang berada di depan pintu apartemen milik lelaki itu .
Karena penasaran , Siska pun keluar dari dalam kamar nya . Ia melihat kesekeliling mencari cari keberadaan Rangga , namun ia sama sekali tak menemukan nya . Siska menghela nafas nya perlahan ia tau ke mana Rangga akan pergi .
Ting tong .
Bel itu masih berbunyi dengan langkah perlahan Siska membuka pintu apartemen itu dan ia menemukan orang yang selama ini ia hubungi dengan putus asa berdiri dihadapannya dengan senyum yang sungguh Siska tak ingin melihat nya .
" Ada apa ibu kesini ?" tanya wanita itu menatap tajam orang di hadapannya .
" Kenapa kamu , kamu tak suka ibu datang ya ?" tanya nya balik dengan nada yang ketus .
" Siska menghubungi ibu berkali kali kenapa ibu tak mengangkat nya . " teriak Siska melupakan kemarahan nya pada ibu tirinya itu .
" Kamu ini apa apa an , Ibu ini bekerja tentu saja ibu tak punya waktu untuk mengangkat telepon mu itu . Lagi pula ada apa , kenapa kamu menelpon ibu ?" tanya wanita itu seraya masuk kedalam apartemen Rangga tanpa permisi .
Siska terdiam sejenak , ia mengikuti langkah ibunya masuk kedalam apartemen dan duduk di sofa ruang tengah apartemen tersebut .
" Bapak sudah tiada Bu . " ucap Siska pelan air matanya mulai ke Keluar dari kelopak matanya . Ayu terkejut mendengar penuturan putrinya , bukannya sedih ia justru malah khawatir jika kepergian suaminya Tarno akan membuat Siska tak mau bekerja lagi karena alasan putrinya itu mau bekerja seperti dirinya adalah Lelaki itu .
" syukurlah jika dia meninggal setidaknya ia tak merasakan sakit lagi . " ucap ayu singkat , Siska memandang ayu tak percaya karena wanita itu sama sekali tak menunjukkan kesedihan di wajah nya .
" Aku pikir ibu akan sedih dan menangis . Aku pikir ibu masih mencintai bapak tapi ternyata dugaan ku salah . " ucap Siska menundukkan wajahnya perlahan . Wanita itu menangis menatap kedua tangan nya , ia sungguh merasa kasian pada bapak nya karena istrinya sama sekali tak perduli pada lelaki itu .
" Ibu memang sudah tak mencintai nya jadi untuk apa ibu bersedih Siska . Sudahlah kamu juga jangan terlalu terpuruk seperti itu , ingat kamu butuh tenaga lebih untuk bekerja . " ucap ayu menyenderkan kepalanya di sofa .
" Ibu sebenarnya Siska ingin mengakhiri pekerjaan ini , Siska tak ingin bekerja seperti ini lagi Bu . Siska sudah lelah , bapak juga sudah tak membutuhkan biaya berobat lagi . jadi Siska putuskan tak ingin bekerja seperti ini lagi . " ucap Siska membuat ayu terkejut . wanita itu takut kehilangan sumber uang nya .
" Itu artinya kamu mau memutuskan hubungan dengan pak Rangga ?" tanya ayu menatap tajam ke arah putrinya itu .
" iya Bu . aku mau meninggalkan nya , aku ingin kembali ke jalan yang benar aku sudah tak mau lagi hidup dalam lingkungan dosa seperti ini . aku harap ibu setuju dan tak melarang ku karena keputusan ku sudah bulat Bu . " ucap Siska membuat ayu terdiam , wanita itu tengah berpikir bagaimana caranya agar Siska mau mengurungkan niat nya itu .
Kemudian ia teringat pada foto perselingkuhan Rosa , wanita itu tersenyum licik . ia sudah menemukan cara agar Siska mau tinggal dan ia pun akan memiliki keuntungan yang lebih banyak lagi .
" Baiklah kalau itu keputusan mu , ibu tak akan menghalangi niat mu Siska . " ucap ayu tersenyum tipis , Siska ikut tersenyum wanita itu sungguh tak menyangka jika ibunya akan menyetujui keputusan nya .
Ia pikir ibunya itu akan menentang nya dan menghalangi nya namun dugaan nya salah . Siska memeluk ibunya itu erat.
" Terimakasih Bu , terimakasih ibu sudah mau mengerti keputusan Siska . " ucap Siska memeluk ibunya itu erat .
__ADS_1
" Em sama sama . tapi Siska bolehkah ibu meminjam handphone mu ?" tanya ayu melepaskan pelukan Siska pada tubuh nya .
" Untuk apa Bu ?" tanya Siska dengan dahi berkerut .
" ibu mau menghubungi teman , kebetulan sekali pulsa ibu sedang habis jadi kalau kamu gak keberatan tolong pinjamkan handphone mu . " ucap ayu dengan suara pelan tak seperti biasanya yang selalu berkata dengan nada tinggi dan cuek .
" Ini .. pakai lah Bu , Siska mau masak dulu buat makan siang . Ibu mau makan apa biar Siska siapkan ?" tanya Siska pada ibunya itu .
" Terserah kamu saja nak . Ibu akan makan apa pun yang kamu masak kan untuk ibu . " ucap ayu membuat Siska tersenyum senang karena ia merasa sesaat , ayu kembali seperti dulu .
" Baiklah ibu , ini handphone nya . Siska ke dapur dulu . " ucap Siska berlalu pergi menuju dapur .
Setelah melihat Siska sibuk di dapur , ayu segera menyalakan handphone Siska . Wanita itu tersenyum karena sebentar lagi rencana yang ia susun akan berjalan lancar .
Setelah mengirimkan foto itu ke handphone Siska , Ayu pun segera mencari cari nomer telpon Rangga . Setelah menemukan nomer yang ia cari , Ayu pun segera mengirimkan foto foto itu .
" maaf mas ... tapi aku harus kirimkan ini biar kamu tau bagaimana kelakuan istri mu di belakang mu . " Tulis ayu pada pesan tersebut setelah itu ia kirimkan ke nomer handphone Rangga .
Ayu tersenyum senang ketika pesan itu berhasil terkirim . Setelah pesan itu terkirim ayu segera menghapus nya , ia tak ingin Siska tau dan merusak semua rencana nya .
Di lain sisi Rangga tengah berada di kamar berdua dengan Rosa , lelaki itu tak tau harus memulai perbincangan dengan istrinya itu dari mana . ia masih belum bisa memutuskan apakah ia bisa meninggalkan Siska atau tidak .
Sementara Rosa wanita itu hanya diam , ia juga tak tau harus bagaimana . ia juga berselingkuh dengan laki laki lain tapi ia sungguh tak rela jika suaminya itu berselingkuh dengan wanita lain pula .
Sebuah pesan membuyarkan lamunan Rangga , lelaki itu segera membuka pesan dari kekasih hatinya siapa lagi kalau bukan Siska .
Rangga menatap tajam pada layar handphone nya , lelaki itu mengepalkan tangannya . Ia tak menyangka jika rosa tak berbeda jauh dengan dirinya .
prank ....
Rangga langsung membanting gelas minum ke lantai . Membuat Rosa terkejut dan tak percaya dengan apa yang Rangga lakukan .
" Ada apa mas ?" tanya Rosa pelan seraya mengusap bahu Rangga . Rangga segera menepis tangan itu dengan kasar .
" Dasar ******. berani beraninya kamu membohongi ku , kamu ternyata tak beda jauh dengan ku lalu untuk apa kamu menolak aku ceraikan Rosa . " bentak Rangga menatap tajam ke arah Rosa .
" Apa maksudmu mas aku tak mengerti . " ucap Rosa kebingungan .
Plak ..
__ADS_1
Satu tamparan mendarat di pipi Rosa , Rangga sangat marah meskipun ia tak mencintai Rosa tapi ia paling benci di khianati . meskipun ia juga berkhianat .
" Kenapa kenapa mas Rangga bersikap seperti ini , apa salah Rosa mas ?" tanya Rosa memegangi pipinya yang memerah .
" Kamu masih tanya salah mu apa ... lihat sendiri dan jangan mengelak lagi . " ucap Rangga membanting handphone nya ke atas kasur . Rosa segera meraih nya , wanita itu sungguh tak menyangka bahwa fotonya dan Brandon yang sedang jalan bersama terpampang jelas di layar handphone itu .
" Ini ...ini tak seperti yang kamu pikirkan mas , dia hanya teman ku tak lebih . " ucap Rosa meraih tangan Rangga . ia sungguh takut jika Lelaki itu akan meninggalkan nya .
" Sudahlah Rosa semuanya sudah jelas , kamu tak perlu mengelak lagi . Aku rasa pernikahan kita sudah tak bisa di pertahankan . Aku tak mencintai mu kamu juga telah berselingkuh dari ku jadi untuk apa lagi kamu menolak perceraian ini . " ucap rangga pelan , lelaki itu memijit pelipisnya yang berdenyut nyeri .
" Tidak mas aku tak mau cerai , bagaimana nasip anak kita jika kamu menceraikan aku mas . Dia masih membutuhkan kasih sayang dari mu . " ucap Rosa menangis .
" Kamu jangan khawatir , aku akan tetap memberikan dia kasih sayang sebagai seorang ayah . Aku akan sering sering mengunjungi dirinya . Aku juga akan memberikan kalian nafkah , Aku tak akan lari dari tanggung jawab ku Siska meskipun kita tak berstatus sebagai suami istri lagi . " ucap rangga berdiri dari duduknya .
" Aku tak mau mas aku mohon jangan tinggalkan aku , kamu juga salah paham mas aku tak melakukan apa pun dengan lelaki itu kenapa kamu mempercayai sebuah foto mas . Foto bisa di edit kan " ucap Rosa yang masih tak mau mengakui bahwa ia berselingkuh .
" Sudahlah aku lelah Rosa . " ucap Rangga melepaskan tangan Rosa dan berjalan keluar dari kamar . Rosa mengikuti langkah suaminya keluar dari kamar ia berlari , ingin mengejar Rangga ia sungguh tak ingin rumah tangga nya berakhir .
" Awas non lantai nya licin . " ucap salah seorang pembantu yang tak Rosa hiraukan . dan tak lama setelah itu .
Bruk ...
Rosa jatuh tersungkur kedepan , darah segar keluar dari sela sela paha nya , pembantu yang menyaksikan itu pun terkejut dan tak menyangka Rosa akan jatuh seperti itu .
" Astaghfirullah non Rosa . " teriak pembantu itu segera meletakkan kain pel di tangan nya . Rangga yang mendengar teriakkan pembantu nya itu segera membalikkan tubuhnya .
" Rosa ." lirih Rangga berlari menghampiri Rosa yang saat ini terduduk di lantai .
" sakit ... sakit mas . " ucap Rosa memegangi perut nya .
" Kita ke rumah sakit oke . " ucap Rangga segera mengangkat Rosa dalam gendongan nya , lelaki itu berlari menuju mobil ia akan membawa Rosa kerumah sakit .
...
...
...
Segini dulu ya
__ADS_1
.Jangan lupa like komen vaf dan hadiah .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .