Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
81 disuapi suami.


__ADS_3

" Halo kak ... " ucap Siska ketika telvon nya baru tersambung .


" assalamualaikum . " ucap Ibra membuat Siska tersenyum .


" Iya waalaikumsalam Kak...maaf Siska lupa ucapin salam hehehe . " ucap Siska pada kakak nya itu .


" Kebiasaan kamu . " ucap Ibra kesal .


" Iya iya maaf Kak ... oh iya Kakak sibuk gak hari ini ?" tanya Siska pada kakak nya itu .


" Enggak sih memang nya ada apa tumben kamu nanya Kakak sibuk atau enggak . " ucap Ibra pada adiknya itu .


" Siska mau minta anterin ke rumah nya Irma bisa gak kakak. " ucap Siska pada kakak nya itu .


" Memang nya suami kamu kemana ..." ucap wiliam sebenarnya malas mengantarkan adiknya itu karena ia yakin jika Siska sudah berkumpul dengan teman temannya itu pasti dia akan menjadi obat nyamuk .


" Kerja kakak ku sayang . " ucap Siska yang membuat Ibra menghela nafas nya perlahan . Ia sungguh tak bisa menolak permintaan dari adik kesayangannya itu jadi mau tak mau ia hanya bisa menurut saja .


" Baiklah ... nanti kakak jemput kamu di hotel . " ucap Ibra pada adiknya itu .


" Aku di kampus kakak bukan di hotel ." ucap Siska pelan .


" Kamu sudah masuk kuliah ... aku kira kamu masih enak enakan di kasur bikin keponakan untuk kakak mu ini . " ucap Ibra seraya terkekeh geli .


" Kakak ini pikiran nya selalu tak jauh jauh tentang hal itu . " ucap Siska seraya menggelengkan kepalanya perlahan .


" Ya orang menikah memang tujuan nya untuk itu kan adik ku sayang . " ucap Ibra yang menurut Siska ada benarnya juga .


" Sudahlah kak nanti Siska telon lagi kalau kuliah Siska sudah berakhir . " ucap Siska tak ingin membahas hal yang tak penting yang ujung ujungnya membuat Siska salah tingkah sendiri .


" Oke . " ucap Ibra singkat .


" Assalamualaikum . " ucap Siska sebelum mengakhiri telpon nya .


" Waalaikumsalam " jawab Ibra membalas salam dari adiknya itu . Kemudian setelah itu Siska segera mematikan telepon nya .


" Bagaimana kak Ibra bisa anter kamu ?" Tanya Wiliam pada istrinya itu .


" Bisa mas , Mas gak usah khawatir . " ucap Siska pada suaminya itu .


" Syukurlah kalau begitu . " Ucap Wiliam tersenyum menatap istrinya itu .


" Ngomong ngomong nih pak ... ini kan sudah waktunya jam istirahat jadi boleh gak saya pergi ke kantin saya sudah kelaparan dari tadi . " ucap Wulan yang membuat Siska menatap nya tersenyum begitu pula dengan Wiliam .

__ADS_1


" Kalau begitu silakan ... saya sudah tak ada kepentingan lagi dengan kamu jadi kamu bebas mau pergi kemana ." ucap wiliam pada sahabat istrinya itu.


Wulan tersenyum kemudian wanita itu beranjak dari ruangan Wiliam Siska pun ingin menyusulnya namun Wiliam lebih dulu meraih tangan nya. Dahi Siska berkerut ia bertanya tanya pada dirinya sendiri kenapa suaminya itu tak mengizinkan nya pergi dari sana .


" Ada apa lagi mas ?" tanya Siska pada suaminya itu .


" Mas sudah pesen makanan untuk kita berdua sayang jadi temani mas makan siang ya ... kita makan bersama sama . " ucap wiliam pada istrinya itu .


" Baiklah ... sebenarnya siska ingin makan bersama dengan Wulan tapi karena mas meminta Siska untuk tinggal dan makan siang bersama jadi Siska Tak akan menolak nya . " ucap Siska pada suaminya itu .


Wiliam tersenyum mendengar omongan istrinya itu tak lama pesanan yang ia pesan pun akhirnya sampai laki laki itu langsung berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah pintu ruangan nya .


" Ini pak . " ucap orang itu menyerahkan pesan nan yang Wiliam pesan .


" Terimakasih ya pak ini uang nya . " ucap Wiliam mengambil pesanan itu setelah itu ia membayarnya .


" Tumben pak Wiliam pesan 2 porsi biasnya bapak cuma pesan satu saja . " ucap penjual makanan itu yang telah hapal pesanan pelanggan nya .


" Iya di dalam ada istri saya ." ucap Wiliam tersenyum .


" Loh bapak sudah menikah toh . Kenapa tak undang undang . " ucap penjual itu ramah .


" Kemarin pak saya menikahnya . Maaf ya acaranya begitu mendadak jadi tak banyak tamu yang saya undang . " Ucap Wiliam pelan .


" Terimakasih atas doa nya pak .. " Ucap Wiliam pelan kemudian penjual itu berlalu pergi sementara Wiliam kembali masuk dan duduk di samping istrinya yang saat ini tengah duduk bersantai di atas sofa yang tak jauh dari meja kerja nya .


" Mas beli apa ?" Tanya Siska penasaran .


" ayam bakar langganan mas sayang . " Ucap Wiliam membuka kotak kardus di hadapannya dan menunjukkan nya pada istrinya itu .


" Wah kelihatan nya enak sekali Siska jadi tak sabar ingin memakan nya ." ucap wanita itu.


" Sini biar mas suapi kamu ya . " Ucap Wiliam pada istrinya itu .


" Siska sudah besar mas ...Siska bisa makan sendiri . " Ucap Siska membuat Wiliam terkekeh pelan .


" Mas tau sayang , tapi apa salahnya mas menyuapi istri mas sendiri . " Ucap Wiliam membuat Siska berpikir sejenak .


" Baiklah tapi ... nanti giliran Siska yang suapi mas ya . " Ucap Siska malu malu .


" Oke . " Ucap Wiliam setuju . Kemudian mereka saling menyuapi satu sama lain .


" Kamu tau makanan yang di suapi oleh tangan istri sendiri lebih nikmat dari pada makanan yang di berikan oleh orang lain . " ucap Wiliam membuat Siska tersenyum .

__ADS_1


" Mas bisa saja... kalau Siska suapi mas tempe gosong apa mas bakal bilang enak juga . " Ucap Siska membuat Wiliam tertawa pelan .


" Memang nya kamu tega ngasih mas makanan gosong seperti itu sayang ?" tanya Wiliam pada istrinya itu .


" Ya habisnya mas ngomong kayak gitu . " ucap Siska pada suaminya itu .


" Mas ngomong gitu biar romantis sedikit sayang tapi kamu malah merespon nya seperti itu . " ucap Wiliam malah membuat Siska tersenyum manis .


" Hehe maaf ya mas aku merusak momen romantis kita . " Ucap Siska pada suaminya itu .


" Tak apa asal kamu bahagia itu sudah cukup untuk mas . Kamu bebas melakukan hal apapun yang kamu mau sayang selama itu membuat mu bahagia.. " Ucap Wiliam membuat hati Siska meleleh . wanita itu langsung memeluk suaminya erat .


" Terimakasih sudah mau mengerti Siska mas . " Ucap Siska senang dan bahagia dengan sikap dewasa suaminya itu . ia jauh lebih bahagia dari pada saat ia bersama dengan Rangga dulu .


" Sama sama sayang . Sudahlah ayo kita habiskan makanan ini . " Ucap wiliam mencium pucuk kepala istrinya itu pelan .


" Siska kenyang mas . " Ucap Siska pada suaminya itu .


" Tak baik buang buang makanan sayang ..." Ucap Wiliam yang melihat makanan yang Siska makan masih banyak .


" Tapi Siska benar benar kenyang mas . Perut Siska sudah tak muat lagi dan kalau di paksakan mungkin akan muntah . " ucap Siska pada suaminya itu .


" Kalau begitu biar mas habiskan saja makanan kamu . Allah tak suka dengan hamba nya yang membuang buang makanan . " ucap Wiliam pada istrinya itu .


" Tapi itu bekas Siska mas ...sebaiknya jangan ya mas kita kasih kucing saja biar gak mubasir . " Ucap Siska tak enak hati jika suaminya harus memakan makanan sisa dirinya .


" tak apa sayang biar mas saja yang makan lagi pula bekas istri sendiri jadi untuk apa mas jijik memakan nya . " Ucap Wiliam lagi lagi membuat Siska tersentuh . ia merasa saat ini yang berbeda di hadapannya adalah Suami nya bukan dosen nya .


..


..


...


..


Sekian dulu ya mata author masih gatel dan perih sekali lagi mohon doa nya ..


Insyaallah besok up lagi kok.


Jadi jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .

__ADS_1


__ADS_2