
Setelah acara lamaran selesai kini Siska tengah duduk berdua dengan Wiliam di sofa ruang tamu sementara yang lain tengah sibuk menyantap makanan yang telah di sajikan oleh ibunya . Wiliam menatap Siska yang masih setia menunduk dan tak mau menatap nya . Hal itu justru membuat Wiliam tersenyum , ia tau Siska tengah malu .
" Apa kamu menyesal menerima lamaran ku ?" Tanya Wiliam pada wanita di hadapannya itu .
" Eh ...em tidak mas ...aku hanya bingung harus bagaimana. " Ucap Siska menatap mata wiliam lembut .
" Tak usah canggung. Kita sebentar lagi akan menjadi suami istri jadi mulai saat ini kita harus membiasakan diri antara satu sama lain . " Ucap wiliam membuat Siska tersenyum .
" Iya mas . " Ucap Siska tersenyum .
" Oh iya tadi kamu ada urusan apa sampai kamu harus keluar rumah di hari lamaran mu ?" Tanya Wiliam pada calon istrinya itu .
" Sebenarnya tadi aku ... Aku em maaf baru mengatakan nya sekarang mas . Sebenarnya aku memiliki bisnis online bersama dengan Irma , tapi jika nanti setelah kita menikah mas tak mengizinkan aku untuk melanjutkan bisnis itu maka aku akan menuruti mas saja . Aku ingin menjadi istri yang baik seperti istri istri lain nya. " Ucap Siska pada laki laki di hadapannya itu .
" Aku bukan orang seperti itu Siska , aku tak akan menghalangi cita cita mu .raih lah cita cita mu setinggi mungkin aku akan mendukung nya . " Ucap Wiliam membuat Siska senang , ia merasa sangat beruntung karena memiliki Wiliam sebagai calon suaminya .
" Terimakasih mas . " Ucap Siska tersenyum senang.
" Sama sama ... Calon istri ku. " Ucap Wiliam tanpa sadar yang membuat pipi Siska memerah karena malu .
" Ahem... Mesra mesraan nya gak baik kalian belum sah sama sekali . " Ucap Ibra yang datang dan duduk diantara adik dan calon adik iparnya itu .
" Kakak apa apa an sih sempit tau . " Ucap Siska menggeser tubuhnya agar lebih leluasa dan tak berdesakan dengan kakak nya itu .
" Apa apa an ...gak baik duduk Deket Deket kalian belum muhrim . " Ucap Ibra pada Adiknya itu .
" Ih kakak ngeselin banget , Siska tau batasan Siska kak . Kan Siska bukan kakak ." Ucap Siska pada kakak nya itu . Ibra terkekeh pelan mendengar itu ia kemudian melirik Ibra yang sedari tadi hanya tersenyum mendengar perdebatan nya dengan Siska .
" Jika nanti kamu benar benar menikahi adik ku maka jangan sakiti dia , selama ini dia sudah menderita buat dia bahagia dengan pernikahan kalian . Jika sampai kamu menyakiti nya maka aku akan mengambil nya kembali dari diriku dan aku patiskan kamu akan menderita karena telah menyakiti adik ku . Dia satu satunya mutiara di rumah kami jadi jangan kamu rusak mutiara itu apa lagi menghancurkan nya. Paham kan maksud ku aku yakin kamu paham apa yang aku maksud . " Ucap Ibra panjang lebar . Siska yang mendengar itu merasa terharu ia merasa Ibra begitu mencintai dan menyayangi dirinya .
__ADS_1
" Saya tak bisa berjanji karena janji bisa saja di ingkari tapi ...saya akan berusaha untuk membuat ia bahagia . Meskipun kebahagiaan yang saya berikan mungkin tak akan sebesar kebahagiaan yang orang tuanya berikan namun akan saya ushakan sekuat tenaga agar dia tak menangis karena saya . " Ucap Wiliam dengan nada sungguh sungguh .hal itu membuat Ibra sedikit puas dengan jawaban laki laki di hadapannya itu .
" Mulai saat ini aku serahkan adik ku pada mu . " Ucap Ibra menepuk pundak Wiliam pelan .
" Terimakasih kak . " Ucap Wiliam tersenyum senang karena mendapatkan lampu hijau dari calon kakak iparnya .
"Mama cari kemana mana ternyata kamu di sini Ibra ...kamu ini mengganggu Siska dan Wiliam saja . Cepat sini bantu mama cuci piring dari pada kamu ganggu in mereka terus . " Ucap flora pada anak laki lakinya itu .
" Mama ini apa apa an masak cowok di suruh cuci piring sih , enggak ...libra gak mau . Lagian para pembantu itu kemana aja cuti kok lama sekali . " Ucap Ibra menggerutu kesal .
" Mama juga gak tau libra padahal selama ini mama selalu memperlakukan mereka dengan baik .mama tak pernah membentak mereka masak mereka kapok dan tak mau kembali kesini lagi sih . " Ucap flora Duduk di hadapan anak dan calon mantu nya itu .
" Ada apa sih ini heboh sekali . " Ucap Bram yang telah menyelesaikan makan malam nya bersama kedua orang tua Wiliam .
" Ini pa ..masak mama nyuruh Ibra cuci piring ya Ibra gak mau lah . " Ucap Ibra pada papa nya itu .
" Biar nanti Siska saja yang bantuin ma ..." Ucap Siska menawarkan bantuan hal itu membuat semua orang yang ada di situ tersenyum . Siska memang pengertian dan peka tak seperti kakak nya Ibra.
" Apa tanggal pernikahan Siska sudah di tentukan ?" Tanya Siska pada ibu dan ayah nya itu .
" Sudah ...sudah di putuskan kalian akan menikah seminggu lagi . Kalian tak keberatan kan ?" Tanya Bram pada anak dan calon mantu nya itu .
" Saya sih tak keberatan Tante om lebih cepat lebih baik tapi tak tau kalau dengan Siska . " Ucap Wiliam melirik calon istrinya itu .
" Sebenarnya Siska merasa satu Minggu terlalu cepat tapi ... Siska juga tak ingin menunda pernikahan ini agar tak terjadi fitnah lagi jadi ...Siska menerima keputusan papa dan mama untuk menikah kan Siska seminggu lagi . " Ucap Siska tersenyum senang .
" Syukurlah kalau kamu tak menolak nya . Jika tadi kamu menolak papa akan merubah tanggal nya karena kebahagiaan mu nomer satu nak . Tapi karena kamu tak menolak nya papa tak perlu repot repot lagi menuntukan tanggal yang papa perlukan adalah mengurus pernikahan mu secepat nya iya kan ma ?" Tanya Bram pada flora yang menatap anak nya sendu .
" Mama kenapa sedih begitu ?" Tanya Siska yang merasa raut ibu nya sedih saat membicarakan pernikahan nya .
__ADS_1
" Mama hanya tak siap berpisah dengan mu ... Kita baru bertemu mama masih merindukan mu Siska bisakah kalian tinggal di sini saja setelah kalian menikah ?" Tanya flora pada anak nya itu .Siska melirik Wiliam berusaha meminta pendapat dari calon suaminya itu .
" Kalau Wiliam sih tak keberatan Tante ...tapi mama dan papa Wiliam sudah tua . Wiliam juga tak tega meninggalkan nya . " Ucap Wiliam menatap kedua orang tuanya itu .
" Kami tak apa apa jika kamu dan Siska ingin tinggal bersama flora dan Bram Wiliam . Tak usah khawatir kan kami karena di rumah masih ada Maya yang mengurus papa dan mama . " Ucap ana pada anaknya itu .
"Baiklah ...jika mama sudah berkata seperti itu maka Wiliam bisa tenang mendengar nya . Wiliam setuju untuk tinggal di rumah ini bersama Siska setelah menikah nanti . " Ucap Wiliam menatap Siska tersenyum . Siska ikut tersenyum mendengar nya ia senang Wiliam mau menuruti permintaan ibunya .
" Mama ikut senang mendengar nya ...kalian cepat lah menikah mama sidah tak sabar ingin menimang cucu . " Ucap flora pada anak nya itu .
" Mama ini ...menikah saja belum sudah mikirin cucu . " Ucap Ibra pada ibunya itu .
" Ya memang nya kenapa to Ibra kamu kok sensi banget atau kamu aja yang nikah dan kasih maka cucu sekarang . " Ucap flora pada anak laki lakinya itu .
" Calon aja belum punya . " Ucap Ibra tersenyum kecut .
" Ya makanya cari dong . " Ucap flora pada anak nya itu .
" Memang nya cari calon istri semudah itu apa ..udah lah mama sabar dulu nanti juga Siska bakal kasih mama cucu . Di tunggu saja . " Ucap Ibra tak ingin ibunya terus memojokan dirinya lagi .
Flora hanya tersenyum begitu pula dengan yang lain mereka pun kembali bercengkrama dan bersedau gurau .
...
..
...
sebentar lagi kondangan siapa nih yang mau ikut ...kondangan . hehehe .
__ADS_1
Dukung terus author dengan berikan like komen vaf dan hadiah ya .
dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .