Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
66 . Was was .


__ADS_3

Siska menatap pantulan wajahnya di cermin . Entah kenapa hari ini ia ingin berdandan , biasanya ia malas dan hanya memoles wajah nya dengan bedak tipis saja namun kali ini berbeda . Mungkin karena wanita itu ingin tampil cantik di hadapan calon suaminya .


Ya hari ini ia akan bertemu dengan Wiliam di kampus . Ia tak tau mengapa ingin mendengar pujian atau sekedar tatapan kagum dari calon suaminya itu .


Tak ingin berpikir lama Siska pun mulai memoles wajah nya dengan bedak dan alat makeup nya . Sementara itu di lain sisi Ibra tengah menunggu dengan kesal sang adik yang tak kunjung keluar dari bilik kamar nya .


" Ck ...lama sekali ..." Gerutu Ibra seraya memperhatikan jam tangan yang melingkar di tangan nya .


" Kamu ini kenapa sih bra ...?" tanya flora yang tengah menyiapkan bekal Untuk anak nya di bawa ke rumah sakit.. .


" Itu anak kesayangan mama gak keluar keluar dari kamar nya . Entah dia bersemedi di dalam sana atau ketiduran lagi Ibra juga gak tau . " ucap Ibra kesal .


" Ya sudah biarkan saja . Nanti dia juga turun . " ucap flora pada anak laki laki nya itu .


"Masalahnya ibra nanti telat ke rumah sakit ma ..Ibra ada jadwal operasi . " Ucap Ibra pada mamanya itu .


" Ya sudah mama panggilkan Siska dulu suruh cepat cepat biar kamu gak telat ke rumah sakit . " ucap flora berjalan menuju kamar putrinya berada .


tok


tok


tok .


Suara ketukan itu begitu nyaring nya membuat Siska yang sedari tadi sibuk berdandan pun menghentikan aktivitas nya . wanita itu segera mengambil kerudung dan memakainya di kepalanya . Setelah di rasa siapa wanita itu pun keluar dari bilik kamar membuka kan pintu untuk orang yang telah mengetuk pintu kamar nya .


Wajah ibu yang tengah tersenyum padanya yang pertama kali Siska lihat. Siska pun ikut tersenyum juga pada ibunya itu .


" Wah anak mama cantik sekali .Tumben sekali kamu dandan nak ?" tanya flora pada anak nya itu .


" Iya ma ...pengen aja sekali kali nyobain dandan . Jelek ya ma dandanan Siska?" tanya Siska pada ibunya itu .


" Bagus kok sayang kamu cantik banget. Mama sampai pangling lihat nya . " ucap flora yang memabuat Siska malu malu di buatnya .


" Terimakasih mama ...Oh iya mama mau apa kesini ?" tanya Siska dengan nada lembut.

__ADS_1


" Mama mau ngasih tau kamu kalau kakak kamu ada jadwal operasi sebentar lagi jadi mama di suruh manggil kamu suruh kamu segera turun kalau udah siap . " ucap flora memberitahu Siska .


" Iyaa ma ...Siska tinggal masukin buku saja setelah itu siska ke bawah . " ucap Siska pada ibunya itu .


" Ya sudah kalau begitu . Kamu mau mama siapkan bekal atau makan di kantin kampus saja nanti ?" tanya flora sebelum kakinya melangkah pergi dari tempat itu .


" Makan di kantin saja ma takut telat juga udah jam segini soalnya . " ucap Siska setelah melihat jam yang melingkar di tangan nya . flora hanya tersenyum kemudian wanita paruh baya itu meninggalkan anak nya sendiri an di dalam kamar .


Setelah ibunya pergi Siska pun segera memasukan buku dan beberapa alat tulis nya kedalam tas tak lupa ia memasukan laptop nya juga kedalam tas milik nya setelah di rasa cukup Siska segera menenteng tas nya dan turun ke bawah untuk menemui kakak nya yang sudah lama menunggu nya .


" Maaf ya kak lama " ucap Siska ketika ia baru sampai di hadapan kakak nya itu . Ibra yang sedari tadi sibuk memainkan handphone nya pun segera menatap sang adik . Mata laki laki itu tak berkedip saat melihat wajah Siska begitu cantik dengan make up natural yang mampu membuat orang orang yang melihat nya terpesona .


" Kamu ..." ucap Ibra menunjuk muka Siska dengan jari nya .


" Kenapa kakak lihatin Siska kayak gitu ?" tanya siska penasaran.


#


" Tumben kamu dandan ?" ucap Ibra malah bertanya balik pada adiknya itu .


" Iya lagi pengen aja ...Udah yuk kak kita berangkat nanti kita telat ke kampus nya ." ucap Siska pada kakak nya itu .


" Oke ...." ucap Ibra tak mampu berkata apa apa lagi . Kemudian mereka pun pergi meninggalkan rumah itu setelah berpamitan terlebih dahulu dengan ibu mereka.


..


..


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam akhirnya Siska pun sampai di kampus di mana dia menempuh pendidikannya .


" Kakak pergi ya semangat belajar nya ... " ucap Ibra saat Siska hendak turun dari mobil yang mereka tumpangi .


" iya kak ...kakak juga semangat kerja nya dan semoga operasi nya berjalan lancar . " ucapa Siska pada kakak nya itu .


" Oke .." ucap Ibra di balas senyuman oleh adiknya itu kemudian Siska pun keluar dari mobil itu .

__ADS_1


wanita itu berjalan dengan perlahan menuju kelas nya tak sengaja ia melihat Wiliam tengah berbincang dengan teman sesama dosen nya , laki laki itu nampak serius . Wajah nya yang tampan membuat Siska sesaat terdiam kemudian wanita itu tersenyum ia sangat bersyukur memiliki calon suami setampan itu .


" Ngapain loe bengong diem di situ pakai senyum senyum segala lagi ?" tanya Irma menghampiri siska yang sedari tadi diam di depan kelas .


" Em ...itu ...anu ..." ucap Siska bingung harus menjelaskan bagaimana pada sahabatnya itu .


" Itu anu itu anu ... loe udah ngerjain tugas dari pak Wili belum ?" tanya Irma membuat Siska terdiam . Ia merasa tak mendapatkan tugas apa puna@/ dari dosen nya itu .


" Emang nya ada ya ?" tanya Siska pada Irma .


" Astaga Siska ...loe lupa ya padahal kan kemarin gue baru kasih tau loe waktu bongkar barang . " ucap Irma mengingatkan sahabatnya itu . Siska pun menepuk jidatnya perlahan gara gara acara lamaran nya iya jadi melupakan tugas kuliah nya .


" Bagaimana ini ...aku benar benar lupa kalau pak Wili marah gimana ?" tanya Siska pada irma .


" ya mau bagaimana lagi sis . waktunya gak cukup kalau di kerjain sekarang . " ucap Irma pada sahabatnya itu .


" Masak dia mau marahin aku sih . Kan aku lupa gara gara lamaran dia . " ucap Siska dalam hatinya .


" Kalian ngapain disini ?, Kelas sudah mau dli mulai jadi masuk sekarang juga atau saya tak akan mengizinkan kalian masuk ke kelas saya selama lama nya . " ucap Wiliam yang kini sudah berada di hadapan mereka . Wajah nya dingin tak menunjukkan ekspresi apa pun berbeda jauh dengan wajah ketika ia melamar Siska kemarin .


" Iya pak ." ucap Irma menarik lengan Siska yang masih diam melamun kan apa yang akan ia dapat kan sebagai hukuman karena tak mengerjakan tugas dari dosen sekaligus.calon Suaminya itu .


Baru saja Siska dan Irma duduk dengan tenang di bangku mereka Wiliam langsung berkata .


" Kumpulkan tugas kalian sekarang di meja . " ucap wiliam membuat siska langsung menatap Wiliam dengan pandangan sendu seakan memberitahu jika dirinya tak mengerjakan tugas yang laki laki itu berikan . Namun Wiliam tak perduli , ia tak ingin di anggap pilih kasih ia harus proporsional dalam menjalankan pekerjaan nya .


Siska yang melihat Wiliam acuh pun menjadi kesal bahkan wanita itu mengerucutkan bibirnya kesal .


" Gue kumpulin tugas gue dulu ya sis . " Ucap Irma pada sahabatnya itu .


" Iya . " Ucap Siska cuek . Moodnya sedang buruk akibat sikap Wiliam yang sangat profesional itu .


Semua mahasiswa dan mahasiswi mengumpulkan tugas nya kecuali Siska . Wanita itu hanya pasrah menunggu hukuman yang akan Wiliam berikan kepadanya .


Kira kira Siska di hukum gak ya ...

__ADS_1


Dukung terus ada dengan berikan like komen vaf dan hadiah ya .


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .


__ADS_2