
Siska keluar dari kelas nya saat jam kuliah nya telah berakhir sesuai rencana ia akan pergi bersama dengan Wulan menuju rumah Irma . Tak lupa ia pun sudah meminta izin pada suaminya yang saat ini masih mengajar di kelas lain .
" Mas aku berangkat ke rumah Irma ya . " Tulis siska pada pesan yang telah ia kirimkan pada suaminya itu .
" Iya hati hati ya . Memang nya kak Ibra sudah datang ?" balas Wiliam pada pesan tersebut .
" Sudah baru saja , dia nunggu di depan gerbang kampus mas . " balas Siska balik .
" Ya sudah kalau begitu sekali lagi hati hati m ingat pulang nya jangan malam malam ya . " balas Wiliam pada pesan tersebut .
" Iya mas . " Balas Siska mengakhiri obrolan itu setelah ia berjalan bersama dengan Wulan menuju mobil di mana kakak nya sudah menunggu nya sedari tadi .
" Maaf ya kak lama . " Ucap Siska memasuki mobil kakak nya itu bersama dengan Wulan .
" Kamu tau ...aku nunggu kamu di sini sampai kaki ku kesemutan . Memang ya cewek suka bilang a tapi nyatanya malah b . " ucap Ibra kesal..
" Maksud kakak apa ?" tanya Wulan sedikit tak paham dengan omongan kakak sahabatnya itu .
" Iya ...Siska bilang tadi 10 menit sampai sini tapi nyatanya malah 20 menitan lebih sama kayak cewek cewek lain ngomong nya sebentar lagi sampai eh tau taunya masih di rumah dandan . . Sudah paham kan maksud ku . " ucap Ibra menjelaskan .
" Kakak ini apa apa an sih ...udah ayok jalan jangan banyak omong . " ucap Siska kesal .
" Iya iya ... Tapi ngomong ngomong Irma kenapa gak masuk kuliah dan kenapa kalian begitu buru buru ingin kerumahnya ?" tanya Ibra sedikit penasaran .
" Irma lagi berduka kak . " ucap Wulan pelan . Raut wajahnya kembali sedih mengingat kesedihan yang sedang di alami sahabatnya saat ini .
" Maksud kamu apa ... siapa yang meninggal ?" tanya Ibra bingung .
" Pacar nya .. " ucap Siska ikut mengobrol dengan kedua orang itu.
" Pacarnya ... aku kira dia singel ternyata sudah punya pacar toh . " ucap Ibra pada dua wanita yang saat ini tengah berada di dalam mobil nya .
" ya ... meraka baru jadian seminggu yang lalu tapi mereka sudah lama saling mengenal itu saja sih yang Siska tau . " ucap Siska pada kakak nya itu .
" Oh begitu ..tapi ngomong ngomong dia meninggal karena apa ?" tanya Ibra lagi .
" Kakak ini seperti wartawan saja ..kenapa kakak begitu tertarik dengan berita ini biasanya kakak acuh tak acuh saja kalau dengar berita seperti ini tapi kenapa kakak sekarang berbeda ?" tanya Siska membuat Ibra terdiam . Entah kenapa ia juga tak tau kenapa ia begitu ingin tahu masalah Irma ...apa karena ia tertarik dengan sahabat adiknya itu . Entahlah ia sendiri pun tak tau ia kenapa.
__ADS_1
" Sudahlah sis kak Ibra kan cuma pengen tau aja kenapa kamu begitu sensi sih . Pacar nya Irma kena tembak saat bertugas kak .. ya mungkin itu sudah takdir nya . " ucap Wulan menjelaskan .
" Oh begitu . " Ucap Ibra tak bertanya lebih jauh lagi karena ia tak ingin adik nya semakin memojokkan dirinya dengan banyak nya pertanyaan yang wanita itu keluarkan untuk dirinya .
Tak lama akhirnya mereka pun sampai di rumah milik orang tua Irma . Rumah itu nampak sepi mungkin karena rumah itu cukup besar dan penghuni nya hanya ada Irma beserta kedua orang tuanya saja .
Siska , Wulan dan Ibra segera mengetuk pintu rumah Irma itu tak lama seorang wanita paruh baya muncul membukakan pintu untuk mereka bertiga .
" eh nak Siska . " Ucap orang itu saat melihat orang di hadapannya itu .
" Assalamualaikum Tante .. Irma nya ada tan ?" tanya Siska pada wanita di hadapannya itu .
" Ada ada ..ayo semuanya masuk kedalam biar Tante panggilkan Irma dulu ya . " ucap wanita paruh baya itu mempersilakan Siska , Wulan dan Ibra untuk masuk kedalam rumah .
Tak lama setelah wanita paruh baya itu pergi ia pun kembali bersama dengan Irma . Gadis itu nampak murung wajah nya sembab dan seperti nya berusaha memaksakan senyum nya saat melihat siska dan Wulan .
" Udah lama ya . " Ucap Irma pada sahabatnya itu .
" belum Ir ...em kami turut berduka cita ya .semoga almarhum di tempat kan di sisi Allah dan amal ibadah nya dapat do terima oleh Allah SWT. " Ucap Siska mengutarakan bela sungkawa nya pada Irma .
" Sama sama ... yang tabah ya sis ... mungkin berat untuk mu tapi kamu harus menerima nya . " Ucap Wulan ikut menguatkan sahabatnya itu .
" Iya lan makasih sudah mau datang kesini . " Ucap Irma pelan .
" Oh iya .apa Erlang sudah di makamkan , kamu tak kesana ?" tanya Siska pada sahabatnya itu .
" Aku baru saja pulang dari sana sis acara pemakaman nya juga baru selesai ." ucap Irma pelan seraya melihat handphone nya yang memperlihatkan foto mesranya bersama dengan kekasihnya itu .
Siska yang melihat itu pun jadi merasa iba ..Wanita itu mendekati Irma dan memeluk nya erat , ia harap perlakuannya itu sedikit bisa meringankan kesedihan sahabatnya itu .
Irma membalas pelukan sahabatnya itu dan langsung menangis di pelakunya .
" Kami ... berjanji akan menikah bulan depan sis ...tapi kenapa dia meninggalkan aku secepat ini . " ucap Irma mengutarakan isi hatinya yang sedari ia tahan dalam lubuk hatinya .
" Itu takdir Irma ...kamu tak bisa merubahnya ... aku tau sulit dan berat untuk mu tapi kamu tetap harus merelakan dia . Ikhlas kan dia Ir . " ucap siska seraya mengusap usap punggung sahabatnya itu .
Ibra yang sedari tadi hanya diam pun ikut merasa kasihan ia tak menyangka Irma yang selalu terlihat riang ternyata bisa sesedih itu ketika kehilangan orang yang ia cintai .
__ADS_1
Irma tak menjawab apapun karena ia ragu apakah ia bisa melepaskan dan mengikhlaskan Erlang atau tidak . ia hanya bisa menangis dan terus menangis di pelukan sahabatnya itu .
Tak lama sang ibu datang mengusap rambut Irma perlahan . Irma langsung melepaskan pelukan nya itu dan menatap sang ibu dengan pandangan nanar .
" Ayo ajak teman teman mu makan malam sayang " Ucap Nora pada anak nya itu .
" Irma masih kenyang Bu ...ibu saja yang makan sama teman teman Irma . " Ucap wanita itu sendu .
" Kenyang dari mana sedari tadi kamu tak mau memakan makanan mu . " Ucap nora pada anak nya itu .
" Ayolah Bu jangan paksa Irma ... Irma akan makan nanti saja . saat ini Irma sedang tak mau makan . " Ucap Irma masih tak mau untuk mengisi perut nya dengan sesuap nasi .
" Ya sudah tapi nanti kamu makan ya nak . Siska Wulan dan em siapa ini . " ucap nora memperhatikan Ibra yang sedari tadi hanya diam saja .
" Saya Ibra Tante kakak nya Siska Tante . " ucap Ibra tersenyum ramah .
" Iya nak Ibra ayo kita makan bersama dulu mungkin Irma masih butuh waktu untuk sendiri an . " ucap nora pada para sahabat anak nya itu .
" saya masih kenyang Tante biar Wulan dan Siska saja yang makan . tadi sebelum kemari saya sudah makan terlebih dahulu . " ucap Ibra menolak dengan sopan .
" Eh kok gitu sih kak... kakak beneran gak mau makan dulu ?" tanya siska pada kakak laki lakinya itu .
" iya ...kamu makan dulu sana sama Wulan kakak di sini saja . " ucap Ibra pada adik dan sahabat adiknya itu .
" Ayo nak Siska ..nak Wulan Tante masak banyak tadi loh sayang kalau gak ada yang makan." ucap nora pada para sahabat anak nya itu..
Karena tak enak jika harus menolak ibu Irma akhirnya Siska dan Wulan pun pergi bersama sama dengan ibu Irma menuju meja makan mereka . kini di ruang tamu itu hanya ada Ibra dan Irma sendirian yang masih diam tak berkata apapun .
..
..
...
jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .
__ADS_1