
Setelah mengganti pakaian nya ibra segera mengantar kekasih dan Adiknya itu pergi sebuah mall terbesar di kota nya . Perjalanan mereka di iringi gelak tawa saat ini siska terus saja menyindir kakak nya itu .
Ibra kesal namun ia juga senang melihat irma tertawa bahagia . 1 jam berlalau dan kini akhirnya mereka sampai ke tempat Tujuan mereka .
" Kita langsung masuk atau ngopi dulu di cafe nih ?" Tanya ibra pada dua wanita yang berada di samping nya itu .
" ngopi aja dulu kak ...masuk mall nya nanti aja . " Ucap irma pada kakak nya itu .
" Ck ... kalian mau ngopi ...ngopi sana sendiri kan aku gak boleh ngopi , jahat banget sih kalian gak mikirin aku . " Ucap siska sedih .
" Ya ampun memang benar ya ...bumil itu mudah sekali terpancing emosinya . Kan di cafe itu bukan cuma ada kopi dek , minuman yang lain juga ada . " Ucap ibra kesal pada adiknya itu .
" Tetep aja kalau aku pengen gimana gara gara lihat kalian minum kopi . " Ucap siska cemberut. Irma tertawa pelan kemudian ia merangkul sahabat nya itu erat .
" Kalau gitu kita langsung masuk aja ... di dalem kan ada yang jualan es cream bagaimana kalau kita makan es cream saja . " Ucap irma menawarkan sebuah saran pada sahabatnya itu .
" Nah ...kalau itu aku mau . Tapi kak ibra yang bayarin ya hehehe ." Ucap siska menatap kakaknya itu seraya cengengesan .
" Iya deh gak papa aku kan udah janji mau traktir kalian . " Ucap ibra tersenyum getir . Ia yakin uang di dalam dompet nya pasti akan habis oleh kedua wanita kesayangan nya itu .
Mereka pun segera masuk kedalam mall.Mall itu tampak ramai banyak sekali pengunjung yang datang mungkin karena saat ini akhir pekan .
" Eh ... itu anak siapa sih sepertinya masih balita . Kasihan sekali dia kebingungan , pasti terpisah sama kedua orang tuanya . " Ucap irma melihat anak berumur 2 tahunan kebingungan seraya menahan tangis nya .
Siska segera menatap anak yang di maksud oleh irma tadi dan ia pun terpaku . Wajah anak itu pernah ia lihat sebelumnya, namun ia juga tak yakin karena jarak antara dirinya dan anak itu cukup jauh .
" Apa kita bantu saja mencari kedua orang tuanya ?" Tanya ibra pada kekasihnya itu . Sementara itu siska malah sudah berjalan lebih dulu menghampiri anak yang irma maksud tadi . siska ingin memastikan sesuatu .
" Papa ...hiks hiks . " Sayup sayup siska mendengar jeritan kecil yang keluar dari mulut anak itu . Semakin ia dekat dengan anak itu semakin ia yakin jika anak itu adalah anak yang sama dengan anak yang ia rawat waktu bayi dulu ..
Anak dari mantan suaminya , anak yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri .
__ADS_1
" Ternyata benar kamu ... kenapa kamu di sini kemana papa mu ?" Tanya siska memeluk anak laki laki yang sedang menangis itu ia rindu ..pada anak itu . sudah hampir 2 tahun ia tak melihat nya .
Mata anak itu mengedip dengan lucu nya , setelah itu ia mengusap air matanya kasar dan menatap wajah siska dengan penuh tanya .
Seakan akan bertanya siapa wanita di hadapan nya itu , siska yang mengerti akan hal itu pun langsung mengusap pipi anak yang berada di hadapan nya itu dengan lembut .
" Riyan tenang ya nak , tante bukan orang jahat . tante akan menemukan orang tua mu . " ucap siska meraih handphone nya .
Wanita itu menatap nomer handphone mantan suaminya ragu meskipun ia sudah berpisah dengan rangga . ia tetap menyimpan nomer handphone laki laki itu karena tak ingin memutuskan hubungan silaturahim antara dirinya dan rangga .
" Ada apa sis ...?" Tanya seseorang yang sudah berada di samping nya .
" Ini ir ..riyan Terpisah dengan orang tuanya . " Ucap Siska membelai rambut anak di hadapan nya itu sayang .
" Kalau begitu serahkan saja dia sama petugas mall biar mereka yang mencari ayah dari anak ini . " Ucap ibra mengusulkan .
" Tidak ...aku harus memastikan sendiri sampai dia ketemu sama papa nya . " Ucap siska tegas , Ibra mengerutkan Dahinya heran melihat perubahan Wajah siska yang begitu mengkhawatirkan Anak itu .
" Sebenarnya siapa dia , apa kamu mengenal nya sampai kamu begitu khawatir seperti itu?" Tanya ibra pada Adiknya itu .
" Riyan ...dari mana saja kamu nak , papa sangat khawatir . Maaf ya nak ini gara gara papa pasti kamu ketakutan kan sedari tadi . " ucap pria itu masih belum menyadari jika ada siska diantara mereka .
" Mas rangga . " Panggil siska pelan yang membuat laki laki yang sedang memeluk anak nya itu langsung mendongakkan kepalanya , menatap siska dengan keterkejutan nya .
" Siska .. " Ucap rangga langsung berdiri sementara tangan nya menggandeng tangan anak kecil itu dengan erat .
" Sialan ...kenapa bisa bertemu rangga di sini , kalau wiliam tau pasti dia bakal marah . " Ucap ibra dalam hatinya .
" Jadi ini anak kamu , makanya kalau punya anak tuh di jaga yang bener jangan tinggalin sendirian kasian kan dia sampai ketakutan tadi . " Ucap ibra dengan nada judes nya pada laki laki di hadapan nya itu .
" Kakak kenapa bicara seperti itu . " Ucap irma tak suka dengan sikap ibra pada laki laki di hadapan nya itu .
__ADS_1
" Maaf kak tadi aku harus angkat telvon penting dan gak memperhatikan riyan sama sekali . " ucap rangga sesekali matanya melirik kearah siska . Siska hanya diam wanita itu masih menatap anak kecik di hadapan nya dengan penuh kerinduan nya .
" Syukurlah dia tumbuh dengan baik . " Batin siska dalam hatinya sendiri .
" Papa .. ibu . " ucap riyan menatap rangga sekilas kemudian ia menatap wajah siska .
" Dia bukan ibumu ... sayang . " Ucap rangga berusaha tersenyum .
" Ibu ..." Ucap anak itu malau datang memeluk kaki siska . Hati siska tersentuh bagaiman pun ia pernah menjadi ibu untuk anak di hadapan nya itu ya meskipun hanya sementara .
" Riyan ... sini jangan ganggu tante siska . " ucap rangga pada anak nya itu .
" Nggak ...ibu .." ucap anak itu masih memeluk kaki siska dengan begitu erat nya .
" RIYAN . " bentak rangga yang membuat siska terkejut begitu pula dengan ibra dan irma . riyan langsung menangis dengan kencang mendapatkan bentakan seperti itu dari papanya .
" Begitu kah cara mu menasehati riyan selama ini , kamu bisa menasehati nya pelan pelan . Dia masih anak kecil belum mengerti benar mana yang yang benar dan salah . " Ucap siska menggendong riyan dan menenangkan anak itu . Rangga terdiam sejenak kemudian ia menatap siska dengan penuh kerinduan nya .
" Aku hanya tak ingin dia mengganggu mu . " Ucap rangga pada mantan istrinya itu . Irma yang melihat kejadian itu pun langsung menatap ibra . berusaha meminta penjelasan tentang apa yang di lihat nya itu .
" Nanti kakak jelaskan. " Bisik ibra pelan di telinga irma .
..
..
...
..
Segini dulu besok up lagi ya .
__ADS_1
Jangan lupa like komen var dan hadiah .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author.