Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
113 . Masa lalu yang kembali .


__ADS_3

Setelah mengganti pakaian nya ibra segera mengantar kekasih dan Adiknya itu pergi sebuah mall terbesar di kota nya . Perjalanan mereka di iringi gelak tawa saat ini siska terus saja menyindir kakak nya itu .


Ibra kesal namun ia juga senang melihat irma tertawa bahagia . 1 jam berlalau dan kini akhirnya mereka sampai ke tempat Tujuan mereka .


" Kita langsung masuk atau ngopi dulu di cafe nih ?" Tanya ibra pada dua wanita yang berada di samping nya itu .


" ngopi aja dulu kak ...masuk mall nya nanti aja . " Ucap irma pada kakak nya itu .


" Ck ... kalian mau ngopi ...ngopi sana sendiri kan aku gak boleh ngopi , jahat banget sih kalian gak mikirin aku . " Ucap siska sedih .


" Ya ampun memang benar ya ...bumil itu mudah sekali terpancing emosinya . Kan di cafe itu bukan cuma ada kopi dek , minuman yang lain juga ada . " Ucap ibra kesal pada adiknya itu .


" Tetep aja kalau aku pengen gimana gara gara lihat kalian minum kopi . " Ucap siska cemberut. Irma tertawa pelan kemudian ia merangkul sahabat nya itu erat .


" Kalau gitu kita langsung masuk aja ... di dalem kan ada yang jualan es cream bagaimana kalau kita makan es cream saja . " Ucap irma menawarkan sebuah saran pada sahabatnya itu .


" Nah ...kalau itu aku mau . Tapi kak ibra yang bayarin ya hehehe ." Ucap siska menatap kakaknya itu seraya cengengesan .


" Iya deh gak papa aku kan udah janji mau traktir kalian . " Ucap ibra tersenyum getir . Ia yakin uang di dalam dompet nya pasti akan habis oleh kedua wanita kesayangan nya itu .


Mereka pun segera masuk kedalam mall.Mall itu tampak ramai banyak sekali pengunjung yang datang mungkin karena saat ini akhir pekan .


" Eh ... itu anak siapa sih sepertinya masih balita . Kasihan sekali dia kebingungan , pasti terpisah sama kedua orang tuanya . " Ucap irma melihat anak berumur 2 tahunan kebingungan seraya menahan tangis nya .


Siska segera menatap anak yang di maksud oleh irma tadi dan ia pun terpaku . Wajah anak itu pernah ia lihat sebelumnya, namun ia juga tak yakin karena jarak antara dirinya dan anak itu cukup jauh .


" Apa kita bantu saja mencari kedua orang tuanya ?" Tanya ibra pada kekasihnya itu . Sementara itu siska malah sudah berjalan lebih dulu menghampiri anak yang irma maksud tadi . siska ingin memastikan sesuatu .


" Papa ...hiks hiks . " Sayup sayup siska mendengar jeritan kecil yang keluar dari mulut anak itu . Semakin ia dekat dengan anak itu semakin ia yakin jika anak itu adalah anak yang sama dengan anak yang ia rawat waktu bayi dulu ..


Anak dari mantan suaminya , anak yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri .

__ADS_1


" Ternyata benar kamu ... kenapa kamu di sini kemana papa mu ?" Tanya siska memeluk anak laki laki yang sedang menangis itu ia rindu ..pada anak itu . sudah hampir 2 tahun ia tak melihat nya .


Mata anak itu mengedip dengan lucu nya , setelah itu ia mengusap air matanya kasar dan menatap wajah siska dengan penuh tanya .


Seakan akan bertanya siapa wanita di hadapan nya itu , siska yang mengerti akan hal itu pun langsung mengusap pipi anak yang berada di hadapan nya itu dengan lembut .


" Riyan tenang ya nak , tante bukan orang jahat . tante akan menemukan orang tua mu . " ucap siska meraih handphone nya .


Wanita itu menatap nomer handphone mantan suaminya ragu meskipun ia sudah berpisah dengan rangga . ia tetap menyimpan nomer handphone laki laki itu karena tak ingin memutuskan hubungan silaturahim antara dirinya dan rangga .


" Ada apa sis ...?" Tanya seseorang yang sudah berada di samping nya .


" Ini ir ..riyan Terpisah dengan orang tuanya . " Ucap Siska membelai rambut anak di hadapan nya itu sayang .


" Kalau begitu serahkan saja dia sama petugas mall biar mereka yang mencari ayah dari anak ini . " Ucap ibra mengusulkan .


" Tidak ...aku harus memastikan sendiri sampai dia ketemu sama papa nya . " Ucap siska tegas , Ibra mengerutkan Dahinya heran melihat perubahan Wajah siska yang begitu mengkhawatirkan Anak itu .


" Sebenarnya siapa dia , apa kamu mengenal nya sampai kamu begitu khawatir seperti itu?" Tanya ibra pada Adiknya itu .


" Riyan ...dari mana saja kamu nak , papa sangat khawatir . Maaf ya nak ini gara gara papa pasti kamu ketakutan kan sedari tadi . " ucap pria itu masih belum menyadari jika ada siska diantara mereka .


" Mas rangga . " Panggil siska pelan yang membuat laki laki yang sedang memeluk anak nya itu langsung mendongakkan kepalanya , menatap siska dengan keterkejutan nya .


" Siska .. " Ucap rangga langsung berdiri sementara tangan nya menggandeng tangan anak kecil itu dengan erat .


" Sialan ...kenapa bisa bertemu rangga di sini , kalau wiliam tau pasti dia bakal marah . " Ucap ibra dalam hatinya .


" Jadi ini anak kamu , makanya kalau punya anak tuh di jaga yang bener jangan tinggalin sendirian kasian kan dia sampai ketakutan tadi . " Ucap ibra dengan nada judes nya pada laki laki di hadapan nya itu .


" Kakak kenapa bicara seperti itu . " Ucap irma tak suka dengan sikap ibra pada laki laki di hadapan nya itu .

__ADS_1


" Maaf kak tadi aku harus angkat telvon penting dan gak memperhatikan riyan sama sekali . " ucap rangga sesekali matanya melirik kearah siska . Siska hanya diam wanita itu masih menatap anak kecik di hadapan nya dengan penuh kerinduan nya .


" Syukurlah dia tumbuh dengan baik . " Batin siska dalam hatinya sendiri .


" Papa .. ibu . " ucap riyan menatap rangga sekilas kemudian ia menatap wajah siska .


" Dia bukan ibumu ... sayang . " Ucap rangga berusaha tersenyum .


" Ibu ..." Ucap anak itu malau datang memeluk kaki siska . Hati siska tersentuh bagaiman pun ia pernah menjadi ibu untuk anak di hadapan nya itu ya meskipun hanya sementara .


" Riyan ... sini jangan ganggu tante siska . " ucap rangga pada anak nya itu .


" Nggak ...ibu .." ucap anak itu masih memeluk kaki siska dengan begitu erat nya .


" RIYAN . " bentak rangga yang membuat siska terkejut begitu pula dengan ibra dan irma . riyan langsung menangis dengan kencang mendapatkan bentakan seperti itu dari papanya .


" Begitu kah cara mu menasehati riyan selama ini , kamu bisa menasehati nya pelan pelan . Dia masih anak kecil belum mengerti benar mana yang yang benar dan salah . " Ucap siska menggendong riyan dan menenangkan anak itu . Rangga terdiam sejenak kemudian ia menatap siska dengan penuh kerinduan nya .


" Aku hanya tak ingin dia mengganggu mu . " Ucap rangga pada mantan istrinya itu . Irma yang melihat kejadian itu pun langsung menatap ibra . berusaha meminta penjelasan tentang apa yang di lihat nya itu .


" Nanti kakak jelaskan. " Bisik ibra pelan di telinga irma .


..


..


...


..


Segini dulu besok up lagi ya .

__ADS_1


Jangan lupa like komen var dan hadiah .


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author.


__ADS_2