Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
125 . Tinggalkan istrimu .


__ADS_3

6 bulan berlalu dan kini usia kandungan Siska sudah menginjak bulan ke delapan . Wanita itu juga sudah sering merasakan sakit di pinggang dan juga kakinya mulai terasa pegal dan sakit setiap ia berjalan .


Karena keadaan nya itu ia jadi lebih sering manja dan tak mau jauh jauh dari Wiliam . Wiliam pun tak masalah akan hal itu selama Istrinya nyaman dan bahagia ia akan lakukan apapun .


Hari ini sudah larut malam namun Wiliam belum pulang dari kantor nya , Siska dengan cemas duduk di tepi ranjang menunggu kedatangan suaminya itu .


" Mas Wili kemana ya ..kenapa belum pulang jam segini , nomer nya juga gak aktif . " Desah Siska pelan karena tak kunjung mendapatkan kabar dari suaminya itu .


Tak lama setelah ia berkata seperti itu pintu kamar mereka pun terbuka . Seorang laki laki memasuki kamar itu dengan wajah lesu .Dahi Siska berkerut, ia bertanya tanya dalam hatinya apa yang tengah terjadi dengan suaminya itu .


" Mas kenapa tadi gak angkat telvon ku. ..aku sungguh khawatir sebenarnya kamu dari mana saja . " Ucap Siska kesal ia memang mudah kesal dan marah sejak kehamilan nya .


" Ayolah sayang aku sedang capek dan pusing kamu jangan berpikir yang macam macam . " Ucap Wiliam ikut kesal . Karena istrinya itu menyambutnya dengan penuh kecurigaan sementara dirinya benar benar lelah karena banyak masalah di kantor nya akhir akhir ini .


" Maaf mas aku tak bermaksud seperti itu , aku hanya khawatir saja kalau terjadi apa apa dengan mu . " lirih Siska pelan. Wiliam terdiam kemudian ia menghembuskan nafas nya perlahan setelah itu ia memeluk istrinya itu erat .


" Maaf sayang ...aku seharusnya lebih sabar. Aku hanya sedang lelah saja . Banyak masalah di kantor yang membuat ku pusing kepala . " Ucap Wiliam pada istrinya itu . Siska tersenyum kemudian ia mencium pipi suaminya itu pelan .


" Mau aku bikinin kopi mas atau mau aku pijit tin kepala nya ?" Tanya Siska layaknya istri yang perhatian pada suaminya .


" Jangan kopi sayang ini sudah malam nanti aku malah gak bisa tidur kalau minum kopi . Kalau kamu gak capek boleh pijit tin kepala ku tapi kalau kamu capek mending gak usah deh sayang . " Ucap Wiliam tersenyum pada Siska .Tangan mungil milik Siska mulai memijit pelipis suaminya itu perlahan . Mendapatkan servis seperti itu dari istrinya , Wiliam pun kembali memejamkan matanya erat .


Ia sungguh menikmati pijitan itu hingga tanpa sadar ia mulai mengantuk namun suara dering hendphone menyadarkan nya kembali .Laki laki itu meraih hendphone nya dan melihat siapa yang menelvon nya malam malam seperti ini .


" Bagaimana apa kamu menerima tawaran ku " tulis pesan itu membuat Wiliam berdecak , ia ingin membalas pesan tersebut namun hendphone nya lagi lagi berdering .


Kali ini orang yang mengiriminya pesan Menelvon dirinya .

__ADS_1


" Mau apalagi dia ." Batin Wiliam dalam hatinya .


" Telvon dari siapa mas . apakah penting ?" Tanya Siska penasaran , ia berusaha melirik layar handphone suaminya namun Wiliam langsung mengangkat telepon itu dan menjauhi Siska . Rasa curiga dan khawatir merambat di hati Siska , wanita itu beberapa kali meremas jari jemarinya .


" Kapan kamu akan menceritakan masalah mu padaku mas ..Semoga kamu tak mengecewakan aku . " batin Siska dalam hatinya sendiri . Di lain sisi Wiliam berjalan menuju balkon kamar nya dan Siska , ia menatap langit yang nampak mendung seperti perasaan nya .


" Ada apa kamu Menelvon ku ? , sudah aku bilang kan aku tak mau menerima tawaran konyol mu itu . " Ucap Wiliam kesal . Terdengar tawa mengejek dari telvon nya yang membuat Wiliam semakin marah ia merasa di permainkan dan di remehkan oleh seseorang yang menelpon nya itu .


" Pikirkan baik baik hanya aku yang bisa membantu mu . " Ucap seseorang di sebarang sana membuat Wiliam mencengkram erat telpon genggam nya .


" Aku tak akan berubah pikiran ...aku lebih baik kehilangan perusahaan itu dari pada kehilangan Siska. " Ucap Wiliam murka , tangan nya ia letakan di pinggiran balkon dan mencengkram erat pinggiran balkon itu dengan penuh kemarahan .


" Kamu memang tak masalah jika perusahan itu hancur kan ...tapi bagaimana dengan ayah mlu , aku rasa ia akan hancur dan sedih melihat perusahaan yang ia rintis dari awal hancur .


" Kamu ..." Ucap Wiliam mulai menggertak Kan giginya .


" Ayo lah pikirkan dulu ..tinggalkan istrimu maka aku akan membantu perusahaan mu berjalan kembali seperti semula . " acap orang itu membuat darah Wiliam naik ke ubun ubun . Rasanya ia ingin menonjok laki laki yang tak tau di mana keberadaan nya itu .


" Aku tak perduli ....selama aku bisa mendapatkan Siska kembali kenapa tidak . " Ucap Rangga dengan penuh penekanan .


" Sialan kau Rangga aku akan menghajar mu kalau kita bertemu nanti . " terbaik Wiliam yang membuat Siska sampai terkejut di dalam kamar . wanita itu menghampiri sang suami dan menepuk pundak suaminya itu perlahan .


" kamu kenapa mas kenapa teriak teriak . " Dengan gugup Wiliam mengakhiri telvon nya setelah melihat istrinya itu datang menghampiri dirinya .


" Tak apa sayang ..aku hanya kesal kepada pegawai ku karena dia tak kunjung menemukan solusi untuk masalah perusahaan kura . " ucap Wiliam berbohong . Mata laki laki itu menatap bersalah pada sang istri karena telah menyembunyikan kebenaran nya.


" Sabar mas ... ini ujian untuk karir mu . Oh iya tadi aku periksa kedokter katanya Mungin beberapa hari lagi aku akan melahirkan . " ,ucap Siska dengan riang nya . Wiliam ikut tersenyum ia ikut senang mendengar kabar bahagia dari istrinya itu .

__ADS_1


Jujur ia sudah tak sabar ingin bertemu dengan calon anak nya . sesaat ia melupakan masalah nya namun tak bisa lupa sepenuh nya karena masalah yang ia hadapi sekarang adalah masalah yang sangat besar dan berat .


" Syukurlah kalau begitu sayang mas ikut senang mendengar nya ." Ucap Wiliam pelan kemudian mereka kembali terdiam .


"Apa kamu akan tetap mencintai ku jika aku jatuh miskin sayang ?" Tanya Wiliam dengan penuh kekhawatiran , ia sungguh takut Siska akan meninggalkan nya. Ia tak mau dan tak ingin kejadian itu terjadi .


" Aku menikah dengan mu bukan karena harta mas , meskipun kita harus hidup sederhana nantinya aku tak masalah sebab dulu aku pun juga orang yang enggak punya . " Ucap Siska membuat Wiliam lega . Ia sudah memutuskan untuk tidak meninggalkan istrinya itu bagai mana pun keadaan nya nanti .


" Kenapa mas bertanya seperti itu , apa kita akan jatuh miskin ?" Tanya Siska penasaran ingin tau permasalahan suaminya itu .


" Entah lah aku juga bingung . para investor ku tiba tiba pergi begitu saja dan satu satunya harapan ku hanya lah satu orang itu namun ...ia tak mau membantu ku sebelum aku memenuhi keinginan nya . " Ucap Wiliam mulai menceritakan masalah nya ya meskipun tidak secara detail .


" Kenapa tak meminta bantuan papa ku kak mungkin dia bisa bantu kita . " Ucap Siska memberikan solusi lain pada suaminya itu .


" Aku sudah banyak merepotkan ayah mu aku tak mau merepotkan nya lagi . Lagi pula aku tak enak meminta bantuan nya sayang . Bagaimana pun kita sudah berkeluarga sendiri rasanya tak pantas jika aku meminta mertua ku untuk membantu masalah ku . apa lagi dana yang di butuhkan perusahaan ku cukup besar . Tapi kamu tak usah khawatir , aku akan mencari cara lain agar masalah ini cepat selesai dan kita tak jatuh miskin nantinya . " Ucap Wiliam mengusap tangan istrinya itu perlahan.


" Aku yakin kamu mampu melewati nya mas aku doakan semoga masalah yang menimpa perusahaan mu cepat selesai . "ucap Siska tersenyum .


" Terimakasih sayang doa nya . " Ucap Wiliam bahagia memiliki istri yang pengertian seperti Siska .


.


..


.


Bentar lagi tamat jadi jangan kemana mana ya ..

__ADS_1


Dukung terus author dengan berikan like komen vaf dan hadiah .


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author


__ADS_2