
Pagi hari pun datang ...dan rasanya Ibra malas sekali beranjak dari kasur nya . Seluruh badan nya sakit dan ia juga kedinginan mungkin karena berendam terlalu lama semalaman penuh gara gara ibunya itu .
" Kenapa harus demam segala . Mana ada operasi sebentar lagi . Ini semua gara gara mama. " Ucap Ibra kesal .
Dengan malas laki laki itu bangkit dari duduknya ia mengganti pakaian nya dengan pakaian kerja tanpa mandi terlebih dahulu karena badan nya sungguh tak nyaman saat ini .
Setelah rapi ia pun turun kebawah untuk sarapan . laki laki itu berjalan lesu menuju meja makan di mana ibu Adik dan adik iparnya sudah berada di sana lebih dulu .
" Kamu kenapa pucat begitu bra ?" tanya flora khawatir dengan wajah anak nya yang nampak lesu dan pucat itu .
" Ini semu gara gara mama . " Ucap Ibra sewot ia masih marah karena ibunya lah yang menyebabkan ia seperti itu meskipun ia tak sengaja .
" Gara gara mama ?" Tanya flora bingung kenapa ia yang disalahkan dengan kondisi anak nya itu .
" Iya ... Semalaman Ibra terpaksa berendam di air dingin gara gara ramuan yang mama kasih itu . " ucap Ibra kesal .
" Ramuan apa kak ?" Tanya Siska yang tak mengetahui kejadian tadi malam sama sekali .
" Ramuan ...Aw ...sakit ma kenapa Ibra di tendang kakinya . " Ucap flora tak ingin Ibra mengatakan ramuan apa yang ia racik untuk Siska semalam .
" Maaf sayang mama gak sengaja , sudah kamu istirahat saja sana .. kamu pucat banget loh bra . " ucap flora mengalihkan pembicaraan mereka .
" Ibra ada operasi hari ini ma ...jadi ya Ibra harus kerumah sakit . Ibra gak bisa absen hari ini . " Ucap Ibra lesu .
" Suruh orang lain saja bra ... Kamu sakit begitu mana bisa fokus sama operasi nya . Mama gak mau kamu kenapa kenapa . " Ucap flora pada anak nya itu .
" Iya kak betul apa kata mama .Kaka istirahat aja di rumah ya . " Ucap Siska ikut khawatir dengan kondisi kakak nya itu .
" Em ... sebenarnya aku juga merasa tak enak sekali . Baiklah aku terpaksa harus izin hari ini biar dr Mahmud saja yang menggantikan aku nanti . " Ucap Ibra pelan .
" Nah ...begitu kan mama tak khawatir lagi . Oh iya hari ini kamu gak kemana kemana kak Siska kalau gak kemana mana tolong jaga kakak kamu ya . Mama mau arisan sebentar nanti . " Ucap flora pada anak nya itu .
" Mama ini ...Ibra bukan anak kecil lagi yang perlu di jaga ma . " ucap Ibra tak suka mamanya itu memperlakukan ia seperti anak kecil saat ia sedang sakit seperti itu .
" Mama tau tapi ...kamu sedang sakit tetap harus ada yang menjaga . " Ucap flora menjawab omongan anak nya itu .
" Siska gak kemana mana kok ma .Kebetulan hari ini kuliah Siska libur jadi ya ... Siska bisa nemenin kak Ibra di rumah . " Ucap Siska pada mamanya itu .
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu mama bisa tenang meninggalkan Ibra di rumah . " Ucap flora membuat Ibra berdecak tak suka karena di perlakukan seperti anak kecil oleh ibunya itu .
" Sayang mas berangkat ke kampus dulu ya ...nanti kalau mas pulang kamu mau di bawain apa ?" Tanya Wiliam pada istrinya itu .
" Martabak terlur boleh mas Siska lagi pengen itu soalnya . " Ucap Siska pada suaminya itu .
" Ya sudah kalau begitu mas berangkat dulu .. assalamualaikum sayang . " Ucap Wiliam mencium kening istrinya itu perlahan.
" Waalaikumsalam mas . " Ucap Siska menatap kepergian suaminya itu dengan senyum yang tak pernah pudar di wajah nya .
" Oha iya Irma nanti mau kesini mau bahas soal usaha online ku sama dia kakak gak akan keganggu kan kalau misalkan dia datang ?" Tanya Siska pada Ibra .
Ibra terdiam sejenak bukannya merasa terganggu ia entah kenapa menjadi senang dan bersemangat ingin bertemu dengan sahabat Siska itu .
" Tidak kok tidak menggangu sama sekali hehehe . " ucap Ibra tersenyum .
" Tadi lesu sekarang malah senyam senyum sebenarnya kakak ini sakit beneran apa sakit bohongan ?" Tanya Siska pada kakak nya itu. .
" Em ... Menurut kamu bagaimana ?" Tanya Ibra pada Adiknya itu .
" Kakak kayak gak sakit tapi ... wajah kakak bener bener pucet jadi ... kakak beneran sakit .Udah sana kakak istirahat aja ." Ucap Siska mengusir kakak nya itu dari meja makan .
Tak lama setelah kakak nya itu pergi kekamar Irma pun datang ke rumah Siska .
" Assalamualaikum sis . " Ucap wanita itu dengan senyum manis nya .
" Waalaikumsalam ." Ucap Siska langsung memeluk sahabatnya itu erat .
" Maaf ya Ir gue suruh loe Dateng kesini . Soal nya gue gak bisa keluar rumah kakak gue lagi sakit gak ada yang jagain . " Ucap Siska pada sahabatnya itu .
" Kak Ibra sakit apa ?" Tanya Irma penasaran .
" Demam doang sih kayak nya tapi wajah nya itu loh pucat banget kayak mayat hidup tau gak . '' Ucap Siska menjelaskan kondisi kakaknya . Irma terdiam sejenak kemudian ia teringat bagaimana nasehat nasehat yang kakak sahabat nya itu berikan kepada dirinya.
Mengingat nasehat itu membuat Irma tersenyum tipis , ia teringat pada sosok Ibra yang begitu dewasa dan penuh perhatian .
" Kamu mau minum apa ?" Tanya Siska pada sahabatnya itu .
__ADS_1
" Tak usah repot-repot tapi kalau kamu gakl keberatan sih es jeruk sih kayak nya enak apalagi cuaca di luar lagi panas banget . " Ucap Irma pada sahabatnya itu .
" Itu yang di bilang gak repot repot ya Ir ... " ucap Siska pada sahabatnya itu .
" Hehehe kan kamu yang nawarin tadi ." Ucap Irma pelan .
" Ya sudah aku buatkan dulu deh minuman nya . " ucap Siska pada sahabatnya itu kemudian wanita itu berlalu pergi meninggalkan Irma sendirian .
" Sis ... aku boleh nengok kakak mu . " teriak Irma ketika sahabat nya itu belum jauh dari pandangan nya .
" Boleh .. kenapa enggak tapi ... kenapa loe pengen tengokin kakak gue setahu gue kalian gak dekat bahkan jarang mengobrol . " Ucap Siska curiga pada sahabatnya itu .
" Pengen tau aja keadaan nya ... kamar kakak mu dimana ?" tanya Irma lagi .
" Itu di lantai atas paling pojok . " Tunjuk Siska pada kamar sang kakak .
" Ya sudah aku kesana dulu ya , nanti minum ku bawa kesana sekalian kalau gak ngerepotin ." ucap Irma tersenyum .
" Dasar ... " ucap Siska menggelengkan kepalanya pelan saat Irma mengatakan hal tersebut .
Setelah melihat punggung Irma yang hilang di balik pintu kamar kakaknya , Siska pun Langsung menyiapkan minuman yang sahabatnya itu mau .
Sementara itu di kamar nya Ibra tengah menggigil kedinginan , ia tak menyangka mandi air dingin membuat ia meriang seperti itu .
" Apa aku menggangu kak . " Ucap suara yang terdengar lembut di telinga nya membuat Ibra langsung menatap sumber asal suara tersebut .
" Irma . " Ucap Ibra pelan seakan tak menyangka jika gadis dihadapannya datang untuk menjenguk nya .
..
..
..
Kesenangan nih bang Ibra ...hehehe .
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .