Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
53 . Masuk kuliah .


__ADS_3

Seminggu setelah Bram mengurus surat surat agar anaknya bisa kuliah pun sudah beres. Kini Siska sudah bisa masuk bangku perkuliahan , Hati Siska senang wanita itu begitu antusias dan tak sabar ingin segera masuk ke bangku perkuliahan .


" Seneng amat yang mau kuliah . " Sindir Ibra ketika melihat adiknya telah memakai setelan kemeja lengan panjang putih dan sebuah rok panjang .


" Kakak bisa saja . " Ucap Siska malu malu .


" Semoga kamu lancar Ospek nya ya . " Ucap Ibra pada Adiknya itu .


" Amiin . Oh iya nanti kakak yang anter Siska kan ?" Tanya Siska pada kakak nya itu .


" Tentu saja . memang nya mau siapa lagi kalau bukan kakak , tak mungkin Rangga menjemput mu dan mengantar mu ke kampus kan ?" tanya Ibra menggoda adiknya itu namun justru malah membuat Siska sedih karena kembali mengingat masa lalu nya . Melihat perubahan raut wajah Siska pun Ibra menjadi tak enak hati.


Laki laki itu merutuki kebodohan nya sendiri karena tak bisa menjaga mulut nya .


" Maaf ya sis kakak tak bermaksud untuk berkata seperti itu . " Ucap Ibra pada adiknya itu .


" Tak apa ... Oh iya kemarin mama memanggil Siska dengan nama kecil Siska apa Kakak mau manggil Siska dengan nama kecil itu juga . Mama bilang nama itu kakak sendiri yang memberikan nya . " Ucap Siska pada kakak nya itu .


Sesaat Ibra terdiam , ia teringat masa lalu nya di mana ia masih kecil waktu itu dan ia sangat senang karena mendapatkan adik baru . Saat adiknya itu lahir , Ibra memang mengusulkan nama untuk adiknya dan orang tuanya pun menyetujui nama itu sebagai nama adik barunya .


" Baiklah kakak akan memanggil mu . Diandra kamu senang bukan mendengar nya ?" tanya Ibra pada Adiknya itu .


" Senang artinya Siska punya panggilan khusus kalau di rumah . " ucap Siska tersenyum senang . Ibra hanya tersenyum melihat adiknya bisa sesenang itu hanya karena sebuah nama .


" Ya sudah cepat habiskan makanan mu , kakak nanti ada jadwal di rumah sakit soalnya . " ucap Ibra pada adiknya itu , Siska tersenyum kemudian ia menghabiskan makanan di hadapannya dengan lahap melihat itu Ibra terkekeh pelan . Ia merasa Siska sangat lucu dan seperti anak kecil , ia merasa baru tau sifat Siska yang sebenarnya .


Dulu saat ia awal awal mengenal Siska , ia terlihat dewasa dengan pemikiran nya . Sifat nya juga sangat dewasa tak seperti para remaja remaja lainnya . Mungkin. karena dulu adiknya itu banyak beban yang memaksa nya untuk bersikap dewasa dan kini beban itu hilang , adiknya bisa kembali bersikap sesuai keinginan hatinya .


" Sudah selesai ...Ayo kita berangkat kakak ku yang tampan . " Ucap Siska setelah meminum air putih di hadapannya .


" Kamu baru tau kalau kakak mu ini tampan ya . " ucap Ibra pada Adiknya itu .


" Kakak PD sekali . " ucap Siska terkekeh pelan . Lalu setelah itu ia membenarkan jilbab nya yang terasa kurang nyaman .


" Kamu sudah siap belum kalau sudah siap ayo kita berangkat sekarang. Kakak ambil kunci mobil dulu ya . " Ucap Ibra berlalu dari hadapan adiknya itu , Siska hanya menggelengkan kepalanya perlahan seraya menatap kepergian Ibra . Belum sempat ia menjawab pertanyaan kakak nya itu kakak nya malah sudah pergi begitu saja.


Setelah itu ia kembali melihat isi tas nya memastikan bahwa ia tak melupakan sesuatu untuk ia bawa .

__ADS_1


" Sudah siap sayang ?" Tanya flora yang sedari tadi sibuk di dapur mempersiapkan bekal untuk anak nya pergi kuliah .


" Sudah ma .." Ucap Siska tersenyum .


" Mana kakak kamu ?" tanya flora mencari cari keberadaan anak laki lakinya itu .


" Ambil kunci mobil .Oh ia papa mana kok gak kelihatan ?" tanya Siska heran karena sedari tadi tak melihat papa nya itu .


" Papa kamu sudah berangkat dari tadi . dia memang berangkat nya pagi sayang karena kantor kita itu jauh dari sini . " Ucap flora menjelaskan pada anaknya itu .


" Udah siap ...yuk berangkat . " ucap Ibra yang baru tiba .


" Dari tadi Siska sudah siap kakak ..." Ucap Siska menatap kakak nya itu malas , Ibra yang melihat itu pun terkekeh pelan .


" Oke ...oke ...ya sudah ma , kami berangkat dulu ya . " pamit Ibra pada ibu nya itu seraya mencium punggung tangan nya .


" Hati hati ya bra ...jangan ngebut ngebut nyetir nya . Dan kamu Siska , ini bekal untuk mu dan ini uang saku untuk kamu jajan nanti ya . " ucap flora memberikan uang 500 ribu pada anaknya itu .


" Ini kebanyakan ma ." ucap Siska menolak uang pemberian ibunya itu yang menurut nya sangat banyak .


Siska menatap uang itu nanar menurut ibunya uang sebanyak itu tak ada apa apa nya . sedangkan menurutnya uang itu sangat lah banyak .


" ayo tunggu apa lagi . " Ucap ibra membuyarkan lamunan Siska , wanita itu segera mencium punggung tangan ibunya pelan . Flora yang melihat itu pun langsung mengusap kepala anak nya yang tertutup jilbab dengan perlahan .


" Semoga lancar kuliah nya ya. Kalau ada apa apa kabari mama atau telvon kakak kamu oke !" perintah ibunya itu pada nya . Siska hanya tersenyum dan mengangguk .


" Kami berangkat ma assalamualaikum . " salam Ibra dan Siska bersamaan .


" Waalaikumsalam ." Ucap flora senang karena anak anak nya akur dan kompak sekali .


...


...


...


Tak lama setelah itu .

__ADS_1


" Sudah sampai silakan turun tuan putri. " ucap Ibra tepat memarkirkan mobilnya di pelataran kampus .


" Kakak ini sudah Diandra bilang tadi turunkan Diandra di depan gerbang tapi kakak malah ngeyel bawa mobilnya masuk ke pelataran kampus . " Ucap Siska memarahi kakak nya itu .


" Memang nya kenapa , kamu malu ya kakak mengantar mu ?" tanya Ibra heran .


" Bukan gitu , Diandra ini kan anak baru kak . gak enak saja kalau dilihat para senior lainnya . " ucap Siska menatap Ibra kesal .


" Oh baiklah kakak ngerti maksud kamu , besok besok kalau kakak antar kamu . cukup di depan gerbang saja, sudah jangan cemberut lagi nanti cantiknya luntur . " ucap Ibra tak ingin melihat adiknya itu kesal karena nya.


" oke ..." Ucap Siska kembali tersenyum , melihat itu Ibra jadi ikut tersenyum .


" Sudah sana masuk nanti kamu telat dan kena marah sama senior kampus . " ucap Ibra pada adiknya itu . Siska hanya mengangguk , wanita itu berjalan menjauhi Ibra seraya beberapa kali melambaikan tangan pada kakak nya itu .


Ibra terkekeh pelan melihat kelakuan adiknya itu , ia merasa sifat Siska akhir akhir ini sangat berubah drastis .namun ia juga senang karena adiknya itu tak lagi menderita .


Sedangkan dari kejauhan seseorang menatap kebersamaan adik dan kakak itu dengan pandangan sendu . Orang itu adalah Rangga .


Tadi saat hendak berangkat ke kantor Rangga memang sengaja ingin mampir ke rumah flora melihat keadaan Siska dari jauh . Namun niat nya itu ia urungkan ketika melihat Siska pergi bersama Ibra keluar menggunakan mobil dari rumahnya .


Rangga Langsung mengikuti mobil Ibra dan di sinilah dia , melihat adegan yang membuat nya sedikit lega karena orang yang ia cintai sudah bisa tersenyum bahagia tanpa beban sedikit pun di pundak wanita itu.


.


" Mungkin keputusan ku meninggalkan mu adalah keputusan yang paling baik . buktinya kamu bisa tersenyum seperti itu menikmati hidup baru mu . Aku harap kamu selalu tersenyum seperti itu selamanya . " ucap Rangga pelan kemudian ia kembali melanjutkan perjalanan nya ke kantor miliknya .


...


....


..


ngejar waktu ...biar cepet tamat ceritanya .


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author.

__ADS_1


__ADS_2