Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
117 . Calon mertua ...


__ADS_3

Wiliam menatap istrinya yang tidur Dengan memunggungi dirinya ia tau siska masih marah dan tak ingin melihat wajah nya . Namun ia juga lega karena wanita itu tak bisa tidur sendirian tanpa dirinya .


" Kenapa mas bisa di mall bukanya mas pamit untuk bekerja tadi ?" Tanya siska membuat wiliam tersenyum , laki laki itu mendekatkan tubuh nya dan memeluk istrinya itu dari belakang .


" Mall itu milik ku jadi aku meninjau nya kemarin , tapi aku malah melihat kamu berbincang dengan laki laki lain yang membuatku terbakar api cemburu . " Ucap wiliam jujur .Siska hanya diam tak berkata apa apa lagi , wiliam berdecak pelan rasa khawatir istrinya berpaling darinya membuat ia khawatir .


Ia sungguh tak mau kehilangan wanita itu , ia sungguh mencintai nya .


" Apa kamu masih mencintai dia?" Tanya wiliam memastikan perasaan yang siska punya terhadap mantan suaminya itu .


" Apa mas gila kalau aku masih mencintai nya mana mungkin aku mau menikah sama mas . Apa lagi sampai mengandung anak mas. " Ucap siska galak . Wiliam tersenyum senang mendengar itu , ia lega sungguh lega sekarang . laki laki itu mengeratkan pelukan nya pada siska . Ia sungguh mencintai gadis di pelukan nya itu .


" Mas jangan keceng kenceng peluk nya ingat ada anak di dalam kandungan ku . " Ucap siska memperingatkan suaminya itu . Wiliam melepaskan pelukan nya dengan perlahan kemudian ia menciumi perut istrinya itu gemas dan mengusap nya perlahan .


" Maafkan papa ya sayang ... apa kamu tubuh sehati di sini , semoga kamu sehat sehat saja ya . " Ucap wiliam menatap perut istrinya yang masih datar itu .


" Dia sehat ...sangat sehat papa . " Ucap siska sudah tak marah lagi pada suaminya itu .


" Tapi kenapa perut mu belum besar juga sayang ? " tanya wiliam membuat siska tersenyum .


" Ini masih 1 bulan tentu saja masih kecil dan tak terlihat mas , mas ini bagaimana sih . " ucap Siska pada suaminya itu .


" Maklum lah sayang aku kan baru kali ini mau jadi orang tua jadi belum berpengalaman . " Ucap siska pada istrinya itu .


" Tapi anak kecil yang kamu gendong tadi siapa ?" Tanya wiliam membuat dahi siska berkerut .


" Anak kecil yang Mana ?" Tanya siska tak paham .


" Yang bersama dengan rangga . Apa itu anak mu dengan nya ?" Tanya wiliam membuat siska yang tadinya mengambil air dan meminum nya tersedak .


" Mas ini , mas kira aku wanita apa yang tega meninggalkan anak dan kawin lagi sama orang lain . Dia bukan anak ku mas , anak ku sudah meninggalkan aku sebelum dia lahir ke dunia . " Ucap siska pada suaminya itu .


" Kamu pernah keguguran ?" Tanya wiliam menatap istrinya merasa bersalah karena telah membahas hal yang menyakitkan bagi istrinya .


" Pernah ...aku tak akan melupakan kejadian saat dia pergi meninggalkan ku . Aku sungguh ibu yang bodoh dan tak bisa di andalkan hingga anak ku pun memilih untuk pergi dari pada tinggal dengan ibu bodoh seperti ku . " Ucap siska dengan nada sendu .


" Kamu tak bodoh sayang .. kamu wanita tercantik dan terpintar yang pernah aku temui . " Puji wiliam membuat siska tersenyum .

__ADS_1


" Apa itu alasan mu meninggalkan rangga , dan siapa anak itu jika bukan anak kalian .?" Tanya wiliam lagi .


" Hem ...sebenarnya alasan ku meninggalkan dua bukan hanya itu saja . Bukankah aku Sudah pernah bercerita tentang aku menjadi pelakor dan merusak rumah tangga mas rangga hingga dia membalas dendam pada diriku mas ? aku sudah pernah mengatakan nya aku tak mau mengatakan hal yang sama untuk yang kedua kalinya . Dan soal anak itu dia anak dari pernikahan mas rangga dan mbak rosa . " ucap siska pada suaminya itu .


" Aku ingat sekarang sayang . Jika dia anak rosa kenapa dia begitu akrab dengan mu ?" Tanya wiliam bingung .


" Karena dia sudah aku anggap anak sendiri dari kecil aku yang mengurus nya jadi ya ...aku sangat menyayangi anak itu d seperti anak sendiri . " Ucap siska membuat wiliam terdiam sejenak .


" Kamu lebih sayang mana dia atau aku " Pertanyaan itu membuat siska terkekeh pelan .


" Mas ini masak cemburu sama anak kecil sih lagi pula masing masing memiliki tempat tersendiri di hati ku . " ucap siska membuat wiliam tersenyum senang kemudian ia memeluk tubuh istrinya itu , perlahan ia mulai memejamkan matanya begitu pula dengan siska yang mulai ikut terlelap karena hari sudah malam .


..


...


...


Keesokan harinya , irma Tenga menatap ibunya dengan was was . Wanita itu ingin mengutarakan jika ibra akan melamar nya nanti malam namun saat ia ingin memberitahu ibunya seakan akan tenggorakan nya kering dan tercekat . ia takut ibunya marah dan tak setuju.


" ma ... " panggil irma pelan.Jezika yang tengah memotong sayuran di hadapan nya pun langsung mengalihkan perhatian nya saat mendengar suara putri tercinta nya memanggil dirinya .


" Em ...kalau ada yang mau lamar irma gimana ?" Tanya irma membuat Jezika tersenyum .


" Pacar kamu mau datang kamar kamu , laki laki yang kita temui di toko buah kemarin kan ?" Tanya jezika membuat pipi irma memerah .


" Iya ... boleh gak ?" Tanya irma lagi .


" Boleh saja mama tak keberatan , pacar mu itu tampan mapan dan sepertinya juga sopan sama orang tua . jadi gak ada alasan untuk mama gak setuju . " Ucap Jesika membuat irma tersenyum senang .


" Terus papa gimana ?" Tanya irma takut , ayah nya adalah ayah yang galak dan selalu mengatur nya ini dan itu ia tak yakin ayah nya akan setuju dengan keputusan nya .


" Kalau papa , kamu tau sendiri papa kamu itu sudah di bujuk nya mama sih gak tau apa nanti pendapat papa kamu soal ini tapi mama bakal berusaha berbicara sama papa siapa tau papa mu bakal mengerti . " Ucap Jezika membuat irna senang .


" Bicara apa ?" Tanya seseorang dengan aura dingin memasuki rumah dari pintu samping dapur nya .


Irma terdiam ia tak berani menatap wajah ayah nya itu , ia takut ayah nya akan marah dan murka setelah ia memberitahu niat dari kekasihnya .

__ADS_1


" Mas .. irma mau di lamar nanti malam boleh kan ?" Tanya Jesika pelan ia menatap suaminya itu dengan pandangan cemas . Sementara irma hanya bisa menunduk takut .


" APA APA AN ...KULIAH BELUM LULUS MAlAH MAU NIKAH. ENGGAK , AKU ENGGAK SETUJU . " bentak laki laki itu membuat irma meneteskan air matanya pelan ia takut dan sakit hati ayah nya menolak keinginan nya untuk menikah .


" Mas ini ...anak nya ada yang seriusin kok malah gak setuju , dari pada irma terus pacaran dan berbuat yang enggak enggak . Biarkan irma menentukan pilihan nya sendiri mas dia sudah besar . " Ucap Jezika membela sang anak .


" Mama yang terbaik . " Batin irma tersenyum .


" Kamu membela nya , aku tak menyangka . Bahkan laki laki itu belum pernah datang kemari datang datang malah mau lamar anak aku ..apa apa ini aku belum melihat wajah nya dan mengenal nya lebih jauh . " Ucap Chiko kesal .


" Itu artinya dia serius dan bertanggung jawab sama anak kita " ucap Jezika masih membela anak nya itu .


" Apa pekerjaan nya ?" Tanya Chiko dengan nada dingin , irma menelan ludah nya kasar Papa nya sungguh menakutkan saat marah .


" dokter . " ucap irma pelan .


" tak buruk . " batin Chiko dalam hatinya sendiri .


" Kerja di mana ?" Tanya Chiko bagai wartawan . irma berdecak kesal namun ia hanya bisa pasrah dan memberi tahu papa nya itu .


" Rumah sakit welas asih . " ucap irma pelan .


" Itu kan rumah sakit terkenal di kota ini , apa papa yakin masih meragukan calon mantu kita ?" Tanya Jezika dengan mata berbinar . Ia tak menyangka anak nya mampu memikat pria mapan .


" Video call dia aku ingin dia meminta izin langsung untuk melamar mu . " Ucap Chiko akhirnya mengalah demi kebahagiaan anak nya.


.


.


.


..


Jangan bosan bosan ya ..


Tekan tombol like komen vaf dan hadiah .

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .


__ADS_2