Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
60 . hanya mau istri sah bukan siri .


__ADS_3

" Silakan di cicipi mas Wiliam ..ini tadi yang buat istri kamu sendiri loh saya hanya membantu nya. " Ucap Bu ustadz ketika mereka sudah berada di meja makan dan tengah menikmati makan siang bersama sama .Wiliam tersenyum tipis , di tatapnya wajah Siska yang menunduk malu dengan apa yang di katakan Bu ustadz barusan .


" Terimakasih Bu ." Ucap Wiliam mulai mangambil makanan di meja makan dan menyuapkan makanan itu kedalam mulutnya .


" Bagaimana enak ?" Tanya Bu ustadz itu membuat Wiliam mengangguk kan kepalanya perlahan lahan .


" Alhamdulillah kalau seperti itu . " Ucap Bu ustadz menyenggol lengan Siska bermaksud menggoda wanita yang saat ini duduk di samping nya itu . sementara Siska hanya bisa diam , wanita itu senang Wiliam menikmati makanan nya dengan lahap .


" Oh iya pak sebentar lagi mobil jemputan kita akan sampai di kampung ini jadi setelah makan nanti saya dan istri pamit undur diri ya pak . " Ucap Wiliam ketika baru saja menyelesaikan makan nya .


" Kenapa buru buru sekali . Menginap lah beberapa hari di sini itung itung bulan madu di sini . " Ucap pak ustadz tersenyum .


" Terimakasih atas tawaran bapak . Tapi saya harus menjelaskan pernikahan ini kepada orang tua saya da Siska mereka harus tau tentang pernikahan ini jadi saya ingin menyelesaikan masalah ini dulu biar Klir semuanya dan saya dan istri pun merasa tenang nantinya . " Ucap Wiliam membuat Siska sedikit Kagum karena laki laki itu bertindak begitu dewasa tak seperti Rangga dulu yang menyembunyikan pernikahan nya selama beberapa waktu .


" Oke ...saya mengerti maksud nak Wiliam . Saya harap kalian bisa tetus bersama dan semoga keluarga kalian sakinah mawadah warahmah . " Ucap pak ustadz itu menatap Wiliam dan Siska bergantian .


" Amin pak . " Ucap Wiliam pelan . Kemudian ia melirik Siska yang saat ini baru selesai menyelesaikan makan siang nya.


" Sudah ?" Tanya Wiliam lembut tak seperti biasanya yang selalu kasar dan tegas . Mendengar nada lembut itu Siska sedikit terkejut namun ia bersikap seperti biasa.


" Sudah pak ." Ucap Siska pelan , wanita itu tak berani menatap wajah suami barunya itu.


" Ya sudah ayo kita pulang .Mobil yang menjemput kita sudah sampai di depan gerbang desa . " Ucap Wiliam pada Siska , Siska hanya mengangguk saja menuruti apa yang suaminya ucapkan .

__ADS_1


Mereka pun pergi dari rumah pak ustadz setelah pamit terlebih dahulu . Kini kedaunya tengah duduk berdampingan di dalam mobil yang mereka tumpangi . Siska terdiam ia tak tau harus memulai perbincangan dari mana suasana nya pun terasa tak nyaman baginya . Ia merasa kikuk berada di samping dosen nya itu dengan status yang berbeda .


" Siska seperti nya saya harus bicara lebih dulu sebelum kita berangkat ke rumah mu dan rumah orang tua ku . " Ucap Wiliam membuat Siska langsung menatap laki laki di sampingnya itu dengan penasaran .


" Apa yang bapak ingin katakan ?" Tanya Siska pelan , matanya menatap manik mata Wiliam yang saat ini tengah menatap nya juga .


" Jangan panggil bapak ini bukan kampus lagi pula aku saat ini adalah suami mu jadi jangan panggil seperti itu . " Pinta Wiliam sebelum mengatakan apa yang ingin ia katakan pada istrinya itu .


" Lalu saya harus memanggil bapak dengan sebutan apa pak ?" Tanya nya kebingungan .


" Panggil saya mas atau ...sayang juga boleh . " Ucap Wiliam sedikit bercanda . Namun justru malah menyebabkan Siska terkejut mendengar nya karena menurut Siska Wiliam itu bukan tipe orang yang suka bercanda .melihat keterkejutan di wajah Siska Wiliam pun jadi salah tingkah .


" Saya bercanda Siska kenapa respon kamu seperti itu . panggil saja saya mas itu terlihat lebih nyama di dengar . " Ucap Wiliam membuang mukanya .


" Saya tau pernikahan kita begitu mendadak bagimu. Dan saya tau kita belum memiliki perasaan satu sama lain tapi ...saya hanya ingin menikah satu kali seumur hidup saya Siska jadi maukah kamu mencoba menerima saya dan memulai hidup baru dengan saya . Saya akan berusaha membahagiakan kamu sebisa dan semampu saya . Saya juga akan berusaha membuka hati saya untuk mu jadi maukah kamu membuka hati mu juga mulai saat ini . Maukah kamu menerima saya sebagai suami mu ?" Tanya Wiliam pada wanita yang saat ini berada di hadapannya itu .


" Saya ... Sebelum saya menjawab pertanyaan bapak saya ingin mengatakan status saya sebenarnya pada bapak . Bapak harus mengetahui ini sebelum menanyakan hal itu pada saya . " Ucap Siska ragu ragu apakah ia harus mengatakan masa lalunya pada Wiliam atau ia hanya bisa diam dan memendam masa lalunya itu.


" Apa ... katakanlah . " Ucap Wiliam menatap Siska lekat .


" Sebenarnya saya ini sudah pernah menikah . Saya seorang janda pak.. apa bapak benar benar ingin menjalani hidup dengan seorang janda seperti saya ini ?" Tanya Siska pada laki laki di hadapannya itu .


" Kamu tau Siska saya bukanlah orang yang peduli dengan hal hal seperti itu , bagi saya masa lalu tidaklah penting . Bagaimana pun kamu di masa lalu kenyataan nya sekarang kamu adalah istri saya , saya harus menerima seperti apa pun dirimu dan bagaimanapun kamu di masa lalu mu . Jadi tak usah pikirkan hal itu karena saya sama sekali tak peduli . Sekarang saya tanya sekali lagi apa kah kamu bersedia menerima saya sebagai suami mu dan memulai hidup baru bersama ku ?" Tanya Wiliam pada wanita yang saat ini tengah menatap nya .

__ADS_1


Jawaban Wiliam sungguh memuaskan hatinya jadi bagaimana dia bisa menolak permintaan laki laki di hadapannya itu .


Siska mengangguk kan kepalanya perlahan sebagai jawaban atas pertanyaan yang Wiliam berikan . Wiliam yang melihat itu pun merasa senang karena setidaknya ia tak merasa bersalah karena telah membuat Siska terjerat dalam pernikahan mendadak itu .


" Terimakasih . Kalau begitu kita kerumah mu dulu untuk memberitahu ini kepada keluarga mu setelah itu baru saya akan membawa keluarga ku untuk melamar mu dengan sungguh sungguh kita adakan pernikahan sah secara negara dan agama . Karena saya hanya mau memiliki istri sah bukan istri siri . " Ucap Wiliam membuat Siska semakin kagum dengan keberanian dan tanggung jawab dari laki laki di hadapannya itu .


Ia merasa Wiliam mungkin berbeda dengan Rangga . Ia jadi semakin yakin untuk membuka hatinya untuk laki laki di hadapannya itu .


" Terserah mas saja . " Ucap Siska pelan. Wanita itu sama sekali tak berani menatap wajah Wiliam ia malu dan tak ingin laki laki itu mengetahui nya.


Wiliam hanya tersenyum saja melihat sikap siska yang malu malu itu , mobil yang mereka tumpangi pun semakin melaju membelah jalanan aspal di hadapannya .


...


...


...


Up nya besok lagi ya ...


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah.


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR .

__ADS_1


__ADS_2