
" Riyan sayang ...anak yang baik hati , ikut papa ya nak . Nanti kalau ada waktu tante bakal temuin riyan lagi ya sayang ya , papa bilang dia punya kejutan untuk kamu . "Ucap siska dengan tutur kata yang lemah lembut membujuk anak laki laki itu .
Tangga terdiam wanita di hadapan nya itu sama sekali tak berubah , masih sama dengan yang dulu . Sifat keibuan terpancar dari dalam dirinya yang membuat rangga kagum sekaligus rindu terhadap wanita di hadapan nya itu .
" Anji ...?" Ucap anak kecil itu menatap mata siska penuh harap .
" Janji ...asal kan riyan jadi anak yang baik dan nurut sama papa pasti kamu bakal ketemu lagi sama tante. " Ucap siska memberikan senyum nya pada anak laki laki itu . Senyum yang sudah lama tak rangga lihat .
" Oke ... " Ucap anak itu ikut tersenyum lebar , siska pun menyerahkan riyan ke gendongan rangga tanpa menatap wajah laki laki itu sama sekali .
" Ayo kak kita pergi . " Ucap siska ingin berlalu menjauhi rangga .
" Tunggu siska ...bisakah kita bicara sebentar ada hal yang ingin aku bicarakan sama kamu . " ucap rangga membuat siska menghela nafas nya sejenak ingin menolak namun ia tak tega pada laki laki di hadapan nya itu .
" Oke tapi cuma 5 menit saja tak lebih dari itu , itu pun di sini tidak di tempat lain . " Ucap siska dengan suara dingin nya .
" Baiklah . " Ucap rangga pasrah . Ibra menatap adiknya itu khawatir ia tak ingin meninggalkan adiknya sendiri bersama laki laki brengsek di hadapan nya itu .
" Kakak tunggu siska di sana ya . " Ucap siska menunjuk sebuah pentry penjual makanan yang tak jauh dari tempat di mana ia berdiri .
Ibra menghela nafas nya lelah kemudian ia berlalau pergi menunggu sang adik di tempat di aman adiknya itu maksud bersama dengan kekasih nya irma .
" Kakak aku masih bingung dengan semua ini siapa laki laki itu kak , kenapa dia bisa kenap siska dan kenapa pula siska seperti enggan untuk menanggapi laki laki di hadapan nya itu. ?" Tanya irma pada kekasih nya itu .
" Dia mantan suami siska .." Ucap ibra menatap rangga dan adiknya tajam .
" Waduh ...gawat kalau pak wili sampai tau dia bisa marah besar . " Ucap irma ikut menatap siska dan rangga .
" Maka dari itu kamu jangan kasih tau wiliam ya , biar dia gak marahin siska . " Ucap ibra pada kekasih nya itu .
__ADS_1
" Tapi nanti aku keceplosan kak . mulut ku ini susah untuk aku kontrol , sering banget aku keceplosan beberapa kali . " Ucap irma membuat ibra tersenyum kemudian ia mengusap bibir kekasihnya itu dengan ibu jari nya .
" Kalau sampai ini keceplosan bakal kakak cium ...awas saja . " Ucap ibra membuat pipi irma memerah karena nya .
" Enggak mau ... "Ucap irma menutup mulut nya dengan kedua tangan .
" Beneran gak mau ?" Tanya ibra menarik turunkan kedua alisnya menggoda kekasihnya itu .
" Hehehe ,.." Ucap irma tak bisa menjawab hanya bisa terkekeh pelan .
" Dasar kamu itu malu malu tapi mau . " Ucap ibra mencubit hidung irma pelan.
Sementara itu di lain sisi rangga tengah menatap wanita di hadapan nya lekat . ingin sekali rasanya ia membelai pipi wanita itu mengecup mesra bibirnya seperti dulu namun itu rasanya mustahil .
" 1 tahun setengah bulan kita berpisah dan aku berusaha untuk melupakan mu siska namun aku tak bisa . Aku sudah mencobanya tapi aku terus teringat padamu , aku berusaha untuk tak menemui mu namun takdir malah mempertemukan kita kembali ... Aku merindukanmu siska bisakah kamu memberiku kesempatan lagi ... aku ingin memulai semuanya dari awal lagi . " Ucap rangga membuat siska menghela nafasnya perlahan .
" Jadi ini yang mau mas rangga bicarakan sama siska ?" Tanya siska menatap laki laki itu malas .
" Aku pikir mas rangga sudah melupakan aku . " Ucap siska pelan .
" Aku sama sekali tak melupakan mu kamu masih ada di dalam lubuk hatiku . " Ucap rangga membuat siska menghela nafas nya kasar . Ia sudah tak memiliki perasaan apa pub terhadap laki laki di hadapan nya itu .
" Mas rangga tolong lupakan perasaan mas kepada siska karena siska juga sudah melupakan perasaan siska terhadap mas rangga.. Siska sudah memulai hidup yang baru dengan ketenangan dan kebahagian tanpa mas rangga jadi aku harap mas juga segera menemukan itu dengan orang lain . Cobalah untuk membuka hati mas rangga untuk orang lain jangan menetap dengan hati yang sama yang telah mas rangga hancurkan . Karena hati itu tak bisa utuh kembali sama seperti pecahan kaca yang tak bisa kembali utuh , meskipun di satukan kembali kaca itu akan tetap meninggalkan bekas yang sangat mengerikan . " Ucap siska menasehati laki-laki di hadapan nya itu .
" Kenapa ...kenapa kamu tak mau memberiku kesempatan satu kali lagi , apakah hatimu sebegitu nya terluka hingga sulit bagimu untuk memberikan aku kesempatan kedua ?" Tanya rangga membuat siska menghela nafas nya perlahan .
" Kesempatan kedua yang mas maksud dulu sudah pernah siska berikan tapi mas malah menyia nyiakan nya . " Ucap siska tertawa getir .
" Pulang ..." Ucap seseorang tiba tiba menarik tangan siska . Siska terkejut melihat orang itu ia sungguh tak menyangka jika orang itu akan berada di mall yang sama dengan tempat di mana dirinya akan berbelanja.
__ADS_1
"Lepaskan dia ..kamu siapa , berani berani nya menarik tangan siska seperti itu . " Teriak rangga pada laki laki yang menggenggam tangan siska erat .
" Waduh gawat ... kenapa bisa ada wiliam di sini. " Lirih ibra dari kejauhan.
" Aku siapa , kamu yang siapa . Aku suaminya puas kamu . " Teriak wiliam membuat rangga terdiam .
" Mas wili aku bisa jelaskan . " Ucap siska dengan nada takut melihat wajah wiliam yang memerah menahan amarah nya.
" Jelaskan di rumah . " Ucap wiliam pelan kemudian ia menarik pergelangan tangan istrinya itu kasar .
" Wil...ini tak seperti yang kamu pikirkan siska bersama kami tadi . ",Ucap ibra merasa siska butuh bantuan untuk menjelaskan semuanya pada suaminya itu.
" Kakak ...disini saja , aku mau bicara sama siska berdua di rumah . " Ucap wiliam dingin , ibra terdiam kemudian ia menatap mata rangga dengan tajam seperti elang .
" Ini semua gara gara loe . " Ucap ibra ingin meninju muka lelaki brengsek di hadapan nya itu .
" Kak ...jangan begini , ada anak kecil yang memperhatikan kalian . " Ucap irma melihat wajah riyan yang ketakutan .
Ibra menatap irma sejenak kemudian ia melepaskan tangan nya dari kerah baju milik rangga . Setelah itu ia berlalu pergi meninggalkan rangga sendirian .
" Pantas saja kamu tak mau memberiku kesempatan kedua ternyata kamu sudah menikah lagi . " Lirih rangga pelan .
...
...
..
Segini dulu anak nya lagi rewel .
__ADS_1
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author