
Siska berjalan dengan lesu menuju lorong kelas nya , sementara wiliam mengikuti istrinya itu dengan jauh . Ia ingin memastikan siska agar aman sampai kelas nya , ia sungguh khawatir dengan kondisi istrinya itu .
Sedari tadi pagi istrinya tak mau makan nasi , ia hanya makan roti saja tadi itulah yang membuat wiliam khawatir apa lagi. Istrinya itu masih merasa mual dan pusing , sebenarnya wiliam ingin istrinya itu istirahat di rumah namun siska tak mau dan ngeyel ingin pergi ke kampus . Jadi ia hanya bisa pasrah dan menuruti apa mau istrinya itu meskipun ia harus mengawasi istrinya dari jauh .
" Halo bumil . " Teriak irma yang langsung di bungkam oleh wulan .
" Jangan kenceng kenceng nanti yang lain pada denger. " Ucap wulan memarahi irma .
" Memang nya kenapa kalau yang lain denger ?" tanya irma pada sahabat nya itu .
" Mereka kan gak tau kalau siska sudah menikah takutnya mereka bakal bicara yang enggak ngak kalau misalkan tau . " ucap wulan membuat irma merasa bersalah pada siska karena sudah berteriak tadi .
" Maaf ya sis ... " ucap irma pada siska.
" Tak apa ...lagi pula kampus masih sepi gak bakal ada yang denger . Sudah yuk ke kelas aku lemas sekali . " Ucap siska pada 2 sahabat nya itu .
" Kamu masih pucat aja sis . " Ucap irma pada sahabat nya itu .
" Iya ...aku masih merasa mual dan pusing . " ucap siska pelan .
" Ya sudah ayo ... aku papah kamu ke kelas . " Ucap irma perhatian .
" Biar aku yang bawa tas kamu . " Ucap wulan mengambil alih tas yang siska bawa .
Wiliam yang melihat itu pun menjadi tenang , sahabat sahabat siska sungguh perhatian dan pengertian kepada istrinya itu jadi ia tak perlu khawatir lagi karena ada irma dan wulan yang menjaga istrinya .
" Eh tapi bukan nya kamu di skors ya ... ?" Tanya siska pada sahabat nya itu .
" Gak jadi ...pak wili membatalkan hukuman itu dengan syarat aku harus menulis permohonan maaf kepada iren dan iren pun juga sama ." ucap irma membuat siska tersenyum senang setelah itu mereka kembali melangkah kan kaki menuju kelas di mana mereka menimba ilmu nya .
" Makasih ya udah bantu bawa aku kesini . " Ucap siska pada sahabat nya itu .
" Sama sama sesama teman kita harus membantu . " Ucap irma tersenyum begitu juga dengan wulan .
Tak lama seorang wanita cantik datang untuk mengajar mereka siapa lagi jika bukan Amaya . Pelajaran pun di mulai dengan lancar nya hingga akhirnya siska benar benar tak kuat lagi ia ingin muntah sekarang juga .
__ADS_1
Wanita itu berdiri ingin berjalan ke kamar mandi namun ia sudah tak bisa menahan nya lagi hingga siska pun berjalan kearah tempat sampah yang berada di luar kelas nya ia memuntahkan segala isi perut nya di tempat sampah itu .
" Uwek...uwek...uwekkk..."
Irma dan wulan yang melihat hal itu pun langsung berlari kearah siska .. sementara semua murid di situ mulai membicarakan hal yang aneh aneh tentang siska . Di tambah lagi ucapan iren yang membuat mereka semakin mencemooh siska .
" Kenapa dia muntah begitu . Kemarin pingsan sekarang muntah .. " Ucap salah satu mahasiswa di kelas itu .
" Tentu saja karena dia hamil mungkin ..." Ucap iren pada para maha siswa itu .
" Tapi kan dia belum menikah . " Ucap para mahasiswa .
" Itu artinya dia wanita yang gak bener buktinya dia hamil di luar nikah . " Ucap iren dengan mulut lamis nya itu .
" Iya ..aku gak menyangka siska wanita seperti itu . " Ucap para mahasiswa itu masih bisa di dengar oleh siska . wanita itu menangis ia tak menyangka bahwa para teman sekelas nya itu berpikiran negatif tentang dirinya .
" Sabar ya sis .. " Ucap siska ikut berjongkok di samping siska dan mengusap usap punggung sahabatnya itu pelan .
" Sialan ...mereka harus di kasih pelajaran . " ucap irma ingin memberi pelajaran pada orang orang yang telah men jelek jelek kan sahabatnya itu namun siska menahan nya .
" Jangan ... aku gak mau kamu ribut lagi dan ujung ujungnya mendapatkan hukuman lagi ." ucap siska pada sahabat nya itu .
" Biarkan saja mereka . mereka hanya bisa berkomentar tanpa tau kebenaran nya . " Ucap siska pada sahabatnya itu .
" Iya bener apa yang di katakan siska ir .. jangan mencari masalah lagi . Sudah lebih baik kita bawa siska ke uks saja . " Ucap wulan pada sahabat nya itu .
" Sudah anak anak jangan ribut ... sudah . " Teriak Amaya yang menenangkan kelas nya yang sedang ricuh akibat membahas siska .
Sementara itu irma dan wulan membantu siska berdiri dan memakan nya ke uks .
" Kalau mereka di biarkan mereka bakal terus berbicara yang enggak enggak sis ." Ucap irma kesal dan masih tak terima sebelum memberi pelajaran pada para mahasiswa yang membicarakan sahabat nya itu .
Siska tersenyum ia mengusap tangan sahabat nya itu pelan .
" Gak papa .... biarkan saja . " Ucap siska dengan senyum yang di paksakan .
__ADS_1
" Tapi ..." Ucap iren masih tak setuju dengan sahabatnya itu .
" Kamu mau kak ibra marah lagi sama kamu ?" Tanya siska membuat irma terdiam kemudian ia menatap mata siska tajam .
" Aku tak perduli sis ....selama aku bisa membela kamu aku tak perduli dengan hal lain nya . Bagi ku pertemanan kita lebih penting dari apapun . " Ucap irma membuat siska terharu , ia sungguh beruntung memiliki sahabat seperti irma dan wulan .
" Terimakasih ... ir , tapi ini keputusan ku . aku tak mau sahabat ku menderita karena ku , biarkan saja mereka . Aku mohon . " Ucap siska menatap irma memohon . Irma berdecak pelan kemudian ia memalingkan wajah nya merasa kesal dengan sahabatnya itu .
" Sayang kamu kok di sini ini kan masih jam kuliah ?" Tanya wiliam yang berpapasan dengan istrinya itu di Tengah Jalan .
" Ini pak tadi ... " Ucap wulan ingin mengadu namun siska malah mencubit pinggang sahabat itu pelan . Ia tak ingin suaminya tau dan marah pada para mahasiswa yang telah membicarakan nya yang tidak tidak .
" Aduh ...kenapa di cubit sih sis ..?" ucap wulan mengusap usap pinggang nya pelan. siska hanya tersenyum saja sementara wiliam menatap curiga pada istrinya itu .
" aku mual mas mau ke uks . " Ucap siska berusaha mengalihkan perhatian wiliam agar suaminya itu tak lagi curiga terhadap nya .
" Ya sudah biar aku saja yang bawa siska ke uks kalian kembali ke kelas sana . " Ucap wiliam pada irma dan wulan .
" Baik pak . " Ucap irma dan wulan bersamaan setelah itu mereka pergi kembali ke kelas nya .
" Naik ke punggung mas sayang mas akan bawa kamu ke uks . " Ucap wiliam pada istrinya itu.
" Tapi nanti kalau ada yang lihat bagaimana ?" tanya siska khawatir .
" Tenang saja tak ada yang lihat . " Ucap wiliam meyakinkan istrinya itu kemudian tanpa ragu lagi siska langsung naik ke punggung wiliam .
Sepanjang perjalanan siska tak henti hentinya tersenyum ia merasa senang dan bahagia saat wiliam menggendong nya seperti itu , wiliam yang melihat itu pun hanya bisa tersenyum tipis .
..
..
..
Kejar kejaran waktu nya sama anak ...hedeh ..
__ADS_1
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .