
Setelah Ibra pulang kerumah nya Siska pun bergegas untuk mandi dan mengganti baju nya dengan baju tidur .
" Mas kita kapan pindah ke rumah mama ?" tanya Siska pada suaminya itu .
" Kamu kangen ya sama mama padahal kan kamu baru berpisah sama mama sehari masak udah kangen sih . " ucap Wiliam menarik hidung istrinya itu pelan .
" Mas ini sakit tau . " ucap Siska mengusap hidung nya perlahan .
Cup .
Sebuah ciuman mendarat di hidung wanita itu , pipi Siska langsung memerah di buat nya .
" Tak sakit lagi kan ?" tanya Wiliam menggoda istrinya itu .
" Iya gak sakit lagi . " ucap Siska nyengir . Wiliam memeluk tubuh istrinya itu erat .
" Tamu mu belum pergi sayang ?" tanya Wiliam meletakan dagunya di bahu istrinya itu .
" Tamu ....Siska gak ada tamu mas kapan ada orang datang kesini ." ucap Siska tak paham dengan apa yang Wiliam maksud .
" Bukan tamu itu sayang tapi tamu bulanan mu maksud mas . " Ucap Wiliam pada istrinya itu .
" Oh tamu itu yang mas maksud toh . Belum mas . " ucap Siska pelan .
" Kenapa lama sekali sayang biasanya berapa lama sih tamu itu pergi ?" Tanya Wiliam kesal .
"Seminggu mas kalau gak ya 5 hari paling cepet. " ucap Siska memberitahu suaminya itu .
" Lama sekali..." Ucap Wiliam memelas .
" Maaf ya mas ..tapi Siska janji kalau tamu nya sudah pergi siska pasti langsung kasih hak mas . " Ucap Siska malu malu , Wiliam tersenyum mendengar nya di cium nya pipi Siska pelan kemudian ia mengusap pipi istrinya itu perlahan..
" Oh iya mas , bagaimana kabar ibu ibu yang mas cerita kan tempo hari sama Siska ?" tanya Siska tiba tiba penasaran dengan kondisi ibu ibu yang suaminya itu ceritakan .
" Belum tau sayang mas belum mendengar kabar lagi tentang ibu itu ." ucap Wiliam pada istrinya itu .
" Kalau begitu kita tengok ibu itu besok saja mas kebetulan besok Siska gak ada jadwal kuliah . Bagaimana apa mas setuju ?" Tanya Siska pada suaminya itu .
__ADS_1
" Iya sayang , besok mas juga libur kalau begitu kita tengok ibu itu besok saja . Sekarang sudah malam ayo kita tidur . " Ucap Wiliam pada istrinya itu .
" Iya mas . " Ucap Siska pelan kemudian mereka berbaring bersama dengan saling berhadapan .
" Kamu tau mata kamu ini sangat indah mas sangat menyukai nya . " ucap Wiliam mengusap mata Siska yang membuat wanita itu memejamkan matanya perlahan .menikmati setiap sentuhan jari Wiliam di kelopak matanya .
" mata mas juga Indah Siska juga sangat menyukai nya . " Ucap Siska membuka matanya perlahan .. pandangan mereka bertemu .
" Bibir mu ini Semerah kelopak mawar begitu cantik ...em bolehkah mas mencium nya ?" tanya Wiliam memperhatikan.bibir istrinya yang begitu.menggoda itu.
" em ...boleh mas ..." Ucap Siska malu malu . Tanpa menunggu lama lagi , Wiliam langsung menyambar bi bir istrinya itu dengan sangat lembut lama kelamaan lu mat Tan di bi birnya semakin panas .
" Em ...mas . " Ucap Siska meremas rambut suaminya itu pelan tanda bahwa ia sudah ikut terlena dalam permainan Li dah Wiliam . .
Wiliam semakin berani laki Laki itu ingin berbuat lebih namun ia segera tersadar bahwa Siska masih kedatangan tamu bulanan nya .
Wiliam melepaskan ciuman nya itu , di usapnya Bibir Istrinya itu pelan dan lembut .
" Jangan pernah memberikan bibir ini untuk orang lain oke ... ini hanya milik ku selama nya hanya milik ku . " ucap Wiliam menegaskan hal itu apada istrinya .
" Iya mas . " ucap Siska tersenyum kemudian ia memeluk suaminya erat dan menenggelamkan wajahnya di dada suaminya itu .
...
...
.
Pagi hari pun datang , saat ini Siska dan Wiliam tengah berada di rumah sakit tempat ibu ibu yang suaminya itu bicarakan tempo hari. .
" Bagaimana keadaan ibu ibu itu ndre ?" Tanya Wiliam pada teman seprofesi nya Andre . Teman nya itu yang menemukan ibu ibu itu pertama kali .
"Sudah mendingan sudah bisa di ajak mengobrol ya meskipun dia masih sering mengeluh sakit di sekitar tubuh nya . " ucap Andre pada sahabatnya itu . .
.
" Syukurlah jika seperti itu , tapi apa beliau tak keberatan jika kami mengunjungi nya ?" Tanya Wiliam takut mengganggu kenyamanan ibu ibu tadi .
__ADS_1
" Tidak , justru dia senang kalian datang . Dia sungguh kesepian selama ini karena tak ada yang menjenguk nya sama sekali." ucap Andre iba .
" Kasian sekali ibu ibu itu ..kemana keluarga nya kenapa mereka tak menjenguk nya ?" Tanya Siska penasaran .
" Suaminya sudah meninggal sedangkan ia tak memiliki anak kandung . Ia memiliki anak angkat namun ia tak mau menghubungi anak angkat nya itu " ucap Andre menjawab pertanyaan Siska .
" Kenapa ... anak angkat nya tetap harus tau dong kondisi ibunya saat ini bagaimana pun ia yang telah merawat nya . " ucap Siska kembali' bertanya tanya .
" Kata ibu ibu itu ia tak mau merepotkan sang anak dan menyisakan nya selama ini anak angkat nya itu sudah sering menderita jadi ia tak mau menyusahkan nya lagi . " Ucap Andre membuat Siska dan Wiliam paham .
" Baiklah kamar ibu ibu itu sudah ada di hadapan kita apa kalian siap melihat nya ?" tanya Andre pada Wiliam dan Siska .
" Siap . " Ucap mereka berdua bersamaan .
Andre pun membuka pintu di hadapannya itu . Seorang wanita paruh baya duduk di dekat jendela membelakangi Siska Wiliam dan Andre .
" Assalamualaikum Bu ..saya datang lagi membawa teman yang saya ceritakan kemarin . " ucap Andre Pela tak lama setelah itu ibu ibu itu memutar badannya menghadap Siska .
Dan betapa terkejutnya Siska saat mengetahui siapa orang di hadapannya itu begitu pula dengan wanita paruh baya itu , ia tak menyangka Siska adalah orang yang Andre maksud .
" Ibu ..." Ucap siska berlinang air mata , wanita itu langsung menghampiri wanita paruh baya itu dan memeluk nya erat .
" Ibu ...kenapa ibu menjadi seperti ini Bu ..apa yang terjadi dengan ibu . " Ucap Siska memeluk ibunya itu erat .
" Maafkan ibu Siska ...maaf kamu harus melihat ibu dalam keadaan seperti ini . Ibu akan menceritakan apa yang terjadi pada ibu satu persatu tapi ..ibu mohon sebelum itu maafkan lah ibu mu ini nak . Ibu telah banyak menyusahkan mu ibu telah membuat mu menderita selama ini .
" Tidak ibu jangan bicara seperti ibu Bu ... tolong ceritakan semuanya pada siska Siska akan membantu ibu sekuat tenaga Siska . " ucap Siska mengusap air matanya kasar dan menatap ibunya itu dengan pandangan sendu .
Kini Wiliam tahu bahwa wanita paruh baya yang di temukan oleh sahabat nya adalah orang tua angkat yang Siska ceritakan kemarin pada dirinya .
..
..
..
Otak nya ngadat ... anak nangis terus jadi kemungkinan cuma bisa up sebab hari ini besok lanjut lagi ya jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author