Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
41 . Bayi yang menangis .


__ADS_3

Bram memasuki rumah nya dengan langkah panjang , lelaki itu sangat kesal karena tak kunjung menemukan anak nya . Seluruh penjuru desa telah ia cari namun sama sekali tak ada jejak sang anak , anak nya itu bagaikan di telan bumi .


" Bagaimana pa ?" tanya seorang wanita langsung menghampiri Bram saat Lelaki itu baru saja memasuki rumah nya .


Bram terdiam lelaki itu telah Menghentikan langkah nya dan langsung menatap istrinya itu dengan sendu . Ia bingung harus mengatakan sejujurnya atau justru harus berbohong bahwa sekali lagi mereka harus berpisah dengan putri semata wayangnya .


" Em ... ya dia baik baik saja ." ucap bram membuat flora tak yakin , wanita itu menatap tajam suaminya .


" Benarkah , lalu kenapa hendphone nya tak aktif pa ?" tanya flora membuat Bram menggaruk tengkuknya bingung .


" em ... itu ... anu hp nya rusak sayang jadi tak bisa di hubungi . " ucap bram lagi lagi berbohong karena tak ingin istrinya sedih saat mengetahui kebenaran nya .


" Rusak , lalu kenapa kamu tak membelikan hendphone yang baru untuk nya agar aku langsung bisa menghubungi nya . " ucap flora pada suaminya itu .


" Aku sudah membelikan nya sayang tapi dia tak mau dia bilang tak mau merepotkan . "Ucap bram mengalihkan pandangannya karena sedari tadi flora terus terusan menatap nya tajam .


" Kamu berbohong . " ucap flora membuat Bram terdiam .


" Kita sudah menikah bertahun-tahun bukan hanya berbulan-bulan mas , aku tau kamu saat ini tengah berbohong . Aku hafal betul sikap mu saat membohongi diriku . Jadi aku mohon katakan yang sejujurnya apa kamu bertemu dengan anak kita atau tidak . Aku di sini bertanya sebagai seorang ibu yang mengkhawatirkan anak nya jadi jangan tutupi apa pun dari ibu ini . " ucap flora membuat Bram menghela nafasnya perlahan . lelaki itu langsung membawa istri nya kedalam pelukannya .


" Maafkan aku sayang aku belum bisa menemukan nya .Anak kita tak ada ditempat itu lagi dan seperti nya orang lain telah membawanya pergi . Aku sudah mencarinya di seluruh penjuru desa namun tak ada jejak sama sekali . " ucap bram membuat flora menangis , firasat dan naluri nya sebagai seorang ibu ternyata benar anak nya itu hilang kembali dan itu entah kemana .


"Maaf flora aku berjanji akan menemukan nya secepatnya walaupun itu sulit . " ucap bram pada istrinya itu .


" Aku sudah berpisah dengan nya selama belasan tahun mas , aku masih merindukan nya dan ingin ia bersama ku sampai ajal menjemput ku nanti tapi belum juga rasa rindu ku ini terobati sepenuhnya ia justru malah kembali hilang entah kemana . Pokoknya kita harus menemukan nya mas harus . Aku tak mau kehilangan anak kita lagi . " ucap flora menumpahkan tangis nya di dada suaminya


itu .


" kita pasti menemukan nya sayang jadi bersabar lah . " ucap bram tak mampu di jawab lagi oleh flora , wanita itu kembali menangis menumpahkan segala kesedihan nya di dada suaminya itu.


" Ada apa ini ?" tanya Ibra bingung . Lelaki itu baru saja pulang dari rumah sakit dan saat tiba di rumah ia melihat ibu dan ayah nya berpelukan seraya menangis .

__ADS_1


" Adikmu hilang bra . " ucap bram membuat Ibra mengerutkan dahinya bingung .


" Maksud papa apa ?" tanya Ibra menatap ayah nya itu tajam .


" Adikmu di culik seperti nya , tadi papa ke desa tapi tak menemukan adikmu . Rumah itu masih rapi bahkan pakaian adikmu tak ada yang hilang satu pun . Uang pemberian mama kamu juga masih tersimpan di sana . Bahkan hendphone adik mu juga tergeletak begitu saja di atas kasur . papa sudah mencarinya ke penjuru desa namun hasil nya nihil . " ucap bram pada anak nya itu .


Ibra terdiam sejenak , ia coba berpikir kemana kemungkinan adiknya itu pergi . Dia ingin bertanya pada teman adiknya namun ia sama sekali belum mengenal satu orang pun teman adiknya itu .


" Kita sewa detektif saja pa , biar Siska cepat di ketemukan . " Ucap Ibra pada akhirnya.


" Iya yang di katakan Ibra betul pa kita sewa detektif saja . " ucap Flora menyetujui usul anak nya itu .


" Oke papa setuju . " ucap bram menyetujui usul anak nya itu .


sementara itu di lain sisi Jordan tengah menatap Rangga tajam . begitu pun dengan Rangga yang menatap Jordan tajam pula .


" Ayolah nga , kenapa loe nolak untuk pergi keluar negri . Ini masalah penting lagi pula kamu berangkat nya masih Minggu depan . " ucap Jordan frustasi karena Rangga menolak untuk berangkat keluar negeri menyelesaikan pekerjaan nya .


Orang rumah tak ada yang tau jika wanita itu berada di rumah nya . Bukan Rangga mengkhawatirkan nya ia hanya tak mau Siska mati kelaparan di dalam rumah nya .


" Kalau bisa di wakilkan mana mungkin aku membujuk mu sampai seperti ini . " ucap jordan pada Rangga .


Rangga terdiam sejenak , ia memikirkan resiko jika ia tak menghadiri perjalanan dinas itu . perusahaan nya bisa saja rugi ratusan juta jika ia tak menghadiri nya .


" Mungkin aku harus memberitahu bibi untuk memberi makan peliharaan ku itu. saat aku pergi . " ucap Rangga pada akhirnya tak memiliki pilihan lain .


" Baiklah aku akan menghadiri nya . " ucap Rangga pada akhirnya mendengar itu Jordan bisa bernafas lega .


...


...

__ADS_1


...


Di lain sisi , Siska tengah bingung di dalam kamar nya . Ia bosan terus terusan duduk di kamar itu , ingin rasanya ia melarikan diri namun ia sungguh tak bisa .


Suara tangisan bayi yang kemarin ia dengar kembali tertangkap pendengar an nya . Hati siska terenyuh mendengar tangisan itu , dasarnya ia penyuka anak kecil jadi ia sungguh tak tega mendengar bayi menangis .


cukup lama Siska mendengar nya namun tangis itu tak kunjung berhenti justru malah semakin kencang .


" Kenapa masih menangis apakah tak ada yang menenangkan nya . Kemana mbak Rosa apa dia pergi hingga tak tau anak nya menangis . Ck ... aku tak bisa berdiam diri di sini aku harus melihat bayi itu . Aku takut terjadi apa apa padanya . " ucap Siska pada dirinya sendiri .


Siska menatap pintu kamar yang menghubungkan nya dengan ruang kerja Rangga. wanita itu menarik gagang pintu namun hasil nya nihil , tiba tiba ia teringat pada sebuah film . Siska langsung mengambil jepit rambut nya di atas meja rias , ia pernah menonton film . ada orang membuka pintu dengan paksa menggunakan jepit rambut itu .


Percobaan pertama gagal begitu pula yang kedua . ini ketiga kali nya Siska mencoba dan berusaha . Ternyata tak semudah yang ia bayangkan , Siska kembali berusaha dan akhirnya pintu itu Berhasil terbuka . Siska langsung melangkah kan kakinya menuju tangisan bayi yang ia dengar dan betapa terkejutnya ia ketika melihat seorang bayi tergeletak sendirian di atas kasur .


Siska langsung menggendong bayi itu dan menimang nya perlahan . Hatinya terenyuh melihat bayi itu mulai memejamkan matanya , air mata masih membekas di pipi mungil nya . Siska langsung menghapus air mata itu perlahan .


" Tolong ..." ucap seseorang yang tak jauh berbeda dari tempat nya berdiri . Siska langsung mengalihkan pandangannya dan betapa terkejutnya ia melihat Lisa tergeletak di atas lantai dengan tak berdaya .


Siska yang melihat itu berusaha membantu namun ia kesusahan mengingat ia menggendong bayi . Lalu Siska pun memutuskan untuk meletakkan bayi itu perlahan lahan ke atas kasur setelah itu ia membantu Lisa bangkit dan membaringkan wanita itu ke atas kasur .


...


.


.


lanjut besok ya gays pekerjaan author numpuk . hehe .


tetep semangat puasanya jangan lupa.like komen vaf dan hadiah .


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .

__ADS_1


__ADS_2