
Dengan langkah tergesa gesa Siska berlari menyusuri lorong rumah sakit , tadi setelah ibunya pergi dari rumah nya . Pihak rumah sakit mengatakan jika Kondisi ayah nya kritis , dengan bertelanjang kaki Siska menuju ruangan di mana saat ini bapak nya di rawat .
Rasa khawatir cemas bercampur menjadi satu , ia sungguh tak menyangka hal ini akan terjadi .Bukanya membaik kondisi ayah nya malah semakin memburuk pasca operasi . Saking terburu buru nya ia jadi tak sengaja menabrak seorang pria yang baru baru ini di kenal nya . Pria yang saat pertama kali bertemu dengan nya sudah menceritakan masalah nya siapa lagi kalau bukan si dokter tampan yang bernama Ibra itu .
" Maaf dok saya tak sengaja . " Ucap Siska ingin kembali berlari namun tangan nya sudah lebih dulu di raih oleh dokter tampan itu .
" Tak apa , kamu kenapa buru buru sekali ?$ tanya dokter itu dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya .
" Saya buru buru dok , lain kali saya jelaskan . " ucap Siska melanjutkan perjalanan nya lagi , ibra hanya memandang kepergian Siska dengan dahi berkerut . Ia sungguh penasaran dengan apa yang membuat wanita itu terburu buru .
..
..
Rangga tiba di apartemen nya dengan dahi berkerut , lelaki itu tak mengira jika Apartemen nya kosong . Tak ada wanita yang selama ini menemani nya di apartemen tersebut . Rasa takut khawatir teraduk menjadi satu , lelaki itu berjalan dengan tergesa gesa menuju kamar di mana wanita yang ia cintai tinggali. Di bukanya pintu lemari di kamar itu dengan kasar dan ia bisa bernafas lega karena pakaian wanita yang di cintai nya masih berasa di sana .
Ia lega karena Siska tak meninggalkan nya , ia sungguh mencintai wanita itu dan ketika ia membayangkan Siska pergi meninggalkan nya . Hatinya tak tenang dan jiwa nya pun gelisah , namun ia juga bertanya tanya kemana wanita nya itu pergi tanpa memberikan ia kabar sama sekali .
Ia meraih handphone nya dari dalam saku kemudian ia mulai menghubungi Siska . Ia ingin tau kemana wanita itu pergi , Cukup lama dan berkali kali ia menghubungi Wanita nya itu namun sepertinya nya Siska tak mau mengangkat telvon nya .
Rangga terdiam ia berusaha berpikir kemana Siska pergi dan pikiran nya langsung tertuju pada sebuah tempat di mana bapak Siska di rawat . Rangga bergegas mengambil jas yang tadi ia letakan di kasur dengan kasar . Kemudian lelaki itu berjalan keluar dari apartemen nya , ia akan pergi ke tempat yang mungkin Siska datangi .
Kaki Siska terasa lemas saat melihat banyak nya dokter dan perawat keluar dan masuk dari kamar di mana bapak nya di rawat sudah 4 bulan Siska berharap bapak nya itu akan tersadar dari koma nya namun kini harapan nya seketika runtuh .
__ADS_1
Ia sungguh tak yakin , perasaan nya mengatakan bahwa bapak nya itu akan meninggalkan ia untuk selama lama nya . berkali kali ia menggigit bibir nya yang mulai bergetar karena menahan tangis nya .
Karena bingung dan tak tau harus bagaimana , Siska pun memutuskan untuk menghubungi ibunya namun .. Wanita yang tadi bertengkar dengan nya itu sama sekali tak mengangkat telpon nya .
Siska kesal dan ingin membanting handphone nya itu namun ia urungkan saat melihat riwayat panggilan yang tertera di layar handphone nya . Riwayat itu dari Rangga , melihat itu ia jadi berniat untuk menghubungi lelaki itu namun ia mengurungkan niat nya saat mengingat .
Rosa yang datang menampar nya , ia menutup layar handphone nya dengan lesu pandangan nya Kembali teralihkan pada sebuah pintu yang menghubungkan dirinya dengan kamar di mana bapak nya di rawat .
" Keluarga bapak Tarno . " panggil seorang dokter melepaskan penutup mulut nya dengan lesu . Siska menjalankan kaki nya perlahan , langkah nya terasa berat saat mendekati dokter itu .
" Bagaimana keadaan bapak saya dokter ?" tanya siska menatap dokter itu dengan penuh harap .
" Maafkan kami , kami sudah berusaha yang terbaik namun Tuhan berkata lain . Bapak Tarno sudah berpulang ke sisinya , saya harap mbak Siska bisa tabah menerima kenyataan ini . " ucap dokter itu bagaikan seribu duri yang menusuk relung hati nya .
" Tak mungkin ... Bapak tak mungkin meninggalkan Siska . Tak mungkin , aku pasti sedang bermimpi . Ia aku sedang bermimpi ini hanya mimpi . " lirih Siska dengan air mata yang mulai mengalir membasahi pipinya , harapan nya untuk bisa melihat bapak nya bangun lagi telah pupus .
Tubuh Siska ingin luruh ke lantai namun seseorang sudah lebih dulu merengkuh tubuhnya dan membawa nya kedalam pelukannya nya .
" Ada apa Siska , kenapa kamu seperti ini ?" tanya orang itu memeluk Siska dengan begitu erat seakan akan berusaha untuk memberikan kekuatan pada wanita itu .
" Mas Rangga ...bapak gak mungkin meninggal kan mas , Siska hanya mimpi kan mas . iya kan tolong cubit Siska dan bangunkan Siska dari mimpi yang buruk ini . " ucap Siska membuat rangga iba . Lelaki itu semakin mengeratkan pelukannya dan menatap dokter yang saat ini tengah menatap dirinya dengan menggelengkan kepalanya perlahan .
" Bangun kan aku mas ...bangunkan Siska , Siska tak mau mimpi seperti ini . " ucap Siska dengan nada yang lemah sebelum wanita itu pingsan dalam pelukan rangga .
__ADS_1
" Siska ...bangun Siska . " ucap Rangga menepuk pelan pipi Siska namun wanita itu sama sekali tak merespon , Rangga mengangkat tubuh Siska kedalam gendongan nya kemudian lelaki itu berjalan menjauhi tempat itu .
Lelaki itu ingin membawa Siska pulang ke apartemen nya . Setelah meletakan tubuh Siska di dalam mobil , Rangga pun Menelepon Jordan untuk datang ke rumah sakit mengurus si segala biyaya perawatan bapak Siska dan mengurusi jenazah nya .
" Pokoknya urus sampai selesai , gue bawa Siska pulang dulu . Kondisi nya tak memungkinkan untuk tetap berada di rumah sakit ini . " Ucap Rangga kepada sahabat nya di dalam telvon .
" Tenang saja , gue dengan senang hati mengurus nya . Loe tenang kan Siska aja , gue paham kok wanita itu pasti sangat kehilangan . " ucap Jordan tak membantah seperti biasa nya .
" Terimakasih ..loe emang sahabat terbaik gue . " Ucap Rangga sebelum mengakhiri telpon nya , ia menatap Siska sejenak , ia sungguh tak tega melihat wanita itu sedih dan menangis seperti tadi . Ia tau dan mengerti pasti saat ini perasaan Siska sangat hancur dan sedih . ia juga tau bagaimana wanita itu begitu mengharapkan kesembuhan dari bapak nya .
Tak ingin terus berada di rumah sakit itu , Rangga pun akhirnya melajukan mobilnya perlahan menjauhi rumah sakit tempat bapak Siska di rawat.
...
..
.
Di lajut besokya ...
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .
__ADS_1