Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
59 . makan siang bersama .


__ADS_3

" Selamat ya ...Kini kalian bebas melakukan apa pun karena kalian sudah sah menjadi suami istri . " sindir salah satu warga desa pada Wiliam dan siska setelah ijab kabul baru saja selesai .


Wiliam mengepalkan tangan nya , kata kata warga desa itu sungguh membuat ia kesal ingin sekali rasanya ia memukul wajah laki laki di hadapannya itu namun ia urungkan karena ia tak ingin membuat keributan di rumah orang lain .


" Terimakasih . " ucap Wiliam singkat dan menatap tajam kearah orang tersebut .Siska yang melihat tangga suaminya itu mengepal pun mengerti jika suaminya tersinggung dengan apa yang orang di hadapannya itu katakan .


Orang itu tersenyum kemudian ia berlalu pergi meninggalkan Siska dan Wiliam sendirian berasa dengan pak ustadz yang menikah kan mereka berdua tadi .


" Yang sabar nak ...mungkin ini cara Allah menyatukan kalian . Jadi terimalah dengan ikhlas demi mengejar ridho nya Allah. " ucap ustadz itu membuat Siska terdiam .


Ia merasa apa yang di katakan ustadz itu ada benar nya , ia harus mengambil hikmah dari kejadian ini . hikmah nya adalah ia mendapatkan suami tanpa ia harus mencarinya . Mungkin ia harus menerima pernikahan ini perlahan lahan dan mungkin Wiliam adalah jodoh yang dipilihkan Allah untuk nya .


" iya pak terimakasih . " ucap Wiliam tersenyum tipis .


" kalian ingin tinggal di sini atau bagaimana. Bukan saya bermaksud untuk mengusir kalian , saya akan membuatkan izin kalian tinggal selama beberapa waktu jika kalian bersedia tinggal . " ucap Ustadz itu pada Wiliam .


" Mobil kami rusak pak . Mungkin kami harus menunggu mobil lain untuk pergi dari desa ini maka dari itu bolehkah saya menumpang sampai mobil jemputan kami tiba di desa ini ?" Tanya Wiliam dengan sopan .


" Boleh tentu saja boleh nak . Kalian bisa tinggal di sini selama beberapa waktu . Sebentar ya saya panggilkan istri saya dulu . " ucap ustadz itu membuat Wiliam senang setidaknya ia dan Siska tak harus menunggu di dalam mobil sampai jemputan mereka sampai .


" Umi ...umi " Panggil ustadz itu memanggil istrinya .


" Iya Abi . " Ucap seorang perempuan bercadar keluar dari bilik kamar dan menghampiri mereka .


" Perkenalkan umi ini adalah Wiliam dan Siska dia akan tinggal di rumah kita selama beberapa waktu. Umi tak keberatan kan ?" tanya pak ustadz itu pada istrinya .

__ADS_1


" Tidak Abi ...kalau begitu biar umi masakan makan siang untuk kalian . Kalian pasti belum makan dari tadi pagi kan ?" Tanya orang itu dengan ramah .


" Tak usah repot repot Bu ustadz saya dan istri saya tak mau merepotkan kalian . " ucap Wiliam tak enak hati jika harus menumpang makan juga pada keluarga pak ustadz itu .


" Tak repot sama sekali . Saya senang bisa memasak untuk kalian . Ya sudah saya pamit ke dapur dulu ya Assalamualaikum . " ucap ibu ustadz itu ingin berlalu pergi namun Siska menahan nya .


" Tunggu Bu ... boleh kah saya membantu ibu di dapur ?" Tanya Siska membuat Bu ustadz itu tersenyum di balik cadar .


" Tentu saja boleh saya senang ada yang membantu meringankan pekerjaan saya . " ucap bu ustadz itu membuat Siska tersenyum senang . Mereka pun berjalan beriringan menuju dapur .


" sebenarnya nak Wiliam ini mengenal nak Siska dari mana dan kenapa kalian bisa sampai kedesa terpencil seperti desa kami ini ?" Tanya pak ustadz itu pada Wiliam .


" Saya dosen nya Siska pak . kebetulan waktu itu Siska ingin menumpang menuju kampus pada saya namun jalan yang biasanya saya lewati tak bisa di lalui karena sedang dalam perbaikan jadi saya dan Siska memilih jalan yang lain . Kami belum pernah melewati jalan itu , jalan itu banyak sekali tikungan dan bercabang .jadinya kami tersesat di tempat ini . " Ucap Wiliam menceritakan semuanya pada laki laki di hadapannya itu .


" Jadi seperti itu ceritanya , lalu bagaimana mereka bisa menuduh mu berbuat yang tidak tidak jika kalian hanya sebatas dosen dan mahasiswa tak lebih dari itu ?" Tanya ustadz itu pada nya .


Jadi saya membantu nya namun posisi kami saat itu jika di lihat dari luar mobil mungkin akan membuat salah paham orang orang yang melihatnya . Mungkin itu yang membuat mereka salah paham dan memohokan kami untuk menikah. " Ucap Wiliam menjelaskan .


" Jadi seperti itu ceritanya . Maaf ya nak bapak tak bisa membantu karena bapak pun kedudukan nya tak kuat di kampung ini untuk membantu mu . Saya harap kamu mengerti dengan keadaan saya . " Ucap pak ustadz itu pada Wiliam .


" Tak apa pak semua sudah berlalu dan saat ini yang harus saya lakukan adalah menerima pernikahan ini dengan sepenuh hati meskipun itu membutuhkan waktu. " Ucap Wiliam membuat ustadz itu tersenyum , ia merasa laki laki di hadapannya itu adalah laki laki yang bertanggung jawab .


." syukurlah jika kamu berpikir seperti itu. Tapi kamu tak usah khawatir kalau saya lihat lihat istri mu itu orang yang baik terlihat dari caranya berbicara dan menatap orang lain . " Ucap ustadz itu membuat Wiliam ikut tersenyum juga .


" Semoga saja seperti itu pak . " Ucap Wiliam pelan .

__ADS_1


Sedangkan di lain sisi Siska menatap dapur Bu ustadz itu dengan pandangan kagum. Dapur itu terbuat dari kayu namun terkesan indah dan elegan . Siska jadi ingin mempunyai dapur seperti itu di rumah nya .


" Sini dek , kamu kupas sayur nya biar aku yang siapkan bumbunya ya ." Ucap wanita itu pada Siska . Siska tersenyum dan mengangguk pelan , Siska mulai mengerjakan pekerjaan nya begitu pula dengan Bu ustadz .


" Dulu saya juga terpaksa menikah dengan pak ustadz. " Ucap Bu ustadz itu ingin sedikit menghibur Siska dengan menceritakan sepenggal kisah nya .


" Benarkah ?" Tanya Siska tak percaya dengan apa yang di dengar nya itu .


" Iya ... Saya di jodohkan dengan pak ustadz . Umur saya waktu itu masih 19 tahun , masih muda dan belum mengerti apa pun . Jarak umur saya dan pak ustadz pun sangat jauh jadi ya awal menikah saya sedih dan tak mau menerima dia sebagai suami saya tapi lama kelamaan saya jatuh cinta juga padanya dan mulai menerima nya karena dia orang yang baik dan tulus .


kekecewaan dan kesedihan. Saya runtuh karena itu dan kamu juga tau bukan jika di dalam Islam surga kita itu adalah suami kita , kita harus patuh menurut dan melayani nya dengan baik jadi ... Saya melakukan hal itu dulu sebelum saya mencintai pak ustadz sebagai kewajiban dari seorang istri .


Saya lihat suami kamu itu orang yang baik dan bertanggung jawab , meskipun saya belum mengenal nya lama tapi saya yakin dia mampu membimbing kamu dengan benar .Jadi kamu jangan terlalu menutup dirimu , bukalah hati mu untuk nya meskipun itu sulit untuk di lakukan tapi kamu tetap harus melakukan nya . " Ucap umi itu membuat Siska terdiam . Ia merasa apa yang di katakan umi itu ada benar nya .


Ia harus membuka hatinya untuk dosen nya itu dan ia juga harus bersikap dan patuh terhadap dosen nya itu karena bagaimanapun ia adalah seorang istri . Ia wajib melakukan hal itu , ia tak mau berdosa lagi . Dosa dosanya sudah sangat banyak dan menumpuk seperti gunung . karena tak mau memikirkan hal itu lagi , Siska pun kembali fokus dengan masakan yang akan mereka buat untuk makan siang . Bu ustadz itu seperti nya juga tak membicarakan hal itu lagi jadi mereka hanya bisa diam dalam kegiatan nya masing masing .


...


..


...


...


Up ... sehari cum bisa satu Episode tapi y ...besok besok di usahakan up banyak .

__ADS_1


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR .


__ADS_2