
" Malam om, tante , siska dan kak ibra . " Sapa irma dengan ramah nya yang membuat semua orang di situ tersenyum mendengar nya .
" Malam nak ..kamu sungguh cantik sekali . pantas ibra sampai bengong bahkan air liur nya mau menetes lihat kamu . " sindir flora seraya melihat anak nya yang tak henti hentinya memandang irma dengan penuh kekaguman . Irma tersenyum malu malu mendengar nya , pipi wanita itu memerah mata nya menatap mata ibra dengan penuh kelembutan .
Ibra memberikan senyum manis nya pada calon istrinya itu , malam ini ia sungguh bahagia dan tak ingin pagi segera datang .
Ia bahkan merasa tak puas kalau hanya memandang irma sekali saja , ia ingin memandang wajah cantik itu berkali kali . bahkan ia sudah memikirkan bagaimana jika ia melihat wajah itu ketika ia hendak tidur dan terbangun di pagi hari . Pasti harinya akan semakin indah jika itu terjadi .
Siska yang melihat kakak nya tak berkedip memandang sahabatnya itu pun langsung tersenyum simpul , ia mencubit pinggang ibra dengan keras hingga laki laki itu berteriak di hadapan semua orang yang ada di situ .
" Ibra kamu ini gak sopan sekali berteriak seperti itu di rumah orang . " ucap bram memarahi anak nya itu setelah itu ia pun meminta maaf pada chiko dan keluarga nya karena anak nya bersikap tak sopan .
" maaf pa tapi siska cubit pinggang ibra jadi ibra spontan saja teriak . " Ucap ibra menatap sang adik dengan kesal sementara siska hanya nyengir tanpa dosa . Irma yang melihat kelakuan kakak beradik itu hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan sementara chiko hanya memijit kepalanya pelan .
" Tak apa pak ..kami maklum . " Jawab jezika mewakili suaminya itu .
" Baik kita mulai saja ya sepertinya hari sudah semakin larut . " Ucap bram tak ingin lagi menunda pembicaraan penting itu .
" Silakan . " Ucap chiko pelan .
" Ibra ayo ngomong . kan kamu yang mau ngelamar bukan papa apa kamu mau papa yang nikah sama irma bukan kamu . " Goda bram pada anak laki laki nya itu .
" Enak saja ...enggak boleh . " ucap ibra tak terima ayah nya berbicara seperti itu .
" Ini kapan selesainya kalau begini terus . " Ucap chiko yang sudah tak bisa menahan kekesalan nya pada calon menantu dan besan nya itu.
" maaf om ...Baiklah kedatangan saya kesini ingin meminang anak om irma sebagai istri saya . Saya ingin menjadikan anak om sebagai satu satu nya wanita yang ada di hidup saya apa om menerima timangan sayang ini , mohon jangan menolak nya om karena saya sangat mencintai anak om . " Ucap ibra menatap chiko dengan serius . Irma yang mendengar itu sungguh senang namun ia juga deg deg kan dengan keputusan sang ayah tangan nya pun sudah berkeringat sedari tadi karena gerogi dan juga takut pada jawaban ayah nya itu .
" Saya sih terserah irma saja karena anak itu yang akan menjalani ,Saya tak bisa memaksa ataupun melarang nya karena masa depan nya ada di tangan nya sendiri . " Ucap chiko menatap putrinya itu dengan lembut .
Irma tertegun sejenak sejak ia lahir sampai sekarang baru kali ini ayah nya menatap nya dengan pandangan seperti itu . Apa itu bentuk kasih sayang yang ayah nya berikan melihat itu ia jadi ingin memeluk sang ayah dan menangis di pelukan nya .
__ADS_1
" Irma jadi apa jawaban mu nak?" Tanya jezika membuat irma tersadar kembali . Ia menatap ibra lembut kemudian wanita itu mengangguk malu malu .
" Yes ...." Pekik ibra girang sampai tak sadar semua orang menatap nya terkejut . Ibra langsung mentap orang orang itu seraya tersenyum kemudian mereka tertawa bersama sama menertawakan sikap ibra yang begitu senang karena irma menerima lamaran nya .
" Jadi kapan pernikahan nya di adakan ?" Tanya flora dengan tak sabaran .
" Satu bulan lagi . " Bukan Chiko yang menjawab melainkan ibra .Chiko menatap calon menantunya itu tak suka .
" Sepertinya kamu tak sabar ingin menikahi anak saya . " Ucap chiko dengan nada dingin nya membuat buluk kuduk ibra berdiri karena nya . namun ia berusaha untuk tersenyum ia tak ingin terlihat takut di hadapan mertuanya itu . meskipun ia akui mertuanya itu sungguh mengerikan .
" saya ingin segera menghalalkan irma karena jujur umur saya tak muda lagi om dan saya juga ingin menjaga irma dalam sebuah ikatan yang sah . " Ucap ibra lagi lagi membuat irma malu sekaligus senang . Sementara chiko hanya terdiam memikirkan keputusan yang terbaik untuk anak nya .
" Satu bulan terlalu cepat . Saya harus menyiapkan ini dan itu untuk pernikahan anak saya . jadi saya putuskan untuk menikahkan kalian 2 bulan lagi . itu waktu yang ideal menurut saya , tak terlalu cepat ataupun terlalu lambat . " Ucap chiko akhirnya mengambil keputusan itu untuk anak nya .
" Baik lah jika itu sudah keputusan om . " Ucap ibra sedikit kurang puas dengan keputusan itu namun ia harus menerima nya dari pada ia tak di restui nantinya malah ia yang ngenes bukan .
" Baiklah nanti kita lanjutkan lagi ngobrol nya ayo makan dulu . saya dan irma sudah masak banyak tadi untuk kalian . " Ucap jezika pada para tamu itu .
" Em boleh saya ,ayo kita tinggalkan mereka berdua biar mereka menikmati waktu berdua . " Ucap jezika tersenyum begitu pun yang lain nya kecuali chiko . Laki laki itu menatap ibra tajam .
" Jangan macam macam kalian belum muhrim " Ucap chiko pada pasangan itu .
" Mas ..sudah lah jangan seperti itu , kamu kan juga pernah muda pasti kamu mengerti perasaan mereka kan . " ucap jezika memarahi chiko yang masih saja bersikap keras pada putrinya itu . Kemudian setelah itu mereka pun pergi menuju meja makan meninggalkan irma dan ibra sendirian .
Ibra langsung berdiri dan pindah duduk di samping irma . Irma tentu saja langsung memberikan senyuman manisnya pada sang kekasih .
" Kamu sungguh cantik malam ini sayang . " Ucap ibra jujur . Irma menatap kekasihnya itu dengan kesal .
" Memang nya irma gak cantik ya kak malam malam kemarin ?" Tanya gadis itu sedih , ibra langsung merubah wajah nya dengan- pandangan khawatir .
" Bukan sayang ... malam malam sebelum nya kamu juga cantik tapi hari ini kamu lebih cantik lagi . " Ucap ibra berusaha menyenangkan hati kekasihnya itu . Irma tersenyum kembali tanpa sadar ia memeluk tubuh ibra erat . Chiko yang sedari tadi memperhatikan anak muda itu pun langsung menjadi kesal .
__ADS_1
" Irma .. tangan nya di kondisikan ." Teriak chiko membuat irma tersentak . Wanita itu langsung melepaskan tangan nya .
" Sudah lah mas kamu ini senang sekali menggoda mereka . " Ucap jezika kesal pada suaminya itu . Ia sungguh malu dengan keluarga ibra karena suaminya itu sungguh over proktetif pada anak nya .
" Maaf ya jeng , suami saya memang seperti itu kalau sama anak nya . " Ucap jezika meminta maaf atas kelakuan suaminya .
" Tak apa jeng saya paham , pak chiko sungguh sayang pada putrinya . " Ucap flora paham .
" Ayah mu sungguh mengganggu . " Ucap ibra berbisik di telinga irma . Irma tersenyum terbesit di kepala nya untuk mengerjai calon suaminya itu .
" Begitu pun dia calon mertua mu mas , mau aku adukan biar kamu gak dapet restu dari dia ?" ancam irma yang membuat laki laki itu langsung memeluk kekasihnya erat .
" Jangan dong sayang ... nanti yang nikahin kamu siapa kalau papa kamu gak setuju . " Ucap ibra pada calon istrinya itu .
" Banyak yang mau sama irma bukan cuma mas ibra saja . " Ucap irma membuat ibra mendelik . Ia melepaskan pelukan nya dan menatap irma tajam .
" Berani kamu ya . " ucap ibra dingin irma sampai merinding di buatnya .
" Maaf mas hehehe irma cuma bercanda . " Ucap irma dengan cengengesan . ibra tersenyum karena gemas ia pun mencubit hidung irma pelan . Irma tersenyum mereka sungguh bahagia malam itu karena sebentar lagi mereka akan menjadi suami dan istri .
..
..
..
..
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .
__ADS_1