
setelah kepergian Ibra Jordan langsung menatap Rangga dengan pandangan tajam . Lelaki itu masih bingung dan heran dengan apa yang terjadi .
" Ada apa sebenarnya rangga kenapa kamu bersikap kasar seperti itu dengan Siska padahal dulu kamu sangat perhatian dan menyayangi wanita itu hingga tak ingin dia terluka . Lalu apa tadi yang aku lihat , kamu memukul nya dan menatap nya dengan penuh kebencian . Sebenarnya ada apa .Apa yang tidak aku ketahui . Tolong ceritakan semuanya padaku Rangga jika kamu masih menganggap aku sebagai teman mu . " ucap Jordan membuat Rangga menatap nya sendu kemudian lelaki itu menghela nafas nya pelan .
Rangga mulai bercerita tentang masalah nya pada Jordan , Jordan terkejut dengan apa yang baru saja sahabatnya itu ceritakan . Ia tak menyangka Rangga tega berbuat seperti itu pada Siska .
" Seharusnya kamu tak bersikap seperti itu Rangga , Kamu egois , kamu juga bersalah bukan hanya Siska . Sebenarnya orang yang paling menderita diantara kamu Rosa dan Siska adalah Siska Rangga. " ucap Jordan menghela nafas nya sebenarnya ia tak ingin menceritakan hal hal buruk tentang orang yang sudah meninggal namun ia tetap harus mengatakan nya untuk menghilangkan dendam dan rasa benci dari hati sahabatnya itu .
" Apa maksud kamu ?" tanya Rangga menatap tajam sahabatnya itu .
" Sebenarnya foto yang Siska kirimkan mungkin itu kenyataan . Ck ...aku sebenarnya tak ingin mengatakan hal ini mengingat Rosa telah tiada namun aku tak mau kamu terus terusan membenci orang yang salah jadi aku harus menceritakan nya padamu . " Ucap Jordan menatap Rangga takut takut .
Rangga masih diam menunggu kelanjutan omongan dari sahabatnya itu .
" Sebelum kematian Rosa aku pernah melihat ia jalan berdua dengan lelaki yang kamu maksud itu di sebuah hotel , awalnya aku tak mau merasa curiga namun setelah kejadian itu aku sering melihat mereka berdua di hotel itu . Bahkan yang lebih parahnya aku pernah melihat mereka berciuman di dalam mobil dengan tak sengaja . " ucap Jordan mengakui apa yang ia lihat dan sembunyikan selama ini dari sahabatnya.
Rangga terdiam mendengar itu , hatinya sakit dan kecewa karena kenyataan yang Jordan berikan . Ia juga kecewa pada dirinya sendiri yang tak mampu menyelidiki masalah nya hingga membuat orang yang di cintai nya terluka .
Ia merasa bersalah pada Siska karena tak seharusnya ia membenci wanita itu apa lagi melukai nya hanya karena ia merusak rumah tangga yang memang dari awal sudah tak bisa di pertahankan lagi .
" Gue tau berat bagi Lo untuk menerima ini semua nga tapi ... Siska tak bersalah . Rosa memang selingkuh jadi tak seharusnya loe membalas dendam pada wanita itu . Kasian nga , pernikahan bukanlah hal yang sepele dan mudah untuk di permainkan . Saran gue segeralah akhir RI dendam ini dan minta maaf lah pada wanita itu . " ucap Jordan menasehati sahabatnya itu .
.
" Terimakasih sudah mengatakan kebenaran nya dan . Gue lega sekarang setelah mengetahui nya , loe benar gue harus minta maaf sama Rosa sekarang juga . " ucap Rangga pada akhirnya sadar dan tak lagi menyimpan dendam pada wanita yang di cintai nya itu .
__ADS_1
" Sama sama gue senang kalau loe bisa berpikir seperti itu . " ucap Jordan tersenyum .
Di lain sisi Ibra menatap adiknya yang mulai tenang , pendarahan yang adiknya alami pun sudah bisa di hentikan meskipun ia tak bisa menyelamatkan anak dalam kandungan Siska .
Mata adiknya yang tadi terpejam pun mulai terbuka , pandangan adiknya itu sayu . Bekas tamparan di wajah nya membuat Ibra sakit hati . ia Ingin tau siapa orang yang telah menghamili adiknya dan menyiksa adiknya itu .
" Anak ku ... Bagaimana anak ku kak apa dia selamat .." Ucap nya saat pertama kali bangun . Ibra terdiam . Ia menghela nafas pelan dan duduk di ranjang adiknya itu , di usapnya punggung tangan sang adik perlahan .
" Maafkan kakak ya ... Kakak tak bisa menyelamatkan nya . " Ucap Ibra pelan .
" Tidak ...tidak mungkin dia pergi ...hiks Dia di perut ku belum lama kak aku belum bisa melihat wajah nya . Kenapa dia pergi begitu cepat . Ini semua salah Siska yang tak becus menjaga nya , Maafkan ibu nak ..." ucap Siska menangis , Ibra yang melihat itu pun langsung memeluk adiknya erat .
" Tak apa ....Tak apa menangis lah jika itu membuat mu tenang nantinya . Kamu tak bersalah Siska ini semua takdir yang harus kamu terima , Jangan menyalahkan dirimu sendiri. " ucap Ibra seraya mengusap punggung adiknya itu pelan.
" Kakak sudah mengabari mama dan papa , mereka akan datang ke sini sebentar lagi ." ucap Ibra setelah adik nya itu sedikit tenang .
" Kaka memberitahu mereka , mereka pasti sangat khawatir kak . Kenapa kakak tak merahasiakan nya saja kenapa kakak harus memberitahu mereka ?" tanya Siska pada kakak nya itu .
" Mereka wajib tau karena kamu anak nya Siska . " Ucap Ibra membuat Siska terdiam , ia merasa apa yang di katakan Ibra ada benar nya .
" Sudah lah tak usah di pikirkan , mereka tak akan marah atas apa yang terjadi padamu tapi jika kamu tak keberatan bolehkah kakak mengetahui apa yang terjadi Siska . Kemana kamu pergi selama 6 bulan ini , Kakak mencari mu kemana mana namun tak ketemu sama sekali . Dan saat kakak menemukan mu kamu sudah dalam keadaan seperti ini , siapa yang menghamili mu dan kenapa muka kamu memar seperti itu . " ucap Ibra mengkhawatirkan kondisi adiknya itu .
" Em ... sebenarnya ..." mengalirkan cerita Siska satu persatu dari mulai ia mengenal Rangga , menikah dengan lelaki itu...hingga kekerasan rumah tangga yang telah membuat ia keguguran .
" Kurang ajar ...Aku akan membunuh pria bajingan itu , aku sungguh tak terima kamu di perlakukan seperti itu ." ucap Ibra ingin beranjak dari duduknya dan menghajar Rangga namun Siska menahannya .
__ADS_1
" Jangan kak ...Aku mohon jangan lakukan itu . " Ucap Siska yang benci pada dirinya sendiri karena ia masih saja tak ingin Rangga terluka .
" Kenapa , dia telah menyakiti mu Siska . Kakak tak bisa menerima nya , lelaki itu harus mendapatkan pelajaran atas apa yang telah ia lakukan . " Ucap Rangga pelan .
" Aku tau tapi ...bukan dengan kekerasaan kak . " ucap Siska membuat Ibra menghela nafas nya pelan . Ia tau adiknya begitu baik hati , wanita itu tak akan tega menyakiti orang lain demi dirinya sendiri .
" Ya sudah ... kamu istirahat saja dulu . Kakak masih harus mengecek pasien kakak yang lain. " ucap Ibra melepaskan pelukannya seraya mengusap rambut Siska sayang .
" Iya kak ... pergilah Siska baik baik saja di sini . " ucap Siska membiarkan kakak nya itu pergi .
Ibra tersenyum dan mengangguk kan kepalanya perlahan , lelaki itu berjalan keluar dari ruangan di mana Siska di periksa tadi . Siska hanya terdiam , ia kembali meratapi kepergian anak dalam kandungan nya . .
...
..
..
.
Kasian sekali Siska ya ...
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .
__ADS_1