
Hujan datang mengiringi pemakaman bapak Siska , Siska hanya bisa pasrah saat bapak nya masuk ke dalam liang lahat . Beberapa kali ia mengusap air matanya kasar berusaha untuk tetap tegar dan tak membuat langkah bapak nya semakin berat meninggalkan dunia ini .
" Yang sabar ya sis ... Aku tau kamu berat menerima ini semua . Tapi kamu harus kuat demi masa depan mu . " Ucap Jordan pelan . Pemakaman itu baru saja selesai dan orang orang telah pulang ke rumah nya masing masing .
" Iya kak Jordan terimakasih . " ucap Siska tersenyum tipis .
" Ibu kamu tak datang ?" tanya Jordan lagi , Siska menggeleng kan kepalanya perlahan menjawab pertanyaan Jordan itu .
" Sudahlah , ayo kita pulang . Hujan semakin deras aku tak mau kamu sakit kalau terus terusan berdiri di sini . " ucap Rangga pada wanita yang telah mengisi hatinya itu .
" Aku masih mau disini mas , Bapak pasti kedinginan di bawah sana . " Ucap Siska menatap gundukan tanah yang masih basah karena tersiram air hujan .
" Ayolah Siska , aku mohon bapak mu pasti juga sangat sedih melihat kamu seperti ini . " Ucap Rangga menarik bahu Siska perlahan . Siska terdiam sejenak , wanita itu menatap Rangga pelan kemudian ia kembali meneteskan air matanya .
..
Rangga yang melihat itu pun menjadi sedih , ia tak menyangka bahwa Siska begitu mencintai bapak nya .Dengan perlahan Rangga membantu Siska berdiri , ia menuntun Siska meninggalkan kuburan bapak nya itu dengan langkah yang berat .
Di lain sisi Rosa sedang gelisah beberapa kali wanita itu menggigit bibir bawahnya , Lisa yang melihat kegelisahan di hati Rosa pun langsung menghampiri wanita itu .
" Apa Rangga belum juga pulang Rosa ?" tanya Lisa meletakan sepiring nasi goreng ke hadapan menantunya itu .
" Belum ma , bahkan kini handphone mas Rangga tak aktif . " ucap Rosa berusaha tersenyum meski hatinya tak ingin melakukan hal itu .
" Anak itu benar benar mama tak bisa terus terusan membiarkan dia . Habiskan dulu nasi goreng mu Rosa setelah itu kita datangi apartemen Rangga . " ucap Lisa karena sudah tak bisa mentolerir sikap anak nya yang membuat Rosa sedih . Rosa tersenyum dan mengangguk senang karena ia mendapatkan dukungan dari ibu mertua nya .
" Mama jadi penasaran siapa perempuan yang berani beraninya menggoda Rangga ." ucap Lisa seraya menyuapkan sesendok nasi kedalam mulutnya .
" Rosa juga tak kenal siapa wanita itu ma , yang jelas dia sangat cantik badan nya ramping bak model . Sungguh wanita yang sangat sangat sempurna . " ucap Siska tersenyum sendu , ia merasa fisiknya kalah di bandingkan dengan fisik siska .
" Untuk apa cantik seksi dan sempurna kalau kecantikan nya untuk menggoda suami orang . Mama jadi tak sabar ingin bertemu dengan wanita itu , mama ingin memberikan ia pelajaran agar ia tak mendekati Rangga lagi . " ucap Lisa tersenyum sinis , melihat senyum itu Rosa sebenarnya takut .
__ADS_1
Ia takut Rangga akan marah dan mengamuk nanti , namun ia juga tak punya pilihan lain . ia harus mendatangi mereka berdua untuk mempertahankan suaminya .
" Ini minum air dulu sayang . " ucap Rangga memberikan segelas air pada Siska , Siska meraih gelas itu dan meminum nya perlahan .
" Terimakasih mas , mas sudah meluangkan waktu untuk menemani Siska di saat saat Siska sedih seperti ini . " ucap Siska yang sudah mulai tenang . Saat ini mereka tengah berada di kamar Siska , wanita itu tengah menyenderkan kepalanya di dada bidang Rangga .
" Sama sama sayang , kamu mau makan apa hari ini biar mas masakan untuk kamu . " ucap lelaki itu begitu perhatian pada Siska .
" Siska belum mau makan apa apa mas . " ucap Siska pelan .
" Kamu harus makan Siska dari tadi pagi kamu belum makan apa pun . Mas tau kamu masih berduka dan sedih tapi setidaknya makan lah sesuatu Siska . Mas tak mau kamu jatuh sakit . " ucap Rangga mengusap punggung tangan Siska perlahan .
" Iya nanti Siska makan kok mas , em mas bisakah mas tinggalkan aku di kamar ini sendirian . Aku mau istirahat mas ." ucap Siska ingin sendiri karena ia ingin menumpahkan kesedihan nya pada diri sendiri .
" Baiklah mas keluar dulu kalau ada apa apa panggil mas ya sayang . " ucap Rangga mencium kening Siska perlahan setelah itu ia pergi meninggalkan Siska sendirian di dalam kamar .
Setelah pintu kamarnya benar benar tertutup rapat ,Siska berjalan menuju pintu di kuncinya pintu kamar nya rapat rapat agar tak ada orang masuk dan mengganggu nya .
Setelah itu ia berjalan kearah balkon kamarnya , ia berteriak sekeras mungkin untuk meluapkan kesedihan nya .
Bapak nya meninggal setelah koma pasca operasi selama 4 bulan . ia pikir uang haram itu akan mengubah takdir nya dan menyelamatkan bapak nya namun uang itu justru malah membuat bapak nya tiada .
Siska menyesal . ia menyesal karena telah menggunakan uang haram untuk biyaya operasi bapak nya .
" Ternyata ... uang itu tak membuat bapak kembali seperti dulu , justru uang itu membuat bapak tiada . Maafkan Siska pak , Siska menyesal . Siska janji akan menebus semua dosa dosa yang telah Siska perbuat . " ucap Siska pada dirinya sendiri .
" Mama apa kita benar benar akan melabrak mas Rangga dan wanita itu ?" tanya Rosa saat ia dan ibu mertua nya sampai di depan pintu apartemen Rangga .
" Iya sayang , kita tak bisa membiarkan Rangga terus berbuat hal yang menjijikkan ." ucap Lisa menatap menantu nya dengan tajam .
" Bagaimana jika mas Rangga mengamuk ma ?, Rosa sungguh takut jika itu terjadi . " ucap Rosa menatap pintu apartemen Rangga dengan khawatir .
__ADS_1
" Tak usah takut Rosa , Rangga yang bersalah jadi kita tak perlu takut . Lagi pula mama tak suka jika anak mama terus terperosok dalam perselingkuhan nya dengan wanita murahan itu ." ucap Lisa membuat Rosa tak bisa berbuat apa apa lagi .
Wanita itu perlahan lahan memasukan pin apartemen Rangga , tak lama pintu mulai terbuka . Lisa segera masuk di ikuti Rosa di belakang nya .
Rangga yang sedari tadi diam merenung di sofa pun terkejut ketika melihat kedatangan ibunya .
" Mama ngapain ke sini ?" tanya Rangga berdiri dari duduknya , mata lelaki itu menatap tajam ke arah Lisa . Seakan akan mengatakan jika ia tak suka dengan kehadiran mama nya itu .
" Mana wanita ****** itu , mama mau memberi dia pelajaran . " ucap Lisa membuat Rangga menatap kamar di mana Siska berada . Ia sungguh tak akan membiarkan mama nya bertemu dengan Siska di saat saat wanita itu sedang terpuruk seperti ini .
" Dia tak ada di sini .. Sudahlah ma , jangan campuri urusan Rangga . Biarkan Rangga menyelesaikan masalah Rangga sendiri . " ucap Rangga menatap tajam ibunya .
" Mama tak percaya kamu begitu membela dia . Sudahlah mama tau di mana wanita ******.itu berada . " ucap Lisa ingin melangkahkan kakinya menuju kamar yang sedari tadi tertutup rapat.
" Cukup ma ... sudah ayo kita pulang saja . jangan buat keributan di sini Rangga mohon sama mama . " ucap Rangga menarik tangan ibunya keluar dari apartemen nya .
" Kamu ini kenapa Rangga mama cuma mau bertemu dengan wanita itu , mama hanya ingin meminta dia menjauhi mu . " ucap Lisa berusaha melepaskan tangan nya dari cengkraman anak laki lakinya .
" mama bisa bertemu dengan nya lain kali ma , dia benar benar tak ada di sini . jadi sebaiknya kita pulang ke rumah . Biar Rangga pikirkan jalan keluar nya di rumah bersama dengan mama dan Rosa . " ucap Rangga tak ingin ibunya menemui Siska dan mencaci maki Wanita itu .
Lisa berpikir sejenak , kemudian ia menghela nafas nya perlahan . wanita itu menatap Rosa yang tampak menatap nya seraya mengangguk kan kepalanya perlahan . Tanda ia setuju dengan usul Rangga .
" Baiklah ... ayo kita pulang tapi jika dalam waktu 3 hari kamu belum menemukan solusi nya jangan salahkan mama datang ke sini lagi untuk menemui wanita itu . " ucap Lisa membuat Rangga sedikit lega . Lelaki itu membawa ibunya pergi dari tempat itu dengan segera sebelum ibunya berubah pikiran dan membuat ia khawatir dengan Siska .
...
..
...
Segini dulu besok lanjut lagi , maaf ya bisa nya cuma up satu bab saja , soalnya bulan puasa harus siapkan ini dan itu buat buka dan sahur belum lagi bersih bersih rumah .
__ADS_1
tetap semangat dan jangan lupa berikan like komen vaf dan hadiah ya .
Dukungan kalian sangat berarti bagi kami para author .