
Ibra menatap wanita di hadapan nya dengan pandangan tajam .Ia sungguh marah dan kecewa pada gadis di hadapan nya itu namun ia tak ingin memarahi nya karena melihat gurat kesedihan di wajah gadis manis itu .
Ibra masih menunggu hingga gadis di hadapan nya itu mau bercerita tentang kejadian kemarin namun ia merasa gadis itu ragu untuk bercerita dengan nya . Mungkin ia takut jika dirinya akan marah nanti .
" Cerita lah . " Ucap ibra akhirnya memulai perbincangan lebih dulu .
" Aku ...aku membunuh dia . Aku pembunuh . " Ucap gadis itu dengan tubuh yang bergetar ia terus terusan memegang tangan nya dan memukul mukul telapak tangan nya sendiri . Ibra yang melihat itu pun terdiam sejenak ,hancurnya perasaan dokter adalah ketika ia gagal menyelamatkan pasien nya .
Ia tau itu karena ia pernah mengalami nya dulu , ia tak menyalahkan gadis di hadapan nya itu karena ia tau itu oprasi pertama nya dan pasti sangat sulit baginya . Apalagi penyakit yang di derita pasien nya sangat serius dan sangat beresiko .
"Kita ini memang di takdir kan jadi pembunuh dan juga jadi penyelamat . Bukan kamu saja yang pernah membunuh orang aku pun sama , aku pernah melakukan nya . Menjadi dokter memang tidak mudah . Salah sedikit kita bisa membahayakan nyawa pasien namun kamu juga sudah berusaha menyelamatkan nya jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri. " Ucap ibra memberikan nasehat pada gadis di hadapan nya itu , tiara semakin menangis merutuki kebodohan nya andai ia menolak oprasi itu mungkin semua ini tak akan terjadi.
Ia sangat hancur saat ini , cita citanya adalah menjadi dokter yang menyelamatkan banyak nyawa bukan malah membunuh mereka yang memiliki nyawa .
Ibra paham perasaan dokter yang ia bimbing itu namun ia tak bisa melakukan banyak hal ia tak bisa menghidupkan pasien itu kembali . ia hanya bisa sedikit menghibur gadis di hadapan nya itu .
" Mau tisu ?" Tanya ibra menyerahkan selembar tisu pada tiara , tiara menerima nya dengan tangan yang masih bergetar . Ibra merasa iba dan ingin menghibur gadis di hadapan nya itu tapi ia tak bisa ...ia tak tau bagiamana caranya untuk menghibur tiara .
__ADS_1
" Aku tau sebenarnya ini berat dan mungkin kamu akan gugup nanti waktu oprasi kedua kamu . Tapi kamu tak bisa menyerah begitu saja tanpa kamu oprasi pun pasien itu akan tetap meninggal . Karena kondisinya sudah parah kalau aku lihat dari rekam medis nya tadi . " Ucap ibra sedikit memberikan semangat untuk tiara . Tiara terdiam mata gadis itu menatap ibra tajam .
" Operasi itu akan berhasil kalau aku kompeten seperti kakak .."
Ibra terdiam laki laki itu berdiri dari duduknya dan berjalan kearah luar jendela .
" Belum tentu juga , aku juga pernah gagal bukan kamu saja bahkan aku gagal mengoperasi almarhum istriku . " Ucap ibra sendu teringat dengan kejadian masa lalu yang begitu menyakitkan dirinya . Tiara terkejut ia tak menyangka ibra yang teliti dan profesional pernah gagal dalam oprasi nya dan pasien yang di oprasi adalah istrinya sendiri . Pasti hati laki laki itu lebih sakit dari pada yang ia bayangkan .
" Istriku terkena kanker otak , aku tetap melakukan oprasi untuk nya karena dia memaksa meskipun aku tau bahwa resiko nya sangat besar saat itu , aku tak punya pilihan lain selain menuruti permintaan nya . Aku mengoperasi nya dan gagal oleh aku sendiri. Dia meninggal di meja oprasi ku . " Ucap ibra bercerita dengan setia tiara mendengarkan cerita dari laki laki yang entah sejak kapan sudah mencuri perhatian nya itu .
" kakak benar ...hidup dan mati sudah ada yang mengatur ya meskipun aku sedih karena itu oprasi pertama ku dan langsung gagal begitu saja . " Ucap tiara mengusap air matanya kasar .
" Nah gitu dong kamu harus bangkit aku tau kamu gadis yang pintar dan selalu ceria . " Ucap ibra ikut senang jika kisah nya mampu membuat wanita yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri itu kembali menerima kenyataan dan mau bangkit . Tiara tersenyum wanita itu berdiri dan langsung memeluk ibra dengan begitu erat . ibra terperanjat ia ingin melepaskan pelukan itu karena ia merasa tak nyaman .
" Aku mohon biarkan aku memeluk kakak sebentar saja aku sedang butuh pelukan kak ...aku butuh itu untuk menenangkan diriku . " Ucap tiara membuat ibra tak tega lelaki itu membiarkan tiara menangis di dadanya . Ia yakin kemeja nya pasti basah karena tangisan itu .
" Kamu jahat kak . " Teriak seseorang yang berada di ambang pintu . ia tau siapa itu . Itu adalah kekasihnya irma yang menatap nya dengan mata berkaca kaca . Ibra terkejut melihat kedatangan kekasihnya itu begitupun dengan tiara .Ibra mendorong tubuh tiara pelan dan langsung mengejar calon istrinya yang tengah salah paham itu .
__ADS_1
" Siapa wanita tadi kenapa kak ibra mengejar nya dan kenapa wanita itu terlihat begitu marah melihat kedekatan ku dan kak ibra ?" Tanya tiara dalam hatinya .
" Sayang ...ayolah aku bisa jelaskan itu tak seperti yang kamu pikirkan sayang . Kamu salah paham . " Ucap ibra pada kekasihnya itu .
" Gak mau ...aku gak mau tau . Kakak selingkuh sama gadis tadi lebih baik kita batalkan saja pernikahan kita . " Ucap irma sudah sakit hati dengan apa yang ia lihat barusan . Ia tak mau mendengar penjelasan ibra sama sekali .
" Enggak bisa gitu dong sayang ...Lagi pula aku gak selingkuh kok sumpah deh aku gak selingkuh sama sekali . Percaya sama aku ya sayang . " Ucap ibra pada kekasihnya itu .
" Gak mau kakak pembohong ...aku gak mau dengar apa pun . Kita batalkan saja itu lebih baik . Lagi pula kalau gak selingkuh apa namanya kenapa dia memeluk kakak seperti itu dan kenapa kakak gak protes sama sekali . " Ucap irma membuat ibra menghela nafas nya . Ia bingung harus bagaimana menjelas kan pada kekasihnya itu . Kekasihnya sedang cemburu buta dan tak akan mau mendengar apa pun dari mulut nya .
..
..
...
Segini dulu ya besok up lagi anak author lagi rewel jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya . Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .
__ADS_1