Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
47 . Alergi .


__ADS_3

Seminggu sudah Siska menyembunyikan kehamilan nya dari Rangga, meski Rangga sempat curiga terhadap nya namun berkat kepintaran nya Siska berhasil membohongi lelaki itu .


Sebenarnya setiap hari Siska ketakutan jika Rangga mengetahui tentang rahasia nya dan yang berujung membahayakan nyawa anak nya . Ia selalu menghindar jika Rangga memancing pertengkaran , ia juga berusaha sebaik mungkin menuruti permintaan suaminya itu .


Ia melaksanakan tugas nya sebagai seorang istri dengan sebaik mungkin .


" Siska bagaimana buburnya sudah matang belum . " ucapan itu membuyarkan lamunan Siska . Wanita itu segera menuangkan bubur kedalam mangkuk dengan tergesa gesa . Karena tak hati hati Siska terkena cipratan bubur yang masih panas itu .


" aduh ..." ucap Siska merasakan panas di tangan nya .


Lisa yang melihat itu pun langsung mengambil alih panci bubur di tangan Siska .


" Kamu ini kenapa tak hati hati . Sudah sana siram tangan kamu dengan air dingin supaya tak melepuh nanti . " ucap Lisa pada pengasuh cucunya itu , tanpa membantah Siska segera menyiram tangan nya dengan air mengalir .


Cukup lama ia menyiram tangan nya dengan air namun tangan itu tetap saja panas dan perih .


" Bagaimana sudah berkurang sakit nya ?" tanya Lisa menghampiri Siska .


" Sedikit Bu .. Oh iya saya suapi Riyan makan dulu ya Bu kasian dari tadi dia ngoceh terus seperti nya dia sudah lapar . " ucap Siska mengambil mangkuk berisi bubur kacang hijau buatan nya sendiri .


" Iya ... nanti kalau sudah selesai suapi Riyan segera obati luka kamu itu ya , seperti nya di kotak p3k ada salep luka bakar . " ucap Lisa pada Siska .


" Iya Bu . " Ucap Siska pelan . Setelah itu ia membawa mangkuk kecil menuju kamar di mana Riyan berada .


Ia melihat Riyan begitu asik dengan mainan yang baru saja Rangga belikan .


" Pinter nya ... anak siapa sih ini . " ucap Siska gemas . Wanita itu segera mengangkat tubuh Riyan untuk duduk di kursi makan nya .


Perlahan lahan ia mulai menyuapi anak tirinya itu dengan telaten , hati wanita itu gembira karena anak nya memakan makanan dengan begitu lahap nya .


Bahkan makanan yang ia buat pun habis bayi itu makan. Siska tersenyum senang , ia memberikan anak bayi nya itu air minum . setelah itu ia menurunkan riyan kembali berharap anak nya itu mau bermain lagi namun baru saja ia menurunkan riyan .

__ADS_1


Tiba tiba anak nya itu muntah bahkan terlihat kesusahan bernafas . Siska terkejut melihat nya , ia bingung harus bagaimana . wanita itu langsung mengangkat Riyan dalam gendongan nya dan berlari menemui Lisa .


" Bagaimana keadaan perusahaan kamu nak ?" tanya Lisa pada Rangga .


" Baik semua berjalan baik bahkan Rangga mendapatkan proyek besar tahun ini . " ucap Rangga pada ibunya itu .


" Syukurlah jika seperti itu . " ucap Lisa ikut senang .


" Bu ... tolong Bu riyan . " ucap Lisa dengan tangis nya seraya membawa Riyan dalam gendongan nya . Lisa terkejut melihat itu , ia segera mengambil alih cucunya . Rangga yang melihat itu juga terkejut . mereka semua panik melihat Riyan kesulitan bernapas .


" Rangga ayo kita bawa Riyan kerumah sakit nak . " ucap Lisa menatap cucunya perihatin .


Rangga mengangguk kan kepalanya setuju . lelaki itu menatap tajam Siska saat Siska hendak mengikuti mereka ke rumah sakit .


" Jangan ikuti kami ... Karena kamu yang buat Riyan seperti ini . Ini semua gara gara kamu paham kamu . " Ucap Rangga sebelum berlalu pergi meninggalkan Siska . Siska terdiam , ia tak tau apa salah nya . Ia hanya menyuapi Riyan dengan telaten lalu di mana salah nya , ia juga tak tau jika Riyan akan muntah dan kesulitan bernapas .


Ia tak tau mengapa anak itu bisa seperti itu , ia tak tau alasan nya dan kini ia di salahkan atas apa yang menimpa anak tirinya itu .


Ia sangat menyayangi anak itu karena dari bayi ia lah yang merawat dan menjaga nya jadi mana mungkin Siska tega membuat anak itu terluka .


Wanita itu menghela nafasnya perlahan dalam hati ia berharap semoga Riyan tak kenapa Napa dan Rangga tak akan marah terhadap dirinya .


..


...


..


" Bagaimana keadaan anak saya dokter ?" tanya Rangga setelah dokter baru saja selesai memeriksa kondisi anak nya .


" Tenang pak anak bapak tak apa , Ia hanya alergi pada makanan tertentu . Saya ingin bertanya pada ibu , ibu tadi memberi dia makan apa ?" Tanya dokter menatap Lisa . Lisa terdiam ia jadi teringat bubur kacang hijau yang Siska buatkan untuk cucunya .

__ADS_1


" Seperti nya tadi pengasuh nya memberikan dia bubur kacang hijau dokter apa mungkin itu penyebabnya . Soalnya setelah pengasuh nya memberi dia makan makanan itu , cucu saya langsung muntah dan kesusahan bernafas . " ucap Lisa menjelaskan .


" Mungkin , jika sudah seperti itu. Mohon untuk tak memberikan dia makanan itu lagi ya Bu kalau tidak kejadian ini akan terulang lagi dan akan fatal jika tidak segera di obati ." ucap dokter itu tersenyum ramah .


" Baiklah dokter lain kali saya akan memberitahu pengasuh nya untuk tak memberikan makanan yang sama pada Riyan . " Ucap Lisa lega karena cucunya sudah tak apa apa .


" Baiklah jika begitu , ini resep obatnya tolong tebus di depan ya Bu pak . Kalau begitu bapak dan ibu sudah boleh pergi . " ucap dokter itu ramah .


" Terimakasih dokter . " ucap Lisa bangkit dari duduknya dengan menggendong Riyan di tangan nya .


Rangga terdiam ia sungguh emosi dan marah terhadap Siska , Siska telah membuat anak nya dalam bahaya bahkan anak nya itu bisa saja kehilangan nyawanya gara gara wanita itu .


" Mama sebaiknya malam ini mama pulang ke apartemen Rangga saja . " Ucap Rangga pada ibunya itu setelah keluar dari ruangan dokter .


" Kenapa memang nya kenapa mama tak boleh pulang ke rumah mama sendiri , apa yang mau kamu lakukan Rangga ?" Tanya Lisa heran dan penasaran kenapa anak nya melarang ia untuk pulang kerumahnya sendiri .


" Diam dan menurut saja mama , Rangga harus bereskan sesuatu dulu . " ucap Rangga mengepalkan tangan nya . Lisa yang melihat raut wajah Rangga mengeras pun merasa tak enak hati .


" Baiklah tapi kamu jangan berbuat macam macam ya Rangga mama tak suka jika kamu sampai membuat kesalahan yang akan merugikan dirimu sendiri . " ucap Lisa mewanti wanti anaknya itu agar tak salah mengambil keputusan .


" Mama tenang saja , Rangga sudah dewasa Rangga tau mana yang benar mana yang salah . " ucap Rangga tak mampu lagi Lisa bantah . Wanita itu hanya diam seraya sesekali melirik anak nya yang masih mengepalkan tangannya .


..


..


..


Semoga Siska tak apa apa ya .. gays ..


Dukung terus author dengan berikan like komen vaf dan hadiah ya .

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .


__ADS_2