
" Ini buk di minum dulu teh hangat nya . " ucap Siska memberikan segelas teh hangat untuk Lisa .
" Terimakasih Siska . " ucap Lisa bangkit dari tidurnya dan meminum teh hangat buatan wanita di hadapannya itu dengan perlahan .
" Terimakasih kamu sudah membantu saya tadi . " Ucap Lisa setelah meminum air teh itu .
" Sama sama Bu ." ucap Siska tersenyum tipis .
" Tapi bagaimana kamu bisa ada di sini dan kemana kamu selama ini . Saya selalu mencari kamu karena kamu tak pernah datang ke cafe lagi . Apa kamu sudah menemukan pekerjaan baru yang lebih layak sehingga kamu tak datang lagi ke cafe ?" tanya Lisa penasaran . Siska terdiam ia bingung harus menjelaskan pada wanita di hadapannya itu dengan cara seperti apa .
" Saya ... em saya sebenarnya tak bisa datang karena saya harus mengurus bapak saya waktu itu Bu . Dan saya rasa saya tak bisa bekerja lagi saat itu karena bapak saya tak ada yang menjaga nya . " ucap Siska berbohong .
" Oh seperti itu , lalu bagaimana kamu bisa ada di sini ?" tanya Lisa menatap mata Siska dengan dahi berkerut .
" Em ..itu ...saya sebenarnya tadi datang ke cafe mau melamar pekerjaan lagi tapi kata Maya ibu tak ada di cafe dan dia menyarankan saya untuk datang ke rumah ini jadi saya datang dan tak sengaja melihat cucu ibu menangis . dan begitulah saya malah menemukan ibu tergeletak di lantai meminta tolong . " ucap Siska tak ingin Lisa mengetahui tentang rahasia nya dan Rangga . karena ia takut Rangga akan marah dan memukuli dirinya .
" Jadi seperti itu , saya senang kamu ingin bekerja lagi tapi saya rasa kamu lebih cocok jadi pengasuh cucu saya . Saya melihat kamu sangat pandai menenangkan anak kecil . " ucap Lisa pada wanita di hadapannya itu .
" Tapi ..." ucap Siska takut jika Rangga akan marah dan mencaci maki dirinya .
" Saya mohon jangan menolak nya ya , saya sebenarnya tak keberatan mengurus cucu saya sendiri tapi akhir akhir ini saya kecapean dan kemarin saat saya ke dokter . Dokter mengatakan saya harus istirahat total dan tak boleh terlalu capek . Jadi saya mohon jangan menolak nya demi saya dan cucu saya . " ucap Lisa membuat Siska tak enak hati . Bagaimana ia bisa bekerja jika dirinya saya masih di kurung Rangga di dalam kamar .
" Saya mohon . " ucap nya lagi membuat Siska jadi tak tega .
" Baiklah saya mau tapi saya hanya bisa bekerja sampai pukul 4 sore Bu apa ibu tak keberatan ?" tanya Siska pada Lisa . Ia mengambil langkah itu karena ia tau Rangga tak akan ada di rumah saat jam 7 pagi hingga sore menjelang malam .
" Tak apa yang penting beban saya untuk mengurusi cucu saya ini sedikit berkurang . " ucap Lisa senang .
" Tapi kalau boleh saya tau , kemana ibu dari bayi ini kenapa dia tak datang ketika ibu membutuhkan bantuan nya ?" tanya Siska penasaran . Lisa terdiam dan menghela nafasnya perlahan .
" Cucu saya ini sudah tak memiliki ibu Siska , ia kehilangan ibunya saat ibunya melahirkan dia . " ucap Lisa membuat Siska terkejut. Ia tak menyangka Rosa telah tiada .
__ADS_1
" jadi seperti itu." ucap Siska pelan , di tatap nya Riyan yang sedang tertidur lelap di atas kasur . Ia sungguh tak tega melihat wajah mungil itu telah kehilangan ibunya .
...
..
Di lain sisi Rangga membereskan meja nya dengan perlahan . Hari ini ia akan pulang lebih awal karena pekerjaan nya di kantor telah usai . Setelah membereskan berkas berkas nya ia pun langsung bergegas pulang menuju rumah nya .
Di bukanya pintu rumah dengan perlahan , dahi lelaki itu mengkerut saat melihat keadaan rumah nya begitu sepi . Rangga langsung melangkah kan kaki nya menuju tempat di mana ibunya berada.
Dan saat membuka pintu kamar ibunya itu ia sungguh terkejut karena melihat ibunya berbaring di atas kasur sendiri an .
" Mama di mana Riyan ?" tanya Rangga menatap ibunya itu tajam . Lisa membuka matanya perlahan saat mendengar suara anak nya masuk kedalam telinga nya .
" Di kamar mu bersama dengan pengasuh yang baru saja mama angkat . " ucap Lisa perlahan .
" Kenapa mama tinggalkan mereka begitu saja ma , bagaimana jika orang asing itu melukai Riyan . " Ucap Rangga kesal .
" Mama mu ini sakit Rangga , kamu tau sendiri mama sudah tua . Akhir akhir ini mama sering merasa mual dan lelah . kata dokter mama kecapean dan butuh istirahat yang banyak . jadi mama mengambil pengasuh bayi untuk Riyan . " ucap Lisa kesal karena anak nya itu tak mengerti kondisi nya .
" Kamu tenang saja pengasuh itu sungguh baik hati bahkan kamu juga sudah pernah bertemu dengan nya dulu .." ucap Lisa membuat Rangga menatap nya penuh tanya siapa yang ibunya itu maksud .
"Siapa yang mama maksud ?" tanya Rangga menatap tajam ibunya .
" Lihatlah ke kamar mu . kamu akan tau siapa dia . " ucap Lisa pelan . Rangga tak berkata apa apa lagi , lelaki itu langsung berjalan menuju kamar nya .
Dan saat ia telah berhasil membuka pintu darah nya seakan naik karena mendapati orang yang ia benci tengah menggendong anak nya dengan penuh kasih sayang .
" Jauhkan tangan mu dari anak ku Siska . " teriak Rangga yang membuat Siska terkejut . wanita itu menatap Rangga dengan pandangan keterkejutan nya , sementara Riyan yang berada di gendongan nya pun mulai menangis karena suara keras Rangga mulai membangunkan nya .
" Mas Rangga. " ucap Siska pelan .
__ADS_1
" Letakan anak ku di kasur . Dan pergi kembali ke tempat seharusnya kamu berada . " ucap Rangga dengan nada dingin .
" Tapi dia sedang menangis mas aku harus menenangkan nya dulu . aku janji setelah dia tenang aku akan pergi kembali ke kamar . " ucap Siska tak tega meninggalkan Riyan yang sedang menangis keras pada Siska .
" Aku tak perduli . Cepat kembali ke kamar mu . Atau aku akan suruh orang untuk membunuh ibumu sekarang juga . " ancam Rangga yang membuat Siska terkejut .
" Jangan lakukan itu . aku mohon . " ucap Siska dengan wajah memelas .
" Ada apa ini Rangga kenapa kamu memarahi Siska ?" tanya Lisa yang baru saja datang .
" Kenapa Mama mengangkat wanita ini sebagai pengasuh Riyan. Dia sungguh tak pantas ma, Rangga tak setuju jika dia harus menjadi pengasuh untuk anak ku . " ucap Rangga membuat Lisa menghela nafasnya .
" Cukup Rangga kamu gak seharusnya berbicara seperti itu dengan Siska . Kamu tau mama tadi hampir pingsan di lantai kalau Siska tak segera datang membantu mama dan menenangkan Riyan . Seharusnya kamu berterimakasih padanya karena dia sudah membantu mama . Bukan malah memarahi i dia seperti itu . " ucap Lisa kesal .
" Tetap saja kenapa harus dia . kenapa mama tak mencari wanita lain saja . " ucap Rangga menatap ibunya tajam .
" Memang nya kenapa dengan Siska , dia itu baik dan Riyan pun seperti nya menyukai Siska jadi apa yang salah jika mama menerimanya sebagai pengasuh . Lagi pula ada apa dengan mu sebenarnya , apa kamu memiliki masalah terhadap Siska sampai tak menyukai dirinya ?" tanya Lisa curiga karena anak nya bersikap seolah-olah ia sangat membenci gadis di hadapannya itu .
Rangga terdiam , ia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya kepada Lisa . Ia tak ingin Lisa marah padanya , jadi ia hanya bisa diam dan tak berkata apa pun .
" Jawab kenapa diam saja ?" tanya Lisa pada anak nya itu .
" Terserah mama saja mau mengangkat siapa . itu bukan urusan Rangga tapi kalau sampai terjadi sesuatu pada anak Rangga , wanita ini harus menanggung akibatnya . " ucap Rangga setelah itu berlalu pergi meninggalkan ibunya dan Siska sendirian .
..
...
..
Semoga Lisa bisa membantu Siska ya gays ..
__ADS_1
Dukung terus karya author dengan berikan like komen vaf dan hadiah ya .
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.