
3 bulan berlalu dan kini semua kembali seperti semula . Hati Siska sudah sepenuhnya pulih , tak ada lagi kesedihan di hati nya yang ada hanya kebahagiaan yang semakin bertambah di sekian harinya .
Aktivis yang banyak membuat ia lupa bagaimana caranya bersedih . Justru akhir akhir ini ia sering tertawa dengan kehadiran 2 teman yang 3 bulan lalu ia kenal . Usaha yang ia jalani bersama teman nya itu juga semakin berkembang pesat . bahkan dari pendapatan nya itu ia bisa membeli banyak barang seperti handphone , laptop dan lain lain nya .
Hidup nya serba berkecukupan sekarang tak seperti dulu saat ia begitu kesusahan untuk mendapatkan sepeser uang sampai ia harus rela menjual dirinya sendiri untuk mendapatkan uang .
Mengingat itu ia jadi lebih sering bersyukur sekarang tak jarang ia juga bersedekah pada orang orang yang membutuhkan . Ia juga mulai memperkuat iman nya agar tak terjerumus kedunia malam lagi .
Ia juga sudah mulai melupakan ibu angkat nya yang sudah lama tak memberi ia kabar , khawatir tentu saja Siska khawatir dengan keadaan ibu angkat nya itu namun ia juga tak bisa berbuat apa apa . Ibunya itu paling tak suka ia ikut campur dalam kehidupan nya , jadi Siska hanya acuh saja ia yakin ibunya itu akan datang saat dirinya membutuhkan bantuan nya .
" Anak mama sedang apa disini ?" tanya flora yang melihat anak nya duduk termenung di jendela kamar nya .
" Siska hanya sedang mengingat masa lalu ma . dulu Siska sangat kesulitan mencari uang tapi sekarang uang itu datang dengan sendirinya tanpa Siska minta tak hanya itu kini Siska juga memiliki keluarga yang utuh dan baik . Siska merasa bersyukur dengan kehidupan Siska ini . " ucap Siska tersenyum pada ibu kandung nya itu.
" Maaf ya sayang gara gara mama kamu harus menderita dulu menjalani hidup yang sulit di desa itu. Andaikan dulu mama tak meninggalkan mu mungkin kamu akan bahagia lebih awal dan tak akan semenderita itu nak . " ucap flora pada anak nya itu .
" Tak apa ma ...mama tak salah karena mama melakukan hal itu demi kebaikan Siska . Siska sama sekali tak menyalahkan mama , lagi pula hidup ini selalu berputar kadang kita di atas kadang di bawah . Dan Siska bersyukur Allah sayang sekali dengan Siska sehingga ia memberikan ujian sekaligus nikmat yang membuat Siska mengerti bagaimana caranya bersyukur . " Ucap Siska membuat flora tersenyum . wanita itu bangga pada pemikiran anak nya itu , di usap nya rambut sang anak dengan sayang .
" Mama senang kamu semakin dewasa. Tapi bagi mama kamu tetap anak kecil . Mama sungguh tak rela kamu cepat dewasa sayang , sebentar lagi kamu akan kerja dan memiliki suami . ujung ujungnya mama akan berpisah dengan mu, mama sangat tak siap jika hal itu terjadi tapi mama juga tak ingin menghalangi kebahagiaan mu . Mama harap kamu selalu bahagia sayang dan tak akan menderita lagi . " Ucap flora membuat Siska terharu. Wanita itu langsung memeluk ibunya erat .
" Mama tenang saja hal itu masih lama terjadi . Siska tak akan meninggalkan mama . " ucap Siska membuat flora terkekeh pelan .
" jodoh tak ada yang tau sayang ...jadi jangan bilang itu masih lama karena kita tak tau apa yang akan terjadi di depan kita . Kita hanya perlu bersiap untuk kemungkinan yang akan terjadi di depan kita . Kamu paham kan maksud mama ?" tanya flora pada anak nya itu ma .
" Paham ma ... " jawab Siska pelan.
" Oh iya kamu hari mau makan apa biar mama siapkan ?" tanya flora pada anak nya itu .
" Apa saja yang mama buat pasti Siska makan . Tapi hari ini Siska masuk kuliah jadi mungkin Siska tak bisa ikut sarapan takut telat ma apalagi ini udah jam Setengah 7 . " ucap Siska pada mama nya itu .
" Iya tak apa .Mama paham kok sayang , ya sudah mama kedapur dulu ya mau masak sarapan buat papa kamu . " ucap flora pada anak nya itu .
__ADS_1
Ting ...
Sebuah pesan masuk kedalam handphone nya itu adalah pesan dari sahabatnya Irma .
" Sis ... sorry gue gak bisa jemput loe , mendadak asma nyokap gue kambuh gue harus bawa dia ke rumah sakit . " pesan itu membuat Siska bingung , jika ia tak segera berangkat ke kampus maka ia akan terlambat .
Tapi ia sama sekali tak memiliki tumpangan untuk pergi ke sana . kakak nya sudah meninggalkan ia dan pergi kerumah sakit tadi sementara ayah nya . Siska tak enak hati jika harus merepotkan ayah nya itu . bukan apa apa ayah nya itu baru saja sembuh dari sakit nya 3 hari yang lalu .
" Apa aku naik angkutan umum saja ya ?" tanya Siska pada dirinya sendiri .
" Tapi ...angkot jarang lewat sini ...apa pesan ojek online saja ya ?" tanya nya lagi pada dirinya sendiri .
" Nanti lama datang nya dan ujung ujungnya aku telat lagi . Aku harus bagaimana?. Lebih baik aku keluar dulu siapa tau ada taksi atau ojek yang lewat depan rumah . " ucap Siska mengambil tas ransel nya dan segera keluar dari dalam kamar.
" Di antar siapa nak ?" tanya Bram saat anak nya itu baru saja turun dari tangga .
" Apa ...minta papa buat anterin aja ya ...? . Tidak Siska papa mu baru sembuh kamu tak boleh membuat ia kelelahan dan jatuh sakit lagi . " Ucap Siska dalam hatinya .
" Ada temen yang jemput pa .." ucap Siska berbohong .
" Iya pa ... assalamualaikum . " Pamit Siska setelah mencium punggung tangan papa nya .
" Waalaikumsalam . " Jawab Bram tersenyum melihat anak nya yang sudah pergi menjauh dari pandangan nya .
...
...
..
" Aduh ... bagaimana ini kenapa belum ada angkutan umum yang lewat . " Ucap Siska mengusap peluh nya yang sudah menetes di pelipis nya .
__ADS_1
Di tengah keputusasaan nya tiba tiba sebuah mobil mobil yang ia kenal melewati dirinya . Spontan Siska langsung berlari mengejar mobil itu .
" Tunggu ... " teriak Siska pada mobil itu .
Sementara pengemudi mobil yang merasa ada yang memanggil dirinya pun langsung Melihat kaca spion nya .
" Mau apa dia berlari seperti itu , apa dia bodoh . dia bisa jatuh kalau seperti itu . Dasar wanita memang aneh . " ucap orang itu meminggirkan mobil nya agar Siska bisa mengejar mobilnya .
" Huh ..huh ..." ucap Siska dengan nafas ngos ngosan ketika berhasil mengejar mobil di hadapannya .
" Apa kamu gila ... kenapa kamu mengejar mobil saya . Apa kamu kurang kerjaan , kamu bisa jatuh jika berlari seperti itu. Dasar wanita aneh . " Ucap pria itu memarahi Siska .
" Hehehe maaf pak ..habisnya Siska tak punya pilihan lain lagi jika Siska tak bertindak seperti itu apa bapak mau menghentikan mobil bapak . Kan bapak sendiri yang bilang jika bapak tak suka di tegur saat berada di luar . " ucap Siska pada laki laki di hadapannya itu .
" Tak begitu juga caranya . Sudahlah saya mau melanjutkan perjalanan lagi , saya gak mau telat ke kampus gara gara ngurusin maha siswa gila seperti kamu . " ucap Wiliam ingin berlalu pergi masuk kedalam mobil nya namun Siska sudah lebih dulu meraih tangan nya.
" Saya numpang ya pak . Saya tak ada yang mengantar . Jika saya menelpon ojek online saya akan terlambat di jam kuliah bapak . memang nya bapak mau saya telat di kelas bapak ?" tanya siska membuat Wiliam berpikir sejenak .
" Ck ... menyusahkan saja kamu . Ya sudah sana naik tapi ... ini pertama dan terakhir kali nya anggap saja saya apes ketemu kamu . " ucap Wiliam kesal .
Siska tersenyum senang , kemudian ia masuk kedalam mobil milik Wiliam . Mereka pun berangkat ke kampus bersama sama .
...
...
.
...
..
__ADS_1
segini dulu besok kalau gak nanti sambung lagu ya ...
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya . dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author.