Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
77 . malam yang gagal .


__ADS_3

" Jangan bicara seperti itu Siska ...aku tak suka mendengar nya . Sudah aku katakan sebelumnya jika aku hanya akan menikah satu kali seumur hidup ku aku juga berkata akan menerima kamu apapun masa lalumu ...Kamu sama sekali bukan wanita kotor , kamu sudah bertobat dan ingin memperbaiki akhlak mu . aku sangat kagum padamu kamu wanita yang kuat dan tegar jadi aku tak akan meninggalkan wanita seperti itu hanya karena Masa lalumu Siska . Mari kita lupakan masa lalu itu dan memulai semuanya dari awal lagi dengan kamu menjadi istri ku dan aku menjadi suami mu ." ucap Wiliam membuat Siska terharu bahkan wanita itu langsung memeluk Wiliam dengan begitu erat nya .


" Terimakasih sudah berkata seperti itu mas , terimakasih sudah mau menerima Siska apa adanya dan mau memahami Siska . Siska sungguh beruntung karena bertemu laki laki seperti mas Wili ." ucap Siska pada suaminya itu .


" Aku mencintaimu Siska . Apapun kekurangan mu aku akan menerima nya dan menutupi nya dengan kelebihan ku begitupun sebaliknya . "


Ucap Wiliam menarik dagu Siska agar mereka saling berpandangan .


" Siska juga mencintaimu mas . " ucap Siska malu malu yang membuat Wiliam tersenyum ia semakin mengikis jarak di antara dirinya dan Siska kemudian laki laki itu men ci um dan me lu mat bi bir wanita di hadapannya dengan penuh kasih sayang .


Siska membalas lu ma tan itu dengan lembut juga . tangan wanita itu tanpa sadar telah mengalungi leher Wiliam .


Mereka sangat menikmati ciu man itu bahkan kini tangan Wiliam tak tinggal diam menerobos masuk kedalam celah piyama mi lik istrinya itu dan me re mas sesuatu di balik piyama istrinya .


" Em .. " Ucap Siska tak kuasa menahan de sah an nya yang berhasil lolos dari mu lut wanita itu .


Ciu man yang Wiliam berikan pun sudah turun ke le her istrinya me nik ma ti bau harum yang berada di le her istrinya itu .Bau itu sungguh memabukan wiliam , laki laki itu ingin melakukan lebih banyak lagi saat ia hendak membuka kan cing piyama Siska tiba tiba saja istrinya itu menahan tangan nya .


Wiliam langsung menatap Siska tajam dan frustasi karena ia ingin berbuat lebih banyak lagi namun sepertinya Siska tak mengizinkan itu terjadi .


" Kamu tak mau ...aku melakukan itu sayang ?" tanya Wiliam sedih hasrat nya sudah di ubun ubun namun Siska malah melarang nya untuk berbuat lebih .


" Sebenarnya Siska baru saja sadar jika ...em ...Siska datang bulan mas . " ucap Siska merasa bersalah pada suaminya itu namun ia juga tak bisa berbuat apapun karena ia tak bisa mengatur kapan bulan nya itu akan datang .


Wiliam menghela nafas nya kesal kemudian laki laki itu berbaring di ranjang dan menutup wajahnya dengan bantal ... Ia frustasi ...dan ingin segera menghilangkan nafsunya yang sudah terpancing akibat adegan ciu man nya dan Siska tadi .


" Maaf ...mas jangan marah . " ucap Siska menarik tangan Wiliam pelan agar suaminya itu mau menyingkirkan bantal yang menutupi wajah nya .


Wiliam dengan pelan menyingkirkan bantal itu dan menatap Siska yang tengah menatap nya dengan rasa bersalah hati Wiliam tak tega melihat muka istrinya yang penuh penyesalan tersebut . Wiliam mengusap pipi mulus istrinya itu perlahan kemudian ia menyuguhkan sebuah senyum tipis pada istrinya itu .


" Tak apa Siska ...aku tak marah ...aku hanya menenangkan diriku sebentar . Aku sama sekali tak marah padamu ...kamu tak bersalah sama sekali tamu itu tak bisa di tebak kapan datang nya jadi ... Kamu tak bersalah . " Ucap Wiliam pada istrinya itu .


" Maaf ya mas ... Siska janji siska akan langsung memberikan hak mas setelah tamu bulanan Siska pergi . " Ucap siska masih takut jika Wiliam akan marah kepada nya .

__ADS_1


" Iya ..tak apa ...tak perlu terburu buru sayang waktu kita masih panjang . " ucap Wiliam pada istrinya itu kemudian laki laki itu kembali duduk .


" Terimakasih mas sudah mau mengerti Siska . " ucap Siska pelan .


" Iya tak masalah . " Ucap Wiliam pelan .


" Mas bisa antar kan siska ke supermarket tidak ?" Tanya Siska pada suaminya itu .


" Kamu butuh apa sayang , ini sudah malam ." Ucap Wiliam mengerutkan dahinya .


" Aku mau beli pembalut mas ....Siska sama sekali tak membawa itu ke tempat ini . " Ucap Siska malu malu .


" Em ...kalau begitu biar mas belikan di supermarket depan hotel ini seperti supermarket itu masih buka . " Ucap Wiliam tak ingin istrinya tak nyaman karena tak memakai benda tersebut .


" Beneran mas ...apa mas gak malu beli barang seperti itu .Biar Siska saja yang beli mas ..mas temani siska saja kesana . " ucap siska tak ingin suami nya merasa tak nyaman nantinya saat membeli barang tersebut .


" Diluar dingin sayang , aku tak ingin kamu masuk angin . Biar mas saja ya , mas sama sekali tak apa apa kok . " Ucap Wiliam pada istrinya itu .


" ya sudah kalau begitu terserah mas saja . " ucap Siska akhirnya membiarkan suami nya itu yang membelikan barang tersebut untuk dirinya .


Tak lama setelah keluar dari hotel tersebut , Wiliam pun langsung berjalan kaki menuju supermarket di depan hotel tersebut . Supermarket itu sudah sepi karena hari sudah semakin larut . Wiliam segera mencari keberadaan barang yang istrinya butuhkan .


" Kenapa merek nya banyak sekali . Em. ..Siska biasanya pakai yang Mana ya . " Ucap Wiliam pada dirinya sendiri .laki laki itu pun meraih handphone nya ia ingin menghubungi istrinya itu dan menanyakan merek apa yang biasanya istrinya itu gunakan . Namun istrinya itu tak kunjung mengangkat telvon nya .


" Kenapa gak di angkat ... Ck ..lebih baik aku belikan saja satu persatu dari merek ini terserah dia mau pakai yang mana nanti . " Ucap Wiliam pelan kemudian ia segera mengambil pembalut itu ada beberapa orang yang memperhatikan aksinya itu namun Wiliam tak perduli dan tak malu sedikit pun karena ia bukan mencuri tapi membeli nya jadi untuk apa ia malu .


" Sudah pak ini saja . " Ucap kasir perempuan itu menatap Wiliam dengan senyum yang mengejek .


" Iya ...itu saja . " ucap Wiliam santai .


" pembalut sebanyak ini apakah bapak ingin menjual nya kembali ?" Tanya kasir itu membuat Wiliam tak nyaman namun ia tetap sabar dan tak malu demi istrinya Siska .


" Untuk istri saya . " Ucap Wiliam singkat .

__ADS_1


" Wah .. seperti nya bapak sangat mencintai istri bapak ya ...sampai rela belikan barang sebanyak itu . " Ucap pembeli yang mengantri di belakang nya . Wiliam tak menjawab sama sekali ia hanya menunggu pembalut itu selesai di masukan kedalam kantong plastik .


" Ini ...pak terimakasih sudah berkunjung. " Ucap kasir itu ramah .


Wiliam hanya mengangguk saja dan segera mengambil bungkusan plastik itu dan membawanya pergi dari sana sepanjang jalan Wiliam lalui dengan begitu santai nya hingga akhirnya ia tiba di kamar hotel tempat ia dan istrinya menginap . Laki laki itu masuk kedalam kamar dan mendapati istrinya itu tengah tertidur dengan pulas di atas kasur .


" Pantas saja kamu tak mengangkat telpon ku ...kamu pasti sangat kelelahan . " Ucap Wiliam mengusap pipi istrinya itu yang justru membangun kan siska .


" Mas sudah pulang . Maaf Siska ketiduran tadi . " Ucap Siska pelan .


" Tak apa . Ini pembalut yang kamu pesan tadi . " Ucap Wiliam menyerahkan sebungkus plastik besar kepada istrinya itu .


" Banyak sekali mas . " Ucap Siska terkejut karena suaminya itu telah memborong pembalut di supermarket .


" Mas gak tau kamu pakai yang merek apa jadi mas belikan kamu berbagai merek agar kamu bisa memilihnya sendiri . " Ucap Wiliam pada istrinya itu .


" Tapi ...gak perlu di borong juga mas ...kenapa gak tanya Siska dulu tadi . " Ucap Siska pada suaminya itu .


" Mas sudah telvon kamu berkali kali sayang tapi kamu gak angkat telvon dari mas jadi ya ...maaf mas borong semuanya . " Ucap Wiliam menjelaskan .


" Maaf mas ...siska gak denger kalau ada telvon . Ya sudah Siska ganti dulu pembalut nya ya mas . Terimakasih mas sudah mau membelikan barang ini untuk Siska . " Ucap siska pada akhirnya tau apa alasan suaminya itu memborong barang itu .


" Sama sama sayang . " Ucap Wiliam tersenyum . Tanpa menunggu lama lagi Siska pun segera pergi menuju kamar mandi untuk memakai barang yang baru saja Wiliam belikan untuk dirinya .


...


...


...


Suami yang baik hati dan pengertian . hehehe


jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author.


__ADS_2