
Malam hari pun tiba . Siska segera memoles wajah nya dengan make up natural setelah itu , ia mengambil kotak merah yang baru saja ia terima dari seorang kurir .
Kotak itu berisi sebuah dres panjang yang sangat cantik berwarna hijau tosca warna kesukaan nya , Siska tak mengira jika Wiliam bisa memilihkan baju sesuai dengan selera nya itu .
Wanita itu dengan senang langsung mengenakan pakaian pemberian Wiliam tadi . Dres itu nampak pas di tubuh nya .
Siska segera beralih mengambil jilbab dengan warna senada tak lupa jarum pentul yang selalu ia simpan di dalam laci meja rias nya .
Siska melirik jam yang tergantung didinding nya , sebentar lagi Wiliam akan sampai di rumah nya dan dia belum mengenakan jilbab sama sekali.
Akhirnya Siska pun dengan terburu buru memakai jilbab nya itu hingga tak sengaja tangan nya tertusuk oleh jarum . Wanita itu segra menghisap darah yang keluar dari jarinya kemudian ia segera mengambil tas milik nya karena Wiliam sudah mengirimkan ia pesan bahwa laki laki itu sudah berada di bawah .
Di lain sisi Wiliam tengah menunggu Siska di lantai bawah rumah milik wanita itu , Ia sungguh tak sabar ingin bertemu dengan Siska dan mengajak nya makan malah sebagai langkah pendekatan mereka sebelum hari pernikahan mereka di mulai .
Langkah sepatu yang beradu dengan lantai membuat Wiliam mengalihkan pandangannya , ia sungguh tak menyangka Siska begitu cantik dengan dres yang ia belikan untuk wanita itu .
Ia terpesona pada Siska...jantung nya mulai berdebar kencang .
Pandangan nya pun tak dapat teralihkan dari paras ayu milik calon istrinya itu , dan saat Siska tepat di hadapan nya .ia masih belum bisa berkata apa pun .
" Kamu cantik . " Ucap Wiliam menatap Siska kagum . Pujian itu membuat pipi Siska merona merah . Senang campur salah tingkah menjadi satu , ia sampai gugup di buatnya .
" Terimakasih mas . " Ucap Siska pelan .
" Ya sudah kita berangkat sekarang ?" Tanya Wiliam pada Siska .
" Kita pamit dulu sama mama ya mas . " Ucap Siska pada Wiliam .
" Iya ..." Ucap Wiliam masih memperhatikan wajah Siska dengan tak berkedip .
" Mama ... Siska mau makan malam sama mas Wiliam dulu ya . " Ucap Siska setelah menghampiri ibunya yang tengah sibuk di meja makan bersama dengan calon kakak ipar nya dan juga Ibra .
" Iya hati hati di jalan pulang nya jangan malam malam . " Ucap flora mengizinkan anak nya itu pergi .
__ADS_1
" Saya janji akan mengembalikan Siska tepat waktu kok Tante . " ucap Wiliam dengan sungguh sungguh pada ibu dari calon istrinya itu .
" Iya saya percaya kok sama kamu Liam . " ucap flora tersenyum tipis.
" Kakak aku duluan ya . " Ucap Siska pada kakak nya yang serius menyantap makanan nya .
" Hem..." Hanya itu jawaban sang kakak . Kemudian Siska melangkahkan
Mereka pergi bersama sama meninggalkan rumah besar itu . Setelah kepergian keduanya Cintia menatap pasangan itu dengan pandangan nanar .
" Tadi itu siapa yang sama Siska Tante ?" tanya Cintia pada flora .
" Itu calon suaminya Siska namanya Wiliam . " ucap flora menjelaskan . Cintia hanya mengangguk kan kepalanya perlahan dalam hati ia mengagumi ketampanan milik Wiliam .
wanita itu jadi ingin berpaling dari Ibra dan menjerat laki laki yang lebih tampan darinya . senyum licik terukir di wajah wanita itu membuat siapa pun yang melihat nya Merasa takut .
" Rencana nya kita mau makan di mana mas ?" tanya Siska saat mereka berada di dalam mobil milik Wiliam itu .
" Nanti juga kamu akan tau Siska . " ucap Wiliam pelan . Mereka pun kembali terdiam tak ada yang mulai pembicaraan lagi . Susana pun menjadi Canggung , Siska tak nyaman deng an suasana seperti itu jadi ia memutuskan untuk bertanya pada calon suaminya itu .
" Ada apa sayang . " ucap Wiliam spontan yang membuat ia menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang ia katakan .
Sementara Siska pipi wanita itu mulai merona ia jadi malu dengan panggilan yang Wiliam berikan kepadanya secara tak sengaja itu .
" Ahem ...Ada apa Siska ?" tanya Wiliam merubah panggilan nya karena merasa salah s
tingkah .
" Sebenarnya Siska lebih nyaman makan di pinggir jalan dari pada di restoran mewah jadi kalau bisa kita makan di pinggir jalan saja ya mas . " ucap Siska pada calon suaminya itu .
" Kamu yakin ?" tanya Wiliam menatap tak percaya pada calon istrinya itu , biasanya wanita lebih suka makan di restoran mewah dari pada makanan pinggir jalan yang belum tentu menyehatkan .
" Yakin mas ... Memang nya kenapa mas gak mau ya makan makanan pinggir jalan ?" tanya Siska pada laki laki di sampingnya itu .
__ADS_1
" Mau ...aku ingin mencoba bagaimana rasanya makan di pinggir jalan seperti orang orang lain nya . Dari dulu papa dan mama ku tak pernah mengizinkan ku memakan makanan yang tak menyehatkan seperti itu .
Aku ingin sekali mencoba nya jadi ...mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk aku merasakan bagaimana enak nya makan makanan di pinggir jalan seperti itu . " Ucap Wiliam sangat antusias dengan ajakan siska .
" Mas yakin ...mas gak malu kalau misalkan makan makanan di pinggir jalan seperti itu ?" tanya Siska lagi . Ia takut Wiliam tak nyaman nantinya jadi ia ingin memastikan bahwa laki-laki itu benar benar tak keberatan .
" Kamu saja tidak malu ...jadi untuk apa aku malu . Sejujurnya aku kagum padamu , biasanya wanita yang aku kencani selalu minta makan di restoran mewah dan berbintang namun kamu berbeda. Kamu tak mementingkan gengsi dan itu membuat ku semakin yakin untuk menjadikan mu istri ku . Kamu satu satunya wanita yang meminta ku untuk makan di pinggir jalan dan aku sama sekali tak keberatan akan hal itu justru aku sangat menyukainya . " Ucap Wiliam lagi lagi membuat pipi Siska merona .
" Mas bisa saja ...mas belum tau saja Siska seperti apa . Jangan kaget nanti kalau setelah menikah Siska tak seperti yang mas bayangkan selama ini . " ucap Siska pada laki laki di sampingnya itu .
" Mas menerima mu apa adanya dirimu Siska karena kamu calon istri ku jadi mas tak akan terkejut apa pun sikap mu mas akan menerima nya . " ucap Wiliam membuat siska tersenyum . Wiliam selalu saja memuaskan dirinya dengan jawaban yang laki laki itu berikan .
" Tapi mas penasaran . Kata mu kamu janda bukan , apa kamu memiliki anak dari pernikahan sebelumnya ?" tanya Wiliam pada wanita itu .
" Memang nya kenapa kalau punya dan kenapa kalau tak punya mas ?" tanya siska lagi . Kali ini ia ingin mengetahui apa jawaban Wiliam .
" Jika punya kenapa tak memperkenalkan nya pada ku . Aku juga ingin mengenal nya agar kami lebih dekat dan dia bisa menerima ku sebagai ayah nya . jika tak punya ...em..." ucap Wiliam menjeda omongan nya sejenak .
" em apa mas ?" tanya Siska penasaran.
" Kita bisa membuat satu yang lucu setelah menikah nanti . " ucap Wiliam membuat Siska malu .
" Mas ini ... sudah mas perhatikan jalanan saja jangan bicara yang aneh aneh . Siska belum punya anak kok mas jadi mas jangan tanya hal itu lagi . " ucap siska salah tingkah dan tak ingin membahas hal yang membuat nya malu itu .
" Aku bercanda Siska tak perlu malu seperti itu ..." ucap wiliam terkekeh pelan kemudian laki laki itu mulai memperhatikan jalanan kembali dengan fokus .
...
..
..
Kalau ada waktu di lanjut hari ini kalau gak ada waktu di lanjut besok ya ...
__ADS_1
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author.