
" Kita keruangan ku yuk sayang ...aku jelaskan di sana bagaimana . Mumpung ada Tiara juga . Kami memang tak ada apa apa sayang jadi biar dia juga bisa jelaskan ke kamu kalau kita memang tak ada apa apa ." ucap Ibra berusaha sabar dan menjelaskan baik baik pada calon istrinya itu . Irma terdiam ia masih kesal , cemburu marah dan kecewa .
Namun ia ingat pernikahan nya yang tinggal menghitung hari , ia tak bisa egois dan tak mau mendengarkan Ibra . Ia harus tau apa alasan nya agar pernikahan mereka nanti berjalan dengan lancar dan tenang . Ia juga tak ingin pernikahan itu batal begitu saja hanya karena kesalahpahaman kecil seperti ini.
" Baiklah tapi aku mau mas bicara yang jujur jangan bohongi Irma . " Ucap Irma menatap calon suaminya itu lekat . Ibra tersenyum sejenak kemudian ia mencium bibir Irma sekilas , mendapat ciuman sekilas itu tentu saja Irma terkejut namun Ibra hanya tersenyum seraya menggandeng tangan calon istrinya itu memasuki ruangan nya .
Di sana masih ada Tiara yang menatap jendela dengan pandangan kosong . Irma berdecak pelan ia sungguh tak suka wanita itu ada di tempat ini .
" Tiara ada yang ingin saya obrolkan dengan kamu , apa kamu punya waktu ?" Tanya Ibra sopan , laki laki itu telah duduk berdampingan dengan Irma di sofa ruang kerja nya . Tiara tersadar dari lamunannya , ia menatap 2 sepasang kekasih yang berada di hadapannya . Hatinya sakit dan berdenyut nyeri melihat itu , ia tak menyangka cinta nya selama ini bertepuk sebelah tangan .
" Bisa kan Tiara ?" Tanya Ibra lagi karena Tiara tak kunjung menjawab pertanyaan nya . Taira terdiam lagi kemudian ia mengangguk kan kepalanya perlahan .
" Bisa kok kak . " Ucap nya pelan kemudian ia duduk berhadapan dengan Ibra dan juga Irma . Mata Irma tak henti hentinya sinis menatap Wanita di hadapan nya itu , Ibra yang melihat calon istrinya begitu tak menyukai Tiara pun hanya bisa menghela nafas perlahan.
Kemudian laki laki itu menggenggam tangan Irma erat seakan meyakinkan jika memang ia dan Tiara tak ada apa apa nya lagi . Tiara melihat itu semua hatinya kembali berdenyut nyeri melihat orang yang ia cintai mencintai orang lain bahkan tak rela jika wanita yang di cintai nya kesal dan marah .
" Tiara kenalkan ini namanya Irma calon istri saya . Maaf sebelumnya tapi wanita ku ini cemburu dengan kamu karena kamu memeluk ku tadi . Ia mengira kita ada sesuatu jadi .. saya minta kamu jelaskan pada dia yang sejujurnya tentang kejadian tadi dan juga hubungan kita yang sebenarnya tolong jelaskan sekalian . " Ucap Ibra pada gadis di hadapannya itu , Tiara terdiam lidah nya seakan kelu untuk berbicara namun ia tetap berusaha berbicara ia tak mau menjadi perusak hubungan orang lain .
" Begini mbak ...maaf sebelumnya karena telah memeluk kak Ibra tadi bukan maksud saya seperti itu . Saya sedang terpuruk saat ini oprasi pertama saya gagal dan itu menjatuhkan mental saya sebagai seorang dokter . Saya tak bermaksud memeluk kak Ibra saya hanya bingung harus memeluk siapa karena saya memang butuh sebuah pelukan dari orang terdekat saya untuk menguatkan hati saya " Ucap Tiara mulai meneteskan air matanya , kesedihan nya jadi bertambah 2 kali lipat saat ini . Kesedihan dari oprasi yang gagal dan juga kesedihan dari hati yang terluka .
Irma terdiam ia menatap wanita yang sangat rapuh di hadapannya itu , ia mungkin yang sudah egois namun ia juga tak terima Ibra di peluk seperti itu oleh wanita lain .
__ADS_1
" Memang nya kamu gak punya orang tua kok malah peluk calon suaminya saya . " Ucap Irma tetap saja kesal pada gadis di hadapan nya itu. Tiara terdiam mendengar omongan Irma yang menusuk hatinya itu , Ibra merasa tak enak pada Tiara ia tau apa yang tengah gadis itu pikirkan .
" Sayang ...orang tua Tiara sudah tiada . " Ucap Ibra berbisik di telinga Irma yang membuat Irma langsung merasa bersalah , ia tak tau jika gadis di hadapannya itu sudah tak ada orang tua . ia menatap Tiara yang masih menundukkan kepalanya mungkin gadis itu tegah menangis .
Irma merasa telah menindas gadis itu . ia jadi tak tega , di tatapnya Ibra dengan pandangan sendu seakan bertanya apa yang harus gadis itu lakukan agar Tiara tak sedih lagi .
" Minta maaf lah " ucap Ibra berbisik di telinga calon istrinya itu .
" Maaf ya Tiara aku tak ber maksud buat kamu sedih aku hanya gak suka calon suamiku ini di peluk oleh orang lain . " ucap Irma jujur dan terus terang pada Tiara .
" Iya tak apa kak ...saya yang salah . Saya hanya menganggap kak Ibra sebagai kakak kok begitu pula kak Ibra ..saya memeluk nya karena kak Ibra sudah saya anggap sebagai kakak sendiri saya berharap dengan memeluk nya bisa membuat saya bisa sedikit tenang . Saya tak ada maksud apa pun kok kak maaf ya sudah buat kakak cemburu . "
" Iya sayang aku tak ada hubungan apa apa dengan Tiara kok .. kamu percaya kan sama aku . Aku menghiburnya karena aku juga pernah berada di posisi nya , saat itu aku juga gagal melakukan operasi dan buat aku terpuruk . Aku tau perasaan nya karena aku seorang dokter juga hancurnya hati seorang dokter adalah ketika tak bisa menyelamatkan pasien nya itu yang membuat dokter hancur . " Ucap Ibra menjelaskan , Irma terdiam ia menatap Tiara sejenak kemudian beralih pada Ibra . ia juga tak percaya jika sang calon nya ini tega berbuat serong dengan nya .
" Baiklah aku percaya tapi jangan ulangi lagi ya aku tak suka . " Ucap Irma kepada 2 orang itu .
" Terimakasih sudah percaya dengan ku sayang. " Ucap Ibra senang , ia mencium pipi Irma di hadapan Tiara . Betapa sakitnya hati Tiara melihat itu rasanya ingin segera lari dari tempat itu namun tak mungkin ia tak ingin di curiga i memiliki perasaan terhadap Ibra .
" Iya kak ... Em Tiara jika kamu senggang Minggu depan kamu datang ya ke pernikahan ku , ini undangan nya untuk kamu . " Ucap Irma mengambil sebuah undangan di dalam tas nya . Tiara tersenyum kecut , sudah tak ada harapan lagi untuk dirinya bisa masuk kedalam hati Ibra .
" Pasti saya datang kok kak . " Ucap Tiara bersikap seramah mungkin pada gadis cantik di hadapan nya itu.
__ADS_1
" Oke di tunggu kehadiran nya ya . " Ucap Irma tersenyum , Ibra pun ikut tersenyum ia senang kekasih nya itu sudah tak marah lagi dan salah paham terhadap nya dan juga Tiara .
" Dokter Ibra saya kembali ke ruang operasi ya ... " Ucap Tiara sudah tak kuasa lagi melihat kemesraan itu . Hatinya patah berkeping keping bahkan mungkin hatinya tak bisa di satukan kembali .
" Kamu mau oprasi ... operasi kedua ?" Tanya Ibra tak yakin Tiara bisa melakukan itu dengan kondisi nya yang seperti ini .
" Tidak ...saya hanya membantu dokter Hendry saja kak . Saya belum berani lagi melakukan operasi yang kedua mungkin nanti setelah saya agak siap menerima semua kenyataan ini . " ucap Tiara menjelaskan.
" Yang sabar ya Tiara ...aku yakin kamu pasti bisa semangat ya . " Ucap Irma tersenyum memberikan semangat untuk gadis di hadapannya itu . Tiara hanya tersenyum dan mengangguk setelah itu gadis itu pergi ke toilet ia tumpahkan tangis dan segala kesedihan nya di sana .
...
..
..
Besok up lagi ya ... maaf jam nya belum efektif untuk up mohon di maklumi ya .
Dukung terus author dengan berikan like komen vaf dan hadiah ya .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .
__ADS_1