
Author POV .
Sika menatap seorang pria yang masih belum membuka matanya , ia nampak sedih karena ini sudah melebihi jam yang di berikan oleh dokter . Karena khawatir Siska pun langsung berdiri dari duduknya ia ingin menanyakan kondisi Bapak nya pada dokter yang mengoperasi nya . Ia ingin tanya kenapa bapak nya itu sama sekali belum menunjukan tanda tanda akan sadar .
Wanita itu berjalan keluar dari kamar rawat ayah nya , berjalan melewati lorong yang panjang hingga akhirnya ia pun sampai di Sebuah ruangan yang nampak luas . Di ketuk nya pintu ruangan di hadapannya dengan perlahan .
" Masuk .." ucap seseorang di dalam sana , dengan langkah lesu . Siska berjalan memasuki ruangan itu .
" Maaf mengganggu dok . " ucap nya menatap dokter itu tak enak hati .
" Tak apa , duduklah ." ucap nya mempersilakan Siska untuk duduk di kursi yang tersedia .
"' Saya tau kamu kesini karena ingin menanyakan kondisi bapak kamu kan ?" tanya nya pada wanita di hadapannya itu .
" Betul dok saya ingin bertanya kenapa sampai saat ini bapak saya belum sadar kan diri ?" Tanya wanita itu dengan sendu .
" Kondisi bapak kamu memang jarang saya temui Siska , meski operasi nya berjalan lancar bapak kamu masih saja Koma . " ucap dokter itu membuat Siska terkejut , Wanita itu menitihkan air matanya mendengar penjelasan dari dokter di hadapan nya itu .
" Jadi bapak saya koma dok ?" tanya Siska dengan air mata berlinang .
" Ya ... begitulah medis menyebutnya . Maaf saya sudah berusaha sebaik mungkin namun hanya tuhan yang bisa membuat bapak mu tersadar kembali . " ucap dokter itu menyesal.
" Tak apa ini bukan salah dokter , terimakasih sudah mengusahakan yang terbaik untuk bapak saya . Kalau begitu saya permisi dulu . " ucap Siska bangkit dari duduknya , wanita itu berjalan menuju kamar di mana bapak nya berada . Di usap nya air mata yang sudah membasahi pipi dengan kasar .
" Siska " panggil seseorang membuat langkah nya terhenti . Wanita itu langsung membalikan tubuhnya dan langsung menatap tajam ke arah ibunya yang sudah lama tak ia lihat itu .
" Ibu ini dari mana saja , apa ibu tak tau Siska di sini khawatir nunggu bapak sendiri an. apa ibu tak tau Bapak koma dan belum tentu bisa bangun lagi ." Ucap Siska berteriak di hadapan ibu tiri nya itu , rasa marah kecewa meluap menjadi satu .
__ADS_1
" Diam kamu Siska . " ucap ayu melihat kesekeliling nya . Banyak orang orang yang memperhatikan mereka dan banyak pula dari mereka yang mulai membicarakan ibu dan anak itu .
"Bikin malu saja kamu , Ayo kita ke kamar rawat bapak mu ." ucap ayu menarik tangan Siska menuju dimana tempat bapak nya di rawat .
...
...
Sementara itu di lain sisi Rangga tengahq menatap tajam kepada wanita yang saat ini tengah duduk di kasur berhadapan dengan nya itu . Siapa lagi jika bukan Rosa , dengan tangan mengepal Rangga berusaha mengontrol emosi nya karena ia sungguh tak mau menyakiti Rosa yang tengah mengandung anak nya .
" Kamu sebenarnya dari mana tadi ?" tanya lelaki itu membuat Rosa takut , wanita itu menundukkan kepalanya seraya memainkan jari jari tangan nya .
" Aku dari rumah teman ku mas , kan tadi aku sudah bilang . " Ucap nya membuat Rangga menghela nafas nya lelah .
" Jangan berbohong Rosa . " ucap Rangga dengan nada rendah , lelaki itu tengah memijit kepalanya perlahan .
" Cewek atau cowok teman kamu ?" Tanya Rangga lagi kali ini dengan penuh penekanan. Membuat Rosa semakin ketakutan dan tak berani menatap mata suaminya itu .
" Cewek mas . " ucap Rosa sekali lagi berbohong .
" Ck ...Lalu kenapa yang jemput kamu itu cowok bukan cewek ?" Tanya Rangga pada istrinya itu ,
" Em ... itu ... itu ... itu taksi online yang aku pesan karena teman ku tak bisa datang menjemput ku karena ada urusan mendadak mas . Mas ini kenapa curiga an sekali sama Rosa seharusnya Rosa yang bertanya siapa wanita itu . " ucap Rosa menatap Rangga tajam .
" Wanita apa maksud kamu ?" tanya nya pada Rosa .
" Siapa wanita yang selalu mas tevon di malam hari , Siapa mas jawab Rosa . " ucap Rosa yang sudah mulai curiga pada Rangga karena akhir akhir ini Suami nya itu sering Menelvon seseorang yang ia ketahui suaranya adalah suara wanita .
__ADS_1
Rangga terdiam sejenak ia tau yang di maksud istrinya itu adalah Siska , Nunun ia juga tak bisa mengatakan jika ia memiliki wanita simpanan di luar sana .
" Itu sekertaris ku nama nya Siska , kami telvon nan karena kami sedang membicarakan pekerjaan. " ucap Rangga beralasan .
" Kalau begitu aku dan kamu sama mas , jadi kamu jangan curiga lagi sama aku. Lagi pula sejak kapan kamu begitu peduli dengan urusan ku mas ." ucap Rosa tak ingin hanya dirinya yang disalah kan oleh Rangga .
" Aku Suami mu Rosa jadi wajar jika aku perduli dengan mu. " ucap Rangga dengan nada tinggi .
" Suami macam apa yang tak pernah memberikan nafkah batin untuk istrinya . Suami macam apa yang tak pernah menemani istrinya mengobrol berdua atau hanya sekedar meluangkan waktu bersama. Suami macam apa mas . " Teriak Rosa membuat Rangga emosi , lelaki itu membanting gelas di atas meja dekat dengan ranjang nya .
Prak ...
Gelas itu terbelah menjadi beberapa , Rosa sungguh terkejut ia tak menyangka Rangga akan semarah itu hingga membanting barang di sekitar nya .
" Aku memang Suami yang tak sempurna dan tak baik . aku memang suami yang tak pantas untuk mu , Aku tak mau berbohong lagi Rosa selama ini aku memang tak memiliki perasaan apa apa dengan mu . Aku sudah berusaha keras untuk menerima mu tapi rasanya sulit sekali , berkali kali aku mencoba membuka hati ku untuk mu namun aku selalu gagal . " ucap Rangga mengeluarkan segala keluh kesah nya pada wanita hamil itu .
Rosa yang mendengar semua itu hanya bisa menangis ia sungguh tak menyangka jika Rangga sama sekali tak memiliki perasaan terhadap nya . Ia sakit hati dan kecewa dengan pengakuan yang Rangga berikan , ia ingin pergi meninggalkan lelaki itu namun ia tak mau . Ia sungguh mencintai Rangga meskipun cinta nya sama sekali tak terbalaskan .
" Kalau Mas Rangga tak mencintai ku untuk apa mas menikahi ku mas . kenapa mas tak menolak perjodohan kita , dan apakah mas mau menceraikan Rosa ?" tanya wanita itu sudah pasrah dengan keputusan Rangga.
" Aku memang lelaki brengsek Rosa , seharusnya aku menolak pernikahan kita dari awal dan seharusnya aku tak menghamili mu dan membuat mu terperangkap dengan pernikahan ini . Sekarang aku tanya pada mu apa kamu mau aku menceraikan mu , atau kamu mau tetap bertahan dengan pernikahan yang tak bahagia seperti ini . ?" tanya Rangga tak tau harus memutuskan bagaimana karena ia sendiri pun bingung jadi ia bertanya pada Rosa agar wanita itu bisa memilih .
" Aku tak mau bercerai mas , aku sungguh mencintai mu . Bagaimana nasip anak kita nanti Kalau seandainya kita benar benar bercerai aku tak mau anak kita hidup terpisah dengan salah satu orang tuanya . " ucap Rosa membuat Rangga terdiam sejenak .
" Jadi kamu mau bertahan setelah apa yang aku lakukan kepada mu ?" tanya Rangga tak habis pikir karena Rosa tetap mempertahankan rumah tangga nya .
" Iya mas . " ucap Rosa pelan. Rangga hanya bisa menghela nafas nya lelah .
__ADS_1
" Kalau begitu terserah kamu saja . " ucap Rangga membaringkan tubuhnya memunggungi Rosa .