
" Ini rumah mu ?" Tanya Wiliam ketika mereka sampai di halaman depan rumah milik orang tua Siska .
" iya pak ... Ayo masuk . " Ucap Siska mendahului Wiliam membuka pintu rumah nya itu dengan perlahan lahan .
" Loh ...Siska kenapa sudah pulang bukanya jadwal kuliah kamu masih 1 jam lagi ?" Tanya seorang wanita paruh baya pada anak nya itu .
" Mama ... Ada yang ingin Siska bicarakan . Hal ini mengenai masa depan Siska jadi Siska ingin bicara dengan mama papa dan kak Ibra . Apa mereka ada di rumah ?" Tanya Siska dengan serius membuat flora penasaran dengan apa yang akan di katakan anak nya itu .
" Kakak kamu sebentar lagi pulang kalau papa... Em jika itu sangat penting mama bisa suruh papa kamu pulang sekarang juga . Tapi kalau boleh mama tau sebenarnya ini ada apa Siska ?" Tanya flora penasaran karena anak nya begitu serius saat ini .
" nanti saja Siska jelaskan ma . " Ucap Siska pelan. Flora hanya diam , wanita itu mulai meraih hendphone nya dan menghubungi suaminya menyuruh nya untuk segera pulang ke rumah .
" Halo pa ..." Ucap flora saat telvon tersambung .
" ..."
" Ini anak mu mau bicara penting sekali sampai ibunya saja tak mau di beri tahu kalau belum ngumpul semua . Jadi papa cepat pulang ya . " Ucap Flora melirik Siska kemudian ia melirik Wiliam sejenak .
" ...."
" Dia juga bawa laki laki . Mama belum pernah lihat siapa dia yang jelas dia tampan. " Ucap flora sedikit berbisik namun mampu di dengar oleh Siska dan Wiliam. Siska jadi malu melihat nya .
"...."
" Oke mama tunggu . " Ucap flora mematikan sambungan telepon nya . Tak lama setelah itu terdengar suara mobil memasuki pekarangan rumah mereka .
" Itu pasti Ibra. " Ucap flora melihat kearah luar jendela kaca yang tak jauh dari pekarangan rumah nya .
" Assalamualaikum." Salam seseorang memasuki rumah mereka.
" Waalaikumsalam . " Ucap Siska Wiliam dan flora bersama an . Mata Ibra langsung melirik Wiliam yang saat ini tengah berdiri di samping adiknya itu .
" Siapa dia ?" Tanya Ibra menatap Wiliam tajam .
" Nanti Siska jelaskan kak." Ucap Siska pelan , Ibra menatap Siska sejenak ia sungguh tak suka melihat adik nya dekat dengan laki laki . Ia takut adiknya akan terluka untuk kedua kali nya .
" Ya sudah kakak mandi dulu . Nanti kita bicarakan ya . " Ucap Ibra pelan kemudian laki laki itu berjalan pergi ke kamar nya .
__ADS_1
" Maaf ya nak . Ibra memang seperti itu orang nya ." Ucap flora merasa tak enak hati pada laki laki di samping anak perempuan nya itu .
" Iya Bu tak apa apa . " Ucap Wiliam pelan .
" Duduk dulu nak . Biar Tante buatkan teh dulu ." Ucap flora tersenyum ramah .
" Iya Tante . " Ucap Wiliam sopan . Laki laki itu kini duduk di sofa ruang tamu milik keluarga Siska . Kemudian flora pergi meninggalkan Siska dan Wiliam sendirian , mereka sama sama diam tak berkata apa apa .
Keadaan mereka canggung saat ini , suasana itu membuat Siska bingung harus memulai obrolan dari mana begitu pula dengan Wiliam .
" Kantor papa kamu jauh ya ?" Tanya Wiliam memulai obrolan mereka dengan pelan.
" Tak begitu jauh mas ...mungkin setengah jam lagi sampai . " Ucap siska pelan . Wanita itu sungguh tak ingin menatap wajah suaminya karena ia malu . Sangat malu .
" Kamu tau saat ini aku tengah gugup . Aku takut papa mu tak akan setuju dengan keputusan yang kita ambil . Aku juga berharap papa mu tak galak seperti mertua mertua lain nya . " Curhat Wiliam yang membuat Siska tersenyum . Ia tak menyangka Wiliam ternyata asik juga saat mengobrol .
" Tenang saja pak .. papa ku tak galak sama sekali . " Ucap Siska tersenyum .
" Ini nak silakan di minum . " Ucap flora meletakan secangkir kopi di hadapan Wiliam .
" Tidak merepotkan kok nak .Anggap saja seperti rumah sendiri . " Ucap flora seraya melirik putrinya yang nampak diam tak mengatakan apa pun .
" Assalamualaikum . " Salam seseorang yang tiba tiba saja datang dari arah depan rumah mereka.
" Waalaikumsalam .... Kok udah sampai pa ?, Cepet banget . " Ucap flora saat suaminya baru saja sampai .
" Iya papa buru buru tadi ngebut . Habisnya papa takut ada apa apa karena mama nyuruh papa pulang cepat. " Ucap bram duduk di sebelah istrinya itu .
" Iya ...maaf pa ini kan kemauan anak kamu katanya mau bicara hal yang penting sama kita dan Ibra . " Ucap flora seraya meraih jas kantor milik suaminya itu .
" Terus Ibra sudah pulang ?" Tanya Bram menengok kiri dan kanan mencari cari di mana keberadaan anak nya itu .
" Sudah tapi masih mandi mungkin sebentar lagi turun. " Ucap flora pada suaminya itu tak lama orang yang mereka bicarakan pun turun dan langsung saja duduk di samping Siska. Kini Siska berada di tengah tengah Ibra dan Wiliam .
" Lama sekali mandi nya kayak anak perempuan . " Sindir Siska pada kakak laki lakinya itu .
" Mandi memang harus lama adik ku sayang biar bersih . " Ucap Ibra membalas
__ADS_1
Ledekan dari adiknya itu .
" Iya deh iya . " Ucap Siska tak ingin berdebat lagi dengan kakak nya .
" Sudah sudah jangan ribut dulu . Papa jadi penasaran apa yang akan kamu bicarakan Siska ?" Tanya Bram menatap anak perempuan nya itu dengan penuh tanya .
" Baiklah karena semuanya sudah ngumpul di sini maka Siska tak akan menunda lagi .
Sebenarnya Siska mengumpulkan kalian kesini karena ingin memberitahu jika Siska sudah menikah secara siri dengan laki laki di samping Siska ini. " Ucap Siska membuat Ibra langsung menatap nya tak percaya begitu pula dengan Bram dan flora .
" Aku tau kenapa kalian memandang ku seperti itu . Kalian pasti terkejut begitu pula dengan aku sendiri . " Ucap Siska semakin membuat orang orang di situ kebingungan .
" Biar mas saja yang bicara Siska . " Ucap Wiliam merasa kurang nyaman jika hanya Siska yang menjelaskan semuanya pada keluarga istrinya itu .
" Jadi sebenarnya saat kami berangkat ke kampus bersama kami tersesat pada sebuah desa yang lumayan jauh dari kota ini . Saat itu jalan sedang di perbaiki dan kami tak punya pilihan lain selain melewati jalan yang tak pernah kita lewati sebelum nya . Karena tak paham dengan jalan itu dan jalan itu juga banyak sekali tikungan dan bercabang akhirnya kami tersesat . Parah nya lagi mobil yang kami tumpangi mogok di tengah jalan tepat di sebuah desa yang ketat sekali adat dan istiadat nya . Saya hendak turun dari mobil untuk mengecek kondisi mobil saya namun Siska tak mau di tinggal sendiri an. Akhirnya saya mengajak dia untuk turun dari mobil namun sayangnya sabuk pengaman Siska macet . " Ucap Wiliam berhenti seraya mengamati wajah kedua orang tua Siska yang tampak menunggu kalimat yang akan ia ucapkan selanjutnya .
" Saya membantu Siska melepaskan sabuk itu dan posisi saat itu sungguh terlihat sangat intim . Saya tak bisa berbuat apa apa saat warga di situ melihat kami dan salah paham terhadap apa yang kami lakukan.. kami di tuduh berbuat hal yang tak senonoh . Hingga akhirnya membuat kami di arak seluruh kampung dan akhirnya di nikah kan oleh ustadz yang ada di desa itu . Akhirnya kami pun menikah secara siri . " Ucap Wiliam menjelaskan .
Bram masih diam begitu pula dengan flora mereka sungguh terkejut dengan pernikahan mendadak putrinya itu .
Ia tak menyangka hal bahagia akan datang secepat ini pada keluarga nya namun ia juga khawatir jika hal bahagia ini akan membuat putrinya terluka untuk kedua kali nya .
sementara Siska , wanita itu sungguh gelisah menunggu respon ayah dan ibunya yang tak kunjung mereka berikan .
...
.
.
.
di tengah kesibukan author masih nyempetin up jadi ...
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya ...
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR .
__ADS_1