Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
35 . Kembali ke jalan nya.


__ADS_3

Siska sampai di mana ia tinggal dulu , wanita itu kini telah berada di rumah yang pernah ia tinggali dulu bersama bapak nya . Kenangan kenangan indah bersama bapak nya muncul di kepalanya begitu saja .


Ia tersenyum meskipun pahit , ia sungguh tak menyangka jika ia akan kembali lagi ke rumah ini tanpa di temani bapak nya .


Wanita itu menatap pantulan wajah nya di cermin , mukanya mulus tanpa noda di wajah nya . Ia membersihkan muka itu dengan kapas dan pembersih muka yang telah ia beli setelah itu ia menatap dengan nanar sebuah kain yang kini berada di genggaman nya .


" Apa aku masih pantas mengenakan ini , apa aku masih bisa mengenakan nya saat diriku masih kotor ?" tanya nya pada dirinya sendiri .


Ia termenung cukup lama , wanita itu ingin mengenakan kain tersebut dan bertobat ke jalan allah namun sejenak ia ragu . Mengingat dosa yang telah ia lakukan bersama dengan rangga .


" Tapi allah tak memperdulikan


hal itu kan?, yang penting kita sudah bersungguh suguh untuk bertobat pasti allah mau memaafkan segala kesalahan kita .Sudahlah aku pakai saja kerudung ini masalah diterima atau tidak itu urusan allah yang penting aku sudah berusaha. Bismilah semoga saja allah mau menerimanya taubat wanita kotor ini ." ucap siska mulai mengenakan kain di tangan nya itu kembali .


Siska meneteskan air matanya tak kala ia melihat kerudung telah terpasang di kepalanya ,Wanita itu sungguh merindukan memakai kerudung seperti saat ini .


Ia sangat senang dan terharu karena bisa mengenakan pakaian serta hijab nya kembali .


" Aku masih cantik sama seperti dulu . " ucap siska tersenyum tipis .Tak lama sebuah ketukan di pintu membuat ia mengalihkan perhatian nya , wanita itu berjalan menuju pintu depan rumah nya .


Di bukanya pintu itu perlahan dan ia tak menyangka seseorang yang ia kenal datang bersama seorang wanita paruh baya dan juga seorang bapak bapak yang usianya tak jauh dari wanita tersebut .


" Anak ku . " ucap wanita paruh baya itu langsung memeluk siska erat . Siska terdiam ia sama sekali tak tau harus bagaimana , wanita itu bingung kerena mendapatkan pelukan tiba tiba dari orang di hadapan nya itu .


" Ada apa ini dokter ?" Tanya siska pada ibra .

__ADS_1


" Bolehkah kita masuk dulu sis , kita bicarakan di dalam saja . Tak enak kalau bicara di luar rumah seperti ini ." ucap dokter Ibra pada wanita di hadapan nya itu .


" Silakan ... " ucap siska mempersilakan ibra san keluarga nya masuk kedalam rumah .


" Sebentar saya buatkan teh dulu . " ucap siska ingin beranjak dari tempat itu namun tangan seseorang sudah lebih dulu meraih tangan nya .


" Tak usah repot repot nak . Duduk lah ada yang mau kami bicarakan dengan mu . " ucap wanita setengah baya itu menatap siska dengan lembut .


Siska terdiam sejenak kemudian wanita itu menuruti perintah dari wanita di hadapan nya . Wanita itu duduk berhadapan dengan keluarga Ibra .


" Jadi apa maksud kedatangan ibu kemari dan kenapa ibu menganggap siska sebagai anak ibu ?" tanya siska ingin mengetahui kebenaran nya .


" Kami berkata seperti itu karena memang benar kamu anak kami . Anak yang kami cari selama belasan tahun lama nya , anak yang taj sengaja kami tinggal kan di sebuah vila bersama dengan syal yang saya buat khusus untuk anak itu . " ucap wanita di hadapan nya itu membuat siska terdiam .Ia tak tau harus bagaimana , di lain sisi ia ingin memeluk orang tua kandung nya namun di sisi yang lain ia juga kecewa pada orang tua nya yang meninggalkan nya begitu saja di sebuah vila .


" Jika kalian memang benar orang tua ku mengapa kalian meninggalkan ku di vila sendirian . Apa aku tak berarti lagi untuk kalian atau aku sudah tak di inginkan lagi oleh kalian ?" tanya siska dengan penuh kekecewaan.l


" Mama tau sulit bagi kamu untuk menerima kami kembali , mengingat apa yang telah kami lakukan pada mu . Tapi nak satu hal yang perlu kamu tau , mama sangat mencintai mu . Saat itu memang mama yang salah , orang tua mama tak menyetujui hubungan mama dan papa mu . Mereka ingin memisahkan keluarga kita dengan cara yang tak manusiawi . Saat itu mama dan papa memutuskan untuk menyembunyikan mu di vila karena itu satu satunya tempat yang aman untuk mu . Sementara ibra kami membawa nya bersama kami karena kami pikir harus ada yang hidup diantara kita ber 4 dan itu adalah kamu siska . Mama berharap kamu akan hidup dan tak harus berkelana untuk mencari tempat persembunyian seperti kami ." ucap wanita paruh baya itu seraya menangis .


" Maafkan kami siska ... kami memang salah tapi bisakah kamu kembali dan tinggal bersama kami lagi ?" tanya pria paruh baya si sampingnya .


" Kalian tak perlu minta maaf , aku mengerti alasan yang kalian berikan demi kebaikan ku . Namun untuk kembali bersama kalian maaf aku belum siap , aku butuh waktu untuk menerima ini semua . Apalagi aku baru saja kehilangan bapak yang mengurusku dari aku kecil . " ucap Siska menundukkan kepalanya , wanita itu tak ingin melihat kesedihan di mata orang tua kandung nya saat ia menolak niat baik dari orang tuanya itu .


" Tak apa ... kami paham , kami akan menunggu mu sampai kamu siap nak . " ucap Ibu kandung nya itu seraya mengusap lembut rambut siska dengan penuh kasih sayang .


Sesaat siska memejamkan matanya , ia sungguh merindukan belain kasih sayang seperti itu . Dulu ia mendapatkan nya dari ayu sebelum ibu tiri nya itu bekerja di kota dan berubah sifat nya .

__ADS_1


Ibra yang melihat itu pun tersenyum ia senang adik nya telah bertemu kembali dengan orang tuanya .


" Siska sayang , apakah boleh papa mama dan kakak mu tinggal di sini selama beberapa hari kami sangat merindukan mu nak ?" tanya bram pada putrinya itu .


" Em ...tapi rumah ini kecil , apa bapak dan ibu tak keberatan tinggal di rumah yang kecil dan kumuh ini ?" tanya siska takut jika kedua orang tuanya tak nyaman dengan tempat tinggal nya itu .


" Tak apa ... justru mama ingin merasakan bagaimana hidup anak mama saat tinggal di tempat ini . " ucap flora tersenyum lembut pada anak nya itu .


" Kalau begitu Siska tak bisa menolak nya , anggap saja ini rumah bapak dan ibu sendiri . " ucap siska ikut tersenyum .


Flora tersenyum melihat senyum di wajah siska yang begitu lebar membuat ia senang . Mata wanita paruh baya itu menatap ke segala arah .


Ia merasa rumah itu tak layak di tempati . Kayu dan atap rumah nya sudah lapuk dan lagi lantai rumah itu hanya tanah . Banyak juga celah celah dinding yang bolong , hati flora Sakit mengingat selama ini anak nya tinggal di tempat itu .


Ia memikirkan bagaimana anak nya bisa tinggal di rumah itu , apa kah anak nya itu tak takut jika ada hewan yang masuk ke rumah nya melalui celah tembok yang menurut flora tak kecil itu .


Ia merasa bersalah karena selama ini ia hidup dengan mewah dan bergelimang harta sementara anak nya harus tinggal di tempat seperti ini. Ia juga menyesal seharusnya ia lebih giat mencari anak nya agar ia segera menemukan nya dan pergi dari tempat tak layak huni itu .


" Mama kenapa ?" tanya ibra yang melihat kesedihan di raut wajah ibunya itu .


" Tak apa ... Siska di mana dapur kamu , mama ingin sekali memasak sesuatu untuk mu nak ?" tanya Flora pada anak nya itu .


" Tapi dapur siska kotor bu ... siska tak memiliki kompor hanya tengku api yang biasanya siska buat untuk masak . " ucap siska membuat flora meneteskan air matanya . Ia sungguh tak menyangka anak nya harus menderita selama ini .


" Tak apa ... mama hanya ingin memasak sesuatu untuk mu .Tolong ajari mama bagaimana cara menggunakan tengku apinya . " ucap flora mengusap air matanya kasar , setelah itu ia berusaha tersenyum pada anak yang baru di temukan nya itu .

__ADS_1


" Ya sudah , mari ikut siska bu . Siska akan mengajari ibu . " ucap siska bangkit dari duduknya, flora pun langsung mengikuti anak itu menuju dapur yang siska maksud .


Sementara ibra , lelaki itu hanya bisa memandang kepergian ibunya dan siska dengan pandangan nanar .


__ADS_2