Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku

Aku Perusak Rumah Tangga Suamiku
39 .Luka ,duka dan cinta .


__ADS_3

Jam diding menunjukkan pukul 8 malam dan Siska masih berada di kamar yang sama . wanita itu hanya diam duduk menatap pantulan wajahnya di dalam cermin . Pikiran nya berkelana mengingat perlakuan Rangga terhadap nya yang tak seperti dulu lagi .


" Kenapa dia berubah , sebenarnya apa salah ku . Kenapa dia tak menjelaskan di mana salah ku , dan kenapa dia mengurungku seperti ini ." ucap Siska bingung .


" Untuk apa kamu duduk di situ , apa kamu tak punya pekerjaan lain ." ucap seseorang dengan suara dingin yang menusuk telinga Siska .


Tu buh Siska menegang , ia sungguh tak menyangka jika Rangga akan datang lagi kekamar di mana ia dikurung oleh lelaki itu .


" Mas Rangga . " ucap Siska pelan . Saat ini ia sungguh takut , langkah kaki Rangga terus mendekati nya. Siska memejamkan matanya erat seraya mencengkram pinggiran meja rias di hadapannya dengan begitu kuat .


" Kenapa kamu ketakutan seperti itu sayang , bukankah kamu menyukai jika aku datang Hem ?" ucap Rangga mengusap pipi Siska perlahan.


Siska ingin menjauhkan diri dari lelaki di samping nya itu namun tangan nya sudah lebih dulu di cengkram oleh Rangga .


" Kamu mau kemana sayang , ini adalah malam pertama kita sebagai suami istri . Jadi nikmati saja apa yang akan mas lakukan terhadap mu . " ucap Rangga berbisik di telinga Siska , membuat Siska merinding di buat nya .


Tub uh Siska menjadi kaku saat tangan Rangga meraih tangan nya dan mengusap nya perlahan .


" Dulu aku sangat mencintaimu , merindukan tangan ini membelai ku perlahan namun sayang sekali kamu merusak cinta ku membuat aku muak setiap kali melihat mu . Aku benci dan ingin kamu menderita , namun aku juga membenci diriku yang nyatanya masih mencintai mu . " ucap Rangga menghempaskan tangan Siska .


" Kalau mas mencintai Siska kenapa mas melakukan ini , apa alasan nya mas aku mohon beritahu Siska . aku mohon jangan perlakukan Siska seperti ini ." ucap Siska menatap Rangga dengan Berlinang air mata .


" Jangan pura pura tak tau apa salah mu Siska . aku paling benci orang yang berpura pura seperti mu . " bentak Rangga pada wanita di hadapannya itu .


" Siska memang tak tau mas ...Siska tak berpura pura sungguh . " ucap Siska pada Rangga . Rangga mengepalkan tangannya kemudian menampar wajah yang selama ini selalu ia rindukan itu .


Plak ...

__ADS_1


Mendapatkan tamparan dari tangan lelaki yang ia cintai membuat Siska terkejut , wanita itu langsung terdiam . Rasa perih di wajah nya tak sebanding dengan rasa sakit hatinya .


" Sudah berapa kali aku bilang , aku paling tak suka dengan orang yang ber- pura pura seperti mu . Paham kamu . " ucap rangga kembali berteriak . Siska hanya bisa menangis tanpa suara , ia memegang dadanya yang terasa sakit .


" Menangis dan menangis apa hanya itu yang kamu bisa , lebih baik kamu layani aku dengan baik dari pada menangis seperti itu . " ucap Rangga tersenyum licik. Siska langsung berdiri dari duduknya , wanita itu berjalan menjauhi Rangga . Ia tak ingin lelaki itu menyentuh nya karena Siska tau lelaki itu menyentuh nya bukan karena cinta .


" Kenapa takut bukankah kita sudah pernah melakukan nya sayang ?" tanya Rangga membuat Siska menggeleng kan kepalanya perlahan .


" Jangan mas ... aku mohon jangan lakukan itu. " ucap Siska pelan.


" Kenapa , kenapa aku tak boleh melakukan nya . aku ini suami kamu jadi aku berhak melakukan nya . Paham kamu . " ucap Rangga menarik tangan Siska dan menghempaskan tu buah wanita itu ke atas ranjang . .


" Jangan mas ... aku tak mau . " ucap Siska berusaha bangkit namun Rangga sudah lebih dulu menindih nya .


" Ini kewajiban kamu jadi kamu jangan menolaknya. " ucap Rangga mulai men ciu mi bi bir Siska , Siska terdiam tak ada niat untuk mem ba las ciu man itu .


ciu man itu turun dan semakin turun kebawah ,Siska memejamkan matanya berusaha sekuat tenaga agar tak mengeluarkan suara de sah an nya . Bahkan wanita itu menggigit bi bir bawahnya sendiri demi tak mengeluarkan suara yang membuat Rangga menertawakan dirinya .


" Kenapa di tahan sayang , aku suka suara mu jadi tak perlu menahan nya . " ucap Rangga mencengkram dagu Siska . Siska kesakitan di buat nya , rasa sakit dan perih ia rasakan menjadi satu .


Wanita itu menangis , saat Rangga mulai me lu ci ti pa kai an nya satu persatu . hingga kini ia sudah tak me ma kai apa pun lagi .


.


" Dulu aku me nyen tuh mu dengan lembut dan kasih sayang tapi kamu malah menyakiti hati ku jadi aku akan melakukan hal yang berbeda kali ini , akan aku buat kamu menderita sayang ." ucap Rangga langsung me ma suk kan peliharaan nya ke da lam sangkar yang sudah lama tak ia masuki dengan kasar .


Membuat rasa perih dan sakit menjalar di bawah sana . siska mencengkram seprei kasur yang ia ti du RI .

__ADS_1


" Sakit ...mas , sudah cukup. " ucap Siska menangis namun Rangga tak perduli dengan itu , lelaki itu semakin menggila . ia cum Bu i le her Siska . Tangan nya tak tinggal diam me re mas si 2 bulatan kenyal yang selalu ia rindukan dengan kasar bahkan Siska sampai tak kuasa menahan rasa sakit yang ia terima.


" Aw ... sudah mas ..aku mohon . " ucap Siska menangis . Rangga tersenyum tipis lelaki itu mulai meng ge rak kan ping Gul nya perlahan.


" ssttt ...sakit mas sudah . " ucap Siska menggeleng kan kepalanya perlahan .


" Sakit atau enak " goda Rangga pada istrinya itu . Siska tak merasa nik mat sama sekali . sekujur tu buh nya sakit akibat re mas dan dan juga cengkraman yang Rangga berikan .


" sudah ...hiks ,. ini benar benar sakit mas ." ucap Siska menangis . Rangga tak perduli justru ia senang melihat istrinya menangis seperti itu , ia semakin bersemangat mempermainkan 2 Bu la tan kenyal di hadapannya .


Di bawah sana juga semakin mempercepat tempo nya sampai ia tak ta Han lagi , ia menjambak rambut Siska dan berteriak tanda ia sudah mencapai puncak nya .


Rasa sakit belum hilang , Rangga sudah memulai Kembali permainan nya hingga tu buah siska lemas dan sudah tak berdaya lagi .


" Dasar pelacur . " ucapan itu membuat Siska kembali menangis namun wanita itu tak bersuara sama sekali . hanya air mata yang keluar membasahi pipinya.


Melihat itu Rangga begitu senang , ia sudah tak perduli lagi pada perasaan wanita di ba wah nya itu yang ia pedulikan hanya bagaimana caranya membuat Siska menderita .


...


...


...


Dosa tanggung sendiri ya hehehe ...


jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya.

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .


__ADS_2