
Matahari belum begitu terik dan Rangga mulai mendorong stroller bayi nya menuju sebuah taman yang tak jauh dari rumah nya . Ia ingin anak nya itu menikmati panas nya mata hari di pagi hari karena sinar mata hari pagi sangat baik untuk bayi seperti Riyan.
" Jangan nangis ya anak papa ...masak di jemur nangis sih kan biar sehat . " Ucap Rangga mengangkat putranya itu kedalam pangkuannya.
" Hoho ... lihat ada ayah siaga di sini . " Sindir Brandon yang sengaja menghampiri Rangga . Ia sungguh ingin tau bagaimana kabar lelaki yang telah menyakiti hati orang yang ia cintai itu .
Merasa di sindir oleh orang yang saat ini berdiri di hadapannya pun Rangga hanya bisa mengepalkan tangannya .
" Mau apa kamu kemari ?" tanya Rangga ketus . lelaki itu sama sekali tak mau menatap wajah Brandon.Bukan karena ia takut pada laki laki itu ia hanya tak ingin bertengkar di tempat umum seperti itu .
" Aku hanya ingin tau kabar mu ...jadi santai saja gak usah panik begitu . " Ucap Brandon menepuk pundak Rangga pelan . Rangga langsung menepis tangan Brandon yang berada di pundak nya .
" Tak usah sok akrab aku tau kamu telah membohongi diriku , kamu bilang kamu tak ada hubungan apa apa sama Rosa nyatanya kamu sering keluar masuk hotel bersama Rosa apa itu yang kamu sebut tak punya hubungan apa pun . " ucap Rangga dengan nada datar nya .
" Oh ..jadi kamu sudah tau ...bagus lah aku tak usah repot repot memberitahu kebenaran nya . Lagi pula aku sudah merasa puas karena akibat kebohongan ku kemarin kamu jadi berpisah dengan orang yang kamu cinta . Sekarang kamu mengerti kan bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita cintai. Sama seperti ku yang kehilangan Rosa yang sangat aku cintai dan itu semua gara gara kamu . " Ucap Brandon pada rangga dengan nada tinggi .
" Itu memang salah ku tapi kamu tak seharusnya berbohong kepada ku ,gara gara kamu aku telah menyakiti orang lain . Gara gara kamu orang itu meninggal kan ku dan Riyan. Itu semua karena mu , sebenarnya aku ingin membalas dendam pada mu ingin memukul dan mengajar mu namun semua itu percuma saja jika aku lakukan karena tak bisa merubah apa pun . Dia tetap pergi dan tak akan bisa kembali lagi bersama ku . " Ucap Rangga sedih.
" Mungkin itu karma yang kamu dapatkan karena kamu telah menyakiti hati Rosa . kali ini aku tak akan berbohong lagi , Rosa itu benar benar mencintai mu meskipun ia selingkuh dengan ku namun hatinya masih ada dirimu . Tak akan ada yang bisa menggantikan posisi mu di hatinya . Setiap hari ia menangis dan mengeluh pada ku tentang sifat mu yang masih saja dingin terhadap nya. Dari cara bicaranya dia terlihat sangat menderita hingga aku tak kuasa melihatnya . Tapi ...kamu malah asik berselingkuh dengan orang lain yang menyakiti hatinya . Meskipun kalian sama sama selingkuh tetap saja berbeda. Kamu selingkuh dengan orang yang kamu cinta sedangkan dia. dia hanya terpaksa berselingkuh karena ia membutuhkan nafkah batin yang tak bisa kamu berikan . dia tak berselingkuh karena cinta nga ... karena nyatanya di hatinya masih ada nama mu . " Ucap Brandon kesal .
" Sudahlah jangan ingatkan hal itu lagi pada ku karena aku sudah tau dan paham akan hal itu . Aku akan menebus kesalahanku pada rosa dengan cara mendidik dan membesarkan Riyan dengan baik . Aku tak ingin dia tumbuh menjadi laki laki seperti ku. " Ucap Rangga pada Brandon .
Brandon terdiam ia merasa puas karena Rangga sudah menyadari kesalahannya dan lelaki itu sudah mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya . Namun ia juga sebenarnya merasa iba pada lelaki itu karena ia harus menjadi orang tua tunggal di saat saat muda nya .
__ADS_1
" Kenapa kamu menatap ku seperti itu , aku sama sekali tak butuh belas kasih an mu . Sudah sana pergi aku ingin menikmati waktu berdua saja dengan Riyan tanpa mengingat hal hal yang menyakitkan untuk di ingat. " ucap Rangga mengusir Brandon agar memberinya ruang untuk ia dan anak nya bermain .
Brandon terdiam di liriknya bayi dalam pangkuan Rangga sebentar , bayi itu sungguh mirip dengan rosa bahkan wajah nya sama persis Brandon sampai terpesona dengan wajah bayi itu .
" Apa itu anak mu dan rosa ?" tanya Brandon pada Rangga .
" Iya .. ini anak ku dan Rosa . " jawab Rangga pelan di perhatikan nya wajah Riyan yang sedang asik bersandar di perut nya .
" Bolehkah aku menggendong nya sebentar sebelum aku pergi ?" tanya Brandon meminta izin dari rangga . Rangga terdiam sejenak mendengar permintaan Brandon . Sejujurnya ia tak ingin anak nya di gendong oleh pria itu namun melihat hubungan Rosa dan Brandon yang tak biasa pun akhirnya Rangga menyetujui permintaan dari orang di hadapannya itu.
" Baiklah , tapi sebentar saja . " Ucap Rangga menyerahkan Riyan pada Brandon .
Brandon menatap wajah Riyan dengan begitu dekat , tiba tiba saja lelaki itu menangis saat mengingat Rosa . Ia tak menyangka Rosa sudah pergi dan meninggalkan anak yang sangat mirip dengan nya .
Karena tak kuat mengingat kenangan nya dan Rosa yang membuat ia semakin sedih . Brandon pun segera menyerahkan Riyan kembali pada Rangga .
Rangga hanya diam , ia tak bisa berjanji karena ia takut mengingkari nya. jadi ia hanya diam dan tak berkata apa pun lagi .
Brandon yang melihat Rangga hanya diam pun sedikit kesal . namun ia yakin Rangga mampu menjaga Riyan dengan baik . Setelah itu ia pun berlalu pergi meninggalkan Rangga dan Riyan tanpa berkata apa pun lagi .
Rangga yang melihat nya hanya bisa menghela nafas pelan .
...
__ADS_1
...
...
Di sisi yang lain di tempat yang berbeda seorang laki laki tengah membersihkan tangan nya setelah ia memberi makan kucing kesayangan nya.
" Kucing terus yang di urusin kapan dong kamu ngurusin hal yang lain ?" tanya seorang wanita paruh baya pada laki laki itu .
" Wiliam terus yang di urusin kapan dong mama urus urusan yang lain ?" tanya laki laki itu balik menyindir orang yang lebih dulu menyindir nya .
" Kamu ini ... mama serius Liam kamu ini sudah dewasa sudah waktunya untuk menikah dan membina sebuah rumah tangga tapi kamu malah sampai saat ini belum mengenalkan wanita satu pun pada mama . sebenarnya kamu ini gay atau bagaimana setiap mama kenalkan dengan wanita pasti kamu menolak nya . Tak hanya itu mama juga jarang melihat mu mengobrol dengan wanita . Mama jadi was was Liam mama takut kamu penyuka sesama jenis . " Ucap wanita itu mengoceh panjang dan lebar .
" Sudahlah ma ... mama ini cerewet sekali . mama tenang saja Liam bukan orang seperti itu . sebenarnya alasan Liam tak mau menikah dan mengenal wanita itu karena menurut Liam wanita itu cerewet sama seperti mama yang mengomel setiap hari . " ucap Wiliam pada ibunya itu .
" Kamu ini memang anak kurang ajar berani berani nya mengatai mama cerewet . Sudahlah mama pusing mikirin kamu setiap hari , kamu pikirkan dirimu saja sendiri mama sudah tak perduli lagi . Mau kamu nikah atau pun kamu mau jadi perjaka tua mama tak perduli lagi . paham kamu . " ucap wanita paruh baya itu kesal dan meninggalkan anak nya sendiri .
" Dia yang membahas hal itu dia yang marah . " ucap Wiliam acuh tak acuh ia pun kembali mencuci tangan nya dengan tenang .
...
...
..
__ADS_1
Terus dukung author dengan berikan like komen vaf dan hadiah ya .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .