
Suasana kantin yang ramai membuat Siska melirik teman nya Irma . Ia merasa tak akan ada tempat duduk yang kosong melihat banyak nya pengunjung kantin yang memenuhi meja dan kursi di tempat itu .
" Beneran ini kita makan di sini Ir , tempat nya ramai loh kita bakalan gak dapet tempat duduk kalau seperti ini . " Ucap Siska pada sahabatnya itu . ..
" Tenang gue udah pesan tempat duduk sama meja khusus kok hehehe . " Ucap Irma nyengir . Siska dan Wulan mengerutkan dahinya ketika sahabat mereka itu berjalan mendahului nya .
Dengan bingung Siska mengikuti sahabatnya itu dari belakang . Mereka berjalan menuju pojok ruangan kantin di mana ada seorang pria paruh baya tengah duduk membelakangi mereka . Irma menepuk pundak pria itu pelan seakan akan memberitahu jika dirinya sudah datang .
" Silakan neng sesuai pesanan . Tak ada yang duduk di meja dan kursi ini . " Ucap pria itu membuat Siska mengerti jika sahabatnya memesan meja dan kursi lebih dahulu . Dan bapak bapak yang tadi duduk di meja yang sahabatnya itu pesan adalah bapak bapak penjual nasi di kantin itu . Ia duduk di situ karena ingin menjaga meja dan kursi yang telah Irma pesan agar tak di tempati orang .
" Terimakasih pak , ini uang untuk bapak . " ucap Irma menyerahkan uang sebesar 100 ribu pada bapak bapak itu .
" Oke neng sama sama silakan duduk , oh iya neng neng ini mau pesan apa biar saya siap kan ?" tanya penjual itu pada Siska , Irma dan Wulan .
" Saya nasi campur satu sama es teh manis nya satu " ucap Irma pada penjual itu
" Saya air putih saja sama Salat . ada kan pak ?" tanya Wulan pada pria di hadapannya itu .
" Ada tenang saja neng ...semua ada di kantin ini . " ucap penjual dengan senyum tipis nya .
" Neng yang cantik ini mau pesan apa ?" tanya penjual itu pada Siska yang sedari tadi hanya terdiam tanpa berkata apa pun .
" Em ... bakso saja sama teh hangat . " ucap Siska memberi tahu apa yang ia ingin makan pada penjual di hadapannya itu .
Pria paruh baya itu langsung mencatat apa yang Ke tiga wanita di hadapannya pesan . Setelah itu ia berjalan menjauhi mereka bertiga . Siska Wulan dan Irma pun sudah terduduk manis menunggu pesanan mereka datang .
" Oh iya bagaimana dengan usaha online mu akhir akhir ini Ir , aku dengar kamu kewalahan mengurus pesanan yang semakin banyak ya ?" tanya Wulan pada sahabatnya itu .
" Iya ... kuwalahan banget . Gue butuh asisten atau teman bisnis yang bisa di ajak kerjasama buat jalanin usaha online ini . Loe mau gak lan jualan bareng gue ?" tanya Irma pada Wulan .
__ADS_1
" Maaf Ir gue gak bakat kalau soal jual menjual. bagaimana jika Siska saja ?" tanya Wulan menatap Siska , Irma pun langsung ikut menatap sahabatnya itu .
Siska yang di tatap seperti itu oleh 2 sahabatnya pun merasa bingung .
" Kenapa kalian menatap ku seperti itu ?" tanya Siska pada dua sahabatnya itu .
" Loe mau gak jadi teman bisnis gue ?" tanya Irma pada sahabatnya itu .
" Enggak ah ... gue mana bisa . Gue belum pengalaman soal jual menjual Irma , lagi pula kita masih kuliah takutnya kita gak fokus sana kuliah kita nanti gara gara sibuk jalanin bisnis . " Ucap Siska pada sahabatnya itu .
" Ayolah Sis .. gue yakin kalau loe bisa jualan online seperti gue dan gue juga yakin dengan kedatangan loe sebagai teman bisnis gue bisnis gue pasti nya bakal semakin maju .Jadi ku mohon kamu mau ya jadi teman bisnis ku nanti kita bagi penghasilan Setengah setengah deh ya ." Ucap Irma membujuk Siska agar sahabatnya itu mau di ajak kerjasama dalam berbisnis online .
" Kenapa loe begitu yakin kalau gue bisa bikin usaha online loe semakin maju ?" tanya Siska ingin tau alasan sahabatnya itu sebelum menyutujui permintaan sahabatnya .
" Karena loe cantik ...dan baik . Tubuh loe bak model jadi ketika loe promosi kan jualan kita ke akun media sosial loe pasti nantinya bakal banyak yang tertarik . Jadi plis.... jangan tolak permintaan gue ya ." ucap Irma dengan wajah memelas . Sementara Siska wanita itu tengah berpikir apakah dirinya benar benar bisa menjalankan bisnis online bersama dengan sahabatnya itu atau tidak .
Cukup lama ia berpikir hingga ia merasa tak ada salahnya mencoba dan mungkin ini jalan menuju ke suksesan dirinya di masa depan .
" Seneng boleh tapi gak perlu gitu juga kalik Ir ..lihat tuh loe di lihatin sama orang orang se kantin . " ucap Wulan memberitahu sahabat nya itu . Irma terdiam , wanita itu tengah menatap para pengunjung kantin yang menatap nya seraya berbisik bisik bahkan banyak di antara mereka yang menatap nya sinis . Mungkin karena mereka merasa terganggu dengan teriakan nya tadi .
Irma pun hanya bisa menggaruk tengkuknya pelan. ia merasa malu dan tak tau harus berbuat apa , Siska yang melihat sahabatnya itu nampak salah tingkah pun langsung menepuk pundak sahabat nya pelan .
" Sudah lah tak usah perduli kan mereka . Mereka hanya bisa berkomentar sejenak kok Ir ...nanti juga pada biasa lagi . " ucap Siska pada sahabatnya itu .
" iya sis ... makasih ya udah buat gue sedikit tenang . Gue seneng punya sahabat kayak loe yang mengerti perasaan sahabatnya tanpa sahabatnya harus ngomong lebih dulu . " ucap Irma membuat Siska tersenyum .
" Tak apa ...masalah mu juga masalah ku Ir . " ucap Siska membuat Irma terharu .
" Permisi .... pesanan sudah tiba . " ucap seorang pelayan seraya meletakan makanan yang telah Siska dan teman teman nya pesan sebelum nya .
__ADS_1
" Terimakasih mbak " ucap Siska tersenyum .
" Sama sama ... silakan menikmati . " ucap pelayan itu sebelum pergi .
" Menurut kalian pak Wiliam itu bagaimana ?" tanya Wulan mulai membahas dosen baru mereka .
" Ganteng ... hehehe " Ucap Irma spontan .
" Kalau itu sih gue juga tau Ir ... " ucap Wulan kesal .
" Hehe iya ...kalau menurut loe gimana sis ?" tanya Irma pada sahabatnya itu .
"Orang yang sombong dan ngeselin . " ucap siska tak suka membahas tentang dosen nya itu .
" Seperti nya kamu punya dendam kesumat sama pak Wiliam ya sis , terlihat dari cara bicara mu yang begitu tak menyukai dirinya . " Ucap Wulan pada sahabatnya itu .
" Bukan gitu ...gue cuma gak suka aja lihat orang yang bicaranya se sombong dia . Sudahlah jangan bahas orang itu , kalau dia dengar kita bisa kena marah lagi . " Ucap Siska memberitahu sahabat nya .
" Iya juga kata Siska ... Seperti nya pak Wiliam itu begitu sensitif jadi kita harus pandai pandai menjaga mulut kita untuk tak membahas soal dia takut dia dengar dan membuat kita berada dalam masalah nantinya . " ucap Wulan pada sahabatnya itu .
" Iya ya ... Ya sudah lah . Mari kita makan . " Ucap Irma setelah itu mulai memakan makanan di hadapannya dengan lahap .Siska dan Wulan pun juga mulai menyantap makanan mereka.
...
...
..
Segini dulu ya ...nanti kalau ada waktu up lagi .
__ADS_1
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .